
Kenzo termenung dalam ruang SS guard di dalam perusahaannya. Mata-mata yang menyebabkan mereka diserang pada malam itu sudah diketahui, sayangnya orang itu menghilang. Seperti hantu, bahkan Endru yang kemampuannya diatas standar tidak berhasil mengetahui keberadaannya.
"Jelas dia dilindungi, kalaupun tidak orang ini kemungkinan sudah mati." gumam Kenzo.
Pintu dibelakangnya terbuka, Zahira masuk bersama Endru. Saat ini, Sadam dijaga ketat. Bahkan Tomi tidak diizinkan meninggalkannya barang sedetikpun. Tomi bergantian bersama Joe jika salah satu diantara mereka memiliki keperluan mendadak. Selebihnya, keduanya tetap menjaga Sadam.
"Endru, bagaimana dengan ibu dan ibu mertuaku?"
"Seperti yang anda perintahkan, Tuan. Mereka sudah sampai dimarkas SS guard. Dijaga ketat oleh tim Black."
"Tim black?" ulang Zahira bingung.
"Kami membentuk beberapa tim untuk pembagian tugas, Nyonya. SS Guard memiliki 7 tim untuk saat ini." jawab Endru.
Zahira mengangguk, lalu beralih pada Kenzo. "Bagaimana dengan pencarian ayah dan kakakmu?" tanya Zahira.
"Mereka pasti ditahan oleh seseorang yang memiliki kekuatan diatas Dursley."
"Anda benar, Tuan. Dursley satu-satunya orang yang mungkin tahu. Tapi bisa jadi dia juga disingkirkan." sahut Endru.
"Presiden tampaknya melakukan pergantian orang,"
"Atau mereka melawan keputusan organisasi?" tebak Zahira.
Kenzo menatap layar yang menampilkan apa yang Sadam lakukan sebelum ia akhirnya koma. Sebuah serangan dunia maya. Sebuah bukti yang menunjukkan keberadaan organisasi Red wine. Lengkap dengan anggotanya. Sebuah organisasi gelap yang menguasai pemerintahan, bahkan Sadam mengupload rincian hubungan perusahaan besar dengan Red Wine.
Seluruh media sosial sepertinya sedang dikendalikan oleh pemerintah. Seluruh berita mengenai Red Wine jelas hilang satu persatu. Namun dengan cepat muncul lagi. Seakan sudah diprogram untuk jutaan kali.
"Sadam merencanakannya dengan baik. Anak itu...awas saja saat bangun nanti." kata Kenzo sambil terkekeh.
Bisa ia lihat SS Guard miliknya melakukannya. Program itu seperti virus. Saat pemerintah menghapus, maka akan muncul dua kali lipat lebih banyak. Sepertinya, seluruh platform media massa online telah disusupi oleh program SS guard. Sadam benar-benar jenius.
"SS guard sungguh mengerikan."
"Tidak sayang, dia jenius. SS guard seperti jiwa milik Sadam, ini gila. Aku tidak tahu bahwa Sadam sepintar ini." sahut Kenzo, jelas merasa terhibur. Matanya tak lepas dari apa yang ditampilkan oleh layar SS guard.
"Seseorang mencoba menyerang, sistem akan melakukan serangan balik." itu adalah suara robot SS yang berkomunikasi dengan Kenzo.
"Mereka mencoba menghentikannya," gumam Endru.
"Serang dan kunci mereka," perintah Kenzo.
"Copy that Sir!" jawab SS Guard.
"Sampai kapan kita disini?" tanya Zahira. Mereka sudah berada disana sejak pagi usai dari rumah sakit. Sekarang sudah menunjukkan pukul dua siang.
"Kamu lelah?" tanya Kenzo, jelas tampak kawatir.
"Tidak Ken, hanya mengamati tampa bergerak. Kelurgamu sedang menghilang. Kamu tidak mencarinya?"
Kenzo tersenyum, "Tim Red sudah melakukannya, sayang." jawab Kenzo.
"Tapi Tuan, tidakkah lebih baik membawa Jey kembali? Jika mereka berhasil melacaknya...keamanan disana sangat lemah."
__ADS_1
"Siapa Jey?" tanya Zahira. Nama itu tidak pernah ia dengar.
"Dia cukup pintar, juga menganggap Sadam pahlawannya. Kalau dia tahu Sadam koma, dia bisa mengacaukan rencanaku." kata Kenzo. Tidak sadar bahwa ia barusaja mengabaikan istrinya.
"Ya, tapi Tuan...orang yang bertugas mengawasinya mengatakan ia bertingkah aneh sejak kemarin."
"Aneh?"
"Dari pagi ini dia diam saja didalam kamarnya. Dia tidak keluar bahkan untuk makan. Saya pikir...dia mungkin tahu? Saya kawatir dia akan__"
"Sial! Dia pasti sudah terbang ke Indonesia. Kenapa kamu baru bilang?" Kenzo terlihat kesal. "S lacak seluruh penerbangan dari Jerman. Jeykey Robinson, apa dia ada didaftar?"
SS menunjukkan seluruh data para penumpang mulai dari pagi sampai siang. Memindainya dan menemukannya. Ia memindai dan nama itu di Zoom pada layar. Memperlihatkan jam penerbangan dan bahkan jam mendaratnya.
"Itu 49 menit yang lalu."
"Dia mengambil penerbangan pagi, SS cek keberadaannya sekarang, pindai seluruh CCTV yang ada di Jakarta."
Zahira sangat penasaran, kenapa suaminya dan Endru tampak sangat peduli pada orang yang mereka panggil Jey ini. Siapa dia sebenarnya?
"Maukah salah satu dari kalian menjawabku?" tegurnya, sengaja membuat nada kesal.
"Za...dia Jeykey, adik Sadam."
"Adik? aku pikir Sadam..."
"Adik angkat," sahut Kenzo cepat.
Zahira menatap keduanya dengan curiga. Namun dering ponsel Kenzo mengintrupsi mereka. Kenzo mengangkatnya dan dilihat dari ekspresi wajahnya yang frustasi. Kelihatan sekali orang yang menelfon membawa kabar yang tidak baik.
"Tunggu, apa maksudmu? kamu mau kemana?" cegah Zahira dengan mencengkram lengan bajunya.
"Tuan..." cegah Endru, ia juga kelihatan kawatir.
"Tim Red berhasil melacak keberadaan mereka. Kalian tahu dimana?" Kenzo terlihat menahan diri, "Mereka ada di penjara khusus *******. Sebuah pulau yang kalian tahu namanya."
"Ba...bagaimana dengan sikembar? bagaimana merek tega...?" lirih Zahira, tangannya terlepas dan beralih pada kedua sisi kepalanya. Mengusap rambutnya frustasi.
"Kita perlu rencana matang, Tuan. Bisa jadi ini jebakan untuk melenyapkan anda."
"Ken! apa yang mereka mau darimu? ini bukan hanya tentang Dursley yang ingin kamu memimpin organisasi itu, ini sudah berpindah ke presiden. Ada rahasia mereka ditanganmu kan? sesuatu yang penting yang mereka inginkan darimu?" tebak Zahira
Sejak lama ia memikirkan hal ini. Karena kalau mereka mau, jelas saat diperjalanan mereka tidak akan segan-segan membunuh Kenzo saat itu. Alih-alih meminta Kenzo menyerahkan Sadam. Tunggu, Zahira kembali fokus dan menatap penuh curiga pada Kenzo.
"Malam itu mereka menginginkan Sadam dan tidak melukaimu, apa rahasia yang kalian miliki yang membuat mereka tidak berani menyakitimu? Sadam juga kan? tahu sesuatu yang mereka mau." kata Zahira lagi.
"Instingmu sangat baik, sayang. Tapi tidak untuk sekarang. Kamu akan dalam bahaya lebih besar jika tahu." jawab Kenzo.
"Tuan!" intrupsi Endru, meminta Kenzo melihat layar.
Seorang anak berusia sekitar 9 atau 10 tahun sedang berbicara dengan seorang pria disebuah lobi hotel. Pria itu adalah pengawalnya, Sepertinya pengawalnya berhasil menemukannya. Tidak sia-sia Kenzo menempatkan pria paruh baya itu disisinya. Anak itu tampak mengangguk dan akhirnya mengikuti pengawalnya itu.
"Hubungi Fred dan suruh dia membawa anak itu ke markas. Awasi 24 jam, jangan sampai ia keluar." Perintah Kenzo yang langsung dilakukan oleh Endru.
__ADS_1
"Ken..."
"Endru...bawa Zahira kemarkas. Jaga ketat jangan sampai ada penyusup. Awasi seluruh pergerakan anggota, aku tidak mau ada yang berhianat dan membahayakan mereka. Tarik Bili dari tim Red, gantikan dengan Gana. Bili lebih baik dalam menilai sekelilingnya. Tim Red ikut bersama kita. Temui aku setelah kamu memastikan istriku aman." kata Kenzo.
Dia bahkan mengabaikan protesan Zahira dan lebih dulu meninggalkan mereka. Zahira hendak mengejarnya namun Endru dengan cepat menahannya.
"Kita harus kemarkas segera, Nyonya."
Zahira tahu situasi dalam keadaan genting. Tapi dia tidak akan bisa tenang kalau hanya diam di markas. Zahira ingin disamping Kenzo.
"Anda harus melindungi diri anda dan calon anak anda Nyonya. Tuan hanya ingin kalian aman, jadi saya mohon__"
"Aku tahu, aku hanya tidak tenang mengetahui dia pergi menuju bahaya." potong Zahira. Suaranya tenang namun tegas.
"Tuan selalu tahu apa yang ia lakukan. Tuan akan baik-baik saja. Saya mengenalnya dengan baik, Tuan bukanlah orang yang mudah, saya yakin seluruh rencananya akan berjalan baik. Bahkan jika ada yang mati, itu jelas bukan dia. Karena itu anda harus tetap hidup." kata Endru meyakinkan.
"Kamu pasti tahu siapa Jey itu kan? dia masih anak-anak. Aku pikir tadi kalian membicarakan pria dewasa."
Endru ikut menatap layar kembali. "Ya, dia masih anak-anak. Tapi apa yang diketahuinya melebihi apa yang seharusnya. Itulah sebabnya anak itu harus tetap berada dalam lindungan tuan Kenzo."
"Apa? apa yang diketahui anak sekecil itu?"
Endru tersenyum lalu menggeleng. "Saya juga tidak tahu Nyonya. Saya hanya mendapatkan info sedikit." jawabnya.
Zahira jelas melihat kebohongan diwajah Endru, tapi ia tidak akan memaksanya. Toh yang dilakukannya atas perintah suaminya. Jadi mana mungkin dia berani melanggar. Percuma saja jika berkeras padanya. Zahira tahu dia tidak akan mendapatkan apapun.
Akhirnya dengan berat hati ia mengikuti Endru. Keluar dari gedung perusahaan dengan pengawalan ketat. Zahira bahkan disuruh berganti baju dan menyamar menjadi salah satu pengawal.
Sementara itu, Kenzo bersama dua pengawal didalam mobilnya, menuju lokasi dimana timnya yang lain sedang menunggunya.
Sesampainya ia dipelabuhan, ia memasuki sebuah kapal dimana tim red yang kini dipimpin oleh Gana. Gana ini adalah anggota terbaik tim red setelah Bili. Karena itu dialah yang mengambil alih tim dan menjelaskan kepada Kenzo keadaan penjara.
"Jadi posisi mereka bukan dalam penjara. Lalu dimana?" tanya Kenzo.
"Kami masih melacaknya terus tuan, seorang penyusup sedang menyelidiki disana. Kita hanya harus menunggu. CCTV sudah dipantau siatem SS tapi ada satu bagunan tampa CCTV. Disana, penyusup kita sedang mencari." jelas Gana.
"Kalian sudah coba drone?"
"Sinyal drone mudah dilacak keamanan mereka. Kami hanya kawatir mereka akan menyadari keberadaan kita yang sudah tahu..." Gana menghentikan perkataannya saat Kenzo memberikan anggukan singkat.
"Kamu benar, meskipun begitu...cobalah mengacaukan mereka."
Gana tampak tak menangkap maksud Kenzo, sehingga ia masih diam. Kenzo meliriknya dan menarik ujung bibirnya. "Kirimkan serangan drone dari arah timur. Berikan peringatan dan buat seolah itu serangan dari jaringan salah satu tahanan. Saat keadaan kacau, dapatkan lokasi pasti keluargaku. Memasuki lokasi tampa CCTV artinya pertahanannya lebih ketat. Tak akan mudah melewatinya untuk masuk kedalam."
"Baik tuan," jawab Gana.
Rencana disusun dengan matang. Selagi Gana mengatur peluncuran drone mereka. Kenzo menghubungi Tomi untuk mengetahui keadaan disana. Lalu setelah merasa Sadam aman, dia juga menghubungi ibunya untuk tetap tenang dan tetap ditempat mereka apapun kabar yang mereka terima. Penting untuk menjaga mereka tetap disana. Karena jika ia lengah, salah satu sumber kelemahannya akan menjadi bom dalam rencananya. Kenzo tentu saja tak menginginkan hal itu. Meskipun keamanan disana diperketat, ada kemungkinan ibunya keluar karena mendengar kabar suami, anak, menantu dan cucunya menghilang.
Dalam satu jam Endru bergabung dengan mereka. Disaat misi drone sudah selesai disiapkan.
"Luncurkan," perintah Kenzo.
"Copy," sahut Gana pada alat komunikasi mereka yang terhubung dengan anggota tim lain yang bertugas mengirimkan drone itu.
__ADS_1
Dalam 15 menit, Gana mengirim pesan pada rekan mereka. "Penyusup mulai bergerak, Tuan." kata Gana saat rekan yang menyusup itu memberikan pesan balasan.
Semua orang hanya bisa menunggu untuk saat ini. Keberhasilan tergantung pada kemampuan penyusup ini. Jika tidak dan ia tertangkap, maka rencana mereka akan gagal. Itu artinya ia harus memutar otak untuk rencana lain yang jelas akan semakin sulit.