CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Sebuah Kebenaran


__ADS_3

Abi membuka pintu rumah orang tuanya dengan wajah memerah padam... Bahkan kedua orang tua Abi yang tengah bersantai di ruang tengah pun terkejut...


"Papi... Mami... Keluar kalian..." Teriak Abi dengan berapi-api...


"Abi... Apa-apaan kamu... Apa begini cara kamu menyapa dan menemui orang tuamu..." Kata papi Abi marah...


"Abi kamu itu kenapa datang-datang teriak kaya gitu.." kata mami Abi yang masih belum mengetahuinya...


"Katakan yang sebenarnya..." Kata Abi dengan tatapan tajam yang ia arahkan pada kedua orangtuanya...


"Apa maksud kamu.?" Tanya papi Abi lagi...


"Katakan yang sebenarnya... Tiga tahun lalu..." Wajah Abi semakin memerah saat mendapati reaksi orangtuanya yang terkejut...


"A-apa maksud kamu Abi... Tiga tahun lalu... Memangnya ada apa..?" Tanya mami Abi dengan wajah gugupnya...


Pranggg


Abi melempar vas bunga yang ada di meja dekatnya... Vas itu menghantam tembok dan hancur dengan berkeping-keping...


"Sampai kapan kalian akan terus mengubur kebohongan itu..?" Teriak Abi penuh amarah...


Ya, saat ini kedua orang tua Abi sudah menyadari kemana arah pembicaraan Abi...


"Kami melakukan semua itu demi kebaikan mu.." kata papi Abi terus terang... Dia tau jika saat ini mereka tak bisa lagi menyembunyikan rahasia itu...


Meskipun mereka belum mengetahui sebab Abi mengungkit masalah tiga tahun yang lalu itu...


"Kenapa..? Kenapa kalian melakukan itu pada anak kalian sendiri... Kenapa..?" Teriak Abi sambil menangis...


Dia terluka... Sangat... Dia tak menyangka jika selama ini orangtuanya telah membohongi dia...

__ADS_1


Membuat dia jauh dari orang yang di cintainya... Membuat wanita itu bahkan kini sangat membencinya tanpa tahu alasan yang sebenarnya...


"Abi cukup... Kamu sekarang sudah bertunangan... Dan kalian juga akan menikah bukan... Lupakan saja semua itu..." Kata mami Abi menyela...


Mata Abi semakin tajam menatap kedua orang dihadapannya... Dia menyorot dengan penuh kebencian...


"Tidak lagi... Mulai sekarang aku akan hidup dengan cara ku... Bukan dengan cara kalian.." kata Abi dengan tegas...


"Apa maksud mu..?" Tanya orangtuanya bingung...


"Kalian akan tau apa maksud ku secepatnya.." Abi pergi meninggalkan rumah itu dengan penuh kemarahan...


Abi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi... Dia menangis menahan sakit... Hatinya begitu terluka saat ini...


Dia kembali mengingat kejadian tiga tahun yang lalu... Kejadian yang membuatnya tak punya gairah hidup...


Kejadian yang menghancurkan hidupnya... Kejadian yang nyaris merenggut nyawanya...


Kini yang dia rasa hanyalah rasa sakit dan bersalah yang bercampur jadi satu...


Abi melajukan mobilnya tak terarah... Dia tak tahu lagi harus kemana... Dia merasa tak punya tempat untuk singgah...


Disisi lain Daniel terduduk di halaman belakang rumahnya... Sambil memandangi langit malam yang gelap tanpa ada Sinaran Rembulan maupun bintang...


Daniel teringat kejadian tiga tahun lalu... Dimana saat itu Abi mendatanginya dalam keadaan yang sangat kacau...


'Bi Lo kenapa..? Daniel terlihat panik saat melihat keadaan sepupunya itu... Dia terlihat sangat kacau... Dengan botol minuman yang ada di tangannya Abi menghampiri Daniel dengan langkah gontai dan mata sayu..


'Niel... Gue hancur... Kenapa... Kenapa dia tiba-tiba berubah kaya gitu... Tangis Abi pecah untuk pertama kalinya...


Selama Daniel mengenal Abi, Daniel tahu Abi adalah orang yang kuat... Dia tak pernah menangis bahkan ketika di umurnya yang menginjak sepuluh tahun dan Abi terjatuh dari sepeda hingga membuat kepalanya terluka sampai harus di jahit... Abi sama sekali tak menangis...

__ADS_1


Namun kali ini Daniel melihat dengan jelas Abi menangis dengan botol minuman di tangannya...


Daniel memapah Abi ke kamarnya... Abi tergeletak di atas tempat tidur Daniel sambil terus meracau...


Hingga akhirnya Abi tertidur karena efek meminum alkohol yang berlebihan... Sedangkan Daniel tidur di sofa karena tak ingin tubuhnya juga bau alkohol jika berdekatan dengan Abi...


Keesokan harinya Abi bangun dengan merasakan pusing di kepalanya... Dia melihat Daniel yang tengah duduk di sofa sambil melihat kearahnya...


'Sekarang Lo bisa cerita sama gue... Kata Daniel dengan tatapan minta penjelasan...


'Cinta gue Niel... Kekasih gue sejak SMA... Ibu dari anak gue... Dia pergi.. ninggalin gue.. kata Abi lirih...


Daniel terkejut saat mendengar kata-kata Abi...


'Ibu dari anak Lo.? Apa maksud Lo..?


'Gue udah hamilin pacar gue... Gue berniat mau nikahin dia setelah minta restu dari orang tua gue yang baru aja pulang dari Hongkong kemarin...


'Tapi gue gak nyangka kalau dia justru ninggalin gue... Bahkan dia gugurin anak gue.. dia pergi sama laki-laki lain Niel... Gue bener-bener hancur..


Abi menunduk dengan lemah... Daniel dapat melihat sorot keputusasaan dari wajah Abi...


'Gimana Lo bisa yakin kalau dia ninggalin Lo.. Tanya Daniel yang merasa curiga...


'Ini... Dia bilang semuanya dalam surat ini... Abi menyerahkan sepucuk kertas...


Daniel membaca surat itu dengan mengeryitkan dahinya...


'Gue cinta banget sama dia Niel... Tapi kenapa dia malah ninggalin gue... Abi kembali meneteskan air matanya...


Meskipun dengan mata sembabnya Abi tetap terlihat tampan... Namun kini dia terlihat benar-benar kacau... Bukan Abi yang biasanya...

__ADS_1


Sebuah kebenaran yang begitu menyakitkan bukan.... Disaat kita merasa jika orang-orang di dekat kita begitu baik dan perduli....


Namun kita juga lupa jika sebenarnya mereka bisa menjadi alasan kita untuk jadi orang yang paling terluka atas keegoisan mereka....


__ADS_2