
Desta tidak berkutik mendengar ucapan Ibu Rahayu calon mertuanya, secara tidak langsung penolakan itu telah terjadi,meskipun belum ada pertemuan resmi dari keluarga.
"Begini Nak Desta,setiap wanita yang akan menikah tentu saja mengharapkan Laki Laki yang bisa mengimani, tidak terkecuali dengan Neta putri Ibu "
" Ibu kecewa Nak sangat kecewa, apa yang sudah terjadi tentunya Nak Desta lakukan dengan sadar,karena bukan hanya sekali dua kali bahkan hitungan tahun dengan Nadia "
" Sebagai orang tua,ibu pun berharap yang mendampingi Putri Putri ibu adalah Laki Laki yang bisa menjaga nya,terutama perasaan nya "
" Mungkin kalian belum berjodoh, memaksakan sesuatu tetap terlihat baik baik saja adalah kesalahan "
" Sudah pasti ini berat bagi Nak Desta apa lagi bagi Neta "
" Kepercayaan itu mahal,bagaimana mungkin ada kedamaian dalam rumah tangga yang di dalam nya akan di isi dengan kecurigaan demi kecurigaan "
" Ibu sebagai orang tua juga kecewa Nak,kok bisa bisanya hal ini terjadi,selama ini kalian berusaha menunjukan bahwa memang Neta tidak salah memilih,tapi akhirnya seperti ini kan "
Desta hanya bisa tertunduk mendengar ucapan lembut dari Ibu Rahayu,ucapan dengan intonasi rendah namun menusuk hati" Saya menyesal Bu , saya khilaf " ucapnya kemudian
" Khilaf kok tahunan,sampai tinggal setahun lebih bareng "
" Khilaf itu sekali kalau sana sini obral manuk yo nama nya maniak " Ayu nyeletuk tanpa pikir panjang
" Doyan alias rakus,sana sini mau tidak mikir barang obralan "
Ibu Rahayu mendelik " wes Nduk siapa yang ngajarin kamu bicara ndak beraturan gitu, sudah semua sudah terjadi mau nyalahkan si ini si itu juga percuma"
Ayu hanya mengangguk mendengar ucapan Ibu nya, wanita paruh baya yang memang selalu tampil anggun meskipun dalam keadaan emosi,sikap yang hanya Neta bisa mengcopy nya,sementara dia dan Wawa adik bungsu nya cenderung bar bar dan sangat emosional " ya kalii di sakiti masih mikirin pelakunya, menjaga perasaan orang yang menyakiti hedeh entah apa terbuat dari apa hati Ibu "
Desta masih tertunduk,rasanya sangat malu terhadap keluarga Neta, orang orang baik yang selama ini sangat menghargai nya tapi justru di lukai nya " andaikan waktu bisa di ulang dan di putar kembali,ingin ku tebus semua ini "
" Maafkan Desta Bu " hanya kata itu yang terucap disela isak nya,entah dirinya sangat lemah akhir akhir ini,inilah balasan dari semua kecurangan nya,menyesal pun tidak berguna. Perbincangan yang tidak ada titik temu nya,sepertinya tertutup sudah pintu harapan bagi Desta
Desta berpamitan dan meninggalkan rumah kekasihnya.
" Hati hati ya Nak,salam buat Ibu "
Ibu Rahayu mengantarkan sampai Desta menghilang dari pandangan, jujur kasian melihat air mata pemuda itu tapi tidak ada kesempatan untuk peselingkuh, keputusan sudah final,Neta sudah menyerahkan semua permasalahan ini kepada keluarga.
" Semoga Allah menjodohkan mu dengan Laki Laki yang mencintai mu Nak dan menghargai keberadaan mu "
Sementara itu Desta memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,entah kemana tujuan nya sekarang,hatinya benar benar di liputi kesedihan dan kegundahan yang luar biasa,pernyataan dari orang tua Neta tentu nya memupuskan harapan nya, semua usai...,semua berakhir
" Akankan kisah kita berakhir Nei "
" Apakah tidak ada lagi kesempatan untuk ku "
Desta menghentikan mobilnya, dipantai indah yang dulu menjadi tempat favoritnya dengan Neta,menikmati senja sepulang kerja sambil menyantap jagung bakar dan kelapa muda menu andalan Neta
" Maafkan aku sayang "
Desta melangkah menyusuri pantai,saat ini dia sendiri pun tidak tau harus berbuat apa. Semua hancur semua sudah pasti berantakan.
Bayangan saat saat indah pun menari di pelupuk mata nya,tawa riang Neta, manja nya,peduli nya dan juga semua kebaikan kebaikan nya,semakin membuat pilu hati
Bolehkah aku marah pada semesta,
yang telah melemparku ke titik terendah
dalam hidup secara tiba-tiba.
Begini,
Aku dipaksa untuk; melepaskan
dan kehilangan, lalu bagian yang paling sulit adalah menerima semuanya dengan kelapangan.
Sudut-sudut kota yang kini ramai,
aku harus pulang demi kesembuhan.
Perasaan yang sentimental atas kondisi
yang menyesakkan, terasa
__ADS_1
panjang sarat kesakitan.
Bahkan aku sendiri pun tak tahu
harus memulainya dari mana
Desta terperangkap oleh permainan nya sendiri,kini nelangsa menangisi semua kesalahan nya,hancur sudah...semua musnah..
"
"
"
"
Sementara itu dipantai yang sama,di sudut yang berbeda gadis cantik menikmati senja,sesekali menyedot kelapa muda favoritnya.
Deburan ombak,pasir putih,sepoi angin dan segarnya air kelapa adalah kombinasi yang pas untuk menghibur hatinya.
Pantai selalu menjadi tempat menarik bagi nya,suara ombak seperti senandung yang selalu menyanyikan kidung indah
"Kadang, perjalanan tak semulus kata
Kadang impian suka berujung duka
Harap bahagia berakhir luka
Dan yang terlihat mudah ternyata susah
Hidup itu pilihan
Tak semua doa ter ijabah kan
Karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan
Bukan seberapa besar yang kita inginkan
Jangan sekali-kali kamu berpikir untuk menyerah
Suatu saat nanti Tuhan pasti akan mengganti
Tiap tetes air mata dengan bahagia yang sejati
Tugas kita saat ini adalah percaya
Bahwa tak ada yang kebetulan di dunia
Semua sudah terencana
Dan semua berjalan sesuai alur skenario-Nya
Maka, janganlah menyerah,
Karena Tuhan selalu bersama kita.
Dan
Tidak ada manusia yang benar-benar
baik di dunia.
Semua punya ego masing masing,
mereka hidup untuk dirinya sendiri,
untuk kebahagiaan yang di damba.
Lalu, mengorbankan hal kecil tak berguna dalam hidupnya,
dan itulah alasan kenapa banyak dari mereka yang berakhir sendirian.
Karena mereka adalah bagian dari hal kecil tak berguna itu
__ADS_1
Sedikit sulit memang
Memaknai setiap rasa yang singgah
Hampa
Kecewa
Nestapa
Malu
Terluka
Neta menuliskan isi hatinya,dengan begini hati nya menjadi cukup lega
Kalau kata orang ketika terluka jangan mendatangi tempat tempat yang dulu di penuhi oleh memori,tapi tidak bagi Neta,justru dengan mendatangi tempat tempat favoritnya dahulu hatinya menjadi lega,kenapa harus bersembunyi dari rasa sakit, nikmati saja toh semua akan ada akhirnya,sama seperti bahagia yang bisa usai,sudah pasti kesedihan juga ada akhirnya
" Sayang "
Suara itu mengagetkan Neta,saat menoleh Desta sudah berada di sampingnya
" Ngapain sih ketemu dia " gerutu nya
Neta memasang wajah biasa,seolah seperti bertemu teman
" Hei,sendirian " tanya nya,memperlihatkan keceriaan nya
" Iya sayang, aku tadi kerumah mencari mu "
" Oh ya,buat apa " tanya Neta dengan intonasi tegas
Desta tanpa aba aba memeluk erat Neta" lepasin,apa apaan sih kamu ini mas, malu di liatin orang " seolah ucapan Neta tak berguna dan tak di gubrisnya,justru makin erat mendekap tubuh mungil Neta,yang sudah pasti tidak berkutik
" Maafkan aku sayang "
" Maafkan aku "
" Aku tidak bisa begini "
" Aku.. aku tidak sanggup " suara Desta serak,tak peduli menjadi perhatian orang lain,Desta masih memeluk erat Neta
" Sudahlah mas,tolong hargai keputusan ku "
" Jangan egois dong "
" Sekali lagi aku tegaskan"
" AKU TIDAK INGIN MENIKAH DENGANMU,TIDAK SEKARANG ATAU SAMPAI KAPAN PUN "
" Bagiku kau sudah mati mas "
Neta berusaha melepaskan pelukan Desta,tapi Laki Laki itu malah seperti kalap dan memeluk erat Neta
Dan Akhirnya
" Plak"
Botol air mineral melayang di kepalanya
"Lepaskan atau ku patahkan lehermu "
Teriak Wawa yang sudah memasang kuda kuda bersiap menghajar Penghianat.
Bersambung...
Terimakasih,dukung terus ya.. jangan lupa Like,Komen,Vote dan mawarnya
Love
Penulis
Kinara Riswari
__ADS_1