DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
69. Pupus


__ADS_3

Dengan tangan nya sendiri Rendi menggendong Putri nya,bayi mungil yang harus lebih dahulu berpulang,jarak pemakaman yang tidak terlalu jauh Rendi memilih berjalan ke area pemakaman, menggendong putri nya untuk pertama dan Terakhir


Hati nya serasa remuk " ternyata begini rasanya kehilangan " Rendi terus mengutuk dirinya,bayangan kesalahan demi kesalahan yang dia lakukan terhadap Selvi dan anak anaknya menyakitinya secara perlahan


"Maafkan ayah Nak,maaf " sedih,pilu menjadi satu manakala dengan tangan nya sendiri Rendi menguburkan putri nya,rasa sesal kian memuncak manakala pemakaman telah selesai satu persatu pelayat meninggalkan, Rendi masih duduk termenung menatap nisan yang bertuliskan nama Sabrina binti Rendi atmaja


Tangisan nya pecah,tanpa sepatah kata pun terucap, Bapaknya berusaha menenangkan nya,Laki laki paruh baya itu begitu mencintai cucu cucu nya " sudah nak,ikhlaskan"


" Berkali kali bapak ingatkan Nak,Anak istrimu butuh hadir mu "


" Tidak semua hal bisa kau ikuti semua kemauan Ibu mu "


" Laki laki sudah berani nikah artinya sudah siap bertanggung jawab "


" Perbaikilah semua nya Nak,buktikan pada istrimu bahwa kamu bisa jadi pemimpin rumah tangga "


" Sudahi semua hal buruk mu,kasian anak anak mu dan juga istri mu "


" Keegoisan mu,keras kepala mu,sudah membuat mereka menderita "


" Sekarang kamu tau rasanya di tinggalkan buah hati, jangan sampai penyesalan yang lain juga menghampiri "


" Bukti kan ke Ibu mu,kamu bisa berdiri di kaki sendiri "


" Harga diri laki laki itu bekerja Nak "


" Hanya ini pesan bapak "


Rendi hanya menganggukkan kepalanya,sambil sesekali mengusap air mata nya


Penyesalan selalu datang disaat terlambat.


"


"


"


Selvi kembali drop keadaan nya tiba tiba menurun,kehilangan putri nya tentunya menjadi pukulan yang terhebat bagi nya, perjuangan nya harus kandas,rasa bersalah menyelimuti nya. Hal ini lah yang membuat kondisinya kembali menurun, Tari yang baru menghadiri pemakaman bergegas kembali ke Rumah sakit yang menjadi tempat rujukan kakak nya, setidaknya di kotanya banyak hal yang bisa di lakukan nya,banyak keluarga bisa saling bertukar pikiran


" Bagaimana keadaan disana kak,apakah sudah dimakamkan, ibu bagaimana, kak selvi juga bagaimana, tolong kabari"

__ADS_1


Email dari Adiknya membuat Tari tersadar dari lamunan nya,segera di balas nya pesan adiknya,tentu saja Al merasa khawatir berada jauh dari keluarga di tengah lautan dengan kondisi cuaca yang buruk di tambah berita duka dari keluarga sudah pasti Al sangat cemas


Dan benar saja,pemuda itu duduk termenung. Tatapan nya nun jauh menatap lautan yang belum terlihat tepian nya.


"Lindungi keluarga ku ya Allah " Al menarik nafas dalam dalam,berusaha menenangkan hati dan pikiran nya,raga nya berada di kapal namun hati dan pikiran nya nun jauh dikampung halaman nya.


Hal terberat saat saat seperti ini, tugas dan kewajiban yang tentu saja tidak bisa di tinggalkan, ada tanggung jawab yang besar di pundaknya,suka tidak suka,mau tidak mau ya harus menerima semua hal dengan lapang dada


Membayangkan kakaknya yang masih belum membaik,membayangkan ibu nya yang sudah pasti sangat sedih membuat hati Al nelangsa.


Pelaut yang di identik kan dengan hura hura foya foya dan label lainnya tanpa mengetahui sakitnya merindu,sakitnya saat orang terdekat butuh tapi malah tidak bisa bersama,jangankan memeluk mereka saat begini sekedar berbincang pun sulit karena terbatasnya jaringan


" Ada apa capt,saya perhatikan melamun" sapa seorang crew


" Ponakan meninggal Bas,lahir prematur dan kakak juga masih dirumah sakit " jawab Al


" Sabar Capt, saya pun lagi bimbang minggu ini perkiraan istri melahirkan anak pertama kami, tapi saya tidak bisa menepati janji tidak bisa menemani prosesnya "


" Semoga semua lancar dan aman Bas,banyak berdoa, mau bagaimana lagi sudah resiko kita " Al memberikan support pada crew nya


Hal hal semacam ini yang acap kali membuat hati menangis,tapi kembali lagi semua adalah resiko dari pekerjaan yang mau tidak mau harus di jalani.


" Dedek sudah dikebumikan Al,mas Rendi sendiri yang melakukan semua prosesi nya, saat ini Kakak sudah Di rumah sakit kak Selvi kembali masuk ICU,ibu Alhamdulillah baik baik,sudah pasti saat ini sedih tapi bayak yang menguatkan,jangan khawatir semua baik baik saja insya Allah,jaga kesehatan nya ya dek, Allah bless You "


"


"


"


Sementara Itu Desta nekat mendatangi kediaman Neta,baru saja memarkirkan mobilnya Ayu sudah berkacak pinggang di depan pintu


"Mau ngapain laki laki buaya darat ini "


Gerutu nya saat melihat Desta turun dari Mobil nya


" Siang kak, Neta ada " sapa nya ramah seolah tidak terjadi apa apa


" Neta tidak dirumah,ngapain kamu nyari Neta lagi,belum puas menyakiti nya kah "


" Tidak menyangka di balik wajah kalem mu ternyata tidak berhati dan punya perasaan "

__ADS_1


Ayu nerocos meluapkan semua kekesalannya


Desta tertegun mendegar ucapan calon iparnya " apakah mereka sudah mengetahui semua " pikirnya sejurus saat mendengar kata kata ketus dari Ayu


" Saya bisa jelaskan semua ini kak, saya ingin bertemu Ibu dahulu " Desta berusaha bersikap gentle dan siap menghadapi semua hal,kalau tidak di perjuangkan sudah pasti semuanya akan hancur berantakan


Ayu membiarkan Desta masuk menemui ibu nya " penasaran pembelaan macam apa dari buaya buntung ini "


" Apakah di pikir semua akan percaya dengan ucapan palsu nya "


Kalau tidak mengingat pesan Anto adik nya,sudah dibuat babak belur laki laki penghianat ini, bersembunyi di balik wajah kalem yang ternyata sangat buas dan jahat " cih" jijik rasanya melihat nya


Ayu seketika mengingat adegan dewasa Desta dengan beberapa wanita termasuk Nadia sahabat adiknya


" Bu,ada Desta " Ayu mendekati ibu nya yang sedang asik menata bunga di teras belakang,hanya bunga bunga cantik ini yang menjadi pelipur laranya


" Desta " ucap ibu sedikit kaget dan mengangkat alis nya


" Mau apa dia " tanya nya kemudian, Ayu hanya mengangkat bahu nya tanda tidak mengetahui


" Sudah bu,penasaran mau apa dia "


" Palingan juga klarifikasi kayak artis artis yang kalau ketangkap basah bilang nya khilaf " Ayu kembali sewot


Ibu nya segera meninggalkan aktivitasnya dan menemui Desta di ikuti oleh Ayu tentu nya


setelah menyalami calon mertua nya Desta mengutarakan maksud kedatangan nya untuk menemui Neta dan menjelaskan semua yang terjadi adalah kesalahan nya dan tidak akan terulang lagi


Hati ibu mana sih yang akan terima dengan semua hal yang menyakiti putrinya,tapi harus tetap bersikap tenang dan Bijak


" Ibu sebagai orang tua menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Neta,ibu hanya orang tua yang tetap akan melindungi putra dan putri ibu, kalau dengan sadar Nak Desta bisa melakukan hal itu berulang,berarti Nak Desta juga sudah siap dengan semua hal yang akan terjadi "


" Betul Bu, lagian Saya sebagai kakak nya Neta juga tidak Ridho adik ku di nikahi laki laki penghianat "


" Kalau sama Nadia saja kamu doyan yang jelas jelas sahabat dan orang kepercayaan Neta,bagaimana dengan perempuan lain diluar sana "


" Apa kamu nggak mikir hah, perempuan mana yang akan mau menikahi laki laki penghianat "


" Kecuali perempuan yang sama sama satu server dan satu pemikiran dengan mu "


Ayu meluapkan kekesalannya

__ADS_1


Wajah Desta merah padam menahan malu dan rasa sakit akibat penolakan yang secara tidak langsung keluarganya pun sudah menutup pintu kesempatan bagi nya " aku hancur, aku hancur sekarang "


bersambung.......


__ADS_2