
Siang ini tanpa sengaja Tari bertemu dengan Devi dikantin Rumah Sakit
" Kakak apa kabar " Devi dengan ramah menyapa Tari tidak lupa cipika cipiki
" Alhamdulillah baik dek" jawab Tari,kemudian mengajak Devi duduk dan ngobrol
Devi salah satu sahabat adiknya yang sangat dekat dan semasa sekolah dulu sering datang kerumah
" Oh ya kak,semalam Al bilang kak Selvi dirawat disini, diruang mana sekarang gimana keadaan nya,turut berduka ya kak " Devi menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Tari
" Alhamdulillah kak Selvi sudah membaik dek,besok sudah bisa pulang " jawab Tari
" Oh ya Dev, kakak mau nanya Nih, Al pernah cerita nggak sih soal hubungan nya dengan Sandra " Tari menatap penuh harap mendapat jawaban dari Devi,sangat mustahil rasanya adiknya akan berterus terang soal hubungan nya,Tari pun cukup tau diri tidak ingin terlalu jauh mencampuri privasi adiknya
Devi menarik nafas,ada rasa tidak enak terhadap pertanyaan Tari
" Gimana ya kak " Devi menggaruk garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal,hanya ekspresi kecemasan nya
Tari masih menatap Devi,tentu saja masih dengan harapan menemukan jawaban,apakah yang dia lihat di taman Sandra berduaan dengan seorang Laki Laki menjadi penyebab keretakan hubungan adik nya
" Jujur aja lah Dek,kakak udah tau kok mereka pisah"
" Kakak pernah ketemu perempuan itu lagi mesra mesraan di taman, apa karena itu " Tari semakin penasaran
Dan,akhirnya pertahanan Devi jebol juga,tidak tega melihat wajah Tari yang memelas, lagian ini akan jadi satu cara agar Al tidak kembali kepada Sandra,setidaknya keluarganya bisa menasehati kalau Al salah langkah
" Iya kak Sandra selingkuh "
" Sudah setahun lebih sama Laki Laki itu "
Tari tidak kaget sudah di duga dengan gelagat Sandra selama ini
" Hebat juga setahun lebih " kemudian Tari menyeruput Capucino miliknya
" Iya kak malah kemaren dia bilang ke Al mau nikah,semua juga di kasih undangan "
Devi melanjutkan
" Ohyaa... Wah wah..., Gercep ya " Tari hanya bisa menggeleng gelengkan kepala nya
" Kok bisa sih Al cinta mati sama orang seperti itu,sampai biayain segala,nyekolahin "
" Adik ku memang yang bodoh,wajar di porotin "
Tari meluapkan kekesalan nya
" Tapi Sandra batal Nikah kak " ucap Devi selanjutkan
" Hah kok bisa " Tari terkejut
" Bukan nya sudah sebar undangan ? " Kenapa bisa batal "
Tari semakin penasaran,sepertinya seru nih kasusnya cewek matre
" Calon nya ternyata sudah punya istri dan anak "
Ucap Devi dengan mimik pengosipnya
" Hah seriusssss " Tari terbelalak
__ADS_1
" Wah bener bener Sandra, salah mangsa akhirnya " imbuhnya kemudian
Devi masih on semangat bergibah
" Iya kak,calon nya kan ditugaskan kesini sama sama jadi relawan terus cinlok"
" Sekarang Sandra ada di rumah sakit ini juga loh kak, kabarnya dia minum pembersih lantai " ucap Devi dengan mimik serius
" Ada ada saja, giliran ketauan mau metong tuh anak "
Tari menggeleng kan kepalanya,sebel sekali dengan ulah Sandra selama ini
" Dan kabar nya sekarang dia lagi hamil loh kak, tadi temen ku yang bilang "
" Jadi gimana nasib nya ya kak,kasian sebenar nya tapi ini hasil dari kejahatan nya " ucap Devi
" Ya entahlah,gitu kalau suka zolimin orang "
" Lebih sadis kan balesan nya "
" Jadi penasaran pengen liat tuh anak "
" Sekalian mau nanyain surat surat berharga milik Al "
" Mau nggak nemenin kakak "
Tari memasang wajah seriusnya
" Hmmm gimana ya kak "
" Tapi boleh deh,pengen liat juga gimana keadaan nya "
" Sebagai temen lama tidak tega juga sih "
" Apa lagi kondisi sandra begini Al pasti cepet luluh "
Devi menatap penuh harap
Tari tersenyum melihat ekspresi gadis semok dihadapan nya " iya beres, kalau Al berani mendekati lagi biar kakak yang hajar "
" Kakak tuh sudah lama sebel dek,tapi Al selalu saja bilang Sandra sudah berubah "
" Padahal kakak tau kalau Sandra hanya morotin cowok cowok, dia kan pernah dekat juga sama temen kakak,sampai jual motor segala demi ikutin gaya hidup sandra"
" Terus pernah nih kakak juga dapetin dia diner sama bos kakak yang sudah bau tanah "
" Berulang kali kakak ingatkan Al tapi cinta buta mana mau dengerin nasehat "
" Kalau sudah gini kan tobat "
" Awas saja kalau balik berani ketemuan " Tari bener bener geregetan
" Ya ampun kirain cuma kita kita nih temen nya Al yang sebel "
" Masih ingat kak,waktu kedapatan selingkuh nyata nyata kehotel, saya tegurlah eh malah ngamuk katanya tidak usah ikut campur "
" Dan pakai ngancem segala bisa melukai kalau Al tau perbuatan nya "
" Bener bener tuh anak Selera tinggi ekonomi lemah jadi merelakan segala cara biar terlihat wow di hadapan orang " Devi sangat kesel
__ADS_1
" Makanya Al habis habisan biayain dek"
" Eh masih tidak tau terima kasih,kanan kiri oke,sana sini mau, selingkuh kok hobi,kalau gini kan dia rasakan akibat perbuatan nya, untung nggak di hajar tuh sama bini nya orang "
" Yuk ah Dek, nggak sabar rasanya pengen lihat perempuan matre itu syok lihat kita "
" Kalau nggak gercep bisa dibawa kabur tuh surat penting "
Tari sudah gregetan dengan ulah Sandra, selama ini Sandra selalu berhasil memperdaya Al dengan segala kepalsuan nya, dengan menjual kisah sedih kehidupan nya
Al yang hatinya sangat lembut,sangat mudah di perdaya,membiayai kuliah sampai selesai, mencukupi kebutuhan hidupnya, eh ternyata juga rumah pun dan kendaraan sudah dibelikan.
Beberapa waktu lalu Al mengirim email untuk mengambil surat surat berharga nya namun terpending dengan kejadian Selvi yang terpaksa urung untuk ketemuan.
Tari sudah habis kesabaran rasanya.
Setelah perbincangan serius kedua gadis itu pun memutuskan untuk menemui Sandra
Menyusuri lorong demi lorong rumah sakit,akhirnya sampai juga di depan ruang inap tempat Sandra di rawat
" Masuk bareng aja ya Dek " ucap Tari
Devi hanya mengangguk tanda setuju
Tok..tok...tok
Tari mengetuk pintu,kemudian membuka gagang pintu tersebut
" Assalamualaikum " sapa nya ramah
Semua pun menjawab rupanya Sandra di temani oleh beberapa orang rekan nya yang juga geng cewe cewe matre
" Tamat riwayat mu" gumam Tari
" Kak Taaariiiii..., Dev... Deviiii " Sandra sangat terkejut melihat siapa yang datang membesuk nya
" Hei San apa kabar ? " Sapa Devi basa basi sambil meletakkan buah tangan yang mereka bawa
" Ya beginilah Dev " ucapnya dengan nada rendah
" Nih ada puding dan kue,kak Tari yang beli tadi,dimakan ya " ucap Devi Lagi
Sandra tidak bisa menutupi rasa kaget dan malunya , Tari selama ini jadi musuh bebuyutan nya yang selalu berusaha menghalangi hubungan nya, Devi pun sama teman lamanya yang sok alim selalu menasehati dan mencampuri urusan nya
" Iyya,terima kasih , harusnya nggak usah repot repot " ucap nya
Tari yang sedari tadi tanpa senyum kemudian berbicara " Hmm, kirain jadi nikah sama selingkuhanmu San, ternyata malah babak belur gini, oh ya saya kesini untuk ingatkan soal surat surat berharga Al,tolong secepatnya kasih ya "
" Lagian kamu sudah putusin Al kan, apa nggak malu masih nempatin rumah dan make fasilitas dari Al "
" Kendaraan juga keluarga mau pake "
Tari sangat to the poin no embel embel
" Iya kak,keluar dari sini saya kabarin ya " ucap Sandra pasrah dan menahan malu dihadapan teman teman sosialita nya
" Ya sudah aku pulang, hmm semoga setelah ini kamu jadi lebih baik ya,jangan nyakitin orang terus apa lagi manfaatin kebaikan nya, kasian anak mu kalau ibu nya tetep seperti itu "
Degh.... Sandra hanya bisa pasrah mendengar kata kata pedas Tari, Devi pasti sangat senang dengan kehancuran nya..
__ADS_1
Tari dan Devi pun pamit,rasanya gerah berada satu ruangan dengan cewek cewek matre
BERSAMBUNG.....