CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Dia Datang


__ADS_3

Reta bersandar pada punggung Sofanya... Dia menghela nafasnya berulang kali...


Dia telah menceritakan semua kisah pilu dalam hidupnya yang ia rubah menjadi sebuah keberuntungan bagi dirinya...


Daniel menatap Reta dengan bangga... Dia merasa benar-benar bangga memiliki kekasih dan calon istri seperti Reta...


Wanita yang mampu menghadapi saat-saat tersulit dalam hidupnya...


Daniel mengusap kepala Reta penuh kasih sayang...


"Ta, kamu wanita hebat... Dan akan selalu seperti itu..." Kata Daniel sambil tersenyum tulus...


"Tapi aku gak akan pernah sanggup jika harus kehilangan Bian mas... Aku takut jika dia datang untuk mengambil Bian dariku mas.." kata Reta dengan genangan air yang mulai menumpuk di sudut matanya...


"Ta, aku janji sama kamu... Gak akan ada yang bisa pisahin kamu dan Bian... Aku akan melakukan apapun demi kalian berdua.." kata Daniel tulus...


Reta dapat menangkap ketulusan dari sorot mata Daniel... Reta mengangguk dan tersenyum...


Daniel membawa Reta ke dalam pelukannya... Dia mencium ujung kepala Reta dengan penuh perasaan sayang...


Dia berjanji pada dirinya sendiri jika akan membuat Reta dan Bian bahagia...


Ponsel Reta berdering... Ibunya menelepon... Reta mengangkat teleponnya dan mengatakan jika dia baik-baik saja...


Esok dia akan menceritakan semua yang terjadi hari ini pada ibu dan bapaknya...


"Ta aku pamit pulang... Kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi aku yaa.." kata Daniel berpamitan...

__ADS_1


Reta mengangguk dan tersenyum... Dia mulai merasa jika kini dia bisa merasakan cinta lagi dalam hidupnya...


Daniel mendekat dan mencium kening Reta...


"Kamu harus istirahat... Enam hari lagi kita akan menikah.." Reta mengangguk dan tersenyum...


Daniel akhirnya pulang... Reta menutup pintu apartemennya... Dia menghela nafasnya lelah...


Hari ini adalah hari yang sangat berat untuk dia... Seseorang dari masa lalunya kembali datang... Entah kali ini kisah apa yang akan tertulis dengan kembalinya dia dalam hidup Reta...


Disisi lain Abi tengah menatap sebuah pintu di depannya... Dia merasa sedikit ragu untuk menekan bel, namun dia harus segera mendapatkan penjelasan juga...


Ting tong


Reta yang hampir terlelap di kamarnya kembali bangun untuk melihat siapa yang datang...


"Ada yang ketinggalan mas..?" Tanya Reta seraya membuka pintu...


Reta tersadar dan bergerak untuk menutup pintunya... Namun sebuah tangan yang kekar menahannya...


"Pergi..." Titah Reta dengan dinginnya... Reta berusaha menahan rasa takutnya...


"Tidak... Sebelum kamu menjelaskan semuanya..." Kata Abi dengan tegas...


"Apa lagi yang harus ku jelaskan... Pergilah... Aku tak mau melihat mu lagi.." kata Reta dengan nada yang mulai meninggi...


"Tidak sebelum aku mendapatkan penjelasan dari mu Sa..." Kekeh Abi...

__ADS_1


"Apa yang mau kau dengar lagi..?" Tanya Reta dengan nada ketus...


"Apakah kau tak pernah mengugurkan buah cinta kita..?" Tanya Abi dengan mata penuh harap...


Reta terdiam... Dia bingung harus menjawab apa... Dia sangat bingung dan takut...


"Sa, apakah kau juga tak pernah meninggalkan surat itu untuk ku..?" Tanya Abi lagi... Abi merasa begitu gusar setelah mendengar semua perkataan Reta siang tadi...


"Sa, aku mohon jawab aku..." Kata Abi dengan mata yang mulai berkaca-kaca...


Reta masih diam... Dia sendiri bahkan bingung dengan perkataan Abi tadi... Apa maksudnya Abi selama ini mencarinya... Apa maksudnya Abi tak pernah meninggalkannya...


"Sa, aku mohon katakan semuanya... Selama tiga tahun ini aku terus mencari tahu keberadaan mu... Aku selalu mencari tahu kabar tentang mu... Aku bahkan tak pernah bisa tidur semenjak kepergian mu Sa.." kata Abi jujur...


Dari sorot wajahnya terpancar rasa luka yang begitu dalam... Sepertinya Abi juga mengalami saat-saat yang berat...


Namun sekali lagi Reta berusaha menguatkan hatinya... Dia tak ingin jatuh lagi pada lubang hitam yang dapat menghancurkan hidupnya kembali...


"Tentang kandungan ku itu kau bisa tanyakan pada orang tuamu... Dan tentang surat itu aku sama sekali tak mengetahuinya.." kata Reta dengan tajam dan dingin... Setelah itu Reta menyingkirkan tangan Abi yang menghalangi pintunya...


Reta menutup dan mengunci pintu apartemennya... Reta terduduk di lantai dengan lemas...


Perlahan dia mulai menangis... Mata Abi memancarkan luka yang teramat dalam... Seperti luka yang di rasakan Reta selama ini... Dan entah mengapa itu juga membuat Reta merasa sakit...


Abi berjalan dengan mengepalkan tangannya keluar dari gedung apartemen Reta... Tentu saja kini hanya satu tempat yang harus dia datangi untuk mencari tahu tentang semua kebenaran masa lalunya...


Abi merasakan kegusaran yang begitu hebat... Dia merasa begitu terluka untuk tahun-tahun yang harus ia lalui dengan begitu beratnya....

__ADS_1


Sedangkan Reta, dia hanya bisa terduduk lesu sambil terus menerawang akan perjalanan hidupnya...


Kini dia tak tahu apa lagi yang akan terjadi selanjutnya... Kisah apa lagi yang akan terukir... Dia hanya bisa berserah pada Tuhan sebagai pondasi hidupnya...


__ADS_2