DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
18. Bebas lepas


__ADS_3

Suara mu masih terdengar agak sama...


Ada lirih rasa bersalah didalam isak nya....


untuk saat ini, aku sudah cukup kuat


dan dewasa untuk mengerti...


Beberapa hal memang mungkin harus pergi dan tidak kembali...


Siapa kita yang berhak menyalahkan Tuhan...


Atas takdir yang kita buat sendiri


Jangan menjadi teramat picik


Aku kamu dan cerita yang ku sebut telah usai.


Mari kita selesai..


Hanya perlu rela...


karena yang akan menjadi milik kita


selalu tahu..


kemana arah pulang nya..


Sesaat saja mari saling menghilang dalam ingatan


lalu muncul...


dengan lebih bersinar..


Aku tak pernah lupa sekali pun


Perlakuan yang sulit ku terima


Tak akan ku lupa


Dan tak akan aku maafkan


meski pun aku terlihat tersenyum


Karena pergi dan kehilangan


hanyalah perihal waktu


Entah...


Aku atau kamu..


Yang memilih jalan itu lebih dahulu


Untuk menyudahi


Sekarang....


Kita berjalan berlawanan arah


Tak lagi menuju hal yang sama


Tak lagi di sisi yang sama


kita...


Bukan lagi sepenggal kisah romansa...


Katakan lah...


kau mulai merasa kan luka ku


Selamat menikmati


pedih..


perih..


luka...


kecewa...


Terabaikan...


Tersisihkan


Dan....


Akhirnya terlupakan


dan tergantikan


Untuk mu yang ku kasihi


Ku simpan kau di tempat ternyaman


Jangan pergi lagi..


menetaplah dengan sungguh


pada memori


pada ingatan


Dan pada kenangan


Semua ingatan sedang ku daur ulang...

__ADS_1


Tidak ku hapus atau pun ku buang


Aku hanya memilah apa yang layak aku simpan


kenangan tentang kamu....,ah..maaf


sudah bermuara di aliran aliran terlupakan...


Aku tak bisa menuliskan banyak sajak...


sebab tak banyak lagi yang aku ingat...


Bukan tentang perihal memaafkanmu...


Memaafkan mu mudah saja bagiku


Yang sulit adalah memaafkan diriku sendiri...


Yang dengan bodohnya..


Ku izinkan bertahun tahun


Bersama lelaki semacam kamu..


Maafkan aku diriku...


Tak pandai menjagamu


Tak pandai membahagiakan mu..


Bisakah kita sejenak saja istirahat


Dari kebisingan Luka luka


AYO BAHAGIA...


untuk apa kamu berjalan


di ruang yang kosong dan pengap


mencari remah remah perasaan


Yang sudah jauh melenggang


Perasaanku padamu telah hilang


Terusir dan tak jadi kenangan


Ku biarkan dia pulang


kepada pemiliknya yang sudah lelah berjuang,dan lelah memaafkan


Aku titipkan saja satu senyumanku


senyum kemenangan sudah mengalahkan luka yang kau beri


bebas dari pesakitan yang kau anggap sebuah kebodohan karena sering nya kau ulang dan ulang hal yang sama,luka yang sama,dan masalah yang sama..


maaf aku tidak bisa menjadi bagian dari kisah perselingkuhanmu...


kisah petualanganmu yang sudah memadamkan api cemburu ku..


tak lagi ada rasa sakit..


hambar...


kebal...


aku di hajar oleh penghianatan


salam, ku lambai kan tangan perpisahan... aku pergi..


pamit undur diri....


baik baik lah...


Aku bebaskan kau menjadi casanova...


ini pilihan ku..


itu pilihanmu...


kita berjalan tapi tak searah lagi dan tak satu tujuan


"Pelaminan" mu bukan inginku lagi..


kau bukan lagi tujuan akhirku..


Neta menuliskan kembali bait demi bait isi hati nya....berharap dengan begitu semua akan menjadi biasa...


***


Tak jauh beda dengan Neta,Al juga merasakan sesak yang luar biasa..


Sandra tiba tiba menghubuginya...setelah sekian waktu menghilang bahkan memblokir nya..


Al sudah menghapus nomor nya dari ponselnya,sudah sangat siap melupakan nya


"Assalamualaikum abang,bisa saya nelpon


Degh...... Jantung Al berpacu dengan cepat...


"oke " jawab nya singkat


pikiran nya berkelana,entah apa lagi ini ?


Disaat Al mulai bisa melupakan,kenapa seenak nya saja memberi kabar ?

__ADS_1


Al menghela nafas dalam dalam sekali,di hirup nya pelan pelan ditahan nya sebentar agar rasa sesak itu menghilang.....


Huuffff


Astaghfirullah


Apa lagi ini ya Allah.....


Laa Ilaha'ilaanta subhanaka inni kuntuminazolimin....


Al terus saja berzikir,menenangkan hati nya yang luar biasa berkecamuk..


Entah jawaban apa yang akan sandra berikan,begitu banyak pertanyaan yang memenuhi isi kepala nya...


"Hadapi Al !!!


*dia berusaha menyemangati dirinya sendiri...


Lepas jaga... Al membersihkan diri nya... kemudian memakai pakaian ternyaman nya,Air mineral pun sudah di persiapkan nya..


Ringtone hape nya pun berbunyi...


Bismillah.......


kemudian di angkatnya panggilan dari sandra pujaan hatinya,kekasih nya,tambatan hati nya,permaisuri nya,olive kesayangan nya..


ah itu dulu sekarang rasanya begitu asing...sekat itu sudah terbentuk dengan sendirinya,membentengi hati Al yang teramat kecewa..


Sebenar nya masih enggan rasanya untuk mendengar suara favorit nya itu,suara yang selama 5 tahun ini setia menemani nya,sebagai penenang saat ombak menghajar nya habis habisan di luas nya samudra Hindia...


Ah,itu dulu sebelum rasa kecewa itu kau hadirkan,kau tancapkan tak ubah nya seperti belati beracun...


Kamu dimana saat aku butuh kejelasan.....?


Kamu kemana saat aku butuh penjelasan.....?


Dan kamu dimana saat aku merasakan sesak sakit nya pengakuanmu hanya lewat pesan WA....


Sungguh 5 tahun terbuang percuma dan sia sia


Sungguh semua upaya dan usahaku seakan tak ada artinya .


Sungguh besar nya cintaku nyata nya tak mampu menahan langkahmu menjauh..


Aku tidak ada di sisimu...


Aku tidak bisa seperti yang lain


Aku hanya seperti bayangan ada tapi tiada....


Aku hanya seperti Santa yang memberikan mu hadiah hadiah


Aku tak ubah nya hanya seperti mesin pencari uang....


Dan aku terluka atas semua itu...


Ingin rasanya ku jelaskan bagaimana susah payah nya aku berusaha menerima keputusan sepihakmu...


kelaki lakianku terjabar....


Jika dulu genggaman tanganku sangat kau rindukan....


Peluk ku sangat kau harap kan....


tapi setelah itu kau buat seolah tak ada harga nya lagi tak ada artinya lagi......


Semudah itukah kau berucap tidak sanggup lagi menunggu ?


Sementara 5 tahun lalu kau yakin kan aku,bahwa kau itu wanita kuat ku,wanita yang bisa ku andal kan.


Apakah kau tau juga olive ku.....


betapa aku merindukan mu saat ombak melenggang berpuluh meter mengoyak rumah besi ku....


Bayang wajahmu salah satu penguatku setelah ibuku...


ibuku dan kau wanita yang paling sering aku sebut dalam doa doa ku..


jaga dia disana, ahhh ternyata lelaki itu yang dengan nyata menjaga ragamu.....


Aku terluka sangat dalam


saat mudahnya kau tulis "KESEPIAN"


Apakah itu dibenarkan untuk mu menggantiku diam diam hanya karena butuh gorengan hah alasan klise yang membuatku muak....


Namamu masih tersimpan rapi sayangku... tapi bukan lagi ditempat yang sama...tempat mu sudah jauh berada di puing puing sisa perasaan dan penyesalan..


iya menyesal Aku telah dengan tulus memberikan hati ku....


Tapi ....aku tetap bangga,laki laki yang kau campak kan ini setidak nya sudah menjadi jalanmu mengubah hidupmu..mencapai mimpimu...


hanya itu yang sanggup ku berikan sebagai pengganti waktu ku menemani mu jalan,antar jemput bahkan membeli gorengan di malam minggu aku tak sanggup karena inginku lebih besar untuk melihatmu berdiri dengan jubah dan toga kebanggaanmu...


Hallooo.......


Hallooo......


ah suaramu masih sama tapi sekarang berbeda debaran saja.


BERSAMBUNG.....


Terimakasih...dukung terus karya ini ya....


salam sayang


Penulis

__ADS_1


Kinara Riswari


__ADS_2