
Malam ini mereka bercengkrama bersama,menikmati makan malam bersama sama.
Tentunya hal sederhana ini sangatlah di rindukan Al,masakan rumahan memang selalu juara
" Papa Al lapallll " ucap Tiwi yang terheran melihat om nya menyantap makanan dengan lahab
" Iyaa dong,ini pasti Tiwi nih yang masak jadi enak banget " Al menggoda ponakan nya
" Iyaa...,aku kacih kecap sama tomat " ucap gadis kecil itu bahagia,padahal ya kali bocah tiga taon masak
" Oh gitu " ucap Al sambil menyendok sayur ke piring nya
Tiwi mengangguk Riang.
Keluarga itu pun menyantap makan malam dengan suasana hangat, beberapa kerabat dan tetangga pun berkunjung untuk bersua dengan Al,mereka pun bergabung menyantap makan malam bersama.
Makan ala Lesehan,melantai namun suasana nya yang membuat semuanya terasa mewah.
Setelah makan bersama mereka pun bercengkrama bersenda gurau di teras rumah yang sejuk.
" Rencana berapa lama ini bosku dirumah " Salah seorang kerabat membuka pembicaraan
" Kemungkinan agak lama ini daeng,sekalian mau lanjut sekolah " ucap Al
" Wah bagus sekalian langsung Nikah saja,jadi nanti kembali melaut sudah ada istri tunggui dirumah " sambung seorang tetangga
Al hanya terkekeh mendengar ucapan tetangga nya " ha..ha..ha,belum daeng nanti nanti saja,masih betah sendiri " ucap nya menutupi kesedihan hatinya
Tari melirik adiknya " hmmm,untung Sandra selingkuh,jadi batal kan punya ipar pelakor " gumam nya dalam hati
Dari dalam Ibu dan dua orang lain nya keluar membawa nampan berisi oleh oleh dari Al kemudian membagikan kepada yang datang
Hal biasa bagi Al kalau pulang pasti juga memikirkan oleh oleh tidak hanya untuk keluarga tapi juga tetangga dan juga kerabat.
Perbincangan yang hangat mengalir begitu saja,senda gurau mengiringi nya
"
"
"
Dilain tempat Desta sedang tidak baik baik saja,sepulang dari Rumah sakit keluarga nya melakukan pertemuan keluarga di rumah Dea
Orang tua nya menceritakan perihal kedatangan keluarga Neta dan keputusan mereka untuk membatalkan pernikahan
Desta sangat terguncang mendengar pengakuan dari keluarga nya. Ternyata ancaman dari Neta tidak main main
" Aku tidak terima hal ini " teriak nya
Desta menangis seperti seorang anak yang kehilangan kendali
Dea dengan lantang bersuara " mau tidak terima kamu bisa apa ?, Lagian perempuan mana yang akan menerima Laki Laki peselingkuh " ucap nya tajam menusuk hati, tidak hanya Desta, Bimo pun tertunduk mendengar ucapan Dea
" aku khilaf kak " ucap Desta membela diri
Dea menggelengkan kepalanya mendengar kata yang keluar dari adiknya " ciih khilaf katamu Dek, setelah hidup bersama perempuan itu kau bilang khilaf, kau dan Bimo sama sama Laki Laki memalukan "
" Dea jaga ucapan mu " teriak ibu nya
Dea yang sudah tidak bisa menahan diri bangkit dari tempat duduknya " Tidak ma !
" Aku melihat dengan mata kepala sendiri menantu mu ini berlilit handuk di apartemen perempuan murahan itu"
" Sudah dua tahun mereka bermain gila di belakang ku "
__ADS_1
" Apakah kalian pikir aku tidak tau kebusukan kalian " Dea menatap tajam Bimo dan Desta
" Apa yang ada di kepala kalian heh ? "
Desta semakin tak berkutik dengan hardikan kakaknya begitu pun dengan Bimo, membela diri disaat wanita sedang meledak sama hal nya menyulut bom yang siap menghancur leburkan seisi rumah
Dua laki laki itu hanya bisa tertunduk,Ayah mereka berusaha menengahi agar semua kembali tenang " cukup " teriak nya
" Kami sudah sangat malu di kampung karena ulah kalian "
" Sekarang tidak penting siapa salah dan benar, Ayah hanya ingin menyelesaikan semua ini "
" Kau Bimo, sebagai Laki Laki apa keputusan mu ?
" Apakah keluargamu tidak ada artinya,sekarang kami mau mendengar keputusan mu seperti apa, memilih keluarga mu atau perempuan itu " suara Ayah mereka menggema sontak keadaan menjadi sangat hening tidak ada yang berani bersuara.
Bimo memberanikan diri untuk berbicara "Maafkan Bimo Pak,Buk!
" Maaf Bimo sudah mengecewakan keluarga "
" Tapi Bimo berharap,bisa memperbaiki semua nya Pak "
" Bimo tidak mau kehilangan Dea juga anak anak "
Mendengar ucapan Bimo, Dea membuang Muka " ciih,setelah yang kau lakukan ? Ucap nya ketus
" Selera kalian memang rendahan " ucap nya lagi
Melihat reaksi Dea ayahnya kembali menaikan tone suara nya " sudah.... Sudah... Cukup !
" Kita kumpul disini tujuan nya mencari titik temu,biar semua cepat selesai "
" Kalau semua mengikuti ego tidak akan selesai "
" Ayah tau hatimu sakit, tapi cucu cucuku juga pasti lebih sakit jika kalian berpisah "
" Bukan berarti ayah juga membenarkan perbuatan Bimo "
Mereka hanya tertunduk mendengar suara parau Laki Laki tua yang sangat mereka hormati
" Dan kau Desta, Ayah sudah tidak tau lagi harus berbicara apa "
" Kami tidak mendidik mu jadi Laki Laki pecundang yang dengan mudah memainkan wanita "
" Tidak usah menyalahkan orang lain kalau perbuatanmu melewati batas "
" Apa yang kau dapatkan sekarang dari mempermainkan orang lain "
Desta hanya tertunduk mendengar ucapan Ayah nya. Benar saja keegoisan nya telah menghancurkan impian nya sendiri, nafsu telah membuatnya lupa diri dan juga menghancurkan hati Neta tentu nya .
Pertemuan kali ini benar menguliti mereka, satu hal yang kadang di lupakan tindakan anak akan menjadi petaka dan melukai hati orang tua nya.
"
"
"
Berbeda dengan Neta yang sekarang bisa bernafas sedikit lega, setidaknya keluarga besar nya sudah mengetahui kebenaran nya.
Tak mengapa di belakang menjadi gunjingan toh orang lain tidak akan pernah tau dan merasakan tekanan yang di alami nya.
Nikmatilah hidup ini di setiap detik yang ada,
Jangan pernah menyerah atas apa yang terjadi.
__ADS_1
Buanglah semua rasa cemasmu,
Singkirkan sejenak bebanmu,
Hapuslah semua isi dalam benakmu,
Dan tinggalkan satu hal yang memenuhi pikiranmu,
“Hidup hanya sekali. Bersenang-senanglah dan nikmati hidup ini.”
Jalani semuanya dengan penuh rasa syukur dan bahagia.
Dengan setiap nafas yang kau ambil,
Dengan setiap langkah yang kau ambil.
Meski terengah-engah, penuh sesak, dan berantakan.
“Apakah aku masih bernafas?”
Jantung yang berdetak di dalam,
membuatmu tetap hidup.
Dan untuk pertama kalinya,
Kau bisa menyingkirkan rasa untuk menyerah.
Melalui segala yang kau lihat dari matamu.
Aliran darahmu yang membara,
Melepas satu teriakan ke udara,
Bersama seluruh rasa cemas yang ada,
"Hidup hanya sekali. Jangan habiskan hanya untuk meyesali apa yang telah terjadi."
Tertawalah selagi bisa,
Tersenyumlah selagi waktu masih tersisa,
Bahagialah, selama jantung masih berdetak.
Teruslah berjalan dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan,
Selagi tak merugikan, lakukanlah apa yang membuatmu bahagia,
Hidup hanya sekali,
Jadikan bermakna,
Yakinlah semua pasti 'kan di capai,
Mimpimu, pasti mampu di gapai,
Meski harapmu tak pasti,
Lakukanlah dengan sepenuh hati.
By Neta
Goresan kecil ditulisnya di buku favoritnya
BERSAMBUNG....
__ADS_1