
Waktu sudah menunjukan pukul 07.30 pagi..
Dokter jaga pun sudah berganti dan serah terima tugas artinya mereka pun sudah melihat kondisi pasien pagi ini..,tinggal menunggu dokter spesialis saja siang nanti. setelah memastikan semuanya baik baik saja Neta berpamitan untuk kembali ke Hotel,selain untuk menyegarkan diri sekaligus akan membawa barang barang milik Selvi yang masih tertinggal di Hotel.
Sementara itu Wawa masih stay di Rumah sakit,melihat Tari yang nampak kelelahan tidak tega kalau harus meninggalkan mereka toh semalaman dia juga bisa tidur nyenyak malah Neta yang terjaga semalaman,biarlah kakaknya beristirahat dahulu.
" Mba pulang dulu ya dek,sekalian mba mampir laundry kan pakaian mba Selvi"
Wawa hanya mengangguk dalam keadaan seperti ini mereka bisa berkompromi dan berbagi tugas,hal yang sudah biasa mereka lakukan.
"Mba Selvi,baju kotor nya saya bawa semua ya" Neta dengan sigap memasukkan beberapa lembar sarung,selimut,kain panjang,dan juga beberapa baju Selvi. operasi yang tiba tiba membuat mereka harus menyiapkan lahiran Selvi seadanya beruntung ada pihak hotel khususnya pak Driver yang mau mencarikan perlengkapan lahiran bahkan dari mengurus ari ari pun di lakukan untuk membantu,mereka saling bahu membahu.
"Saya sudah di depan bu" pesan singkat dari Mang Rido yang sudah janjian menjemput Neta pagi ini menuju hotel
" Baik pak,saya keluar sekarang " balas Neta,agar mang Rido tidak menunggu lama
"saya pamit ya mba, kalau ada apa apa tanya Wawa jangan sungkan,kalau ada kebutuhan lainnya hubungi saya,sekalian nanti mampir sebelum kesini " ucap Neta
" iya mba Neta,terima kasih banyak,sudah mba biar Tari nanti yang gantian,mba istirahat saja pasti capek semaleman tidak ada istirahat "
Jawab Selvi penuh rasa sungkan rasanya tidak enak sekali sudah merepotkan orang lain sampai sejauh ini, tidak masuk akal orang yang tidak ada hubungan darah malah merawatnya dengan baik,mengantar ke rumah sakit,menunggui,mencukupi kebutuhan nya sampai urusan Ari ari pun Neta memikirkan semuanya,sekarang harus membawa sekantung pakaian kotor bekas lahiran rasanya sangat tidak manusiawi untuk orang lain. Tapi senyuman tulus dari mereka selalu mengalirkan Vibes positif..,gadis gadis yang baik dan punya hati yang sangat luas untuk membantu sesama.
" udah jangan mewek lagi...,ilang cantiknya ntar..,ha..ha...ha" canda Neta saat melihat mata Selvi mulai berembun ingin menangis
Selvi tersenyum bahagia,disaat seperti ini Tuhan kirimkan orang lain untuk menjaga nya,padahal suami nya sendiri pun tidak peduli sama sekali jangankan nelpon tanya kabar lewat Sms atau WA saja tidak,benar benar laki laki berhati batu.. Tunggu saja setelah masa Nifas akan ku ceraikan laki laki tidak berguna itu,Laki laki yang hanya di kertas tertulis sebagai kepala Rumah tangga namun dalam prakteknya Nol,sama sekali tidak ada kontribusi nya untuk Hidup Istri terlebih anak anak nya yang sekarang sudah 4 orang...,Lebih baik mereka di besarkan single mother dari pada punya ayah tapi anak anak juga tidak mendapat kasih sayang nya,tidak ada peran nya dalam membesarkan dan mendidik anak,tidak ada andil nya menghidupi mereka semua,jangankan buat jajan dan uang sekolah,kebutuhan pokok anak anak sedari bayi pun Laki laki itu tidak mau tau.
Mertua yang berstatus sosial tinggi yang katanya orang dermawan, punya power di lingkungan,di hormati,tapi begitu culas terhadap menantu dan cucu cucu nya.
Manjakan saja Putra mahkota mu,sampai tua akan tetap menjadi anak mami yang sembunyi di ketek orang tua,yang jauh dari kata tanggung jawab terlebih mengayomi selayaknya kepala keluarga lain nya yang rela bersakit sakit rela kelaparan rela panas dan kehujanan,membanting tulang memeras otak demi mencukupi hidup Anak dan istri,bukan malah seperti dia hidupnya hanya di habiskan dengan bersantai dirumah orang tuanya,berjudi,nongkrong bareng anak anak muda seperti laki laki tanpa tujuan hidup.
sungguh menikahi laki laki pemalas adalah nestapa yang tidak berkesudahan, mencintai laki laki yang tidak mandiri sama hal nya memendek kan usia, membersamai laki laki yang selalu sembunyi di ketiak orang tua adalah penderitaan untuk rumah tangga...,kesempatan itu sudah cukup untuk 10 tahun yang dilewati dengan ribuan luka di hati,bukan tidak cinta,tapi hidup bukan melulu soal cinta ada tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak anak,mereka butuh gizi yang baik,butuh pendidikan berkualitas,butuh rumah yang nyaman yang selama ini peranmu sebagai suami Nol besar
Air mata Selvi tiba tiba tidak bisa lagi dibendung nya
Wawa yang melihat dengan gercep memegang tangan nya untuk menguatkan,sindrom beby blues sangat berbahaya bagi ibu dan anak,orang orang di sekitarnya harus lebih care..
Sementara itu Neta sudah berada di mobil,setelah membeli sarapan yang tentunya untuk pak Driver juga,mereka melanjutkan perjalanan menuju Hotel.
" Aku di hotel Graha sayang ,kamu dimana "
degh...... pesan singkat dari Tunangan nya yang mengagetkan nya
"hah" Neta berusaha menguasai Dirinya,bagaimana kalau tanpa sengaja mereka berpapasan,kenapa harus menginap di hotel yang sama sih,gerutunya
"Pak nanti turunin di Lobbi ke dua saja ya" Neta memilih memutar arah lewat pintu belakang agar tidak melewati pintu Utama
" Baik bu,setelah itu kemana bu' tanya mang Rido
" Nanti kembali ke Rumah sakit lagi pak,cuman mau beberes barang barang nya bu Selvi"
" Sekitar jam 10 ya pak, nanti bapak Atur saja saya pakai jasa nya 1 hari biar bapak tidak bolak balik lagi" ucap Neta
__ADS_1
" Baik bu" jawab mang Rido
mobil mereka pun melaju menuju Hotel,hening,Sesekali Neta menghembuskan nafas berat nya.,tatapan nya nanar memandang kearah keluar..
rasanya berat sekali untuk menemui Desta tunangan nya yang ternyata juga menginap di hotel yang sama.
Rindu tapi sakit.....!!!!
rasa sakit itu masih begitu menyiksa nya..
" akan ku buat kau menyesali perbuatan Mu seumur hidupmu"
" akan ku pastikan penyesalan itu lebih sakit dari rasa trauma ku"
" Akan ku pastian selama ini yang kau lakukan adalah hal terbodoh"
"Jika dulu kalian menganggap aku bodoh,aku mudah di tipu dan di curangi,akan ku pastikan hari ini kalian akan tau seberapa kuatnya hatiku "
" Rintih 'ku, meniti takdir tanpamu.
Bukannya tak ikhlas,
Aku hanya tak lagi bisa menahan gejolak hati
Seiring berjalannya waktu,
Aku mencoba merelakan kepergianmu,
Mencoba menerima kenyataan,
Bahwa kamu tak lagi sama
Untuk sekedar menemani,
Berbagi cerita,
Entah tangis maupun tawa.
Rindu, iya . . Itu yang setiap hari 'ku rasakan,
Bayangmu seolah melekat kuat dalam ingatan,
Bagaimana caramu tertawa,
Kamu yang khawatir saat aku terluka,
Dan semuanya tentang kamu
tapi hanya melukai akal sehatku
Bukannya aku tak menerima,
__ADS_1
Aku mencoba menenangkan hatiku,
Ini adalah bagian dari skenario Tuhan untukku, dan dirimu.
Aku tau, Tuhan terlalu menyayangi ku
Sampai Tuhan memperlihatkan kebusukan mu
Karena Tuhan tak mau, Aku merasakan sakit lagi.
Rindu, Raga mu terlalu tinggi untuk 'ku rengkuh,
Rindu ini seakan membunuh,
Terus hidup dan tumbuh semakin angkuh,
Sialnya, hanya air mata yang 'ku pilih jadi penawarnya,
Meski tak berasa, sekalipun sama saja.
Rindu,
Aku hanya bisa sebatas mendo'akanmu,
Dengan linangan air mata yang menjadi-jadi,
Rasa pengap yang berapi-api,
Aku berharap tidak lagi seperti ini lagi...
tak pantas ku lakukan untuk manusia jahat seperti mu.
perang batin Neta tak dapat lagi di Elak kan. rindu tapi sakit
Rindu tapi muak,rindu tapi tak pantas semua ini untukmu lagi
Huffffff......
Bersambung......
ikuti terus kisah Neta ya,bagaimana perjumpaan nya dengan Desta si penghianat Cinta ? tunggu update selanjutnya yaaa......😍😍😍✍️✍️
Jangan Lupa Like,komen dan Vote nya...
Terima kasih dukungan nya untuk karya ini
Salam Sayang
Penulis
Kinara Riswari
__ADS_1