DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
88. Karam


__ADS_3

" kita pulang Nak " ucap mertua Dea


Sambil mengusap bahu menantu yang sangat disayangi nya.


Dea hanya mengangguk tak keluar sepatah kata pun dari Bibirnya


" Dan kau Bimo, Ibu tunggu dirumah "


" Kalau kau tidak mendengarkan Ibu,sampai Ibu mati pun jangan melihat jasad Ibu mu dan mendatangi makamku " Suara Ibunya bergetar meluapkan amarah yang teramat sangat kepada Putra nya, anak yang selama ini dibanggakan ternyata bisa sekejam ini melukai


" Ibu peringatkan sekali lagi...,kalau kamu masih meneruskan semua ini , kamu akan menyesal seumur hidup "


Wanita tua itu mengacungkan telunjuknya keatas, hatinya begitu remuk melihat putra nya


" Ayo Dea " di raih nya tangan menantu nya untuk keluar dari apartemen penuh dosa itu


Dea hanya manut dan mengikuti langkah Ibu mertua nya.


Mereka menyusuri lorong, kemudian masuk dalam Lift hanya terdiam, sudah pasti pikiran dan hati mereka saat ini tengah berkecamuk.


Siapa sih yang tidak sedih melihat suaminya seperti itu,kecewa sudah pasti


Dan jangan di pertanyakan lagi bagaimana perasaan ibu nya, wanita yang mendidik putranya dengan cinta kasih,agar menghargai wanita terutama istrinya, justru bertindak diluar batas dan disaksikan oleh cucu tercintanya


" Bagaimana menjelaskan pada Mikha bu " ucap Dea sambil terisak


Mertuanya mengusap penuh kasih menantu nya,menggenggam tangan Menantu nya untuk menguatkan " kita pikirkan nanti ya Nak , semua pasti ada jalan keluar "


" Dea, dengar ibu Nak, kalau kau menyerah perempuan itu akan bersorak "


" Tujuan nya memang ini "


" Tapi ibu tau saat ini hatimu sangat terluka "


" Tapi Nak...., Mengakhiri semuanya juga bukan hal yang benar "


" Ibu minta maaf soal Bimo " wanita itu tak bisa menahan lagi isak nya


Giliran Dea yang menguatkan mertuanya,wanita tegas ini yang kadang berselisih paham dengan nya, tetaplah Ibu yang mencintai anak cucu nya.


" Doakan Dea Buk "


" Semoga Dea kuat "


kedua wanita berbeda zaman itu pun berpelukan saling menguatkan, bersyukur Lift sedang sepi...,tak berapa lama mereka pun sudah sampai di bestmen kemudian berjalan menuju parkiran


Sudah pasti saat ini Mikha sedang sedih, Mikaela gadis baik yang sangat dekat dan mengidolakan papa nya, sedari kecil Mikha sangat dekat dengan papanya, hal sekecil apa pun curhatnya ke papa nya berbeda dengan saudaranya yang lain


Putri tercinta Bimo bisa dikatakan foto copi nya, apa pun kesukaan Bimo dari makanan,hobi putrinya pun meniru nya.


" Siapa dia nak " Nenek Mikha melihat ada pemuda berbincang dengan cucu nya

__ADS_1


" Tidak tau bu " mereka berdua pun bergegas kearah mobil


" Maaf siapa Ya " ucap Nenek saat mendekati mobil,dilihatnya pintu mobil terbuka dan cucu nya masih histeris menangis


Pemuda itu dengan sopan memperkenalkan diri


"Maaf Nek,perkenalkan nama saya Bian, sedari tadi saya melihat cucu nenek menangis dari Lift, dan kembali saya melihatnya histeris di mobil..,kebetulan saya parkir disebelah,takut kenapa napa jadi saya menungguinya di sini "


Singkat dan padat Bian menjelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman,jangan sampai jadi tersangka sudah membuat cucu nya menangis


" Terima kasih Nak " ucap sang Nenek dengan Ramah,pemuda itu pun pamit dan menuju mobil nya.


Dea dan mertua nya segera masuk dalam mobil dan menenangkan Mikhaela yang masih syok


" Sudah sayang "


" Sudah " Dea memeluk putri nya, tangisan putri nya sangat menggambarkan betapa hancur hatinya saat ini


" Sudah ya Nak..., oma pastikan papa mu akan kembali pada kalian "


" Siapa pun tidak akan bisa merebut papa mu termasuk perempuan itu "


Ucapan Nenek nya membuat Mikha sedikit tenang.. Dea pun segera beralih ke depan kemudian mengemudikan kuda besi nya.


Dea hanya ingin segera sampai kerumah dan berlama lama mandi dan menyiram kepala nya yang saat ini terasa mendidih


Bayangan Bimo berlilitkan handuk, dan Nadia yang hanya memakai pakaian seadanya membuat nya membara


" Pantaskah kau lakukan ini "


" Apakah lamanya waktu bersama dan wajah ceria putra putri mu tidak cukup untuk bisa membuatmu menahan diri "


Dea benar benar tak habis pikir,selama ini seolah di ratukan, menjadi istri terbahagia, di puja,di manja,ternyata menyimpan dusta.


" Aku membenci mu pah, tapi aku juga tidak bisa melihat anak anak ku seperti ini "


Dea melajukan mobil nya, pikiran nya tengah mengembara. Apakah bertahan adalah solusi nya demi anak ?


Atau kah pergi adalah jalan terbaik ?


"Bukankah selama ini, kau sendiri yang bilang pah Jantung rumah adalah Istri "


"Karena istri yang bahagia akan membuat suasana rumah jadi nyaman. Ia akan menularkan kebahagiaannya kepada seluruh penghuni rumah. Anaknya akan diurus dengan baik, dengan perlakuan yang membuat anak nyaman, tidak dengan emosi, apalagi melampiaskan rasa kesal dan marahnya kepada anak-anak. Suaminya juga akan diurus dengan baik, akan dilayani dengan sepenuh hati dan sepenuh cinta. Terlebih lagi, jika suaminyalah yang menjadi sumber kebahagiaan istri, dengan memperlakukan istrinya dengan baik "


" Apakah kau lupa dengan kata katamu sendiri pah "


" Aku begitu terbuai dengan perlakuan spesialmu sampai melupakan bahwa kau tetaplah buas diluar "


" Aku begitu percaya diri,bahwa tak mungkin kau mendua "


Hampir semua orang bahagia dan bangga saat melepas masa lajangnya. Saat sah menjadi sepasang suami istri. Penantiannya berakhir. Harapannya terpenuhi untuk menggenap bersama orang yang dicintainya. Wajahnya seolah berbicara kepada dunia bahwa; kami, sepasang laki-laki dan perempuan yang ada di pelaminan adalah orang yang paling berbahagia dan beruntung karena sudah berhasil menikah. Padahal, pernikahan bukanlah tujuan akhir dari hubungan sepasang manusia. Pernikahan adalah perjalanan. Bukan hanya membahagiakan saja, tapi juga ada episode yang menyedihkan. Bahkan menyengsarakan. Seperti yang telah dan sedang di alami oleh beberapa rumah tangga termasuk Dea.

__ADS_1


"


"


"


Bimo masih termenung diruang tamu,tatapan nya Nanar. Perbuatan nya sudah mematahkan hati ke tiga wanita spesial nya.


Kata kata mutiara ibu nya seolah seperti sumpah,Teriakan Dea yang sangat wajar saja dia lakukan cinta pertama nya yang dulu jadi sumber kebahagiaan nya


Lalu Mikha gadis belia putri kesayangan nya Mikhaela sudah pasti hancur melihat drama ini


" Mas...." Nadia menghampiri nya membawakan secangkir Kopi


Bimo tak berdaya,Nadia pun tak


kalah penting bagi hidup nya.


" Mas pulang dulu, mas harus selesaikan keributan ini " Bimo beranjak dari duduknya kemudian melangkah ke kamar untuk membersihkan diri dan bersiap


Nadia hanya bisa terdiam,entah permainan seperti apa lagi yang menggiring takdirnya


" Aku pun tak ingin terus seperti ini "


Gumam nya


"


"


"


Berbeda dengan Dea, Selvi justru mantap untuk berkata pisah, hatinya sulit sekali menerima keberadaan Rendi


Tak mengapa, sungguh tak mengapa jika kita sedih setelah mengambil keputusan yang benar. Keputusan yang benar kadang memang berat untuk kita lakukan. Ada proses berpikir yang tidak sederhana untuk mempertimbangkan sampai akhirnya kita mengambil keputusan tersebut. Ada ego yang harus dilawan, ada hati yang harus dikuat-kuatkan, ada rasa cemas yang harus diredam, ada pergolakan yang harus dihadapi agar tidak menimbulkan penyesalan setelah keputusan itu dibuat. Masalahnya, terkadang kita tidak bisa langsung tahu apakah keputusan yang kita ambil itu benar atau salah saat mengambil keputusan. Biasanya, beberapa waktu kemudian baru kita tahu keputusan yang kita ambil itu benar atau salah


" Tak ada yang ingin kapal nya karam "


" Namun mengikuti Nahkoda yang salah tak akan mengantarmu ketempat tujuan "


BERSAMBUNG ...... !!!!!!


JANGAN LUPA LIKEEEE


KOMEEEN


VOTEEEE NYA


Salam Sayang


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2