
Selvi masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit,di temani dua gadis cantik yang setia menemani nya,tentu saja kakak beradik Neta dan Wawa
"Terima kasih"
"Maaf sudah merepotkan"
" Sudah membuat liburan Kalian berantakan,
"gara- gara nolongin saya
ucap Selvi dengan rasa bersalah terhadap dua gadis cantik di hadapan nya
Mereka hanya tersenyum
"Nggak kok"
"Sudah santai saja,jangan di pikirin
"kami tidak merasa seperti itu !
ya kan dek ?
*sembari mencolek adiknya
wawa pun mengangguk
"Iya mba,yang terpenting sekarang mba harus semangat melewati prosesnya"
Tidak usah bebani hati dengan hal hal yang tidak penting
Ada adek bayi yang pengen liat mamah nya kan ?
Selvi mengangguk pelan,
"orang lain yang tidak di kenal nya saja, bisa sebaik ini,bisa setulus ini,sementara suami nya sendiri ayah dari anak anak nya malah tidak peduli dan tidak mau tau
"Sekedar tanya kamu dimana pun tidak ?
"terlalu kamu Ren !!
"Aku ini istrimu atau apa ?
"Mati matian aku berjuang untuk besarkan anak anak kita,tanpa kepedulian mu
" Andaikan dulu aku tidak merengek dan susah payah meyakinkan keluarga ku untuk merestui dan menikahkan kita,mungkin rasanya tidak seperti ini, Aku malu sangat malu kalau harus gagal berumah tangga
" Tapi...,di sisi lain,aku juga tidak sekuat itu untuk bertahan hidup dengan laki laki yang sangat tidak bertanggung jawab seperti mu
" Andaikan saja bujuk rayu mu untuk berubah tidak ku dengarkan, janji palsu mu yang membuatku kembali mempercayai mu ternyata semua bohong dan mungkin tidak akan seperti ini,terbaring sendiri di rumah sakit untuk melahirkan anak mu.
" Maaf kan mamah Nak
* Selvi mengelus perutnya
"Bayi ini tidak bersalah,anak anak ku tidak berdosa,mereka tidak bisa memilih harus di lahir kan dari rahim yang mana dan tidak bisa memilih siapa Ayah nya
'Aku yang sudah salah mencari Suami, salah memilih ayah yang bertanggung jawab untuk hidupku dan anak anak ku
"Salah menilai semua nya hanya dari materi saja tanpa mempertimbangkan dia bisa menghidupi ku atau tidak dengan tangan nya sendiri,bisa bertanggung jawab atau tidak tanpa mengemis pada orang tuanya.
"anak anak ku harus merasakan semua deritanya karena ulah ayahnya yang tanpa ada rasa bersalah tidak menafkahi ku dan anak anak nya
* buliran kristal bening itu pun meluncur dari sudut matanya
"Sudah ya mba jangan sedih !
*kata kata Neta sontak membuyarkan pergolakan batin nya
Handphone nya pun berdering
"Ada telpon mba,saya ambilkan ya ? wawa melangkah bergegas mengambil ponsel milik Selvi
kemudian memberikan nya kepada pemiliknya
"ini mba ? seraya menyodorkan ponsel
"Terima kasih ucap selvi kemudian mengambil ponselnya dan menggeser layar ponsel ya
Panggilan dari Tari adik perempuan nya..
"Assalamualaikum
__ADS_1
sapa wanita di ujung telpon
"Wa'alaikumsalam
'Kakak gimana ? dokter bilang apa kak ?
"Al tadi yang hubungin aku kak,tapi terputus dihubungi kembali nggak bisa
"terus Al, banyak mengirim pesan Wa,'Katanya kakak di bawa ke Rumah sakit karena pendarahan di hotel
"'Dari tadi tuh Tari hubungi susah sekali nyambung, mana disini tadi hujan deras,mati lampu jadi jaringan ngadat* Sudah seperti rel kereta api menjelaskan
" Iya,kakak sudah di Rumah sakit lagi nungguin operasi sebentar lagi dek
"untung nya kakak ketemu gadis gadis baik yang nolongin,tiba tiba tadi kakak keram terus kesakitan beruntung masih bisa buka pintu kamar keluar cari bantuan
"Nggak kebayang kalau tidak dek,seperti apa jadinya nasib kakak
* Selvi menjelaskan dengan Detail
"Iya kak, Al sudah cerita semua
"saya usahakan ke sana secepatnya ya kak
"tadi mau bilang ke ibu,Tari buru buru pulang dari kampus tadi, eh tidak taunya sampai rumah ibu juga sakit demam tinggi
Tari menjelaskan dan lagi seperti rel kereta
" Kok bisa Ibu sakit Dek ?
" Ya itu tadi Rara ngamuk,kumat lagi bandel nya,adek nya laporan semua tadi
"Nenek nya di hajar nya lagi, tuh sampai biru biru memar di dorong dari tangga
"makanan di meja juga di hambur,dipecahin semua,sampai ade belum ada yang makan tadi Tari pulang jam 1
*Jawab Tari sedikit kesal dengan ulah ponakan nya,yang selama ini Selvi selalu membela nya dengan alibi menutupi kenakalan anak nya "
"NAMA NYA JUGA ANAK ANAK,MAKLUMI SAJA"
"Ya Allah ibu,maafkan Selvi bu !
harusnya di masa tua ibu bisa hidup tenang,ini malah harus mengurus cucu cucu ibu yang luar biasa Nakal nya
"apa apa serba perintah,main tangan,tantrum bergulung gulung,kalau tidak di turuti kemauan nya akan menjerit jerit menangis tanpa henti, memukul Nenek nya,Adik nya pun jadi sasaran ke brutalan nya
"entah bagaimana mengubah perilaku nya yang mulai memusingkan kepala,kalau dulu menganggap nya wajar sekarang sudah kerepotan di buat nya.
sedih sekali rasanya sementara Ayah nya masa bodoh tidak mau tau soal mendidik apa lagi mengurus anak anak nya, "Ibu dan Tari yang terpaksa harus setiap hari kerepotan, mengurus ke tiga ya
'Dan adik bungsu nya Al tentunya yang selalu mencukupi semua kebutuhan ponakan ponakan nya, dari mulai kebutuhan makan,susu,pakaian,biaya sekolah,biaya berobat kalau sakit bahkan biaya persalinan
"tanggung jawab yang harus nya bukan tugas nya
" Maafkan kakak Al,sedari dulu sampai sekarang hanya menyusahkan mu,hanya merepotkan,dari kuliah,nikah sampai punya anak semua kamu korbankan untuk kakak mu ini dek
Selamat sore" Bu bersiap ya sebentar lagi menuju ruang operasi tolong di persiapkan kebutuhan nya,sembari menyerahkan daftar list kebutuhan yang harus dipersiapkan
" Bisa dari rumah sakit saja sus ? kebetulan saya tidak ada persiapan sama sekali ? tanya Selvi
Bisa bu ! Nanti kami persiapkan,tapi ada beberapa obat harus lebih dulu di tebus
"oh gitu ,Ya udah sini resep nya seru Neta,sembari mengambil kertas kecil dari suster
"ini Bu,semuanya ada di Apotik di Luar rumah sakit
"Nanti setelah semua nya ada,tolong ibu keruang Jaga kami ya bawa obat nya ?
"Baik sus, saya keluar sekarang
mba ini dompetnya* Teriak Selvi ingin memberikan uang untuk menebus obat
Simpan aja mba,ini ada kok. saya keluar dulu ya
Neta melangkah keluar bayangan nya pun hilang di balik pintu
ya Allah,tuh kan ngerepotin lagi,nggak enak aku dek,sambil menatap ke arah Wawa gadis cantik di samping nya
"Nggak apa apa mba,yang penting mba semangat biar cepat pulih nanti* wawa menenangkan
Ah..lagi lagi hati Selvi tersentuh dengan kebaikan dua gadis ini,semoga nanti anak anak nya bisa seperti mereka
__ADS_1
"Terima kasih ucapnya lirih berkaca kaca
wawa hanya tersenyum sembari merapikan barang barang kebutuhan Selvi
Tuh kan dek,denger sendiri,mereka udah kakak repotin
Alhamdulillah kak,di saat jauh dari keluarga masih di pertemukan dengan orang orang baik
"ya Sudah kakak,berdoa,semangat,secepatnya Tari berangkat ya
"iya dek
kemudian menutup telpon nya
******
Nelpon siapa kamu nak ?
Tari dibuat kaget oleh ibunya yang tiba tiba muncul di balik pintu
"itu..bu..anu
ehh..kak Selvi
Sini... Bu duduk!
Tari menuntun Ibu tercintanya duduk di Sofa kecil dalam kamarnya
Sambil memegang tangan ibunya,
Buuk..,Tari mau jemput kak Tari ya ?
"hmmm
"soalnya kaak Se
*belum juga meneruskan kata katanya ibunya sudah memotong ucapannya dengan raut cemas,perasaan ibu mana sih yang bisa di bohongi ?
Kakakmu kenapa Nak ?
Jangan Bohongi Ibu ?
sambil menatap lekat anak ke duanya yang sedari tadi seperti menyimpan sesuatu
iya bu,tadi Tari mau bilang tapi ibu sakit !!
"gini Bu..,kak Selvi pendarahan di Hotel tapiiii sudah ada di rumah sakit sekarang,beruntung ketemu orang baik
*Tari berusaha menjelaskan
Rumah sakit ? pendarahan..ya Allah anak ku * tangisan nya pun pecah
Udah ibu tenang,kak Selvi harus operasi hari ini bu,anak nya terpaksa lahir prematur
Tari kesana ya bu ???
ya Sudah tunggu apa lagi,cepat bersiap..kasian kakak mu Nak
* makin kenceng tangisan ibu nya
Tari memeluk ibunya
" Insya Allah semua baik baik saja Buk,tadi Al yang ngabarin
Tari siap siap ya,ibu dirumah istirahat obatnya di minum
Tari sudah masak untuk 2 hari kedepan,sudah Tari simpan di kulkas,biar ibu tidak capek tinggal panasi
iya Nak,sudah sana cepat temui kakak mu
Iya ibu ku sayang
Bersambung
Terima Kasih dukung terus karya ini ya..
Jangan Lupa Like,Komen dan Vote nya
Salam Hormat
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari