DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
34. Pemain ulung


__ADS_3

" ka...kamu.. "


Laki laki yang baru memasuki ruang itu pun nampak gelagapan


Bukan karena adanya Rombongan dokter tapi sosok gadis yang berdiri menggenggam tangan Nadia


"Neta ? pekik Laki laki itu lirih


Buah tangan yang di bawanya nyaris jatuh kelantai tapi dengan sigap Laki laki bertubuh tegap itu berusaha menutupi rasa kagetnya


Bukan hanya Laki Laki itu Neta pun tak kalah kagetnya


" M...mass "


terheran, tercengang tidak percaya dengan sosok yang berdiri di hadapan nya. " Wah hebat !!!!


"Permainan apa sebenarnya yang sedang kalian perankan heh ?


"Sandiwara apa lagi ini ?


"Aku sudah tak heran,


"Dengan percaya yang dikhianati,


"Aku sudah tak menyangkal kan,


"Semua manusia memiliki hati,


"Tapi tidak semua bisa menggunakannya


mungkin itu yang gambaran kata yang tepat


"Sudahlah Neta semakin kamu mencari Tau


"Semakin kamu akan tersakiti


Neta berusaha nampak tenang di situasi ini,berusaha menjaga image nya agar selalu nampak elegan,menghadapi orang orang munafik seperti ini tidak perlu menggunakan emosi hanya akan menurunkan kualitas diri saja, toh seorang penghianat akan tetap menjadi penghianat,seorang pengecut tetaplah seorang pengecut..


"Riwayat ibu yang dalam rentan waktu setahun terjadi 4x keguguran,sudah pasti tentu nya membutuh kan penanganan yang ekstra seru dokter muda itu dengan membaca hasil dari USG dan rekam medik dari Nadia


Apa ? 4 x ?


Suara serak Laki laki itu menyela ?


"Iya pak berdasar pada hasil dan di benarkan oleh ibu " Jawab dokter muda itu tegas


Apakah bapak suami dari Ibu Nadia ? Lanjut dokter itu


Iya jawabnya pelan,penuh keraguan dan jauh dari kata nyaman untuk mengiyakan status nya dengan Nadia


Laki laki itu hanya tertunduk lesu menatap ubin ubin sesekali menyeka keringatnya dengan sapu tangan nya yang ada di balik stelan Jas nya.


Laki Laki Flamboyan berpenampilan necis dan berwajah tampan berkharisma itu nampak gusar.


Nadia pun sama Nampak gelisah wajahnya pun merah padam entah menahan malu atau kah menahan gejolak jiwanya, "pembohong Neta melirik dengan ekor matanya terlihat jelas Sahabat nya yang dulu sangat di cintai nya itu sekarang nampak asing bagi nya..


"Luar biasa kebohonganmu Nad !


"Luar biasa sekali permainan kalian !


"Betul betul manusia yang tidak memiliki hati Nurani


Menggampangkan dosa seolah balasan itu tak pernah ada


Bebas melenggang menyakiti wanita lain tanpa belas kasih seperti berdarah dingin..


"Cih...


menjijikan sekali kalian


Neta sangat sangat malu melihat wajah mereka berdua


Wajah sok polos seperti layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai padahal semua itu hanyalah hasil dari permainan cinta buta mereka..


"Luar biasa sekali


Sangat hebat sandiwara mereka


sudah layaknya pemain film yang layak memenangkan penghargaan best aktris dan best aktor

__ADS_1


Ya pemenang permainan menghancurkan hidup orang lain


Ku pikir kalian layak untuk disebut manusia tapi ternyata tidak..Manusia tidak akan sejahat itu dan setega itu terhadap orang yang di cintai nya..


Neta menghela Nafas panjang,sesak sekali rasanya.permainan apa lagi ini ?


Dokter pun berpamitan meninggalkan ruangan,tinggallah mereka bertiga yang masih mematung dengan diri mereka sendiri


Ya sudah cepat sehat ya,ingat pesan dokter bedrest..Ucapan Neta di ikuti senyum manis khas nya


Senyum manis yang menurut Nadia seperti irisan belati yang menghujam jantung nya,perlahan lahan membuatnya susah untuk bernafas


Neta menepuk nepuk punggung tangan Nadia kemudian berucap


"LAIN KALI HATI HATI KALAU LAGI BUNTING"


Kemudian melangkah meninggalkan nya...


Hei mas ? Apa kabar ?


Neta dengan tenang menyalami Laki Laki yang sedari tadi berdiri mematung..


"Ba..baik ?


"Ak..aku bisa jelaskan Nei ?


Neta hanya tersenyum


"Sebaiknya mas menjaga baik baik


tuh ISTRI mas ?


"kasian harus harus kehilangan janin nya berulang ulang.. sambil menatap Nadia dengan tatapan kemenangan


"Aku pamit ya Nad, Mas !!


"Masih banyak urusan yang penting


harus di selesaikan


Nei ??


"Ah... kalian bukan Level ku


"mau menjatuhkan mental ku seperti katamu dulu ?


"oww kita bermain cantik sekarang "


Neta mengambil ponselnya,memencet Nomor dan


"Bisa kesini ? aku tunggu ya ?


kemudian menutupnya dengan senyum bahagia


perutnya sudah keroncongan


lebih baik mencari makan dan minuman yang segar pikirnya


sudah cukup membodohi diri dengan pikiran pikiran Negatif yang sudah sukses merusak mood nya selama beberapa hari ini.


"Pak soto ayam nya satu ya ? sama peyek kacang nya


saat memasuki warung sederhana di samping rumah sakit


"Baik bu " jawab bapak penjual itu tergopoh


"Minum nya apa bu ? tanya nya kemudian


"Hmm jus terong belanda aja pak


Baik,ditunggu ya bu,jawab bapak itu segera menghilang menuju gerobak nya


Pasti seger menikmati Jus terong belanda si ungu yang cantik beserta soto ayam yang gurih,asem jeruk nipis nya serta sambel nampolnya di tambah kriuknya peyek ah perpaduan yang mantap bukan ?


Neta memilih duduk di pojokan dengan view persawahan, udara yang segar ditambah rasa lapar yang sudah mendominasi tentunya hal kecil yang membahagiakan masih bisa duduk tenang menikmati makan siang


" Pak tolong buatin untuk dibungkus juga ya 1 jus terong belanda dan 1 jus alpukat, terus pisang kipas nya porsi,sama kentang goreng nya


Baik bu,bapak penjual itu nampak berbinar

__ADS_1


perasaan yang tentunya sering Neta rasakan saat pelanggannya memesan lebih


Neta menikmati makan siangnya penuh rasa syukur, rasanya sudah cukup lama tidak makan selahap ini,racikan sederhana dari penjual gerobakan tapi citarasanya bukan kaleng kaleng


keren bapak ini meracik semuanya dengan pas


"Pak... soto nya enak ! sudah pasti kalau berkunjung kedaerah sini saya akan mampir lagi pak


"Masya Allah terima kasih bu !


Ucapan sederhana yang kadang kita lupa ucapkan untuk mengapresiasi orang lain


Neta tersenyum dan mengacungkan 2 jempolnya tanda suka sekali dengan masakan si bapak


ah bahagia nya melihat senyum haru penjual yang sudah tidak muda lagi itu,ucapan sederhana semoga bisa jadi penyemangat untuk mencari rezeki di tengah sulitnya persaingan bisnis bagi yang bermodal secukupnya


Habis juga semangkok soto ayam di hadapan Neta,makanan kesukaan nya setelah capcay tentu nya.



"Alhamdulillah"


seruputan terakhir dari segelas jus berwarna cantik terong belanda pun ludes sampai kedasar gelas


Makan dengan kenyang,dengan suasana hati yang tenang tentunya satu nikmat yang kadang kita lupa syukuri


Berapa semua pak.. ? Tanya Neta ramah


Ini bu, bapak itu pun menyodorkan kertas berisi rincian harga dari makanan pesanan Neta


Murah pak, rasanya MasyaAllah enak,pasti resep keluarga ini ? tanya Neta dengan ramah


Iya Bu,sudah turun temurun dari ibu saya jawab Bapak itu dengan bangga.


"Wah keren pak,harus di jaga cita rasanya nya biar tetap khas" lanjutnya,sebagai pelaku usaha kuliner tentu nya Neta juga sangat paham akan hal ini


Iya Bu jawab bapak penjual dengan guratan senyum bahagia nya bertemu dengan pelanggan baik seperti Neta


Ini pesanan nya Bu ,sembari menyerahkan bungkusan pada Neta


Neta mengambil nya,sekalian air mineral nya 3 ya pak


Bergegas bapak itu mengambilkan 3 botol sedang Air mineral kemasan


Ini uang nya ya pak, terima kasih banyak, nanti saya pasti sering mampir kalau ke kota ini lagi imbuhnya lagi


Iya bu,diterimanya 5 lembar uang biru dari tangan Neta


Maaf bu ini kebanyakan, bapak itu tergopoh ke arah Neta


"Tidak apa apa Pak,ini rezeki bapak


"semangkok Soto bapak membuat saya bahagia hari ini


Bapak itu pun tertegun,masa iya segitu dahsyat nya rasa soto nya


"Terima kasih bu.. hati hati


"Iya pak, Neta melangkah dengan perut kenyang dan hati bahagia tentu nya...


***


Sementara itu di dalam ruangan 101 sedang terjadi perang dunia ke 3


Bagaimana cara ku menjelaskan pada Neta sekarang heh ? hardik laki laki itu mengacak rambut nya


Nadia hanya bisa menangis pilu


Bersambung.....


Dukung terus karya ini ya


jangan Lupa Like,komen dan Vote nya...


Love


Penulis


Kinara Riswari

__ADS_1


__ADS_2