DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
32. Curahan hati Istri


__ADS_3

Neta bergegas menuju kamar tempat Selvi di rawat,sesegera mungkin untuk menyelesaikan semua keperluan untuk tindakan operasi cesar


"Assalamualaikum


sapa nya saat memasuki kamar 104


"Wa'alaikumsalam


"Gimana mba sudah dapat obat nya ?


tanya Wawa memastikan


"Alhamdulillah dapat dek,mba sudah berikan ke perawat tadi


"Ini ada formulir harus di isi mba ?


Neta memberikan kepada Selvi


Gimana ya ? Tari belum datang


minta tolong mba yang wakilin ya ?


"Bisa kan ?


tanya nya penuh harap dengan wajah sedih..


Bagaimana tidak sedih saat butuh support orang terdekat justru harus berjauhan,suami yang di harapkan bisa mengayomi justru tidak peduli sedikit pun


Selvi sudah mengirimkan pesan ke suami nya,


"Pa aku di rumah sakit pendarahan


tapi jawaban nya di luar ekspektasi


" Masih butuh aku ?


"urusan nya apa dengan ku ?


" bukan kah kau bilang bisa merawat sendiri anak mu ?


" Aku sibuk,hubungi saja keluarga mu


Pesan Balasan yang sudah menghancurkan kepercayaan diri seorang istri,pikir nya dalam keadaan seperti ini suami nya akan sedikit ber empati,sedikit berpikir untuk peduli tapi nyata nya hati nya sudah benar benar membatu..


****


Berkeluarga merupakan proses pendewasaan bersama yang terjadi antara suami dan istri. Dalam prosesnya, pasangan diharapkan memenuhi peran dan kewajiban berdasarkan kesepakatan. Namun bila salah satunya tidak memenuhi, misalnya saja suami tidak bertanggung jawab atas kebutuhan keluarga, keharmonisan pernikahan bisa saja terancam.


“Suamiku selalu bahas-bahas tanggung jawab kalau lagi berantem. Contohnya, “kamu harusnya nurut sama aku, aku kan suami kamu, kamu itu udah jadi tanggung jawab aku, bukan orang tua kamu lagi.” Dia bilang gitu, tapi nyatanya aku enggak pernah dikasih uang bulanan sama sekali, paling dikasih makan doang 2x sehari.


Kalau pagi udah sarapan, siang aku enggak dikasih makan, malam baru makan. Dia punya usaha kecil, disuruh kerja enggak pernah mau.


Kalau mau beli apa apa harus minta dulu, kadang dikasih dan lebih banyak tidak. ditambah lagi kata kasar dari mertua itu yang membuat Aku nekat keluar dari rumah mertua dan menempati rumah pemberian adik ku.


Setelah anak pertama lahir,aku pikir dia akan berubah..nyatanya

__ADS_1


Suami tidak mau kerja padahal keperluan bayi tidak sedikit


Kayak popok udah habis, aku minta uang untuk beli, dia malah bilang “pakai popok kain ajalah.” Padahal popok dipakai cuma untuk tidur malam, biar dede nyenyak bobonya.


Aku sudah ngomongin ke dia kalau itu kurang. Kalau bisa kerja. Karena keperluan bayi tidak sedikit. Tapi dia tidak pernah mau. Minta beli mainan yang seharga 15 ribuan saja tidak dikasih uangnya.


Kalau dede sakit juga aku minta ke dokter atau poli anak, dia selalu mikirin “nanti bayarnya gimana,pemborosan ucapnya ?”


Suami juga tidak membolehkan dekat dengan orang tua ku dan keluarga,sementara mereka lebih banyak mencukupi ku selama ini


Waktu lebaran juga aku akhirnya harus lebaran ke orang tua di hari kedua karena hari pertama full seharian di tempat keluarga besar nya.,Kata dia soalnya kalau di keluarga besarnya si dede dapet uang banyak dan besar, kalau di keluarga ku dapet palingan sedikit. 


Ya Allah secara tidak langsung kok aku sama saja kayak pengemis yg jejerin anaknya di jalanan itu ? 


Padahal yang suka belanjain keperluan si dede itu ya Adik adik ku terutama adik bungsuku , keluarga dia tidak pernah sama sekali menggubris anak ku. Dan saya juga jarang dibolehin ke rumah orang tua , kalau pun harus saya menginap di rumah orang tua, dia tidak pernah mau ikut. Padahal orang tua saya tuh sayang banget sama dia, walau menantu tapi sudah dianggap anaknya sendiri.


Tapi kayaknya dia tidak pernah mau menganggap orang tua ku layaknya orang tua nya sendiri, 


'Menurut ajaran agama Islam, baik suami maupun istri memiliki tanggung jawab dan haknya masing-masing. Suami khususnya, memiliki kewajiban materi dan nonmateri yang sebaiknya dipernuhi.


Kewajiban materi seperti


1.Memberikan mahar


Mahar yaitu harta yang wajib diberikan saat akad pernikahan. Tujuan dari pemberian mahar ini ialah untuk memuliakan seorang perempuan.


“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan


.” (QS. Annisa’ ayat 4).




Mayoritas ulama sepakat bahwa nafkah wajib diberikan suami pada istri yang merawatnya dan keluarga. Terkait dengan kewajibannya ini, ada dalil yang melatarbelakanginya.


“Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.” (QS Al-Baqarah : 233). Selain itu, dalam hadits pun diterangkan mengenai kewajiban suami satu ini.


Disebutkan riwayat dari Aisyah ra. ia berkata, “Hindun bin Utbah, istrinya Abu Sufyan mendatangi Rasulullah saw. ia berkata, “wahai Rasulullah saw. sungguh Abu Sufyan adalah laki-laki yang pelit, ia tidak memberikanku nafkah apa yang dapat mencukupiku dan anak-anakku, kecuali (dengan cara) aku mengambil sebagian hartanya dengan tanpa sepengetahuan Abu Sufyan, apakah aku berdosa? Rasulullah saw. bersabda, “ambillah dari hartanya apa yang dapat mencukupimu dan anak-anakmu dengan cara yang benar.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).



Memberikan pakaian



Terdapat dalil mengenai kewajiban suami memberikan pakaian yang layak pada anak dan istrinya. Hal ini disebutkan dalam ayat Al-Qur’an dan hadits.


Hadis riwayat Jabir bin Abdillah menyebutkan dalam salah satu isi pidato Nabi SAW, saat haji wada’ adalah, “dan bagi mereka (istri-istri) wajib bagi kalian memberikan rezeki dan pakaian yang baik kepada mereka.” (HR. Muslim).


Memberikan pakaian layak pun diambil dari dalil dalam surah Al-Baqarah ayat 233 “dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.”



Memberikan tempat tinggal

__ADS_1



Kewajiban materi lain yang hendaknya dipenuhi ialah memberikan tempat tinggal yang layak dan sesuai kadar kemampuan. “Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu” (QS. At-talaq ayat


6.Kewajiban non materi


Selain dari segi materi, suami pun hendaknya memerhatikan kewajiban dari segi nonmateri. Di luar sandang, pangan, papan, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan adalah :


✓Menggauli istri dengan baik


Dalam agama Islam, wajib hukumnya setiap suami untuk memperlakukan istri dengan baik saat berhubungan seksual. Tentu, setiap suami hendaknya mengutamakan kenyamanan sang istri.


Beberapa adab dalam bergaul pun sebaiknya diperhatikan setiap pasangan. “Dan pergaulilah mereka (istri-istri) dengan baik”. (QS An-Nisa : 19).


Dari Aisyah R.A ia berkata,“Nabi SAW pernah mencium sedangkan beliau berpuasa, dan beliau pun pernah menyentuh kulit sedangkan beliau berpuasa, tetapi beliau lebih dapat menahan nafsunya.” (Muttafaqun Alaih).


Dalam bersikap, Rasulullah pun sudah mencontohkan berbagai perilaku yang boleh dan tak boleh dilakukan.


✓ Tidak bersikap kasar


Dalam keseharian, suami pun berkewajiban untuk bersikap baik dan bijak. Tidak diperkenankan bagi setiap suami untuk bersikap kasar baik secara fisik maupun perkataan.


Nelangsa sekali rasanya punya suami yang sama sekali tidak memahami hal tersebut..


Aku pikir waktu akan mengubah nya apa lagi sudah memiliki 3 orang anak dan sebentar lagi lahir yang ke 4. Nyata nya seorang pemalas tetaplah pemalas yang malah merasa senang saat terus menerus mendapatkan bantuan dari Adik ku..


"Mba....? Aku isi ya ?


suara Neta membuyarkan lamunan nya


"Iya,terima kasih banyak


Neta segera mempersiapkan semua berkas,setelah itu segera menyerahkan kepada petugas


"Terima kasih kalian sudah sangat banyak saya repotkan hari ini


selvi terisak


"sudahlah mba, jangan banyak pikir,sebentar lagi mba di operasi harus kuat mental dan pikiran


"Kami akan tetap di sini mba sampai keluarga mba datang


sambil menggenggam tangan Selvi


Bersambung......


Dukung terus karya ini ya


Jangan Lupa Like,Komen dan Vote nya


Salam Hormat


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2