DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
4. Cinta di atas luka


__ADS_3

****


Rasanya waktu lambat sekali berjalan


sedari tadi Neta tidak bisa memejamkan mata nya


pikiran terus mengembara


mencoba mengingat satu persatu kejadian yang menurut nya janggal.


" Apa salah ku ?


"kenapa harus aku ?


"kurang apa aku"


*semua pertanyaan pertanyaan tersebut terus saja menari nari di pikiran nya


harus nya saat ini mereka sedang berbahagia karena sebentar lagi impian untuk hidup bersama sudah di depan mata


selangkah lagi menuju halal dari sekian lama waktu yang telah di lewati.


semakin pilu hati nya mengenang semua perjuangan yang sudah di lewati dan sudah banyak di lalui


***


Sementara itu Desta dengan bahagia nya menikmati malam dengan Nadia,tanpa ada rasa bersalah terhadap tunangan nya


Mata dan hati nya benar benar di buta kan oleh pesona Nadia janda beranak satu yang di tinggal pergi suami nya..


Sudah menunjukan pukul 2 dini Hari tapi belum juga Neta bisa memejamkan mata


di ambil nya sajadah....


Kemudian mengaji membaca kalam kalam ilahi


selanjutnya di tutup dengan sholat Tahajud dan sholat dan istiharah,


berharap setelah sholat pikiran nya jauh lebih tenang untuk mengambil langkah yang tepat.


"Bertahan atau melepaskan"


Hanya itu yang ada di benak Neta, Ego nya mengatakan bertahan, apa lagi mengingat begitu banyak waktu yang sudah terlewati tentu nya tidak mudah untuk memulai hubungan yang baru


Butuh adaptasi dengan pasangan dan keluarga.


Tapi di sisi lain, Hati nya memilih lepas kan


Sungguh tidak ada kata maaf untuk perselingkuhan prinsip yang sudah di pegang nya sedari dulu.


Neta dengan khusyuk melantunkan doa doa di malam yang hening,sesekali isak tangis nya pun pecah.


hati nya begitu sakit atas penghianatan yang di lakukan orang- orang yang sangat di percayai nya..


setelah sholat kembali Neta merebahkan tubuh nya lagi lagi pikiran nya dipenuhi oleh tanda tanya


"mampukah dia melewati ini sendiri ?


"tidak terluka dan malu kah keluarga nya jika semua harus di akhiri


isi kepala nya di penuhi tanda tanya besar


"kenapa baru sekarang mengetahui keburukan dari tunangan nya


"kenapa setelah 8 tahun membuang masa muda nya


"membuang kesempatan nya untuk hidup lebih baik dengan orang mungkin lebih baik.


Neta begitu keras kepala mempertahankan hubungan nya


Bagaimana tidak nelangsa kedua keluarga sudah sangat akrab


bahkan ketika ibu dari desta sakit pun Neta dengan telaten merawat nya seperti ibunya sendiri


sakit struk yang mengharuskan semua serba di layani.


"Apakah keluarga nya juga tau desta sudah melakukan kecurangan?


"semua begitu menyakitkan"


Malam sudah beranjak pergi


Neta belum juga bisa memejamkan mata nya


Adzan subuh pun sudah menggema


tapi belum juga bisa memejamkan mata nya


*setelah sholat subuh Neta meminta adik nya untuk mengantarkan nya ke rumah miliknya


rumah yang dibeli dari hasil kerja keras berdua bersama Desta.


Entah kenapa hatinya begitu kuat untuk ke sana


mungkin dengan menyibukan diri, membereskan rumah yang baru saja di renovasi untuk mengalihkan pikirannya.


"Mba Neta kenapa ?


"kok matanya sembab gitu ?


"ada masalah ?


* tanya Wawa adik kesayangan nya"


penuh curiga karena melihat mata bengkak dari tangisan selamam neta


"Nggak


"mba hanya kelelahan menyiapkan pernikahan


Neta berusaha kuat


" kalau butuh bantuan bilang !


"jangan memporsir tenaga sendiri


" nanti sakit gimana ?


*tegas wawa kembali


Neta hanya tersenyum mendengar omelan dari adik bungsu kesayangan nya


"andai aku bisa jujur dek" pekiknya dalam hati


"Iya...iyaa bawel ih


Neta berusahs ceria


"bantuin saja beresin rumah ya ?


"hari ini kamu tidak ke kampus kan ?


*berusaha menutupi kesedihan nya


"siap bu bos"


" siap laksanakan jawab wawa di ikuti gelak tawa mereka berdua


**


mobil mereka melaju memecah kesunyian pagi.


kendaran masih lenggang

__ADS_1


waktu masih menunjukan pukul 5 pagi tentunya keadaan jalan sangat sepi


belum ada aktivitas dijalan raya artinya mereka bisa sampai ke tujuan lebih cepat..


Gerbang perumahan sudah di depan mata


entah kenapa Neta merasakan jantung nya berdetak begitu cepat..


lagi lagi wawa menoleh kearah kakak tersayang nya


"mba kenapa ?


" sudah hampir sampai nanti mba istirahat


"biar adikmu ini yang beresin rumah ya kakak ku sayang


* ucapnya menenangkan kakak yang begitu di cintai nya


Neta hanya mengangguk tanda setuju..


"Loh itu bukan nya mobil mas Desta mba?" tanya wawa


"iya"


"ngapain dia disini ?


biasa nya belum tentu 3 bulan sekali desta melihat perkembangan renovasi rumah mereka


tiba-tiba ada disini.


ada rasa curiga menyeruak dari hati neta


Neta semakin penasaran.. segera bergegas turun dan di ikuti wawa.


Alangkah kaget nya dia mendapati sepatu wanita di sana


"sepatu siapa ini ?


tanpa berfikir panjang dia pun membuka pintu dengan kunci yang di bawa nya


mereka sengaja menduplikat kunci rumah agar mudah saat sewaktu waktu mengontrol tukang


yang biasanya mereka lakukan bergantian,siapa yang waktu nya luang dialah yang bertugas mengecek.


"alangkah terkejut nya saat Neta memasuki ruang tamu semua berantakan berserakan pakaian desta dan juga dress wanita...


pakaian dalam wanita pun tercecer di lantai


Neta semakin kebingungan


dan di liputi tanda tanya serta ketakutan akan apa yang akan di saksikan nya nanti


Dengan langkah seribu di ikuti adik nya yang tidak kalah kaget nya


mereka menaiki tangga menuju kamar utama di lantai 2


pintu pun di buka nya


Dan......


Benar saja firasat nya


pemandangan memalukan di saksikan oleh mata nya sendiri


'Astaghfirullaaaaaah"


"Desta"


* Pekik nya,seketika tubuhnya lunglai semua tulang belulang nya serasa tidak ada lagi


melihat orang yang sangat sangat di cintai dan di banggakan sedang tertidur tanpa busana memeluk wanita yang tidak lain adalah Nadia sahabat nya sendiri..


*


"Braaak" tepat menghantam kepalanya


*Bajingan'"


"Dasar murahan kalian "


*seketika emosi wawa memuncak tanpa bisa mengontrol emosinya


menjambak rambut Nadia..


"sini kamu pelakor"


" mencakar nya"


" memukulnya tanpa ampun


"arg... ampuuun


ampun katamu ,rasakan ini teriak wawa


"buk...brukkk" satu hantaman kembali mendarat di tubuh wanita itu


"ahhh


"ampuuun


* hanya itu yang terdengar dari mulut nadia


berusaha melindungi tubuh nya dari amukan kemarahan adik Neta


wawa yang kalap sudah tidak memperdulikan nya lagi


berbagai macam sumpah serapah di lontarkan untuk kedua orang yang sudah di anggap nya kakak tersebut


**


Sementara itu Neta berusaha bangkit dan turun ke lantai bawah


pikiran nya linglung...


sungguh semua ini diluar nalar nya


jika semalaman pikiran nya hanya di penuhi kata andai dan bagaimana bisa


sekarang dengan mata kepala sendiri menyaksikan calon suami nya meniduri sahabat nya sendiri


di rumah impian mereka, di kamar yang baru saja selesai di renovasi,di kamar yang dengan penuh cinta Neta mengumpulkan sedikit demi sedikit rupiah untuk interior impian nya..


" Tunggu sayang"


" aku bisa menjelaskan semuanya"


" desta berusaha menenangkan Tunangan nya


berlari mengejar Neta dengan hanya memakai lilitan handuk seadanya.


"Jelaskan katamu !!!


Plak...!!!!!


Neta dengan sekuat tenaga menampar laki- laki yang dulu begitu di kagumi nya


yang saat ini berubah menjadi sangat menjijik kan dan memalukan..


" Penjelasan apa lagi


"belum cukup bukti perselingkuhanmu


"cih"

__ADS_1


Neta begitu jijik memandang wajah tunangan nya


Neta melanjutkan sumpah serapah nya


" sudah berapa lama kalian melakukan ini ?


,"sudah berapa lama kalian membodohi aku dengan tipu daya ini,


"JAWAB "


teriak nya


"Aku malu mas ,sangat malu pernah mencintai mu"


Neta tidak kuasa menahan kesedihan nya


tubuhnya ambruk di lantai


terduduk dengan isak tangisnya


"maafkan aku sayang


"aku khilaf


"aku janji ini yang terakhir"


" dengan berderai air mata desta bersujud di kaki neta berusaha meyakinkan


" TERAKHIR"


neta meraih ponsel nya


"lalu ini apa mas


menunjukan bukti bukti perselingkuhan desta dengan banyak wanita..


desta hanya bisa menangis meratapi nasib nya


Berusaha memeluk tubuh kekasihnya tapi neta nepis nya


"Air mata buaya"


*teriak wawa menuruni tangga sambil memegang bat bisbol di tangan nya..


hatinya belum puas memberikan pelajaran kepada Nadia yang sudah babak belur di tangan nya


dan benar saja...., satu pukulan di berikan arahkan ke tubuh desta


"BRAAAAAKKKKKK


" ini untuk sakit hati mba ku"


"BRUKKKKK


" ini untuk 8 tahun membuang masa mudanya"


" BUGHTTTT


" ini untuk rasa malu keluarga ku"


"BRUGH.........


" ini untuk penghianatan mu"


saat tangan nya masih ingin mengayun kan bat bisbol ke arah desta, Neta menghentikan nya


Entah mungkin tidak tega atau rasa cinta nya terlalu besar dari pada rasa sakit nya


"CUKUP dek,


"jangan kotori tanganmu dengan sampah"


*kata yang keluar dari mulut Neta


sementara itu Nadia yang sudah babak belur karena amukan dari adik Neta berusaha untuk menjelaskan..


"Tolong maafkan aku Nei"


" Tolong ampuni aku "


"aku janji akan menghilang dari kehidupan kalian"


"tolong maafkan aku sembari memeluk neta


wawa yang masih di sulut emosi segera menarik rambut Nadia dengan kasar


"tidak usah drama lagi


"sudah cukup perbuatan kalian


"harusnya kau itu berterimakasih sudah diberikan hidup yang layak


" bukan malah menjadi musuh dalam selimut !!


bentak wawa berapi api.


"sudah dek,kita pulang,


"mba terlalu berharga untuk menghabiskan hidup dengan manusia seperti mereka"


Neta melangkah gontai meninggal kan drama dari dua orang kepercayaan nya yang sudah sangat hebat menyakiti nya..


desta berusaha mencegah


tapi...


wawa mencegahnya


"hentikan langkah mu atau nasib mu akan sama seperti ini


Wawa yang sudah kalap menghancurkan semua perabotan


prakkkkkk....


tumpukan gelas dan piring pun yang belum tertata tidak luput dari kemarahan nya


semua di pecahkan,berserakan seperti kapal pecah


dengan bat bisbol yang masih di genggam nya


"TERLALU SEMPURNA KALIAN MENYAKITI"


"Jangan coba coba mengganggu mba Neta lagi


" atau kalian akan tau sendiri akibat nya !!


Wawa pun melangkah meninggalkan mereka bergegas menyusul kakak nya yang lebih dulu berlalu


hati nya begitu terluka tak terbayang bagaimana dengan kakak nya


Bersambung..


Terimakasih...


dukung terus karya ini ya


jangan lupa like,komen dan vote nya


salam hormat


penulis


kinara riswari

__ADS_1


__ADS_2