Cuek Itu Normal

Cuek Itu Normal
Terbongkarnya rahasia


__ADS_3

Kenzo menekan kode pasword apartemen Zahira dan segera masuk tampa permisi. Hatinya langsung panas melihat Zahira yang sedang tertawa karena lelucon yang dikatakan Sadam. Kenzo berjalan cepat kearah mereka dan segera duduk disamping Zahira yang langsung berhenti tertawa. Dia benar-benar terlihat kesal. Setahunya Zahira selama ini adalah wanita mandiri yang sangat cuek dan anti sosial. Tidak mudah dekat dengan seseorang apalagi bercanda. Namun apa yang baru saja disaksikannya membuatnya sangat cemburu. Zahira saja sekalipun tidak pernah tersenyum padanya.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi?! " Kata Kenzo dengan amarah tertahan, Dia memang duduk disebelah Zahira namun ia sama sekali tidak melirik apalagi menyapanya.


"Aku sudah bilang padamu aku ingin menjenguknya. Lagi pula kami sudah menjadi teman. " jawab Sadam tampa menoleh. Dia masih sibuk dengan laptopnya.


"Nah... kedatanganmu pas sekali. Sekarang buka internet dan lihatlah disemua media berita terkenal, aku sudah menyisipkan berita yang luar biasa. Bukti vidio dan bukti transaksi pembelian racun serta beberapa dokumen yang dipalsukan juga sudah aku kirimkan kepada kepolisian. Dan mengenai tes DNA aku akan lakukan besok, Aku akan mendapatkan sampelnya tengah malam ini. " Kata Sadam lagi. Keahlian utama Sadam adalah dibidang IT. Dia adalah hacker profesional yang nama samarannya sudah sangat terkenal di dunia maya.


Kenzo menahan amarahnya, dia merogoh ponselnya dan memeriksa berita terkini. Zahira yang penasaran juga melakukan hal yang sama. Namun reaksi yang ditunjukkannya berbeda, dia terdiam dalam waktu yang cukup lama.


"Ja... jadi Adel itu bukan anak kandung dari pendiri Adira? Mereka diracuni? Lalu siapa anak kandung mereka? Tunggu... Jadi ini konspirasi yang berlangsung sejak dulu untuk merebut Adira oleh sepupunya sendiri? "


Kata Zahira dengan wajah yang masih syok. Namun poin utamanya Zahira memang belum mengetahuinya karena hasil DNA belum di publikasikan dan rekaman vidio percakapan Danu dan Kenzo adalah barang bukti yang hanya diberikan ke kepolisian.


"Begitulah, kami sedang menyelamatkan mereka omong-omong. Wah... rasanya jadi pahlawan itu menyenangkan sekali. " jawab Sadam dengan santai.


"Bukankah aku bilang secara bersamaan? " protes Kenzo.


"Aku tidak suka menunggu_ kamu tahu gayaku kan? Mereka pasti akan menyembunyikan bukti sekarang tampa sadar kita sudah memilikinya. Bukankah itu menyenangkan? melihat mereka panik. "


Zahira yang tidak begitu paham hanya menyimak, berharap mendapatkan penjelasan. Dia sangat bingung apa hubungannya kasus ini dengan apa yang ia cari. Bahkan ia belum mendapatkan penjelasan mengenai hubungan Kenzo dengan pria tua bernama Danu kemarin. apakah ia benar orang yang sama yang mengiriminya paket melalui Wewen atau tidak.


"Hei Kenzo! Bagaimana dengan gerombolan mafia amatiran kemarin? Tahu tidak siapa bos mereka? " kata Sadam lagi. Kenzo tidak menjawab namun menatapnya menunjukkan kalau dia sedang menunggu.


Sadam menyeringai dan mencondongkan tubuhnya seolah akan berbisik. Melirik sekilas Zahira sebelum berkata,


"Seorang yang kita kenal, Parahnya... dia bisa menyeret namamu. Kamu berbisnis dengannya. Dia pria bodoh yang bahkan tidak tahu bisnis haramnya terhubung dengan jaringan yang lebih besar lagi. "


Kenzo mengernyit, dia sedang berfikir. Dari sebanyak itu rekan bisnisnya, siapa yang berpotensi membahayakannya?


"Sial! Ganjar bermain kotor denganku?"


Sadam tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan diwajah Kenzo begitu menyadari siapa pelakunya. Dia sangat puas melihatnya. Kenzo adalah pria jenius yang jarang ditipu. Tapi kali ini ia kecolongan.


"Kamu tahukan apa yang harus dilakukan? Aku mau semua data perusahaannya ada padaku besok pagi. " kata Kenzo murka.

__ADS_1


"Tenang saja, Aku sudah punya itu sejak kemarin. Aku baru saja mengirimnya pada Email mu. "


Jawab Sadam penuh senyum kemenangan.


"Bisakah kalian menjelaskan padaku tentang apa yang terjadi? " Potong Zahira yang tadi terus mendengarkan tampa mengerti. Keduanya menoleh padanya.


Kenzo segera membuang pandangannya kearah lain saat Zahira menatapa balik. Dia segera bangkit berdiri dan menyeret Sadam bersamanya. Sampai-sampai Sadam tidak sempat memasukkan laptop yang masih menyala kedalam tasnya. Sesampainya diluar barulah ia mematikannya dan menyimpannya kembali.


"Berhenti menghukumnya seperti itu, Aku tahu kamu juga tidak tenang. Zahira tampak senang saat aku bilang kamu akan datang. Dari kepribadian sebelumnya, sepertinya dia sudah bisa membuka diri pada lingkungan. Jangan cemburu padaku, Zahira tidak punya ketertarikan apapun padaku. Tapi suatu hari nanti jika dia tertarik aku tak akan menolak. " Kata Sadam terkekeh diakhir kepada Kenzo yang memunggunginya. Kenzo sudah bersiap akan masuk ke apartemennya sendiri.


Sadam segera berlalu dari sana setelah menepuk pundak teman sekaligus rekannya itu sekali. Bersiul-siul sambil memainkan ponselnya.


Kenzo berbalik, menarik nafas pelan sebelum kembali membuka pintu apartemen Zahira dan kembali masuk kedalam. Dapat ia lihat Zahira masih duduk termenung saat ia datang. Begitu menyadari Kenzo disana ia segera berdiri, tampak canggung dan juga gugup. Sama sekali tidak seperti biasanya.


"Kamu takut padaku? "


Zahira menggeleng dengan cepat untuk menjawab pertanyaan itu. Perlahan Kenzo berjalan mendekatinya.


"Bagaimana lukamu? "


"Itu... baik-baik saja." jawabnya pelan. Dia segera menunduk begitu Kenzo sudah berdiri dihadapannya dengan jarak hanya selangkah.


"Itu bagus, Istirahatlah. Besok tidak usah bekerja_ "


Kenzo meletakkan telapak tangannya diatas lepala Zahira dan mengelusnya pelan.


"Aku... kemarin seperti orang gila yang menghawatirkanmu saat Sadam memberikan kabar itu. Aku tidak pernah seperti itu sebelumnya, Aku tidak pernah perduli dengan wanita manapun kecuali ibu sebelumnya, Jangan pergi tampa pengawasan lagi meski kamu mampu melindungi dirimu sendiri. Setelah ini... kamu akan berada dalam bahaya, Jangan menjauh dari bodyguardmu, karena aku akan membuat banyak orang marah...mereka pasti akan mulai mencari kelemahanku. "


Lanjut Kenzo lagi, nada bicaranya lembut dan berhati-hati.


Kenzo menarik tangannya kembali, kemudian berbalik. Berjalan menjauh menuju pintu keluar sebelum suara Zahira menghentikannya.


"Kemarin... terimakasih. Aku... akan mendengarkanmu mulai sekarang. "


Kenzo tersenyum diam-diam sebelum melanjutkan langkahnya tampa menoleh. Zahira menarik nafasnya dalam. Entah kenapa hatinya sakit sekali saat ini. Dia tidak mengerti kenapa hatinya kecewa saat Kenzo seolah masih menghindarinya.

__ADS_1


.


Dikediamannya, Bambang sedang panik luar biasa saat sang istri menunjukkan berita terbaru ditelevisi kepadanya. Juga menunjukman berita-berita diinternet yang dipenuhi oleh namanya.


"Sialan! Siapa yang sedang bermain-main denganku! Cepat hubungi Adel dan tanyakan keadaanya!" Bentak Bambang kepada istrinya.


Istrinya segera meraih Ponselnya dan segera menelfon anaknya, namun beberapa kali tersambung tidak ada jawaban. Membuat keduanya semakin panik.


"Apa pelayan itu yang membocorkannya? " tanya istrinya.


"Tidak mungkin, dia tidak tahu itu racun. " jawab Bambang dengan yakin.


"Aku tidak mau masuk penjara! " gusar sang istri.


"Berita ini tampa bukti, mereka tidak punya bukti kuat untuk menangkap kita jadi tenang saja. " jawabnya.


Bambang tampak sangat murka sekaligus penuh ketakutan. Dia tidak tahu darimana informasi rahasia mereka bocor. Satu-satunya saksi hidup selain mereka adalah Danu. Tapi bambang tidak yakin Danu yang melakukannya mengingat nasib kelurganya ada padanya.


"Kamu harus memeriksa Danu, pa! mama yakin dia yang membocorkan kepada media! "


ujar istrinya.


"Si idiot itu sangat penakut, lagi pula hal ini bocor bukan hanya di satu media tapi hampir diseluruh media terkenal. Aku yakin yang melakukan ini orang yang memiliki kekuasaan. " jawab Bambang dengan sangat yakin.


Sementara dikantor kepolisian dimana Anton berada sedang heboh dengan paket yang berisi flasdist dan beberapa dokumen dan bukti kejahatan yang sesang ada diinternet. Anton yang juga menyelidiki Adira saat diminta Zahira mengenali Danu yang sedang berbicara kepada seseorang yang di sensor wajahnya oleh sipengirim. Tapi dari ciri-ciri tubuhnya Anton sepertinya bisa menduga siala dia.


"Amankan saksi dan segera keluarkan surat perintah pemangkapan." Ujar komisaris kepolisian yang ikut menyaksikan vidio itu.


"Bukti ini sudah lebih dari cukup untuk penjemputan paksa!" lanjutnya.


"Bagaimana dengan si anak palsu? " Tanya Anton.


"Segera kita panggil jika dibutuhkan, jika dia juga terlibat dalam masalah racun kita harus menangkapnya. " jawab sang komisaris.


Anton dan timnya segera keluar dari sana untuk melakukan misi baru mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 dimana Anton menduga mereka sedang tertidur nyenyak dan mereka akan jadi kejutan besar.

__ADS_1


__ADS_2