CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Perasaan Takut


__ADS_3

Reta terdiam dengan pandangan kosong... Namun matanya masih terus di aliri dengan buliran bening....


Bian, dia tertidur dalam pelukan Daniel selama perjalanan kembali ke mobil... Bian kelelahan menangis karena takut melihat Abi yang seakan membentak Reta tadi...


"Ta..." Panggil Daniel seraya menyingkirkan rambut Reta yang menutupi wajahnya...


"Aku takut mas... Aku takut dia bakalan..." Reta tak kuasa melanjutkan perkataannya dan menangis lagi...


Daniel memeluknya... dia berusaha menenangkan Reta... Dia tahu seperti apa takutnya Reta saat ini karena perkataan Abi tadi...


"Tenang Ta... Sebentar lagi kita akan menikah.... Gak akan ada yang bisa ganggu kamu ataupun Bian..." Kata Daniel meyakinkan...


Daniel mengusap punggung Reta mencoba menenangkannya... Perlahan Reta mulai tenang...


Daniel mengantarkan Reta juga Bian kembali ke apartemennya agar dapat beristirahat... Wajah Reta terlihat sangat pucat...


"Ta, makan dulu yaa..." Reta menggeleng... Dia sama sekali tak merasa lapar... Yang terngiang di kepalanya kini hanya perkataan Abi tadi...


Sedangkan di tempat lain Abi mulai menyusun rencana agar dia bisa kembali mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini...


Di sisi lain Risa, wanita yang kini telah menjadi tunangan Abi hanya mampu menatapnya dengan sendu...


"Ta, aku keluar bentar beli makan yaa... Kamu tunggu disini aja... Jangan buka pintu buat orang asing..." Pesan Daniel dan beranjak pergi untuk membeli makan...


Reta memegangi kepalanya, rasanya sungguh sakit... Kata-kata Abi terus terngiang...


Ting tong Ting tong


Suara bel apartemen Reta membuatnya tersadar... Dia berjalan kearah pintu untuk membukanya...

__ADS_1


"Hai..." Sapa sebuah suara dengan ramah dan tersenyum manis....


Reta terpaku diam melihat sosok wanita cantik di hadapannya... Dia ingat betul siapa wanita itu...


Wanita yang bertahun-tahun lalu di temuinya di depan gerbang sekolahnya dulu...


"Apa aku boleh masuk..?" Tanya wanita itu ramah... Reta tersadar dan dengan canggung mempersilahkan wanita itu masuk...


Risa, dialah wanita yang kini tengah duduk bersama Reta dalam diam... Keduanya terdiam tak tahu harus memulai obrolan dari mana...


"Sasa, Lo mantan pacar Abi waktu SMA kan..?" Kata Risa mencoba membuka obrolan...


Reta mengangguk...


"Iya... Lo Risa temen Abi dari kecil itu kan.." jawab Reta balik...


Risa mengangguk dan tersenyum... Namun detik berikutnya dia tertunduk dalam...


"Enggak... Bukan salah kamu... Lagi pula itu sudah masa lalu..." Kata Reta dan berusaha tersenyum...


"Kalau aja aku tau sejak dulu Abi sangat mencintai kamu, mungkin aku tidak akan menerima perjodohan itu..." Kata Risa dengan tersenyum sendu...


Reta menggeleng...


"Jangan bahas itu lagi... Lagi pula sekarang aku juga akan segera menikah dengan Daniel.." kata Reta menjelaskan....


"Ya aku tahu, Daniel sepupu Abi bukan... Selamat yaa... Aku harap pernikahan kalian bisa berjalan lancar..." Kata Risa tulus...


"Iya... Terimakasih..." Jawab Reta sambil tersenyum tulus...

__ADS_1


"Kalau boleh aku tahu, bagaimana bisa kamu sampai disini..?" Tanya Reta ragu-ragu...


"Sebenarnya sejak pulang ke sini aku terus mengikuti Abi... Karena dia pernah berkata padaku jika ingin bertemu dengan mu lagi... Meskipun hanya sekedar minta maaf..."


"Namun..." Risa menjeda perkataannya lalu menghela nafasnya panjang...


"Ada apa..?" Tanya Reta saat melihat raut wajah Risa yang berubah gusar...


"Sepertinya Abi tak akan melepaskan mu begitu saja... Terlebih kalian punya sesuatu yang membuat kalian saling terikat..." Lirih Risa...


"Kamu...." Reta terkejut dengan perkataan Risa...


Risa tersenyum dengan tulus...


"Ya, aku tahu jika kamu melahirkan anak Abi... Dan aku rasa hal itu yang akan membuat Abi tak akan melepaskan mu lagi..." Risa tersenyum dengan kecut...


"Apa maksud mu..?" Tanya Reta tak mengerti...


Perkataan itu bagaikan sebuah peringatan bagi ku... Rasanya aku mulai tak tenang lagi..


Akankah dia menghancurkan kebahagiaan yang bahkan belum lama aku miliki ini... Aku tahu seperti apa karakter laki-laki itu...


Namun bukankah dia sudah mempunyai wanita yang begitu cantik dan baik di sisinya... Kenapa dia masih saja menghalangi jalan ku dan kebahagiaan ku...


Aku mulai merasa takut lagi dan lagi... Kenapa aku tak pernah bisa lepas dari rasa takut ini... Memang hal inilah yang begitu aku takuti... Tapi apakah harus secepat ini...


Ya, aku harus jadi wanita yang lebih kuat dari sebelumnya... Jika dulu aku hanya mampu menangis saat kebahagiaan ku di renggut...


Kini akan ku pastikan bahwa aku akan melawan apapun yang akan dia lakukan nantinya untuk merusak kebahagiaan ku...

__ADS_1


Aku akan lakukan apapun untuk membuat dia menyadari jika aku bukanlah wanita belasan tahun lagi... Aku bukan wanita lemah yang hanya mampu menangis saja...


__ADS_2