CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Tak Ada Bedanya


__ADS_3

Keesokkan paginya Reta terbangun seperti biasanya... Usai membersihkan apartemennya juga menyiapkan Bian... Reta bersiap kerumah orang tuanya..


Setelah mengantar Bian kerumah ibunya Reta lanjut berangkat ke kantornya...


Namun ada yang berbeda dengan pagi ini... Bahkan Reta merasakan semua orang menatapnya aneh juga perilaku mereka...


"Pagi mbak Reta.." sapa salah seorang yang Reta tak tau siapa namanya... Reta hanya mengangguk dan tersenyum...


Dan itulah yang terus terjadi pagi ini sejak dari parkiran kantor hingga Reta sampai ke lobby kantor...


"Selamat pagi mbak Reta..." Sapa Rossy sangat ramah...


"Eh pagi juga Rossy..." Sapa balik Reta...


"Mbak ini aku ada oleh-oleh dari Jerman... Saudara ku ada yang bawain aku coklat, tapi kan aku diet mbak.. jadi buat mbak Reta aja deh.." kata Rossy menyodorkan setoples coklat mahal...


"Hah... Enggak usah Rossy gue gak begitu doyan coklat.." kata Reta dengan tak enak...


"Yah padahal ini coklat enak mbak... Sayang dong kalo di buang... Please ya mbak ambil aja.." kata Rossy memaksa... Setelah melalui perdebatan cukup lama akhirnya Reta memilih mengalah dan menerimanya..


"Di makan yaa mbak.." kata Rossy senang ..

__ADS_1


"Ah iya... Makasih yaa" kata Reta tersenyum lalu pergi dari lobby...


Baru saja Reta akan masuk ke lift dia sudah di kagetkan oleh sebuah suara...


"Retaaaaaa..." Teriak Nadia dengan suara nyaring nya... Hingga membuat semua orang menoleh... Reta bahkan sampai memundurkan tubuhnya saat Nadia mendekatinya dengan wajah kesal...


"Apa sih Nad..  pagi-pagi kok udah heboh banget.." bingung Reta...


"Ya Lo tuh pagi-pagi udah bikin heboh orang sekantor..." Kata Nadia dengan menggebu-gebu...


"Hah gue..??" Tanya Reta tak paham... Nadia mengangguk dengan wajah penuh tanya...


"Gue kenapa emangnya..?" Tanya Reta lagi yang memang tak mengerti dengan apa yang di maksudkan Nadia...


"Reta kita perlu ngomong" kata sebuah suara yang membuat Nadia kesal karena belum selesai dia berbicara Reta sudah di tarik pergi dari sana...


"Yan... Lepasin... Lo kenapa sih..." Kesal Reta karena Ryan mencengkram pergelangan tangannya dengan kuat...


Ryan berhenti di dekat pantry yang sedang sepi...


"Jadi itu alasan Lo gak mau terima gue selama ini..?" Kata Ryan tiba-tiba...

__ADS_1


Reta mengerutkan keningnya tak mengerti...


"Itu apa sih..? Gue gak ngerti.." bingung Reta...


"Sampe kapan sih Lo mau terus pura-pura bodoh kaya gitu... Gue gak nyangka Ta Lo ternyata sama aja kaya cewek-cewek itu.." kata Ryan yang mulai meninggikan nada bicaranya...


"Yan gue bener-bener gak ngerti apa maksud Lo... Sama aja kaya cewek-cewek itu yang kaya gimana.." bantah Reta yang memang tidak mengerti arah pembicaraan Ryan...


"Gue gak nyangka Ta kalo Lo ternyata sama aja kaya mereka yang mandang cowok dari harta dan jabatan... Makanya Lo selama ini selalu nolak gue dan..."


Plakk


Sebuah tamparan melayang pada pipi kiri Ryan... Ryan terdiam... Sedangkan Reta wajahnya kini mulai memerah dan terdapat bendungan air mata di sudut matanya...


"Gue nolak Lo karena gue punya alasan yang mungkin kalo Lo tau Lo gak akan bisa terima alasan gue... Bukan karena harta ataupun kedudukan... Bagi gue hati itu lebih penting dari pada semua itu..." Kata Reta dengan penuh penekanan...


Ryan tersenyum miring meremehkan...


"Kalo emang bener Lo orang yang kaya gitu kenapa Lo bisa dapat mangsa sebesar itu... Atau jangan-jangan Lo selama ini..."


"Cukup yan... Gue selama ini menghargai Lo sebagai partner kerja gue... Tapi gue gak akan biarin Lo injak-injak harga diri gue dengan kata-kata sampah Lo itu.." Reta pergi dengan kemarahan sedangkan Ryan menatap dengan tak percaya setelah mendengarkan perkataan Reta...

__ADS_1


"Sebenernya kenapa sih sama semua orang hari ini... Kenapa semuanya Mandang gue dengan tatapan aneh.. kenapa semua Mandang gak suka ke gue... Apa salah gue.." lirih Reta dalam hatinya...


__ADS_2