DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
46. Bertemu


__ADS_3

Tari bergegas turun dari Bus,rasanya luar biasa lelahnya duduk 14 jam di dalam Bus


" Akhirnya menghirup udara segar"


gumam nya saat sudah keluar dari bus antar kota tersebut.,badan nya serasa remuk rasanya,jangankan untuk tidur nyenyak sekedar menutup mata saja tidak bisa terganggu dengan suara ngorok penumpang di sebelahnya yang memekak kan telinga.


" Duluan ya teh"


Sapa wanita bertubuh sangat berisi yang semalaman konser bangku sebelahnya,wajahnya nampak ceria,segar berbanding terbalik dengan Tari yang sangat kusut,dan sesekali menguap


" Hoaam"


" Iya Kak,silahkan "


" Seger ya udara nya" ucap Tari pada Wanita itu


" iya Teh,sudah cukup amunisi nih buat keliling kota,hehehe" jawab wanita itu Riang tanpa dosa


" ok,happy Holiday " ucap Tari


sebagai tanda perpisahan


" Jangan lupa spiker nya kecilin Teh" tiba tiba seorang pemuda berteriak kepada wanita itu


"Lu enak Holiday,turun dari Bus seger nah di sekitar Lu yang nggak bisa tidur markonah" umpat seorang pemuda di samping Tari


Tari hanya ngakak mendengar ucapan Pemuda itu


" Semalaman konser mba betah amat di samping nya,kita aja di belakang pengen sumpal mulutnya rasanya"


" Ngorok nggak kira kira"


" Apa nggak sadar tuh sudah merusak suasana perjalanan 13 jam" Pemuda itu masih mengeluarkan semua kedongkolan nya


" Ujian dalam perjalanan mas,ha..ha..ha" ucap Tari dengan tawa khasnya,sebenernya jujur sebel juga tapi mau tidak mau harus tetep menikmati toh semua kursi juga terisi,kalau tidak terima Nasib mau gimana lagi


" bukan lagi ujian, tapi....., musibah " celetuk ibu ibu yang semalam duduk di kursi tepat di depan Tari


" Anak saya sampai demam mba, nggak tidur denger suara ngorok nya,parah banget " ucap nya lagi


Tari hanya nyengir di pikir nya hanya dia yang menderita ternyata banyak korban korban berjatuhan karena suara ngorok.


" saya tandain muka nya,nanti kalau balik lagi langsung tolak " sambung pemuda cungkring yang juga kondektur Bus


" Gila musik di putar sampai nggak ngefek,kalah sama suara ngorok nya " lanjutnya lagi


" di jamin kena darah rendah masal nih semua penumpang Bus malam ini " lanjutnya sambil tepok jidat


"Namanya juga naik kendaraan umum sudah pasti hal seperti ini akan mungkin terjadi,ya terima nasib saja,mau marah juga percuma,anggap saja lagi Nobar konser sampai pagi ha ..ha...haaa..." Sahut pak Driver yang tiba tiba muncul


" semoga Bapak ibu yang lain tidak kapok naik bus kami ya" ucapnya kemudian


Setelah mengambil barang barang dari Bagasi Tari bergegas meninggalkan Terminal,mencari angkutan yang bisa mengantarnya kerumah sakit.,jaraknya lumayan lah 4 Km dari terminal, Tari sudah mencari tau soal akses kesana

__ADS_1


" Ojek " panggilnya sambil melambai kan tangan


Tak berapa lama pun ojek nya datang


" Kemana kak " tanya nya ramah


" Anterin saya ke Rumah sakit bunda ya pak" ucap Tari


" Yang Rumah sakit bersalin kak " tanya abang ojek memastikan


" iya Pak" jawab Tari


" Baik kak" Jawab abang ojek sembari mengatur barang milik Tari


Mereka pun bergegas meninggalkan terminal


'


'


'


Dari seberang Jalan ada mata yang sedari tadi memperhatikan Tari


" Itu bukan nya cewek yang galak,yang semalem nggak sengaja kesiram kopi"


" di kota ini juga ternyata" gumam nya


" Kita cari Hotel sekitar kota saja pak" Jawab Laki laki klimis itu


" Baik pak" Jawab Driver tersebut sembari melaju mobilnya kearah pusat kota.


"Aku datang sayang,Aku rindu" hanya kata itu yang terlintas di benak Laki laki itu


hanya butuh waktu 30 menit,mereka memutar mobil nya untuk beristirahat di salah satu hotel di kota itu,Hotel berbintang 3 yang lumayan lah untuk ukuran daerah


" Pak apa saya bisa izin nginap di tempat saudara saja pak,sekalian ketemu mereka " ucap Driver tersebut sopan


" waduh,nggak bisa nginap saja disini saya bukakan kamar "


" Ya sudahlah,yang penting kalau di butuhkan gercep ya" Tidak tega juga melihat wajah Pak Driver mungkin ini salah satu hal yang membuat nya bersemangat untuk mengantar customer nya,ada misi ingin melepas rindu dengan keluarga


" siap Pak, bapak bisa telpon saya akan meluncur secepatnya,kebetulan rumah keluarga hanya berjarak 1 km dari sini pak tidak butuh waktu lama untuk sampai ke hotel" jawab pak Driver penuh semangat


" ok" nanti istirahat dulu saja,sekitar jam 10 baru antar saya " tegas Laki laki itu


" Siap pak,berkabar saja, saya permisi" kemudian dengan sopan pak Driver itu meninggalkan tamu nya yang sedang menunggu untuk Cek in


penat sekali rasanya menempuh perjalanan darat dengan medan yang lumayan sulit,pastinya Driver nya lebih kelelahan,biarkan saja beristirahat..


setelah mendapatkan cardlock dari Hotel Laki laki itu pun bergegas mengikuti petugas yang menunjukkan di mana kamar nya..


setelah memasuki ruangan yang rapi dan bersih,dia pun segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur

__ADS_1


"lelah sekali,rebahan dulu sebelum jumpa kangen" gumam nya


'


'


'


hanya butuh waktu 30 menit Tari sudah sampai di Lobbi rumah sakit.


setelah membayar ojek,dia pun bergegas untuk masuk ke Rumah sakit,setelah bertanya pada salah seorang sekuriti perihal ruangan tempat Selvi di rawat


Sekuriti itu pun dengan ramah mengantar Tari ke bagian Informasi


" Terima kasih pak" ucap Tari kepada Sekuriti sesaat setelah pegawai informasi memberikan data ruangan kakak nya


" sama sama Bu,silahkan lurus kedepan,lalu belok ke kanan di lantai 2 " ucap sekuriti masih memberikan pelayanan yang prima


" Baik pak " sahut Tari kemudian melangkah menuju ruangan kakak nya,hatinya campur aduk rasanya,lega sudah sampai di kota yang sangat jauh ini,lega karena akan bisa melihat kakak dan ponakan nya, rasa kantuk dan lelahnya pun tak lagi dominan berganti semangat yang luar biasa


setelah berbelok ke arah pantai 2 dia pun Mencari kamar tempat Selvi di rawat,kamar VVIP yang sengaja Al adiknya saran kan agar Selvi bisa mendapat perawatan terbaik juga yang menjaga pun bisa beristirahat tanpa terganggu oleh pasien lain.


Hal seperti ini pun Al masih memikirkan nya demi ke nyamanan kedua kakak dan ponakan nya.


"Assalamualaikum" Tari mengetuk pintu itu dan mengucap salam sembari membuka nya


"Wa'alaukum salam" kompak di jawab Selvi yang masih terbaring dan di temani 2 gadis cantik yang sedang menyeka tubuh kakaknya


" ya Allah kakak" ucapnya saat memasuki ruangan itu dan langsung menciumi kakaknya"


Lega rasanya melihat kakaknya sudah melewati masa kritis dan bisa dipindah keruang perawatan..


Kemudian segera menyalami Neta dan Wawa,berkenalan dan tentunya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dua gadis tersebut sudah susah payah mau membantu kakak nya dan ponakan nya


" Terima kasih banyak mba" ucap nya sambil memeluk Neta bergantian dengan Wawa


" sama sama mba" ucap Neta dan Wawa


" baru saja mba Selvi di pindahin dari ICU" jawab Wawa yang bersemangat


Tari kembali memeluk kakak nya,meskipun selalu bikin kesel saudara tetaplah saudara,aliran darah yang tidak bisa di putuskan


Bersambung


Dukung terus karya ini ya


jangan Lupa Like,komen dan Vote nya


Salam sayang


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2