DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
44. 25 Juni Selamat Hari Pelaut


__ADS_3

Neta dan wawa berbincang ngalor ngidul saling sharing terhadap masalah yang dekat sekali dengan kehidupan kita,entah lewat pengalaman pribadi atau kah dari orang sekitar yang tentunya sebagai pelajaran hidup yang luar biasa.


Dari merawat Selvi yang notabene bukan siapa siapa kenal juga tidak,mereka belajar arti empati dan mengasihi tanpa pamrih.Kemudian dari kisah hidup Selvi mereka jadi belajar tentang konsep rumah tangga,tidak semua laki laki akan peduli dan punya tangung jawab,stres pada kehamilan karena kurang perhatian suami berakibat fatal bayi jadi prematur dan mengalami kelainan jantung,hal hal yang kadang di sepele kan tapi sangat luar biasa efeknya untuk anak.


Banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari setiap kejadian,entah yang menyenangkan terlebih yang menyedihkan..,saat ini Neta lagi ditempa oleh kehidupan,mencoba mencari ketenangan diri kemudian akan memutuskan langkah apa yang tepat dan baik,untuknya,untuk Desta juga untuk keluarga.


Keputusan yang harus di pertimbangkan dengan matang dan sadar,keputusan yang akan membawa perubahan yang besar dalam hidup.


siapa sih yang mau hubungan 8 taun kandas begitu saja?


siapa sih yang bisa legowo melihat calon suami meniduri sahabatnya sendiri yang selama ini menjadi kepercayaan nya untuk membantu mengurus usaha.


Neta menyandarkan tubuhnya pada bangku di ujung ruangan tempat Selvi di rawat..


suara monitor alat pengukur jantung memecah kesunyian dan menambah haru perasaan Neta..


ditatapnya wajah yang sedang berjuang dihadapan nya,wanita yang rela mati demi buah hati dan lagi lagi jadi korban ke egoisan laki laki


Neta menghembuskan Nafas yang berat


"Huuff...."


Berdiam diri, saat semuanya teramat sangat sakit.


Menikmati sepi demi meredam,


dengan keheningan yang menenangkan.


Dan berbagi rasa bersama semilir angin yang menerpa.


Karena dalam kesendirian,


Membuatku merasa lebih baik,


Hening membuatku tenang,


Sunyi membuatku merasa nyaman,


Dengan kesendirianku,


Aku bebas berkelana,


Menjelajahi pikiranku dalam diam,

__ADS_1


Menikmati imajinasi yang tergambar di depan mata,


dalam sunyi dan sendiri, aku mampu mengutarakan semuanya,


tangis disaat aku terluka,


menjadi gila disaat aku bahagia,


Aku tak perlu berpura-pura,


Aku bebas melepas segalanya,


Karena di sini, aku sendirian,


Dan tak perlu ada yang di sembunyikan dari diriku sendiri.


seperti itulah gambaran hati Neta.,waktu semakin beranjak tapi tidak juga matanya bisa terpejam,


di tolehnya wajah adiknya yang tidur di kursi panjang.,adik bungsu nya yang selalu membersamai nya dalam setiap keadaan,diselimutinya gadis baik itu dengan kasih sayang..


Neta meraih ponsel nya yang tersimpan di saku switernya


rupanya banyak sekali pesan masuk dari Desta,tapi aneh nya hatinya pun rasanya beku tak bergetar sedikitpun, saat kata kata sayang dan mesra penuh janji romantis dari tunangan nya di baca nya. apakah waktu 8 tahun bersama bisa hilang rasa dalam sekejap..,dalam tangisan semalam semua mimpi indah yang dirangkai bisa musnah tanpa sisa ???


"Berapa lama lagi aku harus menahan mu?


Dalam hatiku yang tersakiti untuk melupakanmu.


Jika ini adalah cara yang terbaik untukmu, apapun itu aku baik-baik saja.


Berjanjilah padaku bahwa kau akan mengingatku hanya dengan kenangan yang mempesona.


Aku sangat merindukanmu,


bahkan jika aku tidak dapat menggenggam mu lagi.


Tolong berbahagialah,


bahkan jika nasib yang kejam menyakitkan "


dibalik tangisan nya masih ada doa dan harap..rasanya sulit sekali sangat sulit,tapi ada harga dari sebuah penghianatan yang harus di bayar dengan kata " Pamit"


'

__ADS_1


'


Sementara itu Al dan crew nya lagi menikmati acara barbeque untuk memperingati Hari pelaut yang jatuh pada tanggal 25 Juni. sebuah kebanggan bisa menjadi bagian dari Pelaut Pelaut tangguh Indonesia


 


Nenek moyangku orang pelaut. Gemar mengarung luas samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa, angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai. Pemuda b’rani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai.


Teks di atas adalah penggalan dari syair sebuah lagu “Nenek Moyangku Orang Pelaut”. Lagu yang heroik, yang mengingatkan kembali kepada para pemuda bahwa Indonesia tidak terpisahkan dengan laut dan menjadi bagian integral bahwa kehidupannya sangat dekat dengan laut.


Tidak dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dan laut telah menjadi rumah kedua bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun kesadaran sebagai masyarakat bahari dalam beberapa dekade telah meluntur, hingga munculnya kesadaran bahwa Indonesia adalah negara maritim dan laut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia kini dan masa yang akan datang.


Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperkenalkan pada Amandemen Manila bulan Juni tahun 2010 yang mengadopsi revisi besar terhadap Konvensi STCW dan Kode terkait, di mana Konferensi Diplomatik sepakat bahwa kontribusi yang dibuat oleh para pelaut untuk perdagangan internasional harus diakui dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pelaut Sedunia.


Konvensi STCW adalah konvensi internasional tentang standar latihan, sertifikasi, dan dinas jaga untuk pelaut yang menetapkan kualifikasi standar untuk kapten, perwira, dan petugas penjaga diatas kapal niaga yang berlayar. STCW dilahirkan pada 1978 dari konferensi Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London dan mulai diterapkan pada tahun 1984. Konvensi ini mengalami perubahan yang besar pada tahun 1995.


Tanggal 25 Juni yang dipilih sebagai Hari Pelaut Sedunia merupakan hari di mana Amandemen tersebut secara resmi diadopsi. Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2011 saat IMO mengampanyekan dan menggalang dukungan dari seluruh masyarakat dunia untuk mengucapkan terima kasih kepada para Pelaut.


Kontribusi Pelaut bagi Berkembangnya Perekonomian


Pelaut memiliki kontribusi penting dalam perdagangan dan perekonomian dunia. Oleh karena itu melalui Hari Pelaut Sedunia, masyarakat dunia memberikan pengakuan atas jasa mereka hingga


setiap tahun diselenggarakan peringatan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas kontribusinya. Para pelaut dari seluruh dunia berperan sangat penting pada perdagangan global dan perekonomian dunia.


Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, mengapresiasi dan turut terlibat dalam pertemuan (virtual) tersebut, yang diikuti oleh 9 negara ASEAN, 3 dialogue partners (FASA, Korea Selatan, dan China), ASEAN dan IMO sebagai badan agensi khusus PBB serta Federasi Asosiasi Pemilik Kapal ASEAN dengan Thailand bertindak sebagai tuan rumah.


Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa kesimpulan yang telah disepakati, bahwa pelaut merupakan pekerja kunci yang memiliki peranan terutama dalam perdagangan internasional


“Indonesia sepakat bahwa pelaut adalah pekerja kunci. Indonesia mengakui pentingnya peran pelaut sebagai tulang punggung perekonomian


Negara ASEAN juga sepakat mengakui peran pelaut dalam rantai pasokan global, regional, dan intra-regional dan pekerjaan tak kenal lelah mereka untuk menjaga agar rantai pasokan ini tetap terbuka meskipun ada tantangan yang dihadapi dengan penutupan pelabuhan dan bandara, kurangnya akses ke fasilitas berbasis pantai, pantai cuti atau perawatan medis, dan masalah yang mereka hadapi karena ketidakmampuan mereka untuk dipulangkan atau bergabung dengan kapal mereka.


Bersambung.....


ikuti terus dan dukung karya ini ya


jangan Lupa Like,komen dan Vote


Salam Sayang


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2