DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
26. Malang sungguh malang


__ADS_3

Setelah Dewasa kita akan di hadapkan pada permasalah yang pelik,suka atau pun tidak harus di hadapi


Kadang kita merasa kenapa sih harus saya ?


Kenapa harus seperti ini ?


Wawa begitu nelangsa melihat nasib wanita wanita yang di temui nya yang saat ini berjuang dengan Hati nya


Yang di paksa kuat oleh keadaan,demi anak,demi keluarga bahkan mengabaikan kebahagiaan sendiri


"Sakiitt.....argh


Sakiitt


erangan demi erangan terdengar


Selvi meringis kesakitan, ditangan nya sudah terpasang infus,bantuan pernafasan pun sudah terpasang,perawat hilir mudik datang untuk memberikan suntikan demi suntikan


***


Neta bergegas mengisi formulir yang harus di isi untuk menyetujui tindakan dokter


Niatnya liburan eh malah harus jagain orang sakit ya ngak apalah itung itung berbuat baik,lagian mana tega melihat sesama wanita mengalami pendarahan,berjuang ingin melahirkan buah hati nya di tempat antah berantah yang jauh dari keluarga


Mana tau suatu saat kita juga berada di situasi yang sama


***


Sementara itu di kapal Al hilir mudik nampak terlihat kebingungan tangan nya terus lincah berusaha menghubungi keluarga nya namun semua malah nggak aktif


Di pencetnya nomor iparnya kembali


lagi dan lagi panggilan nya di abaikan


Dasar laki laki tidak bertanggung jawab,gumam nya,kemudian mengetik pesan


" Bang,kak Selvi saat ini sedang di rumah sakit dikota B dan mengalami pendarahan,tolong secepat nya abang kesana


* singkat padat jelas isi pesan Al


Al masih mencoba menghubungi tari kakaknya..tapi tetap saja nihil


Kemana semua mereka,disaat begini handphone tidak ada yang aktif * gerutu nya


Kesal rasanya


tak berapa lama ada Notifikasi pesan


di bukanya ternyata dari iparnya


" Saya sibuk saat ini,tlg suruh Tari saja


Jlebbbb


Pesan singkat yang sudah membuatnya sangat emosi,bisa bisanya disaat seperti ini laki laki yang di sebut Suami ini respon nya sangat datar,awas saja sampai terjadi sesuatu saya tidak akan tinggal diam,sudah cukup selama ini mengikuti kemauan nya,kalau saja bukan karena sayang sama kakak nya sudah lama Al ingin berduel dengan laki laki ini


Bagaimana tidak saat melahirkan anak ke 3 dia pun tidak ada,dengan alasan ada kesibukan,awalnya Al memaklumi mungkin mencari kerja sampingan untuk biaya Rumah sakit pikir nya.

__ADS_1


Ternyata...


Dengan mata kepala sendiri Al memergoki ipar nya sedang berada di swalayan bergandengan mesra dengan wanita lain


Al yang sedang berbelanja kebutuhan untuk di bawa ke Rumah sakit pun sontak memberikan satu pukulan pada laki laki itu,rahasia memalukan yang Al simpan demi menjaga perasaan kakaknya yang begitu mencintai suami nya


Entah dimana hati nurani dan pikiran nya disaat istri nya mempertaruhkan nyawa demi melahirkan buah cinta mereka malah tanpa belas kasih dan peduli asik bermesraan dengan wanita lain


Saat itu Al hanya memberikan Ultimatum kalau sampai terulang AL sendiri yang akan menyeret nya di kaki istrinya,laki laki tidak bertanggung jawab menafkahi anak dan istri,laki laki pemalas yang hanya mengandalkan suapan makan dari orang tua nya tak sedikit pun berfikir anak nya butuh susu,anak nya butuh makan,entah seorang ayah bisa setega ini


Al menulis pesan dengan Emosi


" Kesibukan apa ? pengangguran macam apa kau ini,sudah tidak becus menafkahi anak istri hati mu pun buta tidak ada sekali rasa empati terhadap istrimu sendiri.


Kalau memang sudah tidak ingin hidup dengan mereka,pulangkan saja,saya masih bisa menghidupi mereka


Al benar benar lepas kendali,bagi nya sudah cukup menahan diri selama ini, 7 tahun menikah hanya menyiksa batin kakak nya,memberi makan pun tak becus


Pikiran nya berkelana,sedih,cemas dan kesal saling jotos dalam isi kepala nya


Tak habis pikir rasanya,masih ada laki laki seperti Rendi


Begini Akhirnya kalau menikah hanya melihat materi saja,tidak melihat apakah laki laki itu pekerja keras atau bermental pengemis yang terus saja bersembunyi di ketek orang tua nya


Kakaknya yang dulu begitu keras kepalanya mempertahankan Rendi,sosok yang di pikirnya akan bisa merubah hidupnya dan juga anak anak nya kelak menjadi lebih baik karena di labeli Keluarga Berada..


Heh... nyatanya hanya sekedar bualan belaka dan janji janji manis tanpa ralisasi,sekedar Tong kosong nyaring bunyi nya " Buktinya Al lah yang masih tetap membanting tulang untuk menghidupi mereka semua


kadang juga bosan acap kali mendengar keluh kesah kakak nya yang hanya persoalan uang dan uang


bahkan saat Al ingin menghabiskan waktu berlama lama pun mereka akan frontal menyampaikan


"kalau lama nganggur bisa kekeringan


*sungguh miris rasanya tanpa berfikir Al pun kadang jenuh melewati Hari,Bulan bahkan Tahun hanya di Lautan


Di Hajar ombak tanpa ampun,kerjaan dengan Resiko tinggi dimana orang terdekatnya hanya melulu soal uang yang terpikirkan


Telpon nya berdering


Dari nomor Selvi kakak nya


Iya Hallo


Assalamualaikum


sapanya


iya pak,ini saya jawab wanita itu


Saya sudah mengisi semua formulir ada baiknya bapak bisa memberikan semangat ke kakak nya,karena sebentar lagi akan di operasi pasti saat ini butuh dukungan keluarga


nyessss


kata kata yang membuat Al tersentuh" Baik hati sekali wanita ini,tipe wanita idaman untuk dijadikan istri


Baiklah,tolong berikan ke kak Selvi ya* titah nya

__ADS_1


panggilan beralih menjadi panggilan Vidio call,terenyuh rasanya melihat kakaknya seperti itu


"Assalamualaikum


sapanya Selvi hanya mengangguk pilu melihat adiknya


"Sudah sudah jangan sedih,yang terpenting kakak sehat juga bayi nya


"Tidak usah berfikir macam macam


"Berdoa,Zikir


"Saya sudah Telpon Tari sebentar lagi nyusul ke Rumah sakit


Selvi hanya mengangguk,bulir bulir kristal kembali tumpah


malu rasanya,kembali lagi merepotkan keluarganya,ada rasa sakit menyeruak dalam hati nya


merasa bodoh mau di nikahi laki laki tidak bertanggung jawab,andaikan bisa di rubah dan waktu bisa di putar ke belakang,sudah pasti tidak akan mau di nikahi Rendi


Menikah yang pada akhirnya menghilangkan senyum nya,dan merusak mental nya,kasian anak anak punya Ayah yang tidak bertanggung jawab,hanya memikirkan perutnya sendiri


"sesak rasanya


kembali tubuhnya serasa keram


"Sudah... jangan sedih,ada kami semua kak suara Al terbata


Neta dan wawa yang berada di situ pun ikut larut dalam kesedihan mereka,Saudara Laki laki yang sangat bisa di andal kan * batin Neta


"Kak,nanti saya transfer semua biaya nya ya,ke rekening kakak


" Jangan lagi banyak pikir


Nanti saya telpon lagi ya kak, Saya harus kerja,kakak baik baik ya..


ingat harus kuat..


zikir


Berdoa


Sholawat


insya Allah aman


Assalamualaikum pamitnya mengakhiri telpon nya


Bersambung......


Terima kasih


Jangan lupa Dukungan nya ya


Like,komen dan Vote nya


Salam Hormat

__ADS_1


Penulis


Kinara Riswari


__ADS_2