DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
22. Don't Panik


__ADS_3

****


Keadaan di kamar hotel 204 masih tegang,beberapa staf pun berdatangan memastikan keadaan tamu mereka baik baik saja


Sesekali suara berisik dari HT atau handy talky berbunyi saling bersautan antara petugas hotel


" ambulance menuju kesini, over


" baik ndan,segera persiapkan,over


* kurang lebih seperti itu perbincangan mereka


*kurang lebih perbincangan seperti itu


****


Neta nampak panik,sesekali tangan nya menyeka keringat yang ada pada dahi nya..


serasa gerah karena kepanikan yang luar biasa padahal ruangan tersebut di fasilitasi Ac sentral yang cukup dingin..


"Sakit.....


"Sakit....


"ah...sakit.....


suara erangan dari wanita muda itu terus terdengar


Tidak bisa di bayangkan seperti apa rasanya mengalami pendarahan yang hebat.


Wajah nya pun nampak pucat,keringat membasahi seluruh badan nya karena menahan rasa sakit yang hebat


Neta dan Wawa berada di samping wanita muda itu,menggenggam erat erat tangan nya memberikan support


"Sabar ya mba"


"Istighfar ya mba"


ucapan itu yang keluar berganti ganti di ucapkan Wawa dan Neta


"'Lama banget sih pak ?


" gimana ini


Neta menoleh ke arah petugas hotel yang berdiri di belakang nya


" Sabar ya kak


" Kami sudah usahakan ambulance secepat nya tiba


"iya tapi apa nggak bisa pake mobil oprasional hotel saja ke Rumah sakit ?


' ini berhubungan sama nyawa pak harus secepat nya


Neta nampak geram


Petugas hotel itu pun berbisik berembuk dengan teman teman nya


" Ambulance sudah dekat kak


"kita tunggu ya kak


Neta tak menjawab, tangan kanan nya dipegang erat sekali oleh wanita muda itu,sedangkan tangan kiri nya berusaha menyeka keringat dari wajah wanita malang itu


Sungguh pemandangan yang memilukan hatinya


menyaksikan perjuangan seorang ibu yang hendak melahirkan.


Perjuangan yang berat di iringi tangisan airmata,darah dan rasa sakit yang tidak bisa di gambarkan


Wajar saja kalau surga di sematkan dj bawah telapak kaki ibu.


Sungguh berat pengorbanan untuk melahirkan nyawa jadi taruhan nya


**


Perjuangan seorang ibu untuk melahirkan sang buah hati sering diibaratkan sebagai perjuangan hidup dan mati. Mungkin agak berlebihan, tetapi tidak bisa dipungkiri ada banyak risiko yang dihadapi para ibu selama proses persalinan.


Bayangkan saja, sejak bulan-bulan pertama kehamilan sang ibu sudah harus merasakan morning sickness atau mual muntah dan gampang pusing di pagi hari. Belum lagi jika ngidam makanan yang susah dicari, si ibu jugalah yang menanggung semuanya.


Kurang lebih 9 bulan kemudian, fase melahirkan pun tiba dan perjuangan hidup dan mati segera dimulai. Nyeri perut bagian bawah akan menjalar sampai ke belakang, disertai rasa ingin buang air besar yang disertai keluarnya lendir atau bahkan darah.


Fase ini bisa berlangsung selama 12 jam untuk anak pertama, atau lebih pendek yakni sekitar 6 jam untuk anak kedua dan seterusnya. Selama itu pula, ibu menahan rasa sakit hingga pecah ketuban. Kadang-kadang, ketuban pecah duluan sebelum fase melahirkan selesai.


Perjuangan ini penuh dengan risiko. Pada persalinan normal misalnya, ibu yang tidak kuat ngedan sampai harus dibantu dengan vacum. Malahan pada kondisi tertentu misalnya punya penyakit berat, calon ibu tidak disarankan untuk melahirkan normal.


Meski demikian, tidak tahu persis mengapa disebut sebagai perjuangan hidup dan mati. Dalam prosesnya memang terkadang terasa sangat sakit, namun semua itu terbayar lunas dengan kebahagiaan saat buah hatinya lahir dalam kondisi sehat.


"Istilah-istilah seperti itu (perjuangan hidup dan mati) mestinya dihilangkan agar calon ibu tidak merasa ketakutan saat akan melahirkan dan akhirnya memilih cesar


Ada benarnya,sebab pada masa kini minat para calon ibu untuk menjalani operasi caesar cenderung meningkat. Padahal dalam banyak kasus, tidak semuanya harus dioperasi. Kadang masih bisa melahirkan normal, tetapi pilih caesar agar tidak terlalu sakit.


Apapun itu, perjuangan seorang ibu saat melahirkan buah hatinya tidak pernah mudah. Baik normal ataupun caesar, selalu butuh banyak pengorbanan baik fisik, mental maupun material. Semua demi lahirnya sebuah kehidupan dalam wujud sesosok bayi mungil yang lucu...


Pikiran Neta menerawang jauh kedepan


"Sakiiiittttt"


*teriakan kencang itu seketika membuyarkan lamunan nya


Neta berusaha bersikap tenang meskipun sebenar nya nyali nya memciut melihat aliran warna merah itu semakin banyak


Tangan nya pun rasanya sakit sekali di genggam sangat erat sekali


"Sabar

__ADS_1


"Mba pasti bisa


" Jangan panik


" Berdoa dalam hati


" Tenangkan diri


"Sebentar lagi ambulan datang


" Mba harus yakin bisa lewati semua


" ayo kita sama sama istighfar


"ASTAGHFIRULLAH...


"ASTAGHFIRULLAH


"LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZOLIMIN


* Wawa berusaha menstimulus memberikan kalimat kalimat motivasi agar kepanikan wanita itu berangsur angsur berkurang


" ulangi terus ya mba


" Mba bisa....,mba tidak sendiri


" Tarik nafas pelan....


" hembuskan


" ulangi lagi ya mba atur nafas


" hirup ucapkan. " La illaha


" hembuskan ucap " Illa lah


"Laa ilaaha... illa loh"


wanita itu mengikuti instruksi wawa


"ulang terus


"Sugesti ini akan terlewati


"bayi lucu akan segera bisa peluk ibu nya


kalimat kalimat sederhana itu ternyata ampuh mengontrol suasana jadi lebih rilex


Neta bernafas lega kepanikan nya berangsur angsur juga mereda..


" Ambulance sudah standby ,over!


suara dari HT milik petugas hotel memberikan angin segar bagi mereka


"Mba keluarga nya dimana ?


"biar saya hubungi


*tanya Neta


Wanita itu menunjuk ponsel di meja, Tolong hubungi adik saya Tari


Neta bergegas bangun dari posisi nya,berjalan ke sudut ruangan tempat handphone wanita itu di simpan


" Maaf saya buka ya mba ?


Neta meminta izin


wanita itu hanya mengangguk tanda setuju


Neta berusaha menghubungi nomor tersebut tapi tidak aktif,kemudian Neta mengirimkan pesan agar Tari mengetahui keadaan kakak nya namun terpending


"aduh.., nggak bisa nih mba


" ada nomor lain yang bisa saya hubungi lagi ? suami mba mungkin ?


tanya Neta kembali


"Tidak usah mba


"Laki laki tidak bertanggung jawab itu tidak akan peduli dengan keadaan istri terlebih anak nya


"jleb


*kata kata wanita itu sungguh penuh amarah


"Ambulance sudah siap bu


suara dari staf hotel mengagetkan mereka.. sekaligus menjadi hal yang membahagiakan,pertolongan sudah datang


petugas dari rumah sakit pun sudah datang menghampiri mereka dan melakukan pertolongan pada wanita itu


"Kita ikut saja ya dek,keluarga nya belum bisa di hubungin


"kasian kalau sendiri


*Neta memberi titah


adiknya hanya manut ngikut apa yang jadi keputusan kakak nya sebagai rasa kemanusiaan terhadap sesama


Pak kami ikut


tanya Neta pada petugas hotel


"Silahkan bu,staf kami juga akan ikut ke rumah sakit

__ADS_1


kita sama sama bu jawab laki laki bertubuh kekar yang bertugas sebagai manajer di hotel tersebut


Neta,wawa dan beberapa orang berjalan tergopoh mengikuti petugas dari rumah sakit yang sudah menandu penghuni kamar 204


pip...


pip..


pip


*Neta di kaget kan oleh suara ponsel,rupanya dia masih membawa ponsel wanita itu


di lihat nya panggilan dari


adinda tercinta


seperti nya nomor keluarga nya,mereka harus tau keadaan wanita itu


Neta pun segera memencet tombol angkat pada layar ponsel


"Hallo* neta menyapa orang di seberang telpon


Assalamualaikum* ucap laki laki itu


Wa alaikum salam * jawab Neta


"Lagi dimana kak ?


tanya laki laki itu tanpa curiga yang mengangkat telpon nya bukan lah pemilik nya


Ibu dimana ? ditelpon hape tidak aktif semua !


*ucapnya lagi


"Hallo...


"maaf mas, ini saya lagi di titipin hape sama mbak ya


* Neta bingung memulai dari mana menjelaskan


"hah... gimana ?


suara di ujung telpon itu nampak kaget


" iya mas saat ini saya yang bawa ponsel nya


"halo...terus kakak saya dimana ?


*tanya nya lagi dengan tune lebih tinggi, terdengar panik


" iya,ini menuju rumah sakit mas,mba nya sudah di ambulan ?


jawab Neta


"apaaaaaaa ? ambulan ? kakak saya kenapa ?


" hallo...


"halooo


Iya mas,mba nya pendarahan di hotel,kebetulan saya bersebelahan kamar jadi kami di sini berinisiatif membawa ke rumah sakit terdekat


"Ya Allah


Bagaimana keadaan kakak saya mba ?


tanya nya panik


" Pendarahan hebat mas tapi masih sadar


oh ya tadi saya coba hubungi nomor ibu tari yang di berikan kakak mas tapi tidak nyambung


"Kalau bisa mas hubungi keluarga terdekat ya mas


"iiya mba...iya


Tolong mba Sherlock ya rumah sakit nya


"Maaf sudah merepotkan


"Dan tolong lagi mba,tolong sementara jaga kakak saya..


"saya akan coba menghubungi orang rumah


suara itu terdengar panik


"Baik mas,saya dan beberapa petugas hotel juga adik saya akan memastikan sampai keadaan mbaknya baik baik saja


"iya mba Terima kasih


Sekali lagi terima kasih


"saya matikan dulu ya mba saya coba hubungi dulu keluarga biar secepatnya menuju rumah sakit


"Baik mas


telpon pun di tutup.


BERSAMBUNG


Terima kasih dukung terus karya ini ya...


Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya


Salam Sayang

__ADS_1


Penulis


Kinara Riswari


__ADS_2