DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
31. Logika vs Perasaan


__ADS_3

Suatu saat,mau tidak mau


siap tidak siap


Kita pasti akan berada pada titik yang paling menyakitkan dan menyedihkan dalam fase hidup kita


Kehilangan orang yang kita sayangi atau yang menyayangi kita


Entah sebagai yang meninggal kan atau yang di tinggal kan


Entah pergi nya dengan jalan yang kita relakan atau di kenang sebagai rasa sakit yang sulit terlupakan


Entah yang pergi karena ajal atau terpaksa di tinggalkan karena sebab


Kita hanya di tuntut memerankan peran kita masing masing untuk menjalani nya


karena sejatinya hidup pasti akan ada akhirnya


kebersamaan pasti akan ada perpisahan nya


siap atau pun tidak itulah yang harus kita kita jalani entah sekarang,esok atau lusa


Takdir bisa mengubah yang tidak cinta menjadi cinta


Namun cinta tidak bisa mengubah yang bukan takdir menjadi takdir


Itulah mengapa kita harus selalu berdoa,semoga yang kita cintai adalah takdir yang memang untuk kita kalau pun tidak semoga ada ikhlas di akhir nya


Teruntuk siapapun yang berpisah di saat langkah kaki masih searah;


Terkadang, ada yang tiba-tiba tergenang di ujung mata setiap kali terlintas bayang-bayang seseorang, ada yang tiba-tiba terasa sesak di dalam dada setiap kali terkenang sosok seseorang.


Tentang dia yang dulu pernah mengisi hari-hari, namun kini kabarnya pun enggan kita dengar lagi.


Tentang dia yang dulu pernah menjadi teman bercerita, namun kini hanya tinggal cerita.


Tentang dia yang dulu pernah berjalan saling berdampingan, namun kini sudah tak lagi satu tujuan.


Tak apa, seikhlas apapun seseorang pasti akan ada saatnya di mana ia tak mampu menahan rindu datang menyapa


setabah apapun seseorang pasti akan ada saatnya di mana ia rapuh diusik kenangannya.


Menangislah, jika itu melegakan. Berdoalah, mintalah dikuatkan.


Dapat dipahami kenapa bagimu dirinya begitu berarti, kenapa bagimu dirinya tak bisa terganti.


meskipun rasa sakit yang di torehkan sangat melukai


Karena, selain dirinya yang paling banyak merekatkan cerita dalam ingatan, dirinya adalah seseorang yang selama ini membersamai suka dukamu, dari jatuh bangun yang dilewati berdua


Dirinya adalah seseorang yang kembali membuatmu percaya perihal cinta.,begitu kataku dulu


Dan dirinya adalah seseorang yang memberikan keyakinan lagi untuk membuka hati.


Yang pada akhirnya dia juga yang mematahkan hati


Jika mengingat semua yang telah dilewati, rasanya, waktu-waktu dengan nya lah yang paling bahagia


Menghabiskan malam penuh tawa, bercerita tentang hal-hal sederhana, merencanakan masa depan berdua, menyusun harapan tentang hari tua.

__ADS_1


Berbagi sedih, pedih, hingga pulih.


Bahkan, ada kalanya kau menatapnya dalam-dalam, seraya bergumam dalam hati betapa bersyukurnya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengenalnya, menyayangi dirinya, dan menjadi bagian dari hidupnya.


Dia adalah doa di kala kau terjaga, dan amin di kala kau ingin memejamkan mata.


Tapi, entah apa yang sedang Semesta rencanakan, di saat baru saja merasakan indahnya memiliki


seketika semuanya berbalik berubah menjadi rasa sedih karena dipaksa melepaskan.


Di saat baru saja merasakan bahagia, seketika semuanya berbalik berubah menjadi luka karena diminta merelakan.


Secepat itu pertemuan, sesakit itu perpisahan, dan sesulit itu mengikhlaskan.


Namun, hati yang baik akan selalu berprasangka baik kepada yang Maha baik.


Mungkin saja bertemu dengannya adalah singgah yang kelak akan mengantarkan mu pada sebenar-benarnya rumah.


Mungkin saja berpisah dengannya adalah cara-Nya untuk membuatmu semakin dewasa.


Tuhan tak mematahkan, Dia justeru menyelamatkanmu dari patah.


Tak perlu menyesali apapun yang telah terjadi, tak perlu menyalahkan untuk perpisahan yang memang sudah digariskan. Kau dan dirinya hanyalah dua orang yang diizinkan untuk bertemu, bukan untuk bersatu.


Mungkin saja saat kata pisah itu di dengar


Selepas saling melepas, dirinya juga sebenarnya tidak pernah sanggup meninggalkanmu, dirinya juga sebenarnya tidak pernah siap kehilanganmu, dirinya juga di sana berjuang melawan sepinya tanpamu, dirinya juga tertatih melupakanmu.


Tidak ada yang Antagonis, kau dirinya sama-sama protagonis dalam kisah yang Tuhan tulis. Hanya saja, kau sedang memainkan cerita yang bukan kau dan dirinya tokoh utama.


Jika kau bertanya kenapa Tuhan sejahat itu?


kenapa bukan dirimu?


Pahamilah;


Ada doa yang lebih sering disemogakan orang lain di sepertiga malam memohon keselamatannya, ada pinta yang lebih tulus dimohonkan orang lain agar memilikinya, ada ingin yang lebih kuat di hati orang lain untuk menjaganya, dan Tuhan tahu bersama siapa dirinya pantas bahagia.


Dan jika kau bertanya apakah dirimu tidak pantas untuknya?


Sekali lagi, pahamilah;


Sebagaimana kalimat di atas.


Ada doa yang lebih sering disemogakan orang lain di sepertiga malam memohon keselamatanmu


Ada pinta yang lebih tulus dimohonkan orang lain agar memilikimu, ada ingin yang lebih kuat di hati orang lain untuk menjagamu, dan Tuhan tahu bersama siapa dirimu pantas bahagia.


Sebab, sebaik-baiknya pilihan, adalah apa yang dipilihkan oleh Tuhan.


ah sesak sekali rasanya mengores sendiri luka di hati


cukup Neta...sudahi sedih mu


**


Neta bergegas meninggal kan Apotik dan kembali Ke rumah sakit.


Langkahnya cepat menyusuri koridor koridor yang mulai ramai dengan orang orang yang sedang berjuang untuk sehat,lalu mengapa kau menganiaya batinmu sendiri Neta ? sementara di sini orang orang yang sakit sedang berjuang untuk sehat,berjuang untuk bisa tetap bersama dengan orang yang mereka cintai

__ADS_1


Lalu sampai kapan kau aniaya dirimu sendiri ? pantas kah itu ?


Neta berjalan menuju ruang perawatan Ibu dan Anak namun pikirannya menerawang entah kemana


Hampir saja terlewati karena melamun


"ah hampir saja * Neta menepok jidatnya sendiri,akhir akhir ini memang sulit sekali untuk fokus


"Permisi sus,ini resep obat atas Nama ibu Selvi kamar 104


* Kemudian menyerahkan bungkusan itu kepada suster yang berjaga


" Baik Bu,di tunggu konfirmasi selanjutnya ya bu, sekalian Tolong pihak keluarga mengisi kembali surat persetujuan


"Gitu ya sus,Bisa saya bawa dulu Formulir nya ? soalnya pihak keluarga nya belum ada


tanya Neta


"Silahkan Bu


* sembari menyerahkan kertas putih beberapa rangkap kepada Neta


" Kalau bisa secepatnya konfirmasi ya Bu,kami tunggu ? soalnya keadaan pasien harus segera di lakukan tindakan


"Baik,saya bawa dulu ya


Neta melangkah meninggalkan ruang jaga perawat,selanjutnya menuju ke arah ruang perawatan


selvi


Baru saja melangkah kan kaki beberapa langkah,pandangan nya tertuju pada pasien yang sedang di dorong di bad rumah sakit


seperti tidak asing wajah nya..


"Nadia....?


"apakah itu Benar Nadia ?


"Ngapain dia di sini ?


"Diruang perawatan khusus ibu dan Anak ?


kamar 101 suster membawa nya kesana..


Oke saya selesaikan dulu masalah Selvi,selanjutnya akan saya cari tau apa yang terjadi dengan Nadia di tempat ini


Neta berbelok ke arah kanan tempat Selvi di rawat


Bersambung..


Dukung terus karya ini ya


Jangan lupa Like,komen dan Vote nya


Salam Hormat


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2