
Setelah menghabiskan cemilan buatan ibu nya Neta bergegas turun kebawah dan membersihkan nampan berisi piring dan gelas kotor.
Gerak gerik mencurigakan dari dua sahabat itu sontak menarik perhatian ibu nya " ngapain sih mereka bisak bisik seperti merencanakan sesuatu "
Rupanya tingkah ibu Rahayu yang tengah asik memperhatikan putri nya pun di rasa janggal oleh suaminya " ngapain sih buk " Laki laki paruh baya itu sudah berdiri dibelakang istrinya
" Apaan sih pak,ngagetin ibu aja" dengan sewot ibu Rahayu memukul kecil lengan suami nya
" Hehehe, ibu yang kenapa,mondar mandir,ngoceh sendiri,jadi CCTV ?
Ngepoin apa " tanya si bapak masih penasaran
" Ih bapak apa sih, itu loh liat Neta sama Dira dari tadi buru buru turun dari kamar bisik bisik terus,sepertinya ada sesuatu " ibu Rahayu menggunakan kemampuan insting seorang wanita yang mengalahkan detektif
" Yo di tanya buk,jangan mondar mandir " sahut bapak sambil berlalu menuju kursi pijat kesayangan nya. Ibu Rahayu pun mengikutinya dari belakang " ibu cuman penasaran pak "
Surrf
Suara seruputan kopi suami nya, membuat bu Rahayu mencebik" ealah di ajak ngobrol malah ngopi "
"La bapak kudu piye, kalau penasaran ya tinggal tanya to buk,jangan mempersulit diri dengan pertanyaan pertanyaan ada apa dan kenapa "
Ibu Rahayu hanya menatap suami nya " hmm,nikah puluhan tahun tetap saja belum memahami istri " gerutu nya
Sementara itu Neta dan Nadira bergegas kembali ke kamar untuk bersiap siap " apa perlu aku make stelan yang gampang buat hajar laki laki itu " tanya Nadira sambil berkaca
Mendengar ucapan sahabat nya Neta hanya terkekeh,kemudian menoleh ke arah Nadira yang sedang memperagakan kuda kuda untuk menyerang " ha..ha..ha..,apaan sih Ra,awas tuh pinggang encok " Neta tidak bisa menahan tawanya melihat kekonyolan sahabat nya
" Lah...,justru sudah jadi emak emak rasa takutku sudah tidak ada lagi sekarang "
"Apa lagi kalau udah capek,laper terus anak rewel, yakin jiwa pendekar akan keluar dengan sendirinya " ucap Nadira dengan ketawa renyah khas nya
Yang di katakan Nadira ada benar nya juga,dulu sahabatnya kalem,lembut,pendiam eh setelah menikah dan punya anak sudah tak terdengar lagi suara menye menye lembutnya,berganti suara tegas ala pelatih militer yang terdengar melengking beberapa oktaf.
" Percayalah Nei,selembut bidadari kalau udah bergelar nyonya akan berubah jadi jawara" imbuh Nadira sambil terkekeh
" Udah ah yuk buruan " Neta mengajak sahabat nya bergegas
Mereka pun keluar kamar menuruni anak tangga menuju ke bawah
" Loh..loh,kalian mau kemana " sapa Ibu Rahayu
" Hmm...ini Bu, mau keluar sebentar " Neta berusaha tenang di hadapan Ibu nya jangan sampai kembali membuat orang tuanya khawatir
" Kamu juga ikut Ra " Ibu Rahayu menatap ke arah Nadira
__ADS_1
"Ngeh bu,jadi pengawalnya Neta dulu, sekalian nitip Gendis ngeh Bu,cuman sebentar kok " ucap Nadira ragu ragu,sebenarnya tidak enak hati merepotkan keluarga ini lagi
" Wes pergi sana,mau pulang pagi juga nggak apa apa ya Gendis sama aunti ya Nduk " Wawa menyela mereka sambil mengendong Gendis
" Susunya udah tak siapin ya dek,kalau nangis tinggal kasih " ucap Nadira sambil meletak kan dot susu Gendis di meja
" Siap mbak,wes sana pergi " ucap Wawa
" Pamit ya Bu " mereka pun menyalami Ibu Rahayu kemudian meninggalkan Rumah
Mobil yang mereka melaju cepat kearah pinggir kota, campur aduk rasanya harus kembali bertemu dengan wajah ngeselin itu,Neta berusaha menenangkan dirinya namun tetap saja dirinya belum bisa menguasai emosi nya.
Nadira yang disampingnya sedari tadi pun memperhatikan sahabat nya
" Kenapa ,grogi mau ketemu si ganteng berhati jelek itu"
" Udah,kamu tuh harus tenang,menghadapi orang seperti itu harus pake taktik biar dia yang mental"
" Kalau ngeliat kamu sedih,kamu marah pasti mikirnya kamu masih ada rasa, jadi celah buat dia balikan "
Nadira terus ngoceh di samping,sementara Neta hanya fokus nyetir sesekali nyengir mendegar ucapan ibu dua anak disamping nya
" Iya iya... Bawel "
" Siapa juga mau balikan Ra, ini hati bukan pastel udah di gigit terus di kasih sambel " Neta berusaha mengimbangi sahabatnya
" Aku yakin kok Nei,kamu pasti dapat pengganti yang jauh lebih lebih dan lebih baik "
" Hidup dengan Laki Laki peselingkuh itu sakit tau " ucap Nadira kemudian memalingkan wajah nya
Neta yang menyadari suara sahabatnya perlahan menghilang pun bertanya " ada apa "
" Kalian baik baik saja kan " Neta menyelidik.
Nadira berusaha menguasai diri agar semua terlihat baik baik saja,tapi malah air matanya meluncur dengan sendiri nya
Higz..
Higzzz...
" Hei ada apa,tunggu...tunggu" kemudian Neta menepikan civic kesayangan nya
Mobil sudah menepi " ada apa Ra" tanya Neta yang penasaran dengan sahabat nya,yang sedari datang selalu ceria tiba tiba melow seperti ini,sudah pasti ada sesuatu hal yang tidak beres telah terjadi
Nadira yang hidup sebatang kara,tentunya tidak punya tempat untuk berbagi cerita
__ADS_1
" Hei ada apa,cerita dong kalau ada masalah Ra"
Mendengar ucapan Neta,tangis Nadira kian pecah
" Aku...."
" Aku sudah bercerai Nei "
Ucap nya terbata
" Apaaaaa...?
" Nggak usah main main deh Ra,nggak lucu tau becandaan mu " Neta tak percaya mendengar ucapan sahabatnya
" Ada apa sih ?
Lagi lagi Neta melancarkan pertanyaan kepada sahabat nya,yang selama ini selalu memperlihatkan keharmonisan keluarga nya di sosial media bahkan saat telponan pun tak pernah mengeluh sedikit pun,kok tiba tiba seperti ini
" Iya Nei,aku dan ayah nya Gendis sudah sepakat pisah "
" Kami sudah pisah rumah sejak lima bulan lalu " ucap Nadira yang masih teringat
" Ya Allah Ra" Neta kemudian memeluk sahabat nya " kok ada masalah gini ngak bilang ke aku atau ibu sih Ra "
Neta pun ikut menitik kan air mata,bagi nya sahabatnya ini sangat spesial,perempuan tangguh yang sedari kecil di tempa di uji oleh kehidupan,menjadi yatim piatu di usia belia,berjuang untuk hidup lebih baik,sampai bertemu dengan Laki Laki yang selama ini Neta pikir inilah sosok yang bisa menjaga sahabat nya
" Aku sudah tidak kuat Nei,akhirnya memilih pisah "
Neta mendengarkan sahabatnya sambil mengusap usap pundak wanita cantik disamping nya
" Selingkuh " ucap Neta menyelidik
Nadira hanya menganggukkan kepalanya
" Nyari apa lagi,istri cantik,anak lucu lucu " ucap Neta penuh emosi
" Nyari yang baru " ucap Nadira sambil tertawa kecut
" Mertua dan keluarga nya mendukung Nei "
" Perempuan itu dari keluarga terpandang "
" Janda kaya beranak satu "
" Yang sangat royal sama mertua dan keluarga suamiku "
__ADS_1
Neta menggeleng gelengkan kepalanya " jadi menjandakan istri dan menantunya demi janda , luar biasa mereka "
Bersambung...