
Suara mu masih terdengar agak sama...
Ada lirih rasa bersalah didalam isak nya....
untuk saat ini, aku sudah cukup kuat
dan dewasa untuk mengerti...
Beberapa hal memang mungkin harus pergi dan tidak kembali...
Siapa kita yang berhak menyalahkan Tuhan...
Atas takdir yang kita buat sendiri
Jangan menjadi teramat picik
Aku kamu dan cerita yang ku sebut telah usai.
Mari kita selesai..
Hanya perlu rela...
karena yang akan menjadi milik kita
selalu tahu..
kemana arah pulang nya..
Sesaat saja mari saling menghilang dalam ingatan
lalu muncul...
dengan lebih bersinar..
Aku tak pernah lupa sekali pun
Perlakuan yang sulit ku terima
Tak akan ku lupa
Dan tak akan aku maafkan
meski pun aku terlihat tersenyum
Karena pergi dan kehilangan
hanyalah perihal waktu
Entah...
Aku atau kamu..
Yang memilih jalan itu lebih dahulu
Untuk menyudahi
Sekarang....
Kita berjalan berlawanan arah
Tak lagi menuju hal yang sama
Tak lagi di sisi yang sama
kita...
Bukan lagi sepenggal kisah romansa...
Katakan lah...
kau mulai merasa kan luka ku
Selamat menikmati
pedih..
perih..
luka...
kecewa...
Terabaikan...
Tersisihkan
Dan....
Akhirnya terlupakan
dan tergantikan
Untuk mu yang ku kasihi
Ku simpan kau di tempat ternyaman
Jangan pergi lagi..
menetaplah dengan sungguh
pada memori
pada ingatan
Dan pada kenangan
Semua ingatan sedang ku daur ulang...
__ADS_1
Tidak ku hapus atau pun ku buang
Aku hanya memilah apa yang layak aku simpan
kenangan tentang kamu....,ah..maaf
sudah bermuara di aliran aliran terlupakan...
Aku tak bisa menuliskan banyak sajak...
sebab tak banyak lagi yang aku ingat...
Bukan tentang perihal memaafkanmu...
Memaafkan mu mudah saja bagiku
Yang sulit adalah memaafkan diriku sendiri...
Yang dengan bodohnya..
Ku izinkan bertahun tahun
Bersama lelaki semacam kamu..
Maafkan aku diriku...
Tak pandai menjagamu
Tak pandai membahagiakan mu..
Bisakah kita sejenak saja istirahat
Dari kebisingan Luka luka
AYO BAHAGIA...
untuk apa kamu berjalan
di ruang yang kosong dan pengap
mencari remah remah perasaan
Yang sudah jauh melenggang
Perasaanku padamu telah hilang
Terusir dan tak jadi kenangan
Ku biarkan dia pulang
kepada pemiliknya yang sudah lelah berjuang,dan lelah memaafkan
Aku titipkan saja satu senyumanku
senyum kemenangan sudah mengalahkan luka yang kau beri
bebas dari pesakitan yang kau anggap sebuah kebodohan karena sering nya kau ulang dan ulang hal yang sama,luka yang sama,dan masalah yang sama..
maaf aku tidak bisa menjadi bagian dari kisah perselingkuhanmu...
kisah petualanganmu yang sudah memadamkan api cemburu ku..
tak lagi ada rasa sakit..
hambar...
kebal...
aku di hajar oleh penghianatan
salam, ku lambai kan tangan perpisahan... aku pergi..
pamit undur diri....
baik baik lah...
Aku bebaskan kau menjadi casanova...
ini pilihan ku..
itu pilihanmu...
kita berjalan tapi tak searah lagi dan tak satu tujuan
"Pelaminan" mu bukan inginku lagi..
kau bukan lagi tujuan akhirku..
Neta menuliskan kembali bait demi bait isi hati nya....berharap dengan begitu semua akan menjadi biasa...
***
Tak jauh beda dengan Neta,Al juga merasakan sesak yang luar biasa..
Sandra tiba tiba menghubuginya...setelah sekian waktu menghilang bahkan memblokir nya..
Al sudah menghapus nomor nya dari ponselnya,sudah sangat siap melupakan nya
"Assalamualaikum abang,bisa saya nelpon
Degh...... Jantung Al berpacu dengan cepat...
"oke " jawab nya singkat
pikiran nya berkelana,entah apa lagi ini ?
Disaat Al mulai bisa melupakan,kenapa seenak nya saja memberi kabar ?
__ADS_1
Al menghela nafas dalam dalam sekali,di hirup nya pelan pelan ditahan nya sebentar agar rasa sesak itu menghilang.....
Huuffff
Astaghfirullah
Apa lagi ini ya Allah.....
Laa Ilaha'ilaanta subhanaka inni kuntuminazolimin....
Al terus saja berzikir,menenangkan hati nya yang luar biasa berkecamuk..
Entah jawaban apa yang akan sandra berikan,begitu banyak pertanyaan yang memenuhi isi kepala nya...
"Hadapi Al !!!
*dia berusaha menyemangati dirinya sendiri...
Lepas jaga... Al membersihkan diri nya... kemudian memakai pakaian ternyaman nya,Air mineral pun sudah di persiapkan nya..
Ringtone hape nya pun berbunyi...
Bismillah.......
kemudian di angkatnya panggilan dari sandra pujaan hatinya,kekasih nya,tambatan hati nya,permaisuri nya,olive kesayangan nya..
ah itu dulu sekarang rasanya begitu asing...sekat itu sudah terbentuk dengan sendirinya,membentengi hati Al yang teramat kecewa..
Sebenar nya masih enggan rasanya untuk mendengar suara favorit nya itu,suara yang selama 5 tahun ini setia menemani nya,sebagai penenang saat ombak menghajar nya habis habisan di luas nya samudra Hindia...
Ah,itu dulu sebelum rasa kecewa itu kau hadirkan,kau tancapkan tak ubah nya seperti belati beracun...
Kamu dimana saat aku butuh kejelasan.....?
Kamu kemana saat aku butuh penjelasan.....?
Dan kamu dimana saat aku merasakan sesak sakit nya pengakuanmu hanya lewat pesan WA....
Sungguh 5 tahun terbuang percuma dan sia sia
Sungguh semua upaya dan usahaku seakan tak ada artinya .
Sungguh besar nya cintaku nyata nya tak mampu menahan langkahmu menjauh..
Aku tidak ada di sisimu...
Aku tidak bisa seperti yang lain
Aku hanya seperti bayangan ada tapi tiada....
Aku hanya seperti Santa yang memberikan mu hadiah hadiah
Aku tak ubah nya hanya seperti mesin pencari uang....
Dan aku terluka atas semua itu...
Ingin rasanya ku jelaskan bagaimana susah payah nya aku berusaha menerima keputusan sepihakmu...
kelaki lakianku terjabar....
Jika dulu genggaman tanganku sangat kau rindukan....
Peluk ku sangat kau harap kan....
tapi setelah itu kau buat seolah tak ada harga nya lagi tak ada artinya lagi......
Semudah itukah kau berucap tidak sanggup lagi menunggu ?
Sementara 5 tahun lalu kau yakin kan aku,bahwa kau itu wanita kuat ku,wanita yang bisa ku andal kan.
Apakah kau tau juga olive ku.....
betapa aku merindukan mu saat ombak melenggang berpuluh meter mengoyak rumah besi ku....
Bayang wajahmu salah satu penguatku setelah ibuku...
ibuku dan kau wanita yang paling sering aku sebut dalam doa doa ku..
jaga dia disana, ahhh ternyata lelaki itu yang dengan nyata menjaga ragamu.....
Aku terluka sangat dalam
saat mudahnya kau tulis "KESEPIAN"
Apakah itu dibenarkan untuk mu menggantiku diam diam hanya karena butuh gorengan hah alasan klise yang membuatku muak....
Namamu masih tersimpan rapi sayangku... tapi bukan lagi ditempat yang sama...tempat mu sudah jauh berada di puing puing sisa perasaan dan penyesalan..
iya menyesal Aku telah dengan tulus memberikan hati ku....
Tapi ....aku tetap bangga,laki laki yang kau campak kan ini setidak nya sudah menjadi jalanmu mengubah hidupmu..mencapai mimpimu...
hanya itu yang sanggup ku berikan sebagai pengganti waktu ku menemani mu jalan,antar jemput bahkan membeli gorengan di malam minggu aku tak sanggup karena inginku lebih besar untuk melihatmu berdiri dengan jubah dan toga kebanggaanmu...
Hallooo.......
Hallooo......
ah suaramu masih sama tapi sekarang berbeda debaran saja.
BERSAMBUNG.....
Terimakasih...dukung terus karya ini ya....
salam sayang
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari