
Waktu menunjukan pukul sepuluh pagi,akhirnya Neta sampai juga di rumah ternyaman nya. Tapi suasana rumah nampak Sepi dan lenggang, ponakan ponakan nya entah pada kemana,orang tua nya pun tidak tau dimana.
"Mama kemana bik " Tanya Wawa pada bi ijah Asisten rumah tangga keluarga mereka yang sudah hampir 40 tahun bersama mereka,sudah seperti bagian dari keluarga
" Ibu kemarin berangkat ke surabaya mba, kata nya mau jemput eyang putri "
" Sore ini kembali "
" Wah bakalan rame dong rumah " Wawa nampak sumringah
Berbeda dengan kakak nya, Neta sedikit kaget mendengar Ibu nya menjemput Eyang dan pasti nya bersama beberapa keluarga lain nya yang di tua kan dalam keluarga, wajar saja pernikahan sudah dekat tentu saja satu persatu keluarga akan datang berkunjung.
"Bagaimana cara ku untuk memulai pembahasan ini ya Allah, sudah pasti keluarga besar akan datang satu persatu "
Neta merebahkan tubuhnya,pikiran nya menerawang,memikirkan hal hal yang belum terjadi rasanya memusingkan kepala nya.
Tidak mudah pasti nya membatalkan pernikahan yang persiapan nya sudah hampir finish
Tapi keputusan sudah Final tidak ada yang bisa mengganggu gugat lagi
" Sudah cukup tersiksa dengan semua sandiwara Desta "
" Menikahi penghianat sama saja membuka pintu Neraka dalam hidup "
" Sudah pasti akan lelah memaksakan hati untuk menerima perbuatan nya "
" Amit amit untung kalau nggak kena penyakit menular "
Neta bergidik, banyak sekali bukan kasus seperti ini,akibat suami jajan sembarangan,tidak menjaga diri,mengikuti syahwat,akhirnya bukan hanya suami yang merasakan derita akibat ulahnya tapi juga istri.
Baru membayangkan saja sudah ngeri,kalau belum menikah saja bisa mudah nya membohongi apa lagi setelah menikah dengan alibi istri harus nurut suami,oh tidak bisa !
Cinta bukan berarti harus bodoh, cinta juga tetap harus rasional,bukankah tingkat depresi terbesar di duduki oleh Wanita.
Depresi bisa terjadi pada siapa saja. Namun, wanita disebut memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita depresi daripada pria.
Salah satu faktor yang diyakini berperan meningkatkan risiko ini adalah perubahan hormonal.
Depresi pada wanita bisa menimbulkan beragam keluhan dan gejala mulai dari rasa sedih, kehilangan minat dan semangat untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, hingga munculnya keinginan bunuh diri. Beratnya keluhan akan bergantung pada tingkat depresi yang terjadi.
Tingginya angka depresi pada wanita dapat terjadi karena berbagai sebab, mulai dari faktor biologis, psikologis, hingga sosial budaya.
Pada wanita, perubahan kadar hormon, seperti estrogen dan progesteron, bisa memengaruhi bagian sistem saraf yang berhubungan dengan suasana hati. Hal ini kemudian berkaitan juga dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.
Umumnya, perubahan kadar hormon wanita ini terjadi saat menstruasi, hamil, keguguran, melahirkan, dan menopause.
Wanita mengalami ragam fase kehidupan yang dapat memengaruhi kondisi psikisnya, mulai dari pendidikan, karir, menikah, memiliki anak, hingga proses membesarkan anak.
__ADS_1
Selain itu, wanita juga memiliki cara yang cukup unik saat menghadapi masalah. Misalnya, dengan lebih banyak mempertimbangkan dan memikirkan berbagai hal dan kemungkinan, serta lebih melibatkan perasaan saat berada pada suatu hubungan baik dengan teman, kerabat, bahkan pasangan.
Nah, hal-hal itulah yang turut memengaruhi kesehatan mental seorang wanita dan membuatnya lebih mungkin mengalami depresi.
Selain itu alasan sosial-budaya,
Budaya yang ada di masyarakat sering menilai wanita harus memiliki sikap lembut, bisa mengasuh dan mendidik, serta harus peka pada orang lain.
Penilaian dan budaya ini rentan menjadikan wanita mendefinisikan dirinya melalui pendapat orang lain. Hal ini tentu akan memengaruhi kesehatan mentalnya. Jadi, tidak heran bila wanita lebih mudah mengalami stres.
Tuntutan wanita yang harus bisa berperan ganda juga turut memberi pengaruh. Misalnya, wanita sebaiknya ikut bekerja, entah itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga atau karena rasa takut direndahkan bila hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga.
Namun di sisi lain, wanita tetap dituntut bertanggung jawab atas segala urusan rumah tangga. Peran ganda tanpa adanya dukungan dari pasangan dan keluarga bisa memicu rasa lelah, jenuh, stres, bahkan depresi pada wanita.
Sejumlah alasan di atas nampaknya cukup menjelaskan mengapa wanita lebih mudah mengalami depresi. Kondisi ini tak boleh dianggap enteng, Pasalnya, depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Bahkan pada tingkat yang berat, depresi bisa mengancam nyawa penderitanya.
Pertolongan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mulai menghargai dirimu sendiri, mencoba hal-hal menyenangkan, mengelola stres dengan cara yang positif, menerapkan pola hidup yang sehat, hingga meminta bantuan psikolog dan psikiater. Dengan begitu, kesehatan mentalmu bisa terpantau dan terjaga dengan baik.
Merasa sedih saat malam hari, emosi hingga menyakiti diri sendiri
Sulit konsentrasi, ingin mati ketika merasa hampa, sulit memulai hal batu merasa tidak bermanfaat dan tidak berharga adalah kondisi kondisi yang harus lebih di pedulikan.
"
"
" Kenapa sih mba "
" Mikirin apa lagi sih ?
Wawa duduk di tepi ranjang,dia sangat paham dengan kondisi kejiwaan Neta,dengan ilmu psikologi yang dia miliki tentunya saat ini Neta butuh teman untuk sharing berbagi isi hati
" Biasa dek,mba bingung memulai dari mana membahas masalah ini dengan keluarga "
Neta mengubah posisinya dari baring sekarang ikut duduk disamping adik nya,ya si bungsu rupanya sudah sangat dewasa untuk bisa berbagi dengan nya
" Besok saja mba, pas keluarga ngumpul " Di weekend keluarga besar nya pasti akan ngumpul dirumah meskipun sekedar hanya makan malam
Neta mengangguk,kemudian menghela nafas berat
" Perempuan selalu di posisi serba salah ya dek "
" Telat nikah di gibah "
" nikah cepat juga salah "
" belum punya anak di cerita sampai dower "
__ADS_1
" anak banyak berjejer juga salah "
" Suami selingkuh eh istri yang dituduh kurang pintar menjaga suami "
" Ipar bawel istri juga di salahin tidak bisa beradaptasi "
" Nih besok pasti mba juga bakalan Viral nih "
Neta menepok jidatnya
" Nama nya juga hidup mba,kita yang jalanin orang yang komentarin "
" hidup itu pilihan mba "
" Terus membohongi diri pura pura baik baik saja apa akan bisa bertahan lama "
" Kira kira kalau menurut mba nih, mba sanggup untuk tidak curiga sama mas Desta setelah yang di lakukan nya "
Wawa menatap kakaknya, sementara Neta hanya menggeleng
" Nah...., itu kan, pasti akan berat mba "
" kecuali mba bermental baja,berotot kawat,tulang besi yang tahan banting di sakiti " Wawa melanjutkan kembali
" Ya kali dek, mau menerima penghianat, sama sahabat mba aja doyan,sama temen kantornya,belum lagi perempuan pemandu nya "
" Nggak lah dek, cinta tidak kekonyol ini "
" ini hati bukan gorengan yang murah seribuan "
" Nggak akan kuat dek,apa lagi nanti punya anak harus tau papa nya peselingkuh "
Neta sangat emosional. Adiknya adalah support sistem nya disaat saat tersulit dan belum berani bercerita pada keluarga terutama orang tua
" Kesempatan mu sudah habis Desta"
Bersambung....
Terima kasih
Dukung terus karya ini ya
Jangan lupa LIKE,KOMEN & VOTE nya
Salam Sayang
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari