
"Keluarga ibu Selvi"
Teriak petugas yang keluar dari ruangan
Neta dan wawa yang sedari tadi masih setia menunggu menyahut nyaris kompak
"Iya sus"
sembari bergegas berjalan mendekati
"Tolong Tebus obat ini segera,dan tolong ke lab kami Butuh golongan darah jenis ini secepat nya"
Mereka membagi Tugas Wawa Ke Apotik dan Neta Ke Lab
biar semuanya cepat..,dengan langkah seribu mereka bergegas
" Maaf tolong sampaikan stok Darah hanya tersisa 2 saja "
Sambil menyerahkan dua kantung kepada Neta
Neta segera menuju keruang operasi dan ternyata Selvi sudah di pindahkan ke ruang lain nya,kondisi nya tiba tiba drop karena memang mengalami pendarahan yang hebat.
Penanganan intensif pasca operasi di lakukan
Setelah menyerahkan Kantung darah yang di minta,Neta bergegas mengikuti suster yang membawa Bayi Selvi keruangan khusus inkubator karena kondisi nya pun masih sangat kecil belum seharusnya lahir
Bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu,tampak lemah
"Kasian kamu Nak"
" Masih sekecil ini harus menahan sakit "
Neta sangat sedih melihat bayi kecil di hadapan nya.
Wawa pun datang menyusul Neta membawa bungkusan dari apotik yang akan diserahkan kepada suster jaga
" Ini sus,sambil menyerahkan bungkusan yang berisi banyak sekali obat obatan "
Setelah menerima nya suster itu pun beranjak untuk memasangkan selang selang kecil itu pada bayi merah yang ada dalam kotak inkubator
" Kasian bayi nya ya mba" Wawa pun tak kalah sedihnya melihat kembang kempis bayi yang baru berusia 7 bulan itu
" Ibu nya bagaimana mba ? tanya nya kemudian
huf,Neta menghembuskan Nafas berat..., sesak rasanya melihat pemandangan seperti ini
"Ibu nya di ICCU dek ! Pendarahan"
"Innalillahi" Wawa sangat terkejut
"Terus gimana ya dek ?
" Apa sebaik nya mba kabarin suami nya ?
" Jujur melihat mereka mba takut !
Neta menatap adiknya dengan sedih. Tidak berdaya rasanya
Hati nya bergejolak saat ini,siapa sih yang tega melihat bayi yang tidak berdosa yang baru dilahirkan harus di pasang alat bantu agar bertahan hidup,sementara ibu nya saat ini juga harus berjuang melewati masa kritis nya di ICU, Pemandangan yang miris tentunya.., takdir yang mempertemukan mereka tanpa sengaja di hotel sampai sejauh ini membantu semua kebutuhan di Rumah Sakit.
"Sebaiknya seperti itu mba ? Agar keluarga nya tau ?
" Toh tadi juga mba Selvi sudah menitipkan ponsel nya sewaktu waktu butuh mba bisa hubungi keluarga nya"
" Takutnya nanti ada masalah kita yang di salahkan mba ? Wawa mencoba memberikan pandangan nya..
Neta mengangguk rupa nya adiknya pun berfikiran sama dengan nya
" Ya sudah mba coba hubungin suami nya ya dek ? Neta mengambil ponsel di tas nya, kemudian mencoba mencari contacts Suami Selvi
"sepertinya ini ya dek ? "
__ADS_1
Sambil menunjukan Nomor yang di tulis dengan nama Rendi
" Kok suami nya cuma di save Nama ya dek" Neta nampak heran
Wawa yang sudah tau persoalan rumah tangganya karena curhatan Selvi pun mengangguk
" Iya itu mba nomer nya,mungkin karena terlalu sebel mungkin sama suami nya jadi di save kek gitu " Jawabnya ketus sambil mencebik
"hmm"
Neta hanya mengernyitkan dahi nya
" sok tau kamu dek,jangan berprasangka jelek ? Neta sedikit ngegas
Wawa hanya memutar bola mata indah nya
" Udah buruan Telpon mba ? saya juga penasaran suami nya seperti apa Vidio call saja biar liat kondisi anak nya "
Neta mengangguk kemudian memencet Nomor tersebut
Tidak ada jawaban...di ulang nya lagi eh di tolak
"lah kok di tolak dek ? Neta terheran
"Ya memang mereka tidak harmonis mba"
"tadi mba Selvi sempat curhat"
" suami nya tidak peduli dengan keadaan nya dan anak anak nya "
"Anak mereka ada 3 dan ini yang ke 4, tapi mereka tidak tinggal serumah mba "
"suami nya di rumah orang tua nya,sementara mba Selvi juga dirumah orang tua kandung nya juga"
"Ya katanya mba Selvi sih, karena semua aset nya di jual semua sama suami nya"
" jadi gitu deh, mba Selvi sibuk mengurus anak anak nya dibantu keluarga nya sama mas yang tadi pagi sibuk Nelpon tuh adik bungsu nya,itu yang nafkahin kakak dan ponakan nya"
Wawa dengan semangat nya menceritakan pada Neta
"Setelah menikah harus nya suami nya malu kalau masih merepotkan orang lain terutama keluarga istri untuk mencukupi kebutuhan anak istri nya"
"nggak bener nih"
" memang nya suami nya nggak tau kalau istri nya pendarahan,dan di bawa ke Rumah sakit ?
" Tadi sudah di kabarin mba tapi respon nya katanya cuek " Jawab Wawa gregetan
"Haduh.... parah !!!! "
"Jadi gimana kalau begini, Bukan main Zolim nya suami nya, tidak mikir apa istrinya hamil saja sudah pasti tersiksa,di tambah lagi pendarahan dan harus operasi, kondisi bayi nya prematur liat nya saja tidak tega,sementara ibu nya masih belum sadar di ICU"
"Mba Harus membuka mata Laki Laki seperti itu"
Neta mengambil ponselnya menyalin Nomor dari Handphone Selvi
Kemudian memencet panggilan
Dan baru sekali pencet langsung di terima panggilan Vidio dari Neta
" Hallo "jawab nya dengan senyum manis melihat ada panggilan masuk dari Gadis Cantik
'Iya Maaf dengan Bapak Rendi ? tanya Neta berbasa basi
kemudian Laki laki itu cengengesan menjawab
"Bener,jangan panggil bapak dong neng, abang aja,nampak Tua sangat abang di panggil bapak "
Neta dan Wawa rasa nya ingin muntah,mendengar celoteh Laki Laki tidak bertanggung jawab itu
"Dapat Nomerku dari mana ya Neng sambil membenarkan letak topi nya ? tanya Rendi mulai penasaran ada gadis cantik menelpon nya
__ADS_1
Wajahnya sok asik,sok kecakepan dan ganjen
"Cih,ingin ku maki rasanya"
batin Neta kesal
"Saya Neta pak,Saya yang menjaga Istri dan anak bapak di Rumah sakit,kebetulan saya yang membawa nya tadi pagi karena pendarahan"
"oh, saya sibuk"
Mendadak raut muka Laki laki itu berubah,sambil menghisap rokok nya
"Maaf pak tolong Bapak pakai hati nurani bapak"
"itu anak bapak "
Neta mengarahkan ponselnya pada tabung bayi diruang kaca..
" istri bapak juga saat ini masih belum sadarkan diri berjuang antara hidup dan mati di ICU"
Neta sangat emosional
"Harusnya Bapak sebagai Ayah dan Suami yang di sini bukan kami ?"
"Sudah saya bilang kan saya sibuk "
" Saya tidak punya waktu untuk mengurus hal seperti itu !!
Nada suaranya pun meninggi, tersulut emosi
"Luar biasa anda sebagai Suami "
Sangat sangat tidak bertanggung jawab, kalau sampai terjadi apa apa dengan anak dan istri bapak saya jamin saya akan membawa kasus penelantaran ini ke jalur hukum" Tegas Neta
'Anda harus nya malu pak,disaat hamil istri anda sibuk mencari kerja sampai pendarahan dan sekarang di ICU"
" saya tidak ingin ikut campur tapi karena saya sudah terlibat sejauh ini di sini mengurus anak dan istri bapak,maka saya punya kewajiban mengabarkan hal ini ke orang yang seharusnya bertanggung jawab "
" Kalau bapak masih punya hati nurani dan rasa malu sebagai manusia harus nya bapak saat ini juga segera ke rumah sakit tanpa perlu orang lain suruh "
" Apa bapak tidak akan menyesal kalau sampai hal buruk terjadi ?
hah....,mungkin bapak tidak akan sedih tapi tolong sebagai manusia Pak"
" bapak menikahi anak orang yang di besar kan dengan kasih sayang dan pengorbanan,tentu nya tidak akan merelakan anak nya di telantarkan seperti ini"
" Apa bapak tidak berfikir dosa besar yang sedang anda lakukan zolim terhadap anak istri ? "
Rendi hanya terdiam,kata kata menohok dari Neta mungkin sedikit merisaukan hati nya atau takut dengan ancaman hukum dari Neta yang di lihat dari penampilan nya bukan wanita biasa
"Nanti Ibu ku yang akan ke rumah sakit jawab nya, kemudian tanpa pamit menutup telpon nya
Dasar Laki Laki tidak bertanggung jawab, Neta sangat kesal di buat nya
Wawa hanya mengelus dada melihat kakak nya ngomel tanpa rem
"hmm "
"Coba sama Desta mba juga begini minimal kasih tendangan putar lah" ledek Wawa
Neta hanya memonyongkan bibir nya
"Ada waktu nya membalasnya Dek" jawab nya singkat
Bersambung
Dukung terus karya ini ya
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya
Salam Sayang
__ADS_1
Penulis
Kinara Riswari