DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
73. Legowo


__ADS_3

Dalam keadaan sulit dan berat,selama keluarga saling menguatkan tentu saja akan lebih mudah melewati nya


Neta sangat bersyukur disaat terberat dan berada di fase krisis kepercayaan diri seperti sekarang ini keluarga nya selalu ada,menjadi tempat ternyaman untuk bersandar dan berkeluh kesah


Diam diam Neta menatap satu persatu " Alhamdulillah,rasa sakit ku tidak sebanding dengan banyak nya limpahan nikmat Mu Ya Robb"


Mereka semua menikmati makan malam dengan penuh kehangatan


" Wah enak banget nih cah sayurnya, ikan bakarnya pun mantap " Wawa melahap mix sayuran kesukaan nya


" Makanya kamu juga belajar masak nduk" Ibu nya menyela


" Bener tuh buk,percuma cantik kalau bikin mie instan aja gosong " sela Ayu meledek adik nya


" Kan sudah ada Ibu yang jago masak,mba Neta juga,aku tinggal nyomot,mau kue tinggal telpon mba Ayu,ngapain repot Buk " Wawa membela diri


" Ya bedalah dek ,kalau bisa sendiri,bisa sesuai selera dan taste yang di inginkan" ucap Neta


" Ada rasa yang tidak bisa di hargai dengan uang kalau makanan ludes " Ayu menambahi


" Ooh gitu ya sudah besok bikinin aku cheesecakes,brownies,klappertaart biar tak ludesin biar mbak bahagia "


Jawaban Wawa membuat Ayu keselek


" Uhuk...uhuk "


" Nih minum mba " Neta menyodorkan segelas air


Glek..glek..glek


" Kamu tu ya kalau di nasehatin ada saja jawaban nya " Ayu sewot


" Katanya tadi mba bahagia,itu salah satu cara ku membahagiakan kakak ku yang cuantik " Wawa mengangkat alis nya dan tentunya memasang wajah jahil nya


" Sudah..sudah..,terusin makan nya " Ibu Rahayu segera menengahi sebelum terjadi hal yang lebih mengejutkan


" Nduk..,Ibu mu sudah rembukan sama Bapak, besok kita kerumah keluarga Desta ya, masalah ini harus segera tuntas biar clear dan kalian bisa melanjutkan hidup masing masing "


" Nggeh pak " jawab Neta penuh hormat


Memang sudah seharusnya semua segera di selesaikan agar tidak terjadi lagi masalah baru,mengingat tanggal pernikahan semakin dekat,membatal kan semua ini tentunya butuh pemikiran yang matang dan butuh musyawarah bersama


" Maafkan Neta ngeh Buk,pak" Neta menghentikan makan nya kemudian mendekat memeluk Bapak nya


" Wes nduk,rapopo( tidak apa apa ) ini semua kita hadapi bersama,kami akan selalu mendukung mu Nak" ucap Bapaknya penuh bijak


" Setelah dari keluarga Desta,setelah ada keputusan dari sana baru kita beri tahu ke semua keluarga besar bahwa acara nya di batal kan "


" Lah tapi gedung dan catring sudah full bayar itu gimana ya Pak " Ayu bertanya dengan serius

__ADS_1


" Tidak apa apa Nak,kita nanti bisa undang anak panti,kita ganti acara nya jadi silaturahmi saja"


" Yang kadung datang,biar tidak kecewa "


" Gimana menurut mu nduk " ucap Ibu nya


" Kulo manut bu( saya mengikuti ) terserah bagaimana baik nya " ucap Neta


" Tapi Beneran toh nduk ini tidak akan jadi penyesalan mu "


" Bapak Ibu menyadari kamu begitu mencintai Desta,kalau rasa sayangmu lebih besar dan mampu menghadapi kedepan nya,kami juga tidak melarang untuk tetap melanjutkan " ucap Bapak Santoso


Sontak ucapan Bapak nya membuat Ayu dan Wawa bereaksi


" Tidak..tidak " Wawa bangkit dari duduk nya menuju kursi Neta, dipegang nya pundak kakak nya " mba kalau menurutku sih,lebih baik sudahi, tidak gampang untuk menyembuhkan luka berkali kali mba, kecuali mba siap dengan sakit hati yang berkepanjangan dan juga hati mba cukup kebal"


" Iya Nei, mba saja yang menikah sama mas Bayu yang notabene tidak neko neko saja kadang masih ribet dan ribut"


" Apa lagi dengan background masa lalu sejahat Desta "


" Rasanya pasti sulit Nei, mustahil sebagai manusia biasa istri tidak curiga dengan semua aktifitas suami "


" Sudahi saja dek,mbak yakin jodohmu akan lebih baik dan lebih menghargai perasaan mu "


Ayu memberikan pendapat nya,sebagai kakak yang lebih dulu membina rumah tangga dan sudah di karuniai putra dan putri yang beranjak Remaja,tentu saja pengalaman hidup dalam pernikahan tidak sedikit


Baru memang tidak mudah,butuh kembali dari Nol,tapi akan lebih baik dibandingkan bertahan dengan orang yang nyata nyata menyakiti nya sudah diluar batas, emanen ati mu ( sayangilah hatimu ) mba, udah cukup lah berjuang,titik lelah ya harus di akhiri sebelum membuat mental semakin down "Wawa sangat dewasa dengan latar belakang ilmu Psikologi tentunya hal ini sudah cukup di pahami dampak nya untuk kakak nya dikemudian hari.


" Iya iya " Neta tersenyum manis,gadis ini begitu tegar meskipun masalah memporak porandakan hati dan pikiran nya


" Pak... Buuk... " Neta menatap penuh kasih wajah yang sudah sangat banyak keriput di wajah nya,wajah yang tidak pernah lelah dengan kerasnya perjuangan membesarkan putra dan putri nya


"Neta sudah siap dengan semua kemungkinan, dan jangan khawatir Neta juga sudah memikirkan hal ini dengan pertimbangan yang matang "


" Sakit sudah pasti,tapi lebih baik sakit sekarang dari pada harus menahan sakit yang berkepanjangan saat sudah menikah nanti "


" Neta minta maaf andaikan dulu, Neta mendengar nasehat Ibu mungkin tidak seperti ini "


" Neta tidak takut kehilangan Desta Buk... Pak !


" Neta lebih takut kalau semua ini membuat Bapak dan Ibu malu nanti nya "


" Kalau semua ini bisa membuat Bapak,ibu juga keluarga jadi bahan gunjingan sanak saudara atau pun tetangga "


" Itu yang lebih membuat Neta takut "


Kembali bulir bulir kristal bening itu menetes dan mengaliri mata cantik Neta,kemudian meluncur deras ke pipi ranum nya.


" Sudah Nak..., Sudah "

__ADS_1


" Insya Allah kita semua akan kuat menghadapi semua,terutama kamu nduk " pelukan hangat dari Ibu nya adalah obat penenang terbaik di dunia


"Tidak perlu lagi mengingat ingat yang sudah sudah "


" Maafkan Desta biar hatimu lega,plong "


Ibu Rahayu mengusap penuh kasih anak nya,bagi nya Neta tetaplah gadis kecil kesayangan nya


" Iya nduk, Bapak Ibu tidak perlu kau pikirkan "


" Yang penting saat ini bagaimana anak Bapak bisa melewati ini semua dan tidak perlu berlarut larut dalam kesedihan"


" Legowo ya Nak "


" Lego ing nyowo "


" Ingat ya Nduk,memaafkan itu bukan untuk melupakan kesalahan orang begitu saja,tapi membebaskan hati kita terlebih dahulu dari belenggu rasa sakit,membebaskan luka batin,dan juga sebagai bentuk kita mencintai diri sendiri "


" Kalian semua harus selalu ingat pesan Bapak "


" Jangan kalian senang melukai orang lain"


" Jangan bangga kalau sudah membuat orang lain tidak berdaya "


" Sebab salah satu doa yang tidak tertolak adalah doa orang yang terzolomi "


"Waah doain aku mba sekarang biar skripsi tidak perlu revisi, mba kan lagi terzolimi jadi pasti Allah dengar dan kabulkan " lagi lagi Wawa membuat yang lain geleng geleng kepala


" Yeee kalau itu nama nya cari aman "


Ayu menimpali dan mencebik


" Biarin namanya juga usaha "


BERSAMBUNG..


YUK BANTU VOTEEEEEEE NYA


JANGAN LUPA LIKEEEEE


DAN KOMEEN NYA


TERIMA KASIH SUDAH SELALU MENDUKUNG KARYA INI


Salam Sayang


Penulis


KINARA RISWARI

__ADS_1


__ADS_2