
"Sasa..." Lirih sebuah suara yang sontak membuat Reta melihat wajah laki-laki yang kini berdiri di depannya dengan menggunakan sebuah payung...
Reta tersentak menatap laki-laki itu tersenyum kearahnya... Reta segera berdiri dengan refleks tubuhnya yang terkejut...
"Sa... Aku sangat merindukanmu..." Kata laki-laki sambil memeluk tubuh Reta yang basah... Seperti sebuah sihir pelukan itu membuat Reta terdiam sesaat...
"Sa, kemana saja kamu selama ini.." kata laki-laki itu bertanya dengan wajah sedih...
Namun kata-kata itu justru membuat Reta tersadar dan segera mendorong laki-laki di hadapannya...
"Kenapa kamu kembali lagi.." kata Reta dengan tatapan tajamnya...
"Sa, kamu kenapa..? Kamu gak suka kita bisa ketemu lagi..? Padahal selama bertahun-tahun ini aku mencari kamu kemana-mana..." Kata Abi dengan penuh kekecewaan...
"Kamu gak perlu pura-pura... Bukannya kamu yang meninggalkan aku setelah semua yang terjadi... Bukannya kamu yang membuang ku.." teriak Reta marah...
Reta kini tak dapat lagi membendung amarahnya saat mendengar perkataan laki-laki di depannya itu...
Kata-kata yang seolah olah membuat Reta menjadi wanita jahat dan dia adalah laki-laki baik... Bukankah disini Reta adalah korban yang sesungguhnya..
"Sa, apa maksud kamu... Aku gak pernah ninggalin kamu... Justru selama ini aku mencari kamu..."
"Gak usah pura-pura... Kamu sendiri yang membuang aku setelah menghancurkan hidupku..."
"Sa, aku pergi ke Cina setelah membaca surat dari kamu... Bahkan selama sebulan aku mencari mu tapi tak kunjung menemukan mu.."
"Bukankah kamu sendiri yang pergi dan meminta ku agar tak mencari mu... Bahkan di surat itu kamu mengatakan jika kamu sudah memiliki kekasih baru.."
Reta tersenyum dengan tak percaya... Bagaimana laki-laki di hadapannya itu bisa begitu picik... Dia yang telah menghancurkan kehidupan Reta.. dia yang meninggalkan Reta sendiri pada masa-masa sulitnya...
Kini dia kembali dengan sebuah drama yang tak dapat di percaya...
"Cukup..." Teriak Reta...
"Aku mohon... Cukup dengan semua drama murahan kamu itu..." Reta beranjak dari sana...
Namun dengan cepat Abi menarik tangan Reta dan kemudian memeluknya dengan sangat erat...
"Sa, aku mohon jangan pergi lagi... Aku mohon kembali pada ku Sa... Aku gak bisa hidup tanpa kamu... Aku gak bisa terus dalam rasa bersalah itu Sa..." Kata Abi di iringi dengan isakan...
Reta terkejut karena mendengar suara Abi yang bergetar... Sekilas nampak sebuah kejujuran dari ucapannya...
"Sa, ayo kita mulai hidup baru lagi.. aku janji sekarang akan bertanggung jawab... Aku janji akan menebus semua dosa ku pada kamu dan anak kita yang kamu gugurkan dulu..." Kata Abi dengan penuh kesedihan...
"Apa maksud kamu..." Tanya Reta tajam sambil menjauhkan dirinya...
"Sa, bukannya saat itu kamu juga menggugurkan kandungan mu... Maka dari itu juga kamu meninggalkan ku.."
Reta membulatkan kedua matanya tak percaya... Dia benar-benar tak menyangka jika Abi akan memainkan drama yang begitu menyedihkan...
"Aku gak pernah minta kamu untuk bertanggung jawab... Semuanya memang salah ku yang terlalu bodoh percaya pada laki-laki brengsek seperti kamu..." Teriak Reta yang mulai tersulut amarahnya...
"Jadi aku mohon jangan ganggu hidup ku lagi sekarang... Aku tidak membutuhkan kamu atau laki-laki manapun..." Teriak Reta dengan frustasi...
__ADS_1
Reta hendak pergi namun Abi terus menggenggam tangannya membuat Reta berusaha melepaskan diri...
Bugh
Daniel meninju wajah Abi yang sontak membuatnya terjatuh dan melepaskan genggaman tangannya...
Reta sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya...
"Jadi Lo laki-laki brengsek yang ngebuat hidup Reta dan masa depan Reta dulu hancur... Dasar bajingan Lo Bi.." maki Daniel tak terima...
Abi berdiri sambil memegangi wajahnya yang barusan di pukul Daniel...
"Itu bukan urusan Lo..." Kata Abi tak terima... Sebenarnya Abi masih belum tau jika Reta itu adalah calon istri Daniel...
"Sekarang ini urusan gue... Karena gue calon suaminya... Dan mulai sekarang Lo jauhin Reta... Kalau gak gue bakalan hancurin hidup Lo.." kata Daniel dengan penuh amarah...
Abi yang mendengar semuanya merasa sangat terkejut... Jadi wanita yang selama ini di ceritakan oleh Daniel adalah Reta atau kekasihnya yang dulu dia panggil Sasa...
Tapi bukankah Daniel berkata jika wanita itu sudah mempunyai anak namun tak pernah menikah...
"Jangan-jangan..." Lirih Abi yang mulai menyadari kenapa Reta sedari tadi mengatakan jika Abi bermain drama...
Dan tanpa Abi sadari Daniel sudah membawa Reta pergi dari sana...
Daniel dan Reta saat ini duduk di dalam mobil... Hening... Itulah suasana yang ada saat ini...
Tak ada yang berbicara ataupun berniat untuk memulai sebuah pembicaraan... Reta menatap keluar jendela mobil dengan menangis tanpa suara...
Sedangkan di sisi lain Daniel sedang memikirkan semua yang terjadi... Dia tak menyangka jika wanita yang ia cintai kini adalah wanita yang selama ini juga di cintai sepupunya itu...
Bahkan yang lebih membuatnya bingung adalah ketika cerita keduanya yang berbeda... Dimana Daniel melihat dari sudut pandangnya jika kedua orang itu tidak berbohong...
Tubuh Reta mulai menggigil karena kehujanan tadi... Daniel yang mulai tersadar dari lamunannya segera menyentuh kening Reta...
"Panas.." kata Daniel yang kemudian terlihat panik...
Ternyata Reta pun sudah tak sadarkan dirinya sedari tadi... Karena pikirannya yang penuh dan tubuhnya yang kedinginan menggigil pun bahkan tak dapat ia rasakan... Hingga akhirnya dia pingsan...
Daniel segera membawa Reta kerumahnya... Karena jika Daniel mengantarkan Reta pulang seperti itu maka orangtuanya pasti akan sangat khawatir...
Daniel sampai di rumahnya dan menggendong tubuh Reta...
"Mama, tolongin aku.." teriak Daniel panik... Mamah Daniel yang mendengar suara anaknya itu segera menghampirinya...
Betapa terkejutnya dia saat mendapati anaknya yang basah kuyup dan calon menantunya yang tak sadarkan diri...
"Daniel, Reta kenapa..?" Tanya sang mamah panik...
"Tolong gantiin baju Reta mah... Badan dia juga panas banget..." Kata Daniel dan segera membawa Reta ke kamarnya...
Mamah Daniel pun dengan sigap mengambilkan gaun rumahan miliknya... Karena mamah Daniel mempunyai bentuk tubuh yang ideal juga, sehingga baju miliknya pun muat jika di pakai Reta tentunya...
Setelah mengganti pakaian Reta, mamah Daniel mengompres kening Reta yang masih panas...
__ADS_1
Sedangkan Daniel dia saat ini duduk di samping Reta setelah mandi dan minum susu hangat yang di buatkan ART nya tadi...
"Mah, gimana ini..? Panasnya gak turun-turun.." kata Daniel cemas sambil sesekali mengecek kening Reta...
"Kamu tenang dulu... Dokter sudah perjalanan kesini..." Kata mamah Daniel menenangkan anaknya...
"Sebenarnya ada apa sama kalian..? Kenapa kalian bisa sampai basah kuyup seperti itu..?" Tanya mamah Daniel meminta penjelasan...
Daniel ragu apakah dia harus mengatakannya... Atau apakah dia harus berbohong agar mamahnya tak cemas...
"Kita main hujan-hujanan mah.." kata Daniel berbohong... Dia tak ingin membuat mamahnya khawatir... Apa lagi jika sampai tahu semua kebenarannya...
Daniel takut jika nanti semua itu akan mempengaruhi hubungan keluarganya dengan keluarga Abi... Karena bagaimanapun mereka masih saudara..
Mamah Daniel turun ke lantai bawah untuk menghubungi orang tua Reta mengabarkan keadaan Reta saat ini...
Sedangkan di kamarnya, Daniel dengan telaten mengompres dahi Reta... Daniel berharap dokter segera datang untuk memeriksa keadaan Reta...
Tak lama kemudian dokter datang dan segera mengecek keadaan Reta...
"Dia tidak apa-apa... Dia hanya demam biasa akibat kehujanan dan kedinginan terlalu lama... Nanti jika dia sadar berikan saja obat ini.." kata Dokter Roby pada Daniel...
"Baik dok, terimakasih..." Kata Daniel... Mamah Daniel mengantarkan sang dokter keluarga untuk turun... Dan Daniel dia masih setia ada di samping Reta...
"Kenapa dia melakukan semua ini..?"
"Memangnya kenapa lagi... Bukankah sudah jelas jika dia hanya bermain-main dengan kamu.. gadis bodoh.."
"Tidak kalian pasti berbohong... Dia pasti tidak pergi bukan.."
"Dia sudah pergi dengan tunangannya... Asal kamu tau sampai kapanpun kami tidak akan pernah merestui hubungan kalian... Apa lagi menerima anak yang ada dalam kandungan kamu.."
"Lagi pula kami juga tak yakin jika anak itu bagian dari keluarga kami.."
"Apa maksud kalian... Aku sama sekali belum pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain dia..."
"Hahahaha siapa yang bisa menjamin... Lebih baik kamu segera pergi dari sini ******..."
"Ingat jangan pernah mencari dia lagi.. karena dia sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang...anggap saja kemarin dia hanya sedang bosan dan bermain dengan mu... Lagi pula dia hanyalah anak kecil.."
"Anak kecil..? Apa seperti itu cara kalian mendidiknya... Meninggalkan tanggungjawab yang seharusnya dia pikul.."
"Berhenti bicara ******... Lebih baik kau segera pergi dari sini... Atau kami akan membuat mu dan anak dalam kandungan mu itu mati..."
"Baiklah.. tapi harap ingat hal ini baik-baik... Suatu saat nanti kalian pasti akan memohon untuk mengakui anak ini sebagai bagian dari keluarga kalian... Tapi aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi... Karena saat ini kalian sudah membuang kami, maka kalian tidak punya hak lagi kepada kami.."
"Hahahaha kami tidak mungkin akan mengemis pada kau ******... pergi..."
"Hiks...hiks... brengsek...dasar laki-laki brengsek... Dia berkata akan meyakinkan orang tuanya namun nyatanya kini dia meninggalkan ku..."
"Aku memang bodoh... Harusnya aku tidak menjalin hubungan dengannya sejak dulu... Kenapa aku bisa begitu lemah terhadap cinta palsunya.."
"Maafkan aku Ta... Harusnya aku tak membuatmu menemuinya lagi..." Lirih Daniel dengan sedih...
__ADS_1