DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
77. Karma


__ADS_3

Dea dan Bimo berusaha berbicara dari hati ke hati dengan Desta,obrolan ringan hingga candaan di lontarkan agar Desta terhibur,selain mereka ada Aldi seorang ponakan yang juga turut mendampingi dan menjaga Desta


" Mau makan buah dek " tanya Dea sembari menyodorkan potongan mix buah buahan kepada Desta


Hanya menggeleng dan memalingkan wajah nya


Dea rasanya frustasi sendiri melihat kondisi adiknya,hanya diam dan menggeleng


" Dek,coba deh bilang ke kakak,mana tau beban hatimu bisa sedikit berkurang "


" Kamu ingat ndak Dek,waktu kecil kita berdua selalu berbagi rahasia,apa lagi kalau habis nyolong mangga tetangga,karena takut ketauan Ibu "


Desta hanya tersenyum mendengar ucapan Dea,mungkin saat ini bayangan masa kecilnya menari nari diingatan nya,Dea terus menceritakan kenakalan kenakalan yang mereka lakukan berdua,kompak,di hukum pun kompak,selalu saling membantu


" Kamu tuh adik kesayangan kakak,ya meskipun nyebelin he..he. .he " Dea menusap usap punggung adiknya penuh kasih sayang


" Kak aku dan Neta sepakat batal nikah " tiba tiba Desta bersuara


" Apaaaa "


" Kamu tidak salah bicara kan Dek "


Pengakuan Desta sontak membuat Dea dan Bimo kaget begitu juga Aldi ponskan nya, apakah ini benar ada nya atau hanya bahasa emosi sesaat


" Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan Des ?"


" Ada masalah apa sampai seperti ini "


Dea masih tidak habis pikir,dengan mudahnya kata pisah itu terucap sementara waktu yang di lalui tidaklah singkat


Dea duduk mendekati adiknya,dipegang nya tangan Desta erat erat,dipandangi wajah adik kesayangan nya yang saat ini terlihat sangat menderita


Dea beringsut mendekat dan memeluk adiknya,seketika tangisan Desta pun pecah


" Higz... Higzz.. higzzz "


" Aku tidak bisa kehilangan Neta kak "


" Aku harus bagaimana menghadapi ini "


" Sungguh aku tidak bisa hidup seperti ini "


Desta mengeluarkan semua isi hati nya,tapi selalu bungkam acap kali Dea bertanya permasalahan apa yang sedang mereka hadapi saat ini.


" Ada masalah apa sih kalian, sampai harus membatalkan pernikahan, udah nggak waras si Neta itu,sengaja mau bikin keluarga kita malu "


" Dari dulu kakak sudah bilang dia tidak pantas untukmu,gini kan jadi nya "


" Ini pasti ada unsur kesengajaan deh,mau bikin malu keluarga kita "


" Atau jangan jangan Neta punya Pria lain "


" Punya selingkuhan di belakangmu Dek ? "


Dea bergelut dengan pikiran pikiran nya sendiri yang diliputi kebingungan,hatinya bertanya tanya ada apa sebenarnya sementara adiknya di tanya hanya diam membisu hanya menangisi keadaan nya.


Dari dulu Dea tidak pernah menyukai Neta,semua berawal dari tolakan Desta untuk kencan dengan adik sahabatnya yang notabene sangat menyukai Desta,tentu saja hal itu membuat Dea kehilangan kesempatan untuk mendapatkan suntikan dana yang cukup besar dari keluarga Jesika yang merupakan rekan bisnis suami nya. Perjodohan yang batal itu pun memicu renggang nya persahabatan mereka.


Desta lebih memilih Neta yang hanya seorang dosen muda di kampus swasta,belum lagi Neta juga begitu di sayangi orang tua nya,acap kali Dea merasa tersinggung acap kali orang tua mereka membandingkan Neta lebih peduli terhadap mereka,terlebih saat sakit orang tua Desta memilih tinggal ditempat usaha milik Neta.


" Ya sudahlah Des,jangan terlihat lemah seperti ini,masih banyak diluar sana yang lebih dari Neta,ngapain sih sampai merusak diri seperti ini "


Desta melepaskan pelukan kakak nya.


" Tinggalkan aku sendiri kak "


" Tidak usah memikirkan hidupku, urus saja suami mu itu "


Degh.....


Bimo terperanjat,kaget dengan ucapan adik ipar nya " gawat nih kalau kumat depresinya bisa terbongkar semua rahasia ku "


" Kamu nih kalau di ingetin selalu begini "


" Kakak itu peduli sama kamu Des "

__ADS_1


" Jangan sampai gara gara perempuan itu kamu sudah tidak bisa rasional dan berpikir bodoh "


Bimo segera menarik lengan istri nya " sudah sayang, cukup "


" Desta lagi sakit,kamu yang bisa kontrol diri dong "


" Jangan malah emosi gini "


Kita keluar dulu,biar Aldi ( ponakan nya )yang menjaga nya


" Des,kami pamit dulu ya " Bimo berbasa basi terhadap adik iparnya padahal ini adalah cara agar rahasianya aman


Tanpa menyahut apa lagi menoleh Desta memalingkan muka nya,muak rasanya melihat wajah munafik kakak ipar nya,seolah sosok sempurna yang sangat di banggakan kakak nya.


" Aldi, om sama tante ke taman dulu,kamu disini jangan tinggalkan uncle ya " Bimo menupuk nepuk pundak ponakan nya.


" Iya Om " Aldi menerima titah Bimo,sementara Desta masih termangu dan berperang dengan pikiran nya sendiri


Ini sungguh sulit,sangat sulit !


"


"


"


Di rumah sakit yang sama hanya berbeda ruang perawatan, Tari masih duduk terdiam menyaksikan Rendi tak hentinya menangisi istrinya.


Selvi sudah berangsur membaik, saat ini sudah keluar dari Icu dan dirawat diruang perawatan tinggal menunggu masa pemulihan.


Rendi tidak beranjak sedikitpun dari sisi istrinya, meskipun Selvi melihat wajahnya pun tak sudi.


Berbagai kata maaf di ucapkan agar istri nya luluh namun sia sia, Selvi hanya membisu tanpa kata


Batinnya terlanjur sakit dan terluka terhadap perlakuan suami dan juga keluarganya selama ini,kata maaf tidak akan mengembalikan putrinya yang sudah pergi,kata maaf tidak akan merubah keadaan


Dalam diam nya Selvi merenungi setiap detik yang dilewati nya tanpa peran suami.


"Apa yang membuatmu lelah dan ingin menyerah ????


Semua hal aku simpan sendiri.


Pernah nggak sih kamu merasa sepi tanpa seorang pun peduli dan menanyakan hatimu,apakah kamu baik baik saja


Semua yang ku lakukan semata karena kewajiban


Aku tersisih,terabaikan,tidak di anggap dan tidak di mengerti


Aku sakit,aku terluka dan sudah pasti kecewa


Aku hanya ingin di dengar


Hanya ingin di pedulikan


Hanya ingin di perlakukan selayaknya seorang istri


Aku tidak butuh ucapan terima kasih


Setidaknya hadirku bisa di hargai


Suami yang katanya adalah sahabat,teman hidup,teman berbagi nyata nya tidak seperti itu


Luka,kecewa,air mata


Aku butuh dia


Aku butuh hadirnya


Aku butuh peran nya


Tak hanya tidak bisa memberi nafkah


Tapi juga tidak bisa jadi sandaran ternyaman


Jadi tempat terpercaya untuk mengadu...

__ADS_1


Jadi tempat terindah untuk membagi semua kisah ku


Aku tau melawan adalah dosa


Tapi aku juga kecewa,aku sakit dengan diam saja


Bahkan saat semua serasa menghakimi,hadirnya tidak mampu mengayomi


Aku di dikte..


Aku di sepelekan..


Aku tak di anggap...


Egois kah aku yang ingin di mengerti ?


Dosa kah aku yang sudah tidak sanggup berjuang di bahtera ini ?


Dia benar benar tidak peduli


Perih ku telan sendiri


Sakit ku rasakan sendiri


Kecewa ku tahan di hati


Apakah hadirku sungguh tak berarti


Apakah hadirku tak di ingini


Lelah..


Jiwaku kuatlah


Semangat lah


Seperti janji mu pada hatimu


Kuatlah demi senyum anak anak mu


Selvi menyeka air mata nya,sesak sekali rasanya


Sementara Rendi masih saja duduk di samping ranjang,tak kalah sedihnya hatinya pun sangat hancur melihat istrinya diam seribu bahasa tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya


" Aku tau kesalahanku begitu besar"


" Aku cukup sadar diri bahwa aku layak mendapatkan hukuman atas salahku selama ini "


" Aku pantas di abaikan "


" Anak anak ku bahkan mendekat pun tak mau "


" Sementara istriku.,dingin tak bergeming "


" Diam mu begitu melukai ku sayang "


" Diam mu mencabik cabik hati ku "


" Aku sang pendosa yang mengharap maaf mu "


Tak berdaya... Aku salah.. aku kalah


Tapi aku tak akan menyerah


BERSAMBUNG.....


TERIMAKASIH DUKUNGAN NYA


JANGAN LUPA VOOOTEEEE, LIKEEE DAN KOMEEN.... !!!


Salam Sayang


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2