DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
82. Sang Mantan


__ADS_3

Sore ini kapal sandar setelah dua minggu lamanya berlayar, Al sangat bahagia pengganti nya pun sudah standby berarti dalam waktu dekat Al bisa pulang bertemu keluarga nya.


Al menyelesaikan semua pekerjaan nya,menyelesaikan semua tanggung jawab nya terlebih dahulu sebelum serah terima dengan capten pengganti.


Hari yang membahagiakan bagi perantau adalah pulang kampung,sudah banyak plan menari nari di kepala,yang jelas memuaskan diri menyantap masakan rumah,bercengkrama dengan keluarga, berwisata dengan keluarga dan masih banyak lagi plan lain nya


Jika dulu plan utama nya pulang adalah untuk menikahi sandra sekarang cukup untuk bersama keluarga tercinta.


Al bersantai menikmati senja sambil bersenda gurau dengan crew lain nya,kebersamaan yang akan mereka kenang suatu saat nanti pernah menjadi tim work yang kompak dan hebat.


Keluarga di rumah apung, yang melewati suka duka bersama sama.


Ali yang sandar tidak jauh dari tempat Al berlabuh rupanya datang untuk mengunjungi sahabat nya


" Hei aga kareba ( apa kabar ) " sapa Ali sembari menyalami sahabat nya


" Aman terkendali " jawab Al di ikuti gelak tawa crew lain nya yang juga sudah akrab dengan capten Ali


" Capt di cariin jodoh nggak mau tuh capt Ali " celetuk Chif


" Hahaha,alasan aja tuh nolak nya chif, padahal ngarep tuh " canda Ali yang memang suka meledek sahabat nya


" Urusan jodoh gampang lah " Al membela diri


" Betul itu capt, yang penting hati aman dulu " sahut seorang crew


Mereka pun menikmati senja dengan acara makan makan.


Selepas Magrib Ali mengajak Al untuk keluar mengunjungi teman mereka yang sedang terbaring sakit


" Dia kenapa sampai begitu " tanya Al penasaran,sambil terus berjalan menuju stasiun terdekat


" Ko tau mi Cika ,Herman suka jajan sembarang "


" Makanan nya kurang bersih mungkin " Al menjawab sambil terus berjalan


Ali menoleh kearah sahabat nya sambil nepok jidat


" Bukan jajan pinggir jalan,beli somay atau pentolan ferguso "


" Nih anak lugu atau pura pura bego " Ali gemes sendiri melihat ekspresi Al yang datar


" Eh....,tadi yang bilang sakit karena jajan sembarangan siapa ? "


" Saya juga heran, perutnya Herman manja begitu " Al masih belum paham dengan perkataan Ali


" Ya Tuhan, maksud nya itu sakit itu nya "


Ali menunjuk kebawah


" Inalillah " Al kaget dan menghentikan langkah nya


" Tunggu... Tunggu,maksud mu Herman kena penyakit kelaaamin, yang menular itu "


Al masih belum percaya dengan hal ini,sementara Ali hanya mengangguk


" Eh jangan becanda dapat gosip dari mana " Al masih berusaha positif thinking

__ADS_1


" Jangan mengada ada " lanjut nya lagi


Belum juga di jawab Bus yang akan mereka tumpangi sudah berhenti,bergegas dua pemuda tampan itu pun naik


Di dalam bus mereka hanya berdiam diri tidak mungkin membahas hal yang sensitif seperti ini ditempat umum


Handphone Al berdering, Al mengambil ponsel dari saku celana nya.


" Devi " Al memperlihatkan pada Ali


" Angkat " Ali memberi isyarat agar Al mengangkat telepon dari sahabat mereka


Al memakai headset nya kemudian mengangkat telpon dari sahabat nya


" Assalamualaikum Dev " sapa nya sesaat setelah mengangkat ponsel nya


" waalaukum salam " Suara Devi terdengar Renyah


" Dimana Al " tanya nya basa basi


" Ini lagi dijalan mau ketempat Herman bareng Ali "


" Oh salam ya Al,semua sehat kan " tanya Devi


" Alhamdulillah berkat doa mu Kami semua sehat segar bugar dan makin tampan hehehe "


Al nyengir sendiri


" Hahaha syukur deh, oh ya Al aku ada berita nih ,entah ini jadi berita baik atau sebaliknya " Devi memulai bergibahan nya


" Ada apa sih ? Berita apa Dev, jangan jangan kamu mo nikah,tunggu kita pulang dulu woiiiii biar ada yang nyumbang lagu di pesta mu "


" Tega ya...,yang kamu lakukan jahat Dev, aku jomblo sampai sekarang demi dirimu ratu ku, tapi hati ku kau patahkan begitu saja " Ali memulai aksi nya


" Mulai Deh ... Mulai " suara Devi di ujung telpon tak hentinya ngakak


" Aku serius Dev,di dunia ini hanya kamu yang tercantik,terbaik "


" Begini ya rasanya mencintai tanpa memiliki,sakittt wehh nu tikam tojeng hatiku /dialeg makassar( kau cabik cabik hatiku)


" Bagaimana aku tanpamu " Ali masih saja menggoda sahabat nya entah ini candaan atau dari hati


" Memangnya sanggup kasih makan buldoser " Devi ngakak sendiri,menyadari dirinya sangat hobi makan dan makan


" Sudah ini hot gosip soal sandra "


Suara Devi serius


Heh...,Ali mencolek Al dan berbisik " beritanya sandra"


Kemudian Ali memberikan ponsel kepada Al


" Ada apa Dev,kenapa dengan Sandra " tanya nya penasaran


Tak dapat dipungkiri Al kadang juga masih kepikiran dengan Sandra,tapi ditepis nya jauh jauh perasaan nya,semua hanya kenangan masa lalu dan mantan sudah semestinya tinggal kenangan saja


" Tadi Sandra kedapatan melakukan percobaan metong begitu sih kabarnya,sekarang masih ada di UGD " suara Devi terdengar bersemangat

__ADS_1


" Maksudnya gimana,Ugd,dia kenapa ? " Al masih belum paham


Al membenarkan duduknya,ekspresinya sangat serius, Ali pun penasaran melihat mimik muka sahabatnya " ada apa " tanya nya tapi Al hanya mengangkat bahu nya dan mencebik kan bibir nya tanda tidak tau


" Ada apa sih Dev dia kenapa " tanya Al memastikan


" Sandra sekarat "


Degh...


Al sangat kaget mendengar ucapan sahabat nya " innalillahi "


Ucap nya, Ali yang mendengar ucapan Al spontan " Sandra Mati Al " tanya ya penasaran kemudian mengambil ponsel Al yang masih bengong


" Haloo... Halooo, Dev... Kenapa ? Sandra mati " tanya Ali dengan prontal


" Yee bukan mati tapi mencoba mau mati tadi minum cairan pembersih lantai " jawab Devi


" Hah serius "


Kemudian Ali memberikan headset sebelah nya ke Al agar mereka semua tidak kehilangan hot news


" Kok bisa sih Dev " Al makin penasaran


" Iya Al pernikahan nya batal,padahal sudah sebar undangan "


" Ternyata tuh calon nya sudah punya buntut "


Kemudian Devi menjelaskan semua hal yang dia ketahui perihal berita soal sandra yang membuat gempar


Al mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Devi,ada rasa sedih merasuki dadanya " kasian pasti keluarga nya saat ini syok "


Mantan kekasih nya yang sudah mematahkan hatinya sekarang harus terima nasib calon suaminya ternyata memiliki istri di kota asal nya.


Pernikahan yang digadang gadang akan membahagiakan justru mematahkan hati nya.


Al sejenak memikirkan bagaimana kondisi kehamilan Sandra,Al tidak ingin bertanya kepada Devi jangan sampai hal ini di rahasiakan oleh Sandra


Al masih memikirkan dampak nya jika orang lain tau soal kehamilan nya pasti akan membuat Sandra semakin menderita.


" Nasib mu harus setragis ini sih San " bagaimana pun Juga Al merasa iba dengan persoalan yang menimpa Sandra


" Semoga keadaan nya membaik " ucap nya pada Devi


" Ingat ya Al,jangan sampai kamu balikan, kalau sampai balikan sudah cukup persahabatan kita " ancam Devi


" tenang Dev,kalau Al mau balikan saya yang duluan bikin babak belur,biar sadar kembali " ucap Ali berapi api


" ya tidak lah semua sudah berakhir "


" lusa kami balik,kamu mau di bawain apa Dev " tanya Al


" hmm apa yaaa, sembarang Deh " jawab Devi malu malu


" bawain Ali aja kalau gitu ya Dev ,ha ..ha ...ha "


"hedeh dapat jodoh Ali yang ada di smakdown terus aku nggak ah" jawab Devi, di ikuti gelak tawa mereka bertiga,obrolan pun berlanjut ngalor ngidul tapi pikiran Al saat ini tertuju pada sandra

__ADS_1


"Semoga baik baik saja dan selamat sehat kembali " bisik nya dalam hati


__ADS_2