DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
28. Kehidupan dan konflik nya


__ADS_3

Tari bergegas mengatur makanan yang baru saja di buat nya, mengisi nampan dengan bubur,sup juga lauk sayap goreng mentega dan tak lupa tempe mendoan setelah itu mengambil juga sepiring nasi,air minum dan beberapa sendok.


Gadis berusia 32 tahun ini memang bisa di andalkan kalau masalah dapur dan pekerjaan rumah..,sudah jadi rutinitas keseharian nya dari jauh jauh hari,berbeda dengan Selvi yang lebih menyukai hal hal di luar rumah


"Makanan dataaaang"


Langkah Tari tergopoh kearah ibu dan dua ponakan nya


" Kalian makan ya,Tiii mau nyuapin Nenek


* Dua bocah kecil itu pun duduk bersila untuk menghabiskan makanan mereka yang telah tersedia


"Yee ayam doyeeeeeng" teriak Daffa bahagia


Cuci tangan dulu dek,berdoa juga ?


perintah gadis kecil pada adik nya


Daffa hanya manut saja,toh sudah lapar kalau tidak ikuti intruksi kakak ke dua nya nanti jadi panjang urusan


Tari tersenyum melihat pemandangan indah ini,ponakan nya hasil didikan nya sudah bisa di andal kan


Udah..udah,cepet makan !!


Adek mau mam sendiri ? tanya nya pada Daffa


Anak cakep itu pun hanya mengangguk,sementara Tiwi masih sibuk melayani adik nya,mengambilkan sayuran juga ayam dalam piring adik nya


"Anak anak pintar yang malang,begini kok papamu tidak peduli sama sekali nak,tidak mensyukuri nikmat amanah yang sudah Allah titipkan kepada mereka


Seakan anak anak bisa tumbuh dengan sendirinya dari bayi sampai besar tanpa di beri makanan,susu,vitamin juga jajanan tentu nya


"Perempuan jika tidak di nafkahi hanya diam


"Tidak di beri uang belanja hanya diam


"Bahkan di pukuli pun tetap diam


"Perempuan bodoh nama nya,mengatas namakan surga ada pada suami nya


Surga mana yang di dapat dari menelantarkan hak anak dan istri nya,berharap hanya kepada pemberian orang tua dan iparnya


tanpa menyadari sedikitpun harga diri laki laki di lihat dari tanggung jawab nya,setia dan kerja keras untuk rumah tangga nya


"huffff


* Tari menghela nafas,sesak rasanya merasakan kehidupan kakaknya


"Jangan pernah sekali pun bermental pengemis"


Selalu ingin di kasihani


merasa paling tidak beruntung


merasa hidupnya yang paling susah


merasa dirinya lah yang paling dilukai


paling harus di utamakan dan dibantu


Ingat setiap kata kata kita adalah Doa kita sendiri

__ADS_1


jangan merasa diri sendiri paling susah,masih banyak orang di luar sana yang hidupnya jauh lebih susah dari kita


Hidup akan jauh lebih mudah jika kita slalu bersyukur


Apa pun yang terjadi,ambil sisi positif nya,Jika jatuh maka bangun dan bangkit kembali


Semua cobaan pasti ada jalanya asalkan kita mau berusaha dan tidak cepat putus asa dan menyerah


Sedangkan nasib istrimu saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati,eh malah lebih memilih sibuk dengan ayam bangkok peliharaan nya dengan dalih sibuk


luar biasa sama sekali tidak ada rasa bertanggung jawab


"Tari menyuapi ibu nya dengan perasaan campur aduk,sesekali dia tersenyum melihat tingkah dua ponakan nya yang lucu dan pintar


kepolosan mereka,tawa riang nya,


yaah...semoga kalian akan tumbuh jadi anak yang kuat nak"gumam Tari


Bagaimana tesnya kakak mu Nak ?


* ucapan dari ibunya mengangetkan nya


Sudah tiga hari belum pulang,hari ini malah belum nelpon sama sekali ?


lanjutnya lagi


"hmm..ehh anu buu* Tari gelagapan mencari jawaban yang tepat agar ibu nya tidak khawatir saat sakit begini..


" Ii-iiya bu,nanti coba Tari hubungi ya ?


"ibu makan dulu,setelah itu obat nya di minum


jawab nya dengan wajah sok baik baik saja


"Bukan maksud bohongi ibu


"Tapiiiiii.. Tari takut kondisi ibu drop


"Ya Allah kuat kan kami,untuk melewati semua ini


Ada notifikasi pesan yang masuk


pesan pertama


" Kak,Al berangkat...,secepatnya Kak Tari ke Rumah sakit ya,Laki laki itu tidak bersedia mengurus istrinya,tidak bisa di andal kan dan tidak usah di harap !


selanjutnya masuk pesan ke-2


"saya sudah transfer biaya rumah sakit di rekening Kak Selvi,untuk ongkosnya dan keperluan di sana pakai saja dari Atm tabungan darurat yang kak Tari pegang


Pesan ke 3


"Usahakan beri tahu ibu,tapi bilang saja kondisinya sudah membaik,Alhamdulillah ada beberapa orang yang membantu di sana dan sudah saya repotkan untuk sementara menjaga kak Selvi,jadi usahakan hari ini berangkat


Pesan ke -4


" Kabari via email ya kak bagaimana perkembangan nya sebentar lagi jaringan hilang


rentetan pesan dari Adik bungsu nya


argh ......"Maafkan kami Al kalau hingga saat ini kami masih merepotkan mu

__ADS_1


Bagaimana aku bisa menyampaikan Al kalau tadi aku melihat sandra bermesraan di taman dengan laki laki lain yang disebutnya calon suami nya


Malang nya nasib mu dek !!


***


Neta nampak sibuk hilir mudik untuk mengurus berkas berkas yang di butuhkan di rumah sakit


pikiran nya sejenak teralihkan dari drama patah hatinya


Berusaha terlihat baik baik saja


Hancurnya fisik itu sangat berbeda dengan hancur batin


ragamu memang terlihat biasa saja tapi jiwamu seolah sedang dibanting sekeras-kerasnya


kemudian tertanam jauh didalam kegelapan, dan apa yang lebih mengerikan? tak akan ada yang tau hancurmu


“Sedang merasakan perdebatan yang hebat antara isi hati dan isi pikiran yang begitu melelahkan


Sesuatu yg ada tapi ia tidak akan pernah ada


Dan pada akhirnya LOGIKALAH yg pemenangnya


"Kamu akan baik-baik saja, percayalah. Tak perlu risau, yang rusak hanya perasaanmu, bukan jiwamu


Hanya itu yang menjadi pegangan ku


Hai ini aku, Wanita yang kemarin sempat menahan pergimu. Wanita yang selalu berusaha melakukan yang terbaik agar kamu menetap.


Wanita yang selalu mengalah agar kita tetap utuh, yang selalu berusaha ada untukmu di saat apapun,yang selalu menerima segala kekurangan dan kelebihan mu.


Wanita bodoh yang tidak pernah menuntut mu melakukan sesuatu di luar batas sanggup mu


Kupikir dengan melakukan hal sederhana itu, mampu membuatmu bertahan untuk bersama langkahku, mampu membuatmu memantapkan hati untuk memilihku dan menjadikanku tujuan terakhirmu.


Ternyata tidak, aku terlalu percaya diri. Kamu memilih pergi. Tidak peduli seberapa besar usahaku untuk membuatmu menetap. Tidak peduli seberapa sering aku mengingatkanmu pada semua omongan mu untuk selalu bersamaku dalam keadaan apapun.


Kamu memilih pergi, meninggalkan luka yang tidak kutahu mulai dari mana harus ku sembuhkan.


Pergi mu tidak bisa ku cegah. Aku terluka karena terlalu percaya diri, aku terluka karena rasaku yang tidak pernah bercanda. Ternyata tulusku gagal menemukan rumah yang tepat...


Jika dulu wajah teduh dan senyum manis mu adalah favorit ku


sekarang tidak lagi


Nyatanya, wanita lebih memandang bagaimana kamu memperlakukannya bukan tampang mu...


cukup...,masih banyak orang yang membutuhkan kehadiran ku


tugasku untukmu sudah usai


Bersambung


Terimakasih,dukung terus karya ini ya....


Jagan lupa Like,Komen dan Vote


Salam Hormat


Penulis

__ADS_1


Kinara Riswari


__ADS_2