DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
24. Di kuatkan oleh keadaan


__ADS_3

****


Rian dan Neta mewakili keluarga untuk melakukan semua proses administrasi nya. Tentu nya pihak rumah sakit juga berkomunikasi dengan keluarga pasien yang tidak lain adalah Alfarizi.


"Jadi proses administrasi nya sudah selesai ya pak ?


"melihat kondisi pasien harus segera di lakukan tindakan operasi ?


" Ada formulir yang harus keluarga isi pak ? jadi bagaimana ?


" Apakah keluarga bersedia di lakukan tindakan ?


" Menurut dokter di Ugd ini keharusan pak,karena ibu nya sudah mengalami pendarahan yang cukup hebat ?


" Kalau tidak segera di tindak,kami khawatir akan berakibat bagi ibu dan bayi nya ?


" Apa lagi menimbang usia kehamilan dari ibu baru menginjak bulan ke 7


" Jika bersedia Bapak bisa mewakil kan semua nya ke pada pihak yang di tunjuk keluarga ?


" kalau bisa secepat nya ya pak,karena ini darurat


*Al mendengarkan dengan seksama penjelasan dari pihak rumah sakit,kecemasan meliputi nya


"Baik lakukan yang terbaik Bu, Untuk kakak dan juga ponakan saya


" Proses sepenuhnya saya serahkan ke Bapak dan Ibu yang membawa kakak saya ke Rumah Sakit


" Saya sepenuhnya akan menjadi penanggung jawab bu


*


Al pasrah,hanya itu satu satunya jalan yang bisa di lakukan nya dalam keadaan darurat seperti ini.


Hatinya benar benar di liputi ke khawatiran terhadap kakak tertua nya.


" Malang nya nasib ku kak, disaat begini suami tidak berguna mu itu kemana ?


ada rasa kesal yang berkecamuk dalam dada nya

__ADS_1


Hal hal seperti inilah yang membuat Al enggan untuk pulang,lebih memilih merantau demi mencukupi kehidupan keluarga nya


Kakak tertua nya Selvi hanya bekerja sebagai staf kontrak di perusahaan ekspedisi, Sementara suami nya yang sudah 2 tahun di PHK dari Perusahaan tempat nya bekerja malah ogah ogahan untuk mencari pekerjaan kembali.


Mirisnya justru aset yang diberikan Al sebagai kado pernikahan satu persatu di jual demi menutupi hutang gali lubang tutup lubang


Rumah minimalis sudah Al belikan sebagai kado pernikahan kakak nya berharap kehidupan kakak tertua nya akan lebih ringan jika mengawali hidup berumah tangga dirumah mereka sendiri. kendaraan roda empat pun juga di belikan tepat dihari kelahiran ponakan pertama nya,berharap kakak nya tidak akan kerepotan lagi jika membawa bayi nya..


Tapi bukan nya bersyukur suami selvi justru memanfaatkan kebaikan Al untuk bermalas malasan sampai mereka di karuniai 3orang putra dan putri serta bayi ke 4 yang di kandung nya.


Al sebenarnya pun protes tapi tetap saja kakak nya selvi membela mati matian suami nya,giliran butuh baru merengek ke adiknya..


Dari awal akan menikah pun Al sudah kurang setuju saat itu selvi sedang melanjutkan S2 nya harus mandek karena lamaran dari laki laki yang baru sebulan nya dikenalnya


tentunya sebagai adik laki laki satu satunya dia yang akan bertanggung jawab menikah kan nya,mau tidak mau harus di lakukan karena kakak nya meyakinkan bahwa Rendi laki laki yang baik,dan bisa di andal kan selain itu katanya dari keluarga yang cukup berada setidaknya bisa mengubah hidup selvi kedepan nya


Al tidak bisa berbuat apa apa selain mengikuti kemauan selvi,setelah menikah kamu tidak perlu biayai kakak dek ? kamu bisa nabung untuk sekolah Tari,kuliah kakak biar bang Rendi yang teruskan begitu tutur nya


Nyata nya semua hanya hisapan jempol belaka,termakan janji manis dari laki laki buaya darat yang mengandalkan kekayaan orang tuanya.


3 bulan setelah menikah Selvi tidak sanggup untuk tinggal dirumah mertua nya lagi,katanya lebih baik ngontrak dari pada makan hati setiap hari oleh kata kata pedas mertua nya.


Akhirnya Al membelikan sebuah rumah minimalis di pinggiran kota berjarak 30 menit dari pusat kota


lumayan dekat lah,Al menguras tabungan nya sebanyak 250 juta


Setahun setelah itu lahirlah ponakan pertama nya akhirnya Al pun memberikan mobil keluarga yang harganya berkisar 180 juta


Al juga yang terlalu menuruti keinginan kakak nya,sampai pada akhirnya tahun berlalu suami selvi menampakan gelagat tidak bertanggung jawab nya tepat kelahiran anak ke 2 dia kabur ke rumah orang tua nya, akhir nya Al yang bertanggung jawab penuh untuk biaya lahiran,susu,dan semua keperluan ponakan nya hingga saat ini.


Jenggah rasanya tapi kembali lagi kakaknya sangat mencintai suami nya dengan dalih bagaimana nasib ke 3 anak nya kalau tidak bertahan.


suaminya hanya datang sesekali bisa dihitung setiap bulan hanya hitungan hari saja mau membantu mengurus anak anak nya.


Bukan nya mencari pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak anak nya eh justru asik berselancar ria layaknya pemuda yang tanpa beban.


Anak mami yang manja,mungkin prinsipnya tidak kerja pun masih bisa numpang hidup sama orang tuanya..


sementara istrinya pontang panting cari nafkah menghidupi buah hati mereka,sudah kadung malu dengan keputusan nya sendiri

__ADS_1


Menitipkan anak anak nya di rumah ibunya,dari pada membayar bebi sister toh ada ibu yang bisa mengurus cucu cucu nya saat di tinggal bekerja..


Yang seharusnya ibu nya yang sudah sepuh bisa menikmati masa tua,harus di pusing kan dengan mengurus semua cucu cucu nya yang sangat aktif aktif nya,bisa di bayangkan Selvi meninggalkan rumah ketempat kerja nya jam 6 pagi kembali kerumah pun sampai isya,ibu nya yang juga sakit sakitan harus ekstra kerja keras mengurus cucu dan juga kebutuhan mereka


Al sudah seringkali menegur untuk mengupayakan mencari asisten rumah tangga tapi dasar nya kakaknya keras kepala dengan enteng nya bilang " untuk belanja saja masih kurang" sungguh tanpa rasa syukur sudah di cukupi oleh adik nya


Sampai suatu hari datanglah Depkolektor yang mengancam selvi, akhirnya rumah mereka pun terpaksa dijual karena lilitan hutang suami nya yang meminjam pada rentenir untuk modal usaha yang akhirnya mandek ditengah jalan,setelah itu mobil pun raib


Mau tidak mau Al terus menghidupi keluarga kakaknya,sebel iya,kesel itu pasti sebab sejak dulu tidak ada jeda untuk mengcukupi nya bahkan terus merasa kurang...,rasanya bosan dan ingin memaki laki laki tidak bertanggung jawab itu..,tapi kembali melihat wajah wajah tidak berdosa ponakan ponakan nya,yang butuh susu,butuh gizi yang lebih


tentunya Al harus menurunkan Ego nya.


Al menghela nafas,ingatan nya menerawang mengingat semua hal yang di alami kakak sulung nya,sudah 5 bulan selvi terpaksa harus berhenti kerja karena mengandung anak ke 4 kondisinya drop ? terus suami nya kemana ? jawabannya tanpa rasa tanggung jawab tidak memperdulikan anak dan istri nya datang hanya saat butuh istrinya saja secara biologis,sungguh payah tapi mau bagaimana lagi kakaknya mencintai nya,tak berdaya rasanya


Sebenarnya Selvi sudah berencana berpisah lagi lagi batal karena ternyata hamil anak ke 4, tentunya hal ini jadi beban kembali bagi Al


Baru kemarin sore kakaknya mengabari lagi mengikuti interview di puncak yang ada di kota M,selvi begitu antusias karena candidat yang di butuhkan sesuai dengan kemampuan nya


Al hanya mendukung usaha kakak nya,tentunya dia pun berharap kehidupan kakak nya berangsur membaik biar dia pun bisa bernafas lega,dari mulai kuliah Al sudah mati matian membiayai selvi,kemudian menikah mengupayakan kakaknya tidak kekurangan toh akhirnya rumah,kendaraan,dan modal yang diberikan pun ambayar,masih harus di pusingkan dengan biaya hidup selvi sekeluarga,Biaya kuliah Kakak ke dua nya juga menghidupi sepenuhnya ibu nya


pantas saja sandra kabur mungkin tidak kuat berada di kehidupan yang pelik apa lagi latar belakang kehidupan sandra pun kurang mampu pastinya ingin memperbaiki kehidupan ekonomi nya dengan menikahi laki laki mapan dan membuang laki laki penuh beban hidup seperti Al


Setelah di renungi wajar sih,Perempuan mana yang akan siap menikah dengan laki laki yang masih di kekang keluarga secara finansial tentunya pasti akan berat mengarungi rumah tangga nantinya,gesekan,benturan dengan ipar nya sudah pasti akan terjadi soal ekonomi dan prioritas,


sebab setelah menikah istri adalah prioritas suami tanpa mengurangi kewajiban terhadap orang tua nya dan keluarga nya selama masih dalam batas wajar dan normal.Tapi kalau kasus nya seperti silvi tentu nya Al butuh istri yang berhati lapang untuk menerima kelebihan,kekurangan dan semua beban hidup nya


Apa masih ada wanita seperti itu ?


Bersambung...


Dukung terus karya ini ya


Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya


Terima kasih


salam Hormat


Penulis

__ADS_1


Kinara Riswari


__ADS_2