CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Harus Bagaimana


__ADS_3

Reta menatap dirinya dari pantulan cermin di toilet...


"Lo bisa Ta... Ini perusahaan Daniel... Lo pasti bisa.." gumam Reta sambil menatap bayangannya dengan yakin...


Esok harinya Reta masuk kembali seperti biasanya, namun kali ini yang membuatnya tak nyaman ialah karena dia berada satu lift dengan Daniel juga Abi...


Sejak dua hari yang lalu, Abi dan Daniel telah menjalin kerjasama... Daniel memberikan ruangan sebagai kantor Abi di perusahaannya...


Di lantai yang sama dengan Daniel... Namun dengan ruangan yang berbeda... Ruangan mereka berseberangan... Hanya dibatasi oleh kaca-kaca dengan ruang kedap suara juga sekretaris Daniel dan Abi yang masing-masing berada di luar ruangan mereka...


Ini adalah kali pertama Reta berada diantara mereka berdua... Karena selama dua hari sebelumnya Reta selalu melarikan diri... Namun entah kesialan apa yang kali ini menghinggapinya, hingga dia bisa satu lift dengan mereka berdua...


'Ta, maafkan aku... Bukannya aku mau menyakiti mu lagi... Namun ini semua demi perusahaan dan karyawan lainnya..'


'Apa maksud bapak..?'


'Aku akan menjalin kerjasama dengan Abi, namun dia menginginkan bekerja secara langsung di perusahaan ku... Jadi dia akan memiliki kantor di perusahaan ku nantinya..'


Sesaat terjadi keheningan... Namun Reta mulai membuka suaranya lagi...

__ADS_1


'Saya mengerti pak... Anda seorang bos, anda harus lebih mengutamakan semua kelangsungan bisnis anda juga karyawan anda...'


'Aku berjanji akan menjaga mu dari Abi...'


'Terimakasih pak, tapi saya akan berusaha menjaga diri saya sendiri... Lagi pula bukankah hubungan diantara kita sudah berakhir..'


Kini giliran Daniel yang terdiam... Ya sejujurnya saat berada di roof top waktu itu Reta menolak untuk kembali pada Daniel...


Bukan karena tak mencintainya lagi, namun Reta tak ingin menempatkan Daniel dalam situasi yang sulit lagi... Reta kembali bekerja hanya demi Bian... Itulah yang dia tegaskan pada Daniel...


Reta berdiri di belakang mereka berdua dengan tak nyaman... Beberapa kali pintu lift terbuka dan menampakkan karyawan di depannya... Namun saat melihat Daniel juga Reta ada di dalamnya, mereka enggan untuk masuk dan memilih berlalu...


"Te-terimakasih pak..." Kata Reta sedikit gugup... Entah mengapa atmosfer di dalam lift itu terasa sangat menegangkan...


"Itu kewajiban ku.." jawab Daniel sambil tersenyum... Reta mengangguk dan tersenyum kaku...


Abi mengepalkan tangannya melihat interaksi keduanya...


Saat jam makan siang Reta sudah berada di kantin lebih dulu karena tadi dia keluar bersama pak Bima untuk menemui tim produksi dan melihat produk terbaru yang akan segera di rilis...

__ADS_1


Reta sudah mengambil makanannya dan duduk di salah satu kursi karyawan.. Mbak Dina dan Yuni melambaikan tangannya dan berjalan kearah Reta...


Namun saat mereka berjarak satu meja keduanya berhenti... Reta menatap mereka dengan bingung... Kenapa kedua temannya itu tak segera duduk di hadapannya tapi justru terdiam disana...


Tak lama dari belakang Reta, datang dua orang laki-laki yang langsung duduk di kursi depannya...


Mereka menaruh piring makan mereka di meja yang sama dengan Reta... Hingga membuat Reta membelalakkan matanya...


Bukan hanya Reta, namun semua orang yang ada di kantin itu sama terkejutnya...


Bahkan Dina dan Yuni menatap kasihan pada Reta... Sepertinya mulai hari ini, hingga hari-hari seterusnya akan berat untuk Reta jalani...


Mereka berdua hanya membuatku pusing saja... Bagaimana bisa mereka akan memperlakukan aku dengan hal semacam itu ..


Aku merasa tak akan bisa bekerja dengan tenang jika mereka masih bersikap seperti ini...


Kini aku harus selalu berusaha untuk menjauhi mereka berdua karena aku tak menyukai jika harus mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang...


Lagi pula bukankah mereka bukan anak kecil lagi... Bagaimana bisa mereka bertingkah seperti dua bocah TK yang tengah berebut sebuah permen...

__ADS_1


Benar-benar menjengkelkan... Lagi pula aku hanya ingin bekerja dengan tenang saja... Mengapa aku harus selalu menghadapi sikap keduanya yang begitu membuatku kesal....


__ADS_2