
Dengan tergopoh Bimo turun dari mobil nya " dimana Dea bu " sesaat setelah memasuki rumah
" Kebiasaan masuk rumah tanpa salam" gerutu Ibu nya
Bimo tak menghiraukan celetukan ibu nya, Bimo berusaha untuk berbicara dengan Mikha putri nya yang saat ini di tenangkan oleh Dea
" Sayang maafkan Papa, papa salah " Namun gadis itu menatap ayah nya pun enggan
" Mikha mau tidur ma, tolong tinggalkan Mikha " ucap gadis Belia itu
Dea hanya mengangguk kemudian melangkah keluar dan di ikuti oleh Bimo
Saat ini mereka bertiga duduk di ruang tamu
Bimo berusaha meyakinkan bahwa yang mereka saksikan tidak akan terulang kembali
" Maafkan aku Bu, sayang " ditatapnya dua wanita spesial itu bergantian
" Apakah dengan Maaf kamu pikir cukup untuk menebus kesalahan mu " ucap Dea ketus
" Buktikan,taubat dan tinggalkan perempuan itu " ucap ibu nya dengan Nada tinggi
" Baik bu pelan pelan akan Bimo tinggalkan " ucap Laki Laki itu
Dea memicingkan matanya " apa katamu pelan pelan "
Dea bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah mengambil tas nya
" Apa karena ini "
Dea mengeluarkan tanda bukti beberapa aset yang Bimo beli untuk Nadia
" Aku tak butuh lagi penjelasan mu "
" Semua sudah cukup bagi ku "
" Maaf Bu, rasanya sulit untuk bisa mempercayai pembohong ini lagi " lalu Dea melangkah pergi meninggalkan mereka,memilih menyendiri di kamar
Sementara Bimo masih terus mendengarkan nyanyian nyanyian merdu dari Ibu nya
Bimo tidak hanya menghancurkan rumah tangga nya sendiri,tapi juga menghancurkan hati ibunya.
Malam ini Bimo tidur di ruang Tamu, pikiran nya benar benar kalut,hening..
Bahkan anak anak nya pun tak ada yang menyapa nya hanya di kecil yang masih belum tau apa apa yang sesekali berlari menghampiri nya.
Keesokan hari nya,suasana masih sama,bagun tidur Bimo hanya bisa melihat mata sembab dari orang orang yang di cintai nya.
Bahkan Ibu nya sedari subuh memilih untuk kembali kerumah nya.
Dea seperti biasa bagun tidur melakukan aktifitasnya seperti biasa
Bimo merasakan sakit teramat sangat, Dea hanya diam membiu,istrinya tetap melayani anak anak nya menyiapkan makanan, pakaian juga merapikan rumah. Namun hening sepatah kata pun tak terdengar
Hampir dua puluh tahun mereka bersama,ini pertama kali nya Dea membisu
Bimo merindukan keributan di rumah nya,omelan istrinya, teriakan nya,ketawa renyah nya bahkan hal hal konyol yang selama ini selalu di saksikan nya
Bisu...
Hening...
Bimo medekati istri nya,mencoba berbincang dari hati ke hati
" Maa " Bimo mengusap punggung istrinya yang baring membelakangi nya
" Papa tau,kesalahan papa tidak termaafkan lagi ma "
" Papa menyesal dan minta maaf untuk hal itu "
" Tolong beri kesempatan pada papa mah " Bimo melembutkan suaranya, didekapnya tubuh istri nya dari belakang yang masih diam tak bergeming
Tiba tiba
" Mama yang salah "
"Maafkan aku "
__ADS_1
"Mungkin setelah tak bersamaku,
Kamu akan lebih bahagia "
"Takkan lagi ada luka yang perlu kau terima "
Dea menarik nafas dalam dalam lalu melanjutkan kembali
"Pergilah paa "
"Jika dengan begitu kamu akan merasa lega "
"Tanpa ada aku lagi didalamnya,
Tanpa ada aku lagi yang menjadi bebanmu,
Yang merisaukan setiap ketenanganmu "
"Perihal diriku, terserah padaku,
Kejarlah kebahagiaanmu "
"Karena aku gagal memperjuangkan semua itu "
"Maaf untuk perihal hari berdarah-darah kemarin, didua puluh tahun kebersamaan "
"Aku berjanji,
Takkan lagi mengganggumu,
Atau mengusik kehidupanmu.
Kamu akan bahagia setelah ini "
" Pergilah pa "
" Biarkan aku dan anak anak tenang di sini "
" Aku tak ingin bersaing dengan wanita seperti Nadia "
"Terkadang, kita memang harus melepaskan sesuatu yang kita punya "
" Betapa banyak orang yang mempertahankan sesuatu, tapi hidupnya malah terbebani dengan apa yang dipertahankannya "
'Dan betapa banyak orang yang melepaskan sesuatu, malah ia mendapatkan lebih banyak dari apa yang dilepaskannya itu "
" Ini pilihan ku pa "
" Sudah cukup tugasku menemani mu sedari dulu "
Bimo yang sedari tadi mendengarkan kata demi kata dari istri nya bahkan menyela perkataan nya pun Bimo seperti tak punya daya
" Maafkan aku sayang "
" Aku akan tetap berusaha mempertahankan rumah tangga kita "
" Aku akan menunggu sampai kau memaafkan ku "
Bimo mengusap air matanya,disaat seperti ini berdebat pun pasti akan membuat runyam suasana
Dea hanya terdiam membisu terngiang ucapan mertua nya " kalau lampu dirumah mu balon nya putus cukup ganti Nak, jangan roboh kan atau pindah dari rumah mu "
Tapi ucapan tak semudah yang di rasakan. Dea paham Ibu mertua nya pasti ingin mereka kembali baik baik saja,tapi hati tetaplah hati.. untuk saat ini mungkin menjaga jarak jauh lebih baik.
Membayangkan suami nya mencumbu wanita kotor itu pun Dea serasa jijik menatap suami nya.
"
"
"
Sementara itu di lain tempat,pagi ini menjadi pagi terheboh bagi Al dan Ali.
Mereka melakukan semua nya serba kilat, berpacu dengan waktu.
Kedua pemuda tampan berlarian di airport " hampir saja telat "
__ADS_1
" Gara gara kamu tuh begadang sampai subuh " ucap Al masih terenggah enggah
Ali hanya nyengir mendengar protes sahabat nya, semalam suntuk Ali dan teman teman lain nya bersenda gurau sampai tak ingat waktu.
" Yang penting tidak ketinggalan pesawat " ucap Ali menenangkan Al
" Iya tapi jadi buru buru kan, mandi saja tidak " Al kembali ngomel,keringat nya bercucuran karena olahraga terburu buru dari hotel hingga berlarian dengan barang banyak di airport
" Eh Al...,gini aja udah cakep, parfum di ciptakan buat apa coba ?
Al hanya mencebik mendengar pertanyaan sahabat nya yang kadang kadang sangat menyebal kan dan selalu sok asik
" Guna nya parfum tuh ya gini saat darurat tinggal semprot "
" Lagian peraturan naik pesawat memang nya ada yg menjelaskan harus mandi,santaiii meennn "
Al hanya menggelengkan kepalanya,mendebat Ali sama saja harus siap dengan tensi yang melonjak,bikin sebel
Ali semakin terkekeh melihat ekspresi Al yang masih dongkol
" Anggap saja olahraga Bro,latihan fisik "
" Eh tuh lihat banyak juga kan yang sama seperti kita " Ali menunjuk ke beberapa orang yang berlarian
Ali sangat puas membuat sahabatnya dongkol
" Sudah... Sudah,nanti sampai sana ketemuan sama Sandra cipika cipiki " ucap Ali sembari menepuk nepuk pundak sahabatnya
" Idih " ucap Al sambil bergidik
" Gayamu nanti ketemu termehek mehej gue beri bogem lu " ucap Ali
Al hanya ngakak melihat tingkah Ali
Hanya 15 menit menunggu panggilan dari maskapai pun terdengar,mereka pun bergegas menuju pesawat
" Yuhu pulang kampung "
" Kita pulang " Ali berdendang tak peduli jadi perhatian orang sekitar
" Wajar jomblo,nih anak kadang kadang juga konyol nggak tau tempat " gumam Al
Sudah pasti hal yang sangat membahagiakan bagi mereka berdua bisa pulang dan berkumpul orang orang tersayang.
" Bismilah"
" Bang toyip pulang "
Sudah terbayang di benak Al,apa saja yang akan di lakukan selama di kampung halaman.
" Al nanti sampai makassar dari airport kita mampir dulu "
" Kita singgah dulu makan palubasa serigala sama coto Nusantara "
Ucap Ali girang
Al hanya mengangguk. Dari pada pembahasan panjang lebar toh perjalanan masih Panjang Singapura,jakarta lalu lanjut Makassar kota tercinta,setelah itu masih menempuh perjalanan 3 jam ke kampung halaman mereka.
Semoga perjalanan lancar
Dan sudah pasti kedatangan mereka akan jadi surprise bagi keluarga tercinta. Tak sabar rasanya
"
"
"
Siang ini dirumah Al sudah dipenuhi kerabat yang menyambut kedatangan Selvi
Selvi memeluk putra putri nya dengan haru,sudah pasti sangat merindukan mereka
" Kalian baik baik saja "
" Tidak nakal kan "
Mereka pun kompak bilang " tidak bunda,kami jadi anak baik "
__ADS_1
Lega sekali rasanya melihat tawa riang mereka.
Bersambung.....