CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Secangkir kopi


__ADS_3

"Bian jangan takut yaa... Dia itu... Dia itu om baik juga temannya Om iel.." kata Reta memberi pengertian pada sang anak...


Namun Bian masih terlihat enggan...


"Gak usah di paksa Sa... Biar dia mengenalku dengan sendirinya.." kata Abi sambil berusaha tersenyum...


Akhirnya mereka duduk bersama sambil melihat Bian yang tengah makan cake...


"Maafkan aku Sa.." Abi mulai membuka percakapan diantara mereka...


Reta tertegun mendengarnya... Namun dia langsung menundukkan kepalanya dan menggeleng...


"Aku yang seharusnya minta maaf padamu Bi.." lirih Reta... Tubuh Reta mulai bergetar dan isakan kecil mulai muncul dari bibirnya....


"Maafkan aku karena tak mempercayai perkataan mu Bi... Aku terlalu egois... Aku merasa jika akulah yang paling tersakiti... Hingga aku tak sadar jika membuatmu terluka juga.."


"Ternyata memang apa yang kamu katakan benar... Akulah yang bersalah karena meninggalkan mu saat itu... Aku juga yang membuat surat untuk mu..." Kata Reta dengan air mata yang telah berderai...


Dia berusaha tak memberitahu kebenaran pada Abi... Dia tak ingin Abi menyalahkan orang tuanya...


"Aku yakin Sa, apapun yang kamu lakukan dulu semua pasti ada alasannya..."


"Aku juga tak akan menanyakan apa alasannya... Aku hanya berharap kita bisa berdamai dengan diri kita juga masa lalu kita.. Dan saat ini kita bisa memulai semuanya kembali dari awal dengan baik..." Kata Abi dengan tulusnya...


Setelah lebih tenang Reta mulai menatap Abi...


"Baiklah Bi... Mari kita mulai berteman seperti dulu.." kata Reta berusaha tersenyum...


"Terimakasih Sa..." Ucap Abi dengan tersenyum lebar.... Dia terlihat sangat senang...


Akhirnya mereka mengobrol cukup lama di sana...

__ADS_1


"Apa kamu masih suka latte...?" Tanya Abi pada Reta...


"Hhmmm, tentu saja... Kamu tahu bukan Bi, aku tak bisa minum kopi selain itu..." Kata Reta sambil bermain dengan Bian...


"Ku kira kamu benar-benar sudah tak menyukai apapun yang berkaitan dengan ku.." lirih Abi pelan... Namun Reta masih dapat mendengarnya...


"Eemmm, maafkan aku Bi... Saat itu aku hanya terlalu marah dan bingung..." Kata Reta seraya menatap Abi dengan rasa bersalah...


"Sudah jangan menatap ku seperti itu..." Abi berusaha mengusap ujung kepala Reta... Namun Reta menjauhkan kepalanya...


Abi tersenyum kecut dan menarik tangannya...


"Kau selalu terlihat seperti anak kucing kelaparan Sa dengan ekspresi mu itu..." Ledek Abi yang membuat Reta menyipitkan matanya...


"Kenapa dari dulu kau selalu berkata aku seperti anak kucing sih... Padahal sekarang aku sudah dewasa..." Gerutu Reta tak terima dengan perkataan Abi...


"Hahahaha, kamu selalu terlihat lucu saat sedang marah seperti ini Sa..." Kata Abi sambil tertawa...


Namun Reta mendadak terdiam... Sejak pertemuan mereka kembali baru kali ini Reta melihat Abi tertawa seperti itu lagi...


"Hhhhmmm, entahlah Bi... Aku hanya menyukai rasanya... Aku tak pernah memikirkan jika kopi mempunyai makna..." Jawab Reta ringan...


"Latte memang sangat cocok dengan kepribadian mu Sa... Latte mengartikan kepribadian yang tegas dan mampu memperbaiki dengan cepat keadaan yang buruk..." Kata Abi menerangkan...


Reta hanya terdiam mendengarnya...


"Apa kau ingat Sa, saat acara pensi di sekolah kita dulu..."


"Pensi... hhhhmmm..."


"Ya, saat itu harusnya grup kita menampilkan tarian ala-ala Korea, namun karena kostum yang seharusnya kita pakai basah terkena hujan saat itu, dengan berani kamu mengubah konsepnya..." Kata Abi mengingatkan lagi...

__ADS_1


Reta pun tertawa mengingat kejadian itu....


"Iya Bi, aku ingat... Karena saat itu kita cuma punya kain-kain batik, kain korden, taplak meja,, akhirnya kita ubah tariannya jadi ala-ala India kan.. tapi dengan kearifan lokal...hahahaha" Reta tertawa saat mengingat kembali kejadian itu...


Abi tersenyum dan menganggukkan kepalanya...


"Ya tentu saja, bagaimana tidak Sa... Secara anak-anak hanya bisa mendapatkan pinjaman banyak kain batik atau kain-kain yang mereka gunakan sebagai dekor dari teman-teman lainnya... Jadi bisa di bilang saat itu kita menari dengan musik India, tapi nuansa lokal yaa.." jawab Abi dan tersenyum lagi...


Reta mengangguk-angguk lagi dan masih tertawa...


"Bi, bolehkah aku bertanya..?" Lirih Reta perlahan...


"Tentu saja Sa... Tanyalah.." jawab Abi dan tersenyum...


"Apa kau masih sering mengalami depresi belakangan ini...?" Abi terdiam dan akhirnya menghela nafas...


"Iya Sa... Aku merasa jika mungkin akan sulit untuk ku sembuh dari pikiran-pikiran itu..." Jawab Abi dan tertunduk...


Reta berusaha tersenyum dan menepuk bahu Abi perlahan...


"Kamu pasti bisa sembuh Bi... Jangan lupa untuk selalu minum obat mu.." pesan Reta...


Pada akhirnya seperti tak pernah terjadi masalah di antara keduanya saat mereka duduk bersama dan saling bercerita...


Hati ini terasa lebih ringan sekarang... Seperti tak ada lagi beban dalam hati ini yang membuatku selalu merasa kesakitan seperti kemarin...


Aku harap ini adalah awal pertemanan yang baik bagi kami dan juga semuanya... Aku harap Abi juga akan benar-benar sembuh dari semua masa lalunya...


Ya, aku memang korban dan seseorang yang merasa begitu terluka... Namun aku masih sanggup menghadapi semuanya dengan baik-baik saja...


Sedangan dia, aku sungguh tak menyangka jika kejadian di masa lalu hingga membuat dirinya mengalami hal yang begitu berat yang mengganggu pikiran maupun kepribadiannya kini...

__ADS_1


Akhirnya aku tahu alasan mengapa Abi yang aku kenal dulu berbeda dengan Abi yang aku kenal kini...


Semoga setelah ini semuanya akan semakin membaik seiring berjalannya waktu...


__ADS_2