CRAZY RICH BOSS

CRAZY RICH BOSS
Berkorban


__ADS_3

"Gimana keadaan dia mas..?" Tanya Reta pada Daniel...


Saat ini mereka sedang duduk berdua di dalam mobil Daniel... Mereka ada di parkiran sebuah rumah sakit...


"Dia masih belum sadar... Tapi kata dokter kondisinya sudah semakin membaik..." Jawab Daniel...


Reta menghela nafasnya... Dia tak menyangka jika hal seburuk itu akan menimpanya...


"Kamu mau nemuin dia..?" Tawar Daniel pada Reta... Sesaat Reta terdiam... Dia menutup matanya sesaat dan menghembuskan nafas secara perlahan, lalu memandang Daniel dengan tatapan yakin...


"Ya mas... Aku akan menemuinya..." Jawab Reta...


Mereka berdua berjalan di koridor rumah sakit itu... Daniel menggenggam tangan Reta dengan erat... Tubuh Reta terasa dingin saat tiba di depan sebuah kamar VIP...


Mereka terdiam sesaat sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar itu...


"Selamat sore Om Tante..." Sapa Daniel pada kedua orang paruh baya yang ada di dalam kamar itu...


"Ah Daniel... Selamat sore... Masuklah.." kata wanita paruh baya dengan paras cantik itu... Wanita itu tersenyum ramah pada Daniel dan Reta...


Reta membungkuk sungkan pada kedua orang tua itu...


"Apa dia calon istri mu itu..?" Tanya laki-laki paruh baya itu...


Daniel tersenyum dan mengangguk...


"Iya om... Dia calon istri saya..." Jawab Daniel dengan tersenyum...

__ADS_1


"Dia benar-benar cantik... Selera kamu memang spesial Daniel..." Kata wanita itu memuji...


Mereka kemudian duduk di sofa bersama, dengan menghadap dua ranjang pesakitan yang ada di dalam sana...


"Perkenalkan saya Reta Om, Tante.." kata Reta dengan ramah...


"Dia mamahnya Risa, namanya Tante Nita... Dan saya papahnya Risa, Irfan.." kata laki-laki yang merupakan papah dari Risa...


"Maaf Om Tante saya baru bisa menjenguk Risa sekarang... Saya sendiri juga baru sembuh.." kata Reta dengan menatap sendu kearah ranjang Risa...


Tiba-tiba mamah Risa menangis dan memeluk Reta... Reta sempat terkejut, namun tak menolaknya...


"Maafkan Risa ya... Andai saja dia tidak dibutakan oleh cintanya, Risa pasti tidak akan melakukan hal seperti itu pada kamu..." Kata mamah Risa dengan tersedu...


Reta menggeleng dan melepaskan pelukan mamah Risa... Reta melihatnya dan tersenyum...


"Tapi Tante, apa benar Risa memberikan salah satu ginjalnya untuk Abi..?" Tanya Reta ragu...


Mamah Risa mengangguk dan tersenyum sendu kearah anaknya yang tengah terbaring...


"Iya... Dia begitu mencintai Abi... Ini juga salah kami, seandainya dulu kami tidak menjodohkan mereka maka saat ini Risa pasti masih baik-baik saja..." Jawab papah Risa...


"Jangan menyalahkan diri sendiri Om Tante... Mungkin semua ini memang jalan yang harus di lalui untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati..." Kata Daniel berusaha menguatkan kedua orang tua itu...


"Saat tante Maria berusaha menabrak mu itu, Abi mendorong mu dan membuatnya tertabrak..." Kata Daniel menceritakan kejadian yang ternyata juga di lihatnya meskipun dari jarak yang cukup jauh... Reta tertunduk, dia tentu saja belum melupakan kejadian itu...


"Lalu, tubuh Abi melayang dan terpelanting kearah laut... Namun sebelum tubuhnya terjun ke air, bagian tulang belakangnya menghantam bebatuan di tepi jalan... Itu membuat ginjal sebelah kanannya rusak karena kerasnya benturan... Dan ginjal sebelah kirinya juga mengalami luka yang cukup dalam.."

__ADS_1


"Saat Risa tahu jika Abi dalam keadaan kritis karena ginjalnya yang rusak itu, Risa segera datang ke rumah sakit dan mendonorkan salah satu ginjalnya... Dia bahkan tak memberitahu kami saat itu..." jelas mamah Risa melanjutkan penjelasan Daniel..


"Seperti sebuah takdir antara mereka berdua... Ginjal Risa cocok dengan Abi... Sehingga saat itu juga Abi bisa selamat dari Kematian berkat apa yang dilakukan Risa..."


"Kami baru tiba disini setelah operasi itu selesai... Kami benar-benar terkejut dengan keputusan Risa... Saat Risa sadar kami sempat marah padanya... Namun dia berkata jika dia bahkan tak akan bisa hidup jika Abi tak hidup... Maka meskipun dengan berat hati kami mencoba ikhlas dengan keputusan Risa..." Mamah Risa menangis begitu selesai menceritakan apa yang terjadi pada anak satu-satunya itu...


Air mata Reta mengalir dengan sendirinya... Bukankah semuanya seperti sebuah skenario yang memilukan...


Abi yang rela mengorbankan nyawanya demi Reta, dan Risa yang rela mengorbankan dirinya demi laki-laki yang sangat ia cintai...


Rumit, semuanya sangat rumit... Cinta itu memang sangat rumit... Terkadang membuat kita bodoh, bahkan kehilangan jati diri... Namun cinta juga mampu memberikan kehidupan dari sebuah ketulusan yang tercipta...


"Sasa..." Panggil Risa lirih... Ternyata Risa sudah sadar sedari tadi dan mendengarkan percakapan antara orang tuanya juga Reta...


Reta yang merasa terpanggil pun berjalan kearah ranjang Risa... Reta tersenyum dengan air matanya...


Risa berusaha menggenggam tangan Reta, dan Reta pun menggenggam tangan lemah itu...


"Maafkan aku karena telah membohongi mu... Aku terpaksa melakukan itu... Aku tak ingin Abi mengakhiri hidupnya.." kata Risa lirih...


Reta menangis dan tersenyum...


"Enggak Ris... Kamu gak perlu minta maaf... Aku tahu kamu sangat mencintai Abi... Ini bukan salah kamu... Ini semua karena keadaan yang membuat kamu terpaksa melakukan itu..." Jawab Reta...


Risa menangis tersedu mendengar perkataan Reta... Dia merasa benar-benar buruk di hadapan Reta... Sebagai sesama wanita Risa merasa begitu egois karena terus membantu Abi melakukan hal-hal kotor demi mendapatkan Reta... Bahkan hingga membantu Abi melakukan penculikan di hari bahagia Reta...


Semua yang ada di dalam sana terharu melihat kedua wanita itu yang berusaha menguatkan satu sama lainnya...

__ADS_1


__ADS_2