
Banyak yang simpatik dan tidak sedikit pula yang melirik dengan sinis
Neta cukup tau hal ini sudah pasti jadi buah bibir,hal sepele saja kadang menjadi besar akibat bumbu bumbu cerita yang membuat sebuah kisah jadi dramatis
" Sabar ya Nei" pelukan dari teman teman lamanya justru membuat Neta semakin rapuh,tak terbantahkan lagi kesedihan nya memang sedang merajai hati nya
Tak ingin berlama lama jadi pusat perhatian dan tentunya akan jadi bahan untuk gibahan.
Sudah pasti kalau berlama lama akan semakin banyak bertemu dengan kawan lama,dan melihat wajah wajah yang mengasihani nasib nya.
Neta memilih untuk pulang lebih dahulu bersama dengan Arazzi dan Nadira
Mereka berjalan beriringan melewati gang menuju tempat parkir
" Yakin ndak mau kita anterin Zii ?
Neta kembali menawarkan tumpangan kepada Arazzi sahabat nya
Laki Laki bertubuh tegap,bergamis dan berwajah teduh itu tersenyum,sembari meletak kan tangan nya ke dada tanda menolak dengan santun
" Maaf ,bukan nya tidak mau,tapi Ana sudah janjian dengan teman lain,nanti malah mengecewakan"
" InsyaAllah lain kali kita ketemu, kalian jangan sungkan untuk ke tempat Ana,terbuka kapan saja " ucap Arazzi
" Siap bos" jawab Neta dan Nadira kompak
" Hehehe" gelak tawa pun tak terelak kan
Sesampainya di tempat parkir,mereka pun berpisah.
Arazzi segera menghilang dari pandangan,sedari tadi jemputan nya sudah menunggu untuk membawa nya kembali berdakwah memberi materi pada acara salah satu stasiun Tv
" Sibuk banget ya pak ustadz" celetuk Nadira
Neta pun membenarkan ucapan sahabat nya
" Maklum lah Ra,Sekarang kan jadi ustasd terkenal jamaah nya banyak "
" Kapan kapan ikut yuk kajian nya "
" Kamu yang nyetir ya,capek nih" Neta segera memberikan kunci mobil nya pada sahabat nya
Bak seorang dayang,Nadira pun manut pada titah tuan putri
Mobil mereka perlahan meninggalkan pinggiran kota,kemacetan sudah pasti tidak terelakan lagi
Nadira yang asik dengan kemudi,sesekali menggerutu dengan tingkah pengendara lain yang menyerobot tidak tau aturan
Berbeda dengan Neta yang lebih anteng dan memilih diam seribu bahasa
Sepulang dari reuni Neta hanya diam mematung,ada rasa sesak yang masih mengganjal di hati nya.
" Ternyata begini rasanya di kasihani " ucap nya Lirih
Nadira yang mengemudi seketika menoleh" Ngomong apa sih Non ?
" Nggak usah banyak mikir " imbuh nya
Neta hanya diam mematung menatap kesamping,hampa rasanya
" Aku tau semua mata tadi memandangku iba"
" Semenyedihkan itu kah kehidupan ku " lagi lagi Neta terbawa oleh perasaan nya yang masih tak karuan
__ADS_1
Mendengar ucapan sahabat nya Nadira hanya bisa menghembuskan nafas berat, " aku tau ini berat Nei, tapi ini pilihan mu "
Neta hanya mengangguk bulir bulir kristal bening kembali membasahi pipi nya yang ranum
Tatapan nya menerawang jauh
Pikiran nya pun mengembara entah kemana
"Peristiwa peristiwa hidup yang pernah ku lalui,bagaikan film yang di putar ulang dalam angan ku, sakit,menderita,jatuh dan bangun,bangkit,bahagia dan akhirnya kembali tersungkur pada permasalahan hidup yang kian pelik "
" Ya hidup adalah pilihan
Setiap orang berhak memilih,hidup seperti apa yang di inginkan dan ingin di jalani "
"Bukti nyata bahwa hidup kita di pengaruhi oleh pilihan yang kita buat,posisi dimana kita berada saat ini adalah hasil dari keputusan yang kita buat..
" Ya hidup kita adalah tanggung jawab kita,nasib kita berada di tangan kita,tidak seorang pun di dunia ini yang mampu mengubah nasib kita,kalau kita sendiri tak berkeinginan untuk mengubah hidup kita"
Neta masih bergelut dengan pikiran pikirannya
" Nei....." Nadira mencoba menyadarkan lamunan sahabat nya
Wanita berjilbab itu menoleh kesamping" hmmm malah bengong "
" Awas aja kesambet " gerutu nya
" Neiii" panggil nya lagi dengan tone yang lebih nyaring
" I...iii.. iya " jawab Neta gelagapan
"Hihihi... Kaget ya ? Nadira tertawa renyah melihat ekspresi sahabat nya
" Maka nya jangan menghayal Noooooon " ucap nya sedikit kesal
" Hmm,mampir makan yuk" Neta memberi titah
" Makan dimana ? Kenapa nggak di rumah aja sih Neiiii..., Ibu pasti masak enak tuh " berusaha bernegosiasi,bagi seorang ibu pergi keluar meninggalkan buah hati pastinya pikiran tidak akan tenang
Neta menoleh ke arah sahabat nya " Bentar aja kok,sumpek banget pengen cari udara segar dulu "
Mendengar jawaban sahabat nya Nadira tak berkutik
" Ya udah tunjukin kita kemana !
Ucapnya kemudian
" Lurus aja,nanti sampai perempatan kita belok kanan,nggak jauh dari situ kok tempat nya "
Nadira hanya mengangguk patuh" turutin ajalah dari pada galau terus mogok makan bisa makin nambah persoalan "
Mobil pun melaju cepat,tepat di perapatan Nadira berbelok sesuai instruksi dari nyonya besar yang ada di samping nya
" Yang itu Nei ?" Nadira memastikan tempatnya sesuai dengan perintah buk bos
" Iyaa, kita parkir di sini aja,biar baliknya nggak susah memutar arah " titah Neta
Nadira hanya mengangguk kemudian tangan nya dengan lincah memainkan kemudi,mencari tempat parkir yang aman
Sebuah rumah makan berkonsep lesehan menjadi pilihan Neta. Tempat yang luas dan tenang
Setelah memesan beberapa menu mereka pun bercengkrama menikmati suasana dengan alunan musik gamelan tradisional dan suara gemericik air rasanya cukup pas untuk menenangkan kegundahan.
" Tempat nya keren ya Nei" Nadira masih terkagum kagum dengan konsep resto
__ADS_1
" Keren nih,selera pemiliknya boleh lah, nyaman banget "
Neta hanya mengangguk
" Kenapa lagi " Nadira mendekati sahabat nya
Tanpa aba aba Neta memeluk sahabat nya
" Aku capek Ra , capek banget " hanya kata itu yang keluar dari bibir Neta
Nadira tak berkata sepatah kata tangan nya dengan lembut mengusap punggung sahabat nya, sudah pasti mendekati hari H yang sudah ditentukan akan membuat Neta semakin sedih
" Sabar..., Sabar " Nadira berusaha menenangkan Neta yang sudah di anggap nya seperti adik nya sendiri
" Semua akan baik baik saja Nei"
" Kamu harus kuat"
" Jika selama ini kamu bisa melewati semua ujian, hal ini pun akan sama"
" Semua akan baik baik saja,semua akan berjalan seperti semestinya meskipun tidak sesuai dengan keinginan mu "
" Tugasmu sekarang hanya bertahan Nei"
" Bertahan untuk tetap kuat,menghadapi semua ujian ini "
" Bertahan untuk tidak berputus asa "
" Bertahan untuk kembali tersenyum suatu saat nanti setelah melewati hal buruk ini "
Nadira masih mengusap dengan lembut punggung sahabat nya
" Aku capek Ra,aku tidak mau di kasihani "
" Aku tidak suka itu !!
" Aku benci di anggap lemah !
Neta meluapkan semua kesedihan nya
" Itu hanya perasaan mu saja Nei, tidak ada yang menganggap mu lemah, siapa pun tidak berhak untuk melakukan nya"
" Buang semua over thinking mu,buang jauh jauh "
" Siapa pun tidak bisa melemahkan kita kalau kita kuat "
" Ini pilihan mu Nei,semua tentu ada konsekuensi nya "
" Jangan buang buang energy mu untuk memikirkan hal hal yang tidak penting "
" Come on girl...,kamu cantik,pintar,sholeha,dan tentu nya berharga dan istimewa "
" Sudah..,sudah... Sudahi sedihmu "
BERSAMBUNG
Halooo pembaca setia, DPC hadir kembali,maaf harus menunggu lama up. Nya
Jaga kesehatan ya,atur pola makan dan istirahat yang cukup
Love
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari