
Bangkit Lah Dari Keterpurukan Mu,...
jangan selalu bersedih lagi
Tak Perlu Kau Sesali Apa Yg Pernah Terjadi
Dengan sukma paling dingin
Aku ingin menepis rindu
Yang jatuh ketika hujan pagi ini
Menggenggam pena bertinta hujan
Memaksa jemari,
mengabari rindu pada bait-bait sajak
Hingga seluruh puisiku mampu membawamu pulang
Namun, aku ingat...
Aku membenci Bulan ini
sebab diluar langit kelabu
Tanda sebentar hujan turun
Lalu kau dengan tergesa melepas setiap angkanya
Sampai pada bulan ini tak lagi bertanggal
Ingin melenyapkan ingatan,
Bahkan seluruh agar segera luruh
Meninggalkan musim yang paling buruk (Aku ingin)
Bulan ini yang tak henti kau benci,
Aku pun juga membencinya
Bulan penghianatan mu
dan masih di bulan ini akan ku buktikan wanita simpanan mu
yang kau puja dalam hening
yang kau cumbu dalam ketidaktahuanku..
Wanita yang membuatmu mabuk kepayang hingga menghancurkan mimpi ku
Wanita yang mengotori ranjang pengantin kita nantinya
Wanita yang diam diam kau tatap mesra.
Masihkah rasa cintamu bergelora untuk nya ?
Masih kah kau akan menatap terpesona dengan liuk tubuh nakalnya
Masihkah desah nya jadi candu mu
Akan ku saksikan betapa Dunia begitu memperolokmu
Akan ku saksikan betapa bodohnya dirimu
Dulu bagi kalian aku hanya boneka
Yang sesuka hati di permainkan
Tanpa rasa belas kasih..
Tanpa rasa peduli...
Tanpa rasa bersalah....
Entah setahun atau berapa Lama dusta di antara kalian
__ADS_1
Akan ku perlihatkan bagaimana wanita tangguh ini bermain
Akan ku perlihatkan tak butuh tangan kotor untuk menyakiti kalian
Peselingkuh tetaplah peselingkuh
pengecut tetaplah pengecut
pecundang tetaplah pecundang
Apa pun sebutan untuk kalian
ini lah balasan manis ku sayang....
inilah hadiah untuk kalian..
Neta bergegas berjalan dengan sangat percaya Diri,tangan nya menggenggam erat jemari Adik nya
sudah saatnya memukul telak para pecundang yang selama berbulan atau bahkan bertahun tahun tertawa riang,menganggap aku begitu naif dan bodoh.
"Ini saat nya sayang "
Wawa hanya bisa terdiam,entah apa yang ada di benak kakaknya saat ini
sudah jauh jauh healing eh ngapain malah manggil si penghianat itu
" Awas saja sampai berani membuat kakak ku menangis"
" Akan ku pastikan patah tulang rahangmu" Wawa sudah gemes dan memasang strategi perang nya.Sementara kakaknya berjalan santai dengan senyum merekah. entah apa yang ada dalam pikiran nya..
" Mba" Wawa sedikit berbisik dan mencondongkan badannya
"Jangan terjebak dengan kenangan
masa lalumu "
"Jangan Kau Pelihara Penyebab
Sedih Mu Tiap Detik detiknya "
Tapi Sakit itu Menyadarkan "
"Jangan Terlalu Sayang Dalam mencinta"
"Karena Terkadang Tuhan Menghadirkan Seseorang Itu Bukan Untuk Menjadi Pasangan Hidup,Tetapi Untuk Menjadi Pengalaman Hidup "
Wawa berusaha untuk mendoktrin kakaknya,jangan sampai usahanya sia sia selama 2 minggu ini untuk menghibur kakak tersayangnya,tidak sanggup rasanya kalau harus melihatnya kembali terpuruk.
Disaat seperti ini pasti kakaknya akan mudah luluh
" huh amit amit deh kalau sampai berbaikan lagi"
" rugi dong menghajar penghianat Itu" Wawa semakin tersulut emosi
sudah pasti kalau sampai ada setitik saja air mata,Desta akan menyesal seumur hidup pernah mengenal nya, Jiwa petarung nya mulai menguasai rasanya seperti akan bertarung di arena taekwondo dan Hapkido,tentu saja teknik pukulan,tendangan dan kuncian sudah sangat di kuasai nya.
Jika dulu hanya menggunakan bat bisbol karena jijik menyentuh tubuh hina mereka yang penuh peluh perselingkuhan,tidak untuk hari ini.
" AKAN KU PATAHKAN SALAH SATU BAGIAN TUBUHNYA"
" Slow sayang,biarkan Desta terkena serangan jantung tanpa kau sentuh"
Neta berucap sambil terus tersenyum.. berjarak hanya tinggal 10 meter dari Desta rasa nya membuat hatinya bergemuruh,bukan karena Rindu pastinya. didekatinya lelaki yang berjalan pelan di hadapan nya
" Mas" panggil nya dari arah belakang,di ikuti senyum manisnya
Desta spontan berbalik
" Sayang" matanya terbelalak melihat Calon istrinya fresh tampil cantik dan ceria,berbeda dengan pikiran nya selama ini akan nampak kurus,lusuh dan tidak bersemangat.. ingin rasanya memeluk erat Kekasihnya,meluapkan semua kerinduan dan ketakutan nya selama ini tapi Mata tajam dari Wawa menghentikan langkahnya.
" Nanti saja " yang penting bisa melihat senyum ceria kekasihnya.
" Sayang.., cantik banget calon istriku" Desta mengeluarkan gombalan saat Neta menyalami nya hmmm....,aroma parfum nya pun sangat lembut,sungguh ingin ku peluk erat erat wanitaku
" Nggak usah lebay" Wawa ngegas melihat ekspresi Desta
Desta hanya tersenyum dan menyapa Wawa,calon iparnya yang dahulu begitu sangat dekat layaknya sahabat sekarang menjadi berjarak,Desta tau kalau dia gegabah akan sangat mungkin dirinya cidera di tangan juara sabuk hitam Taekwondo ini
__ADS_1
" Sehat dek" sapanya basa basi kepada Wawa
Wawa hanya mencebik dan memutar matanya tanda muak dan malas berbasa basi,hal yang pastinya tidak akan dia lakukan terhadap orang yang sudah menyakiti kakaknya begitu sadis dan tak berhati
" Siapa yang sakit sayang" Desta baru tersadar saat berada di depan kamar 101
" Ada deh,yuk" Neta menarik tangan Desta,laki laki itu sangat berbunga bisa menggenggam tangan kekasihnya yang teramat sangat membuatnya nyaris gila memikirkan nya.
Wawa hanya menatap sinis kelakuan kakaknya, dia belum mengerti perihal rencana yang di rancang kakaknya. baru melihatnya bergandengan saja sudah ingin menghajar laki laki itu yang tersenyum bahagia seolah tanpa dosa sudah menjadi penghianat
Neta mengetuk pintu kamar 101
kemudian menarik gagang pintunya
" Masuk yuk" ajaknya pada Desta yang masih nampak bingung..
"Selamat siang" ucapnya saat memasuki kamar tersebut.Wawa dan Desta masih mencerna siapa pasien di balik tirai
"Apakah Nadia" Wawa segera tersadar
" ha..ha..ha...akan ku abadikan moment indah ini,wawa pengambil ponselnya membiarkan Neta dan Desta lebih dahulu berjalan. harus ada bukti untuk keluarga besar agar masalah ini cepat selesai,diam diam aku akan merekam nya Wawa memikirkan posisi terbaiknya saku bajunya bisa jadi alternatif
" Yes tamat sudah riwayat kalian"
"
"
Dari balik tirai 2 orang tersebut sedang tertidur berpelukan, kesadaran nya belum stabil saat ada suara yang masuk,mungkin dokter spesialis begitu pikir Bimo yang tidak bisa bergerak karena tangannya menopang kepala Nadia
" Iya dok" jawabnya serak
dan Taraaa tirai di buka
" Desta,Neta" Teriak Bimo yang tak percaya dan Refleks menarik tangan nya dari sandaran Nadia.
" Mas bimo, Nadia" Desta pun tak kalah kagetnya,jantungnya serasa mau copot, mencoba mencerna pemandangan mesra di hadapan nya.
" Apa yang kalian lakukan di sini" Desta melangkah menarik kerah baju Bimo
" Astaga" Wawa pun tidak percaya melihat ini semua,si perempuan murahan itu diam diam juga menjadi simpanan Bimo ipar Desta
" Wow,benar benar kejutan"
"Udah udah, kok pada berantem sih,kasian bumil nya jangan sampai keguguran bayi ke 5 nya" Neta tersenyum puas pada Nadia
Benar benar di luar pemikiran Nadia,Neta bisa sejahat ini menghancurkan nya. Nadia yang masih syok,sesekali membenarkan tubuhnya yang terasa lemas tak bertenaga.
"Dasar perempuan murahan" Desta menghardik Nadia
" Waw,keren ya sudah bobok cantik sama Mas desta eh ternyata bobo juga sama Iparnya " Wawa nyeletuk
Bimo terperanjat mendengar kata kata Wawa
" Apaaaaaa"
" Apa itu benar Nadia " Teriak Bimo
" Iya Mas" Neta yang menjawabnya
" 2 minggu lalu di rumah kami,dikamar yang baru saja selesai aku renovasi mereka bugil berdua"
" Ciiiih"
" menjijikan "
Bersambung......!!!!!
ikuti terus karya ini ya
Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya
Salam Sayang
Penulis
Kinara Riswari
__ADS_1