
Ali melirik sahabatnya yang diam termenung memandangi keramaian dari dalam busway
" Mikir mantan teroooos " Ali meledek Al,
" Nggak lah " Al berpura pura untuk menutupi perasaan nya yang tidak bisa di pungkiri saat ini sedang merasa gelisah
Ali yang sudah mengenal Al bertahun tahun cukup tau dengan gestur sahabat nya " udah nggak usah bohong" Ali menyikut sahabat nya
" Laki Laki Lemah " ucap nya kemudian
Al tak berkutik dihadapan sahabat nya
Lebih baik terus terang dari pada pura pura " kasian Sandra " ucap nya kemudian
" Heleh kasian ! Buang jauh jauh perasaan itu,yang bikin kamu lemah "
" Bodo amat dia sekarat,dia metong sekali pun "
" Gitu aja goyah,susah payah loh kamu bangkit "
" Eh sekarang kumat lagi, galau "
" Cuman gara gara betina macam dia ,hadeh betapa bego nya kamu Al "
Ali meluapkan kekesalan nya pada sahabat nya yang sudah di anggap seperti saudara sendiri. Ali jadi saksi bisu bagaimana Sandra berusaha mendekati Al yang dulu nya sangat menjauhi Al semasa SMA,tiba tiba datang menawarkan cinta nya,setelah di perjuangkan habis habisan kemudian di campak kan begitu saja dengan dalih tidak kuat Ldr dan memilih menjalin hubungan dengan orang lain hanya karena kesepian.
Al tidak berkutik dengan kata kata pedas sahabat nya,wajar saja selama galau Ali jadi tempat mengadu nya
" Ndak begitu bro,tidak mungkinlah mau balikan lagi "
" Hanya saja kepikiran,gimana kondisi kehamilan nya "
" Kalau Laki Laki itu beristri artinya dia tidak akan di nikahi "
" Gimana nasib anak nya "
Ali mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan sahabat nya
" Ya elah bro,dulu bikin nya aja suka cita "
" Atau kamu mau berbaik hati jadi bapak nya "
" Toh lima taon sudah biayain emak nya,sekarang giliran biayaain anak nya "
" Begitu hah "
__ADS_1
Ali dengan ketus nya bicara tanpa sungkan akan melukai sahabat nya.
" Ya tidak lah, pikiranmu terlalu jauh bro " Al berusaha membela diri
Ali mengacak rambutnya,kemudian menatap penuh sinis pada sahabat nya
" Heh,kita kenal sudah berapa lama,aku tau hatimu bro,rasa kasian mu sama orang lain kadang tidak mendasar, janganlah mengorbankan diri sampai kelelep untuk nolong orang lain "
" Udah lah,nggak usah bahas perempuan itu lagi,males,yang pasti kalau kamu mau balikan lagi sangat sangat begoo Al "; Ali sebel sendiri berbicara dengan sahabat nya
Bus yang membawa mereka terus melaju memecah kota,dua pemuda ini pun sedang asik dengan pikirannya masing masing,Ali yang dongkol dengan sikap Al yang mudah iba dengan orang lain, sementara Al juga kesel dengan Ali yang kalau nerocos sudah mirip emak emak,pantes jomblo pasti cewe takut deketin cowok bawel
Tak berapa lama Bus pun sampai pada stasiun yang mereka tuju,kedua pemuda itu pun berjalan menyusuri gang di batas kota tempat sahabatnya tinggal ngontak
" Herman sudah lama tinggal disini ? "
" Ngapain sih ngontrak segala,dikapal juga bisa tidur nyenyak dan nyaman,semua terjamin " celetuk Al
Ali mencebik,hatinya masih dongkol " nih anak memang terlalu lugu,hidupnya terlalu lurus" gumam Ali dalam hati
" Eeey... Diam terus sariawan lu " Al memiting sahabatnya
" Iyaa, Herman kan ngontrak karena tinggal bareng cewenya " ucap Ali datar
" Wah wah, ini anak tau aja pergosipan " Al meledek sahabat nya
" Nah yang ini beda lagi terlalu baik,terlalu lugu sampai di porotin cewe habis habisan "
" Nah kalau pada susah nelponin saya semua curhat,kalau di ingetin pada nggak gubris, gimana nggak darah tinggi coba "
Ali meluapkan emosi nya
" Iya...iyaa.. ngerti " Al menjawab seadanya
" udah ngomel mulu kayak emak emak, yang mana rumah Herman " Al mengalihkan pembicaraan
" Itu " Ali menunjuk rumah petak di sudut gang
Tidak hanya Al dan Ali,teman teman yang lain pun sudah lebih dulu disana,solidaritas tanpa batas,saling membantu dan melindungi
" Aga kareba ( apa kabar ) sapa mereka saat memasuki rumah kontrakan Herman
Kedatangan mereka tentu saja disambut kebahagiaan teman teman yang lain
" Wee bos ku , masuk masuk " sapa Rifki dan juga beberapa rekan mereka
__ADS_1
Al dan Ali membaur dengan sahabat sahabat nya yang lain
" Gimana bos Herman, kenapa sampai keok gini " Ucap Al sambil menyalami sahabat nya
Herman sangat bahagia disaat seperti ini satu persatu sahabat nya datang untuk mensuport, Sudah pasti disaat down begini kehadiran teman teman nya sangat di butuhkan
" Terima kasih sudah datang " ucap Herman berkaca kaca
" Semangat..., Belajar dari kesalahan, semua pasti ada hikmah nya,sekarang yang terpenting semangat untuk sehat "
Ali kembali menceramahi sahabat nya
Diantara mereka Ali memang satu satu nya yang tidak pernah berkasus, hidupnya hanya di habiskan dengan bekerja, olah raga dan nyanyi no cinta cintaan dan sebagai nya.
Saat yang lain sibuk dengan gadis gadis pujaan hati ,Ali Sibuk dengan hobbi nya,entah lah pemuda ini berprinsip Cinta hanya akan melemahkan dan mengganggu aktifitas nya.
Prinsip yang sedari dulu di pegang teguh, pantang untuk menjadi lemah karena cinta, tidak jarang sahabat sahabat nya melabeli nya perjaka ting ting atau jomblo senior,tapi dengan enteng Ali menjawab" Cinta hanya akan merusak mental,jatuh cinta memang indah tapi patah hati juga pasti sakit "
Sekarang bukan waktu nya untuk cinta cintaan,nanti setelah semua impian sudah beres kalau ada yang cocok langsung sat set sat set langsung Nikah.
"
"
"
Malam ini keluarga Neta memutuskan untuk pulang masih banyak hal yang harus di selesaikan di rumah,termasuk mengabarkan berita batalnya pernikahan kepada kerabat,dan juga orang orang terdekat.
Sejak tadi Neta hanya diam dan memilih untuk tidur meskipun sebenarnya hanya menutup mata .
Yang lain pun sangat paham saat ini Neta butuh untuk sendiri.
" Mba Neta tidur terus " Wawa mencolek kakak nya
" Biarkan mbak mu istirahat nduk,sudah pasti saat ini dia merasa sangat lelah lahir dan batin " jawab Ibu Rahayu
" Iya dek, pasti sekarang Neta lebih lega setelah menyelesaikan masalahnya "
" Tapi keluarga Desta bener bener ya Bu "
Ayu masih sangat kesel mengingat kejadian tadi sore
" Ya syukur adek mu tidak jadi bagian keluarga nya Nak, apa jadi nya kalau ada apa apa main keroyokan kayak tadi " Ibu Rahayu pun masih kesal " sudah jalan nya harus seperti ini, sudah pasti ini berat bagi Adek mu tapi ibu Lega,ini keputusan yang sudah sangat benar "
" Menikahi laki laki yang jadi boneka keluarga pasti berat, tidak akan bisa mengayomi istri nya,ditambah kelakuan nya yang nyata nyata salah tapi di anggap wajar oleh keluarga nya,keblinger "
__ADS_1
Bersambung......