DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
87. Amarah


__ADS_3

" ya Tuhan "


Dea memegang kepalanya yang tiba tiba terasa berat.


" Apa yang kamu lakukan disini Pah " Dea refleks menarik suami nya


Ibu Bimo yang tak kalah syok turut menarik lengan putranya " keterlakuan kau Bimooooooo" kemudian memukulnya berubi tubi dengan tas yang sedang di bawanya


" Setan apa yang merasuki mu sampai lupa kau sudah berkeluarga dan punya anak banyak "


" Perbuatanmu memalukan sangat menjijikan "


" Tunjukan siapa wanita simpanan mu " Ibu Bimo berteriak tak terkendali


Sementara itu Mikaela Putri Bimo hanya berdiri tak bergeming,hanya bulir bulir air mata yang tiba tiba jatuh dari mata indahnya " papa kenapa sejahat ini " hal yang sangat tidak pernah terbayangkan sedikit pun.


Keributan dan kegaduhan di luar sontak membuat Nadia kaget" ada apa sih berisik diluar ", " ada apa mas" sudah pasti suara Nadia tidak terdengar,Bimo sengaja membuat ruangan kedap suara untuk mereka berdua bebas berteriak


Wanita itu segera menyahut pakaian ala kadarnya yang penting menutupi tubuhnyaa,keributan semakin terdengar


Nadia berjalan tergopoh keluar kamar


Suara nyaring dan teriakan dari Bimo membuatnya tak sabar untuk melihat apa yang terjadi


" Ada apa sih ma.....sss " belum juga Nadia melanjutkan ucapan nya, Dea sudah muncul dihadapan nya.


" Dasar perempuan j*lang "


Dea yang emosinya sudah di ubun ubun berlari menyerang Nadia yang masih syok, Nadia tak berkutik saat bogem dari Dea mendarat cantik di pipinya


" Perempuan kurang ajar " Dea menarik kuat kuat rambut Nadia hingga terjungkal dan memperlihatkan bagian pribadinya


" Oh rupanya kalian baru bercinta heh " satu tendangan mengarah kearah area pribadi Nadia


Bimo yang melihat adegan itu dengan sigap melindungi Nadia dari amukan Dea


" Stop Dea... stop "


" Kita bicarakan baik baik " ucap Bimo sambil mengangkat tangan nya, sementara Nadia memegang Erat kaki Bimo


" Bicara baik baik katamu " Dea sudah kehilangan kendali


" Perbuatan mu menjijikan Pah" Dea masih berusaha menyerang Nadia


Kini giliran Ibu nya yang maju,di dapatinya sapu di ujung ruagan,bergegas di ambil nya dan


Bugh


Bugh..


Bugh...


Pukulan demi pukulan mengarah ke putra nya " Ibu malu melahirkan putra sepertimu Bimo "


Kembali sapu itu melayang ke tubuh Bimo dan Nadia


Tanpa ampun kedua nya mendapatkan hajaran dari Ibu Bimo.


" Cukup oma,, cukup mam " suara Mikaela melengking


Gadis muda itu tetap berdiri di depan pintu


" Apakah dengan membunuh papa kalian bisa tenang "


" Atau dengan menguliti perempuan itu kalian akan senang "

__ADS_1


Dea dan mertuanya menghentikan serangan nya


Saat ini sudah pasti Mikhaela sangat Syok


" Kita pulang mam, biarkan Papa bersama wanita murahan itu "


" Papa sudah kehilangan aku,mama dan adik adik ku "


" Apakah papa puas sekarang "


Bimo hanya terperangah mendengar ucapan Putrinya,selama ini Bimo adalah sosok ayah yang sangat di idolakan anak anak nya


Bimo selalu berhasil membuat mereka bangga terhadap papa nya


" Kai,maafkan papa sayang, papa khilaf " ucap Bimo


Bahkan saat ini Putrinya melihatnya pun tak sudi


" Khilaf katamu"


" Dua tahun kalian hidup seperti ini '


" Dengan mudah kau sebut Khilaf " Dea benar benar hancur


Bagaimana bisa Bimo melakukan hal serendah ini,jika dulu hanya sebatas jalan dengan rekan kerjanya saja mampu membuat Dea trauma bagaimana dia bisa melakukan hal semacam ini


Bimo cinta pertamanya,suami kebanggaan nya yang sudah membersamainya puluhan tahun setega ini.


" Mei, tunggu mama di mobil Nak, mama selesaikan dulu urusan ini dengan dua bedebaahh ini " Dea memberikan kunci kepada putrinya yang tanpa protes langsung keluar dari apartemen


Hati anak mana yang tak akan hancur menyaksikan dengan mata kepala sendiri super hero nya bersama selingkuhannya


Air mata Mikhaela tak terbendung lagi


Isakan Mikhaela sangat menyayat


Seorang pemuda tampan refleks menoleh kearah suara itu, Pemuda itu hanya melirik gadis di belakang nya


Satu persatu orang pun keluar dari Lift,hanya tersisa mereka berdua


" Ini sapu tangan lu bisa pakai " pemuda itu mengulurkan sapu tangan miliknya


Mihkaela yang butuh pun menerima pemberian pemuda itu" Terima kaa siiiih " ucapnya disela isak nya


" It" oke " jawab pemuda itu


Tak banyak tanya pemuda itu hanya terdiam


Pintu lift pun terbuka tepat di besmen


Mikaela pun melangkah keluar,di ikuti pemuda itu


" Nggak usah ikutin guee " teriak Mikhaela sambil terisak


Suara melengking gadis itu mencuri perhatian sekitar" heh Abg berantem nggak tau tempat " ucap salah seorang yang melihat mereka


" Adeeek, cinta tak selamanya indah Dek " ucap yang lain berteriak


" Ye kok jadi pada nyalahin sih " pemuda itu berjalan Mendahului Mikhaela


" Ngapain lu ngikutin gue " ucap Pemuda itu jutek


Mikaela tak merespon tangisan nya makin menjadi


" Yee makin kenceng nih bocah nangis "gumam pemuda itu

__ADS_1


" Gue parkir disitu "Mikaela menunjuk arah mobil nya yang ternyata bersebelahan dengan pemuda itu


Pemuda itu hanya bisa menggelengkan kepalanya " ngadepin cewe yang lagi nangis mah serba salah "


Mikaela berlalu begitu saja,menekan kunci mobilnya lalu masuk,meluapkan segala kesedihan nya


Sementara itu pemuda itu pun masuk dalam mobilnya, diam diam memperhatikan Gadis di mobil sebelah


" Sebaiknya aku tungguin saja sampai dia jalan "


Sementara itu di dalam apartemen masih terjadi perang yang sangat sengit.


Dea sangat marah dan hancur, berkali kali sumpah serapah terlontar dari bibir nya,rasa respeknya pun sudah hilang dengan melihat lilitan handuk Bimo dan pakaian seadanya Nadia yang tanpa mengenakan pakaian dalam


" Harusnya kalau kau mencintai wanita murahan ini, kau bisa ceraikan aku dulu Bim "


" Caramu menyakiti sungguh luar biasa "


" Pantas saja selama ini,kamu selalu mengeluh lelah setiap kali aku butuh kamu "


" Harusnya aku curiga Bim,tapi ku buang semua perasaan itu untuk ketenangan kita "


Dea meluapkan semua unek uneknya Bimo hanya tertunduk mendengar ucapan istrinya sementara Nadia berakting seolah ketakutan padahal hatinya bersorak bahagia " ya pastilah Bimo tidak bisa melayani mu,siangnya sudah bermain panas denganku " bisiknya dalam hati.


" Dan kau perempuan sialan,belum cukup kau menjadi penyebab batalnya pernikahan Desta, sekarang kau juga merusak rumah tanggaku "


" Benar benar menjijikan "


" Perempuan tidak tau diri dan rendahan "


Nadia hanya terdiam mendengar ucapan Dea


" Syukurin kau Desta hidupmu hancur " Nadia mendapat dua kepuasan hari ini.


" Sampai mati pun tak akan ibu sudi punya menantu seperti p***cur ini " kata kata kasar tidak bisa terbendung lagi dari Ibu Bimo


Bimo hanya bisa tertunduk mendengar ucapan dua wanita spesial nya,tapi tak bisa di pungkiri dia pun tak bisa menyingkirkan Nadia.


"


"


diparkiran Mikhaela histeris menangis, refleks pemuda yang sedari tadi memperhatikan akhir nya bergegas turun


"hei "


digedor gedornya kaca mobil Mikha


takut kalau gadis itu melakukan hal yang nekat


" turun lu "


"bukaaa " ucapnya lagi


Mikha menoleh keluar " kenapa sih Lu sibuk ngurusin gueeeee " teriaknya kesal


kemudian di bukanya kaca mobil nya


" kenapa sih lu kepo "


" tinggalin gue sendiri " teriaknya


pemuda itu hanya menggaruk garuk dahinya " heh denger ya gue cuman takut lu bunuh diri "


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2