
Wawa kelimpungan harus bolak balik dari ruang ICU ke ruang perawatan bayi. Kondisi Selvi sedikit melegakan sudah melewati masa kritis nya,berbeda dengan bayi nya yang harus mendapatkan perawatan yang intensif.
" kasian kamu nak " Wawa menyeka air mata nya,sedih rasanya melihat bayi se kecil itu harus mendapat perawatan ekstra demi bertahan Hidup..
" Gadis kuat, anak baik"
" Bertahan ya Nak, demi Ibu mu "
" Ibu mu sudah berjuang keras untuk bisa memeluk mu "
" sehat ya Nak "
Wawa terus memandangi bayi mungil itu dari balik kaca,dokter mendiagnosa bayi tersebut mengalami gangguan jantung,ya karena lahir terlalu dini selain itu juga kondisi ibu nya saat hamil kurang begitu baik,seperti nya stres berat yang berakibat pada tumbuh kembang janin nya
" Maaf keluarga ibu Selvi "
seorang perawat mendatangi Wawa
"Benar saya sus" Jawab nya
"Di tunggu diruang dokter ya Bu" perawat tersebut menyampaikan kepada Wawa
Wawa pun bergegas,banyak hal yang berputar putar di kepala nya yang harus segera menemukan jawaban.
" selamat malam Dok" sapa Wawa saat memasuki ruangan Dokter
" Selamat malam bu,silahkan duduk "
Wawa duduk berhadapan dengan dokter,sudah persis seperti sedang bimbingan skripsi
" begini bu melihat kondisi bayi dari Ibu selvi kami besok akan melakukan beberapa tindakan medis, tentu nya kami butuh persetujuan dari keluarga" lanjut dokter itu
" Baik dok,kebetulan saya dan kakak saya hanya membantu ibu Selvi, keluarga nya besok sudah tiba, alangkah baik nya di sampaikan langsung agar lebih paham dok kepada keluarga nya "
"Oh begitu.., wah anak muda luar biasa menolong setotal ini " puji dokter tersebut
" ini soal kemanusiaan Dok, tidak mungkin kami tega tinggalkan Ibu Selvi dan Bayi nya dalam keadaan seperti ini apa lagi keluarga nya belum ada " jawab Wawa merendah
dokter itu tersenyum takjub melihat anak muda seperti wawa punya rasa empati yang cukup besar untuk membantu sesama
" Begini dok ? kira kira apa yang membuat kondisi Ibu dan bayi nya sampai seperti ini ? "
" Apakah kondisi psikis saat hamil sangat menentukan hal ini dok ?" tanya wawa yang antusias sekali, sebagai mahasiswa Psikologi tingkat Akhir, tentu nya salah satu minat nya mengenai kondisi anak bisa jadi pertimbangan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 nya ke Psikologi klinis,rasanya dia lebih tertarik kepersoalan seperti ini
"Baik Bu,kondisi ibu saat hamil sangat berperan penting sekali"
" ibu yang stres tentunya akan sangat berpengaruh kepada kondisi ibu dan janin"
" ini penting nya dukungan dari pasangan, orang terdekat juga lingkungan "
"saya jelaskan ya bu"
dokter itu pun menjelaskan dengan seksama,Wawa pun sangat antusias mendengarkan jabaran permasalahan yang melatar belakangi kondisi Selvi dan bayi nya
***
Sulit menahan emosi dan sering marah merupakan hal yang cukup sering terjadi saat hamil. Hal ini bisa disebabkan oleh meningkatnya hormon kehamilan atau karena faktor lain, seperti rasa tidak nyaman akibat perubahan tubuh saat hamil atau stres secara berlebihan.
Pada sebagian kasus, meledaknya emosi saat hamil juga bisa menandakan adanya masalah pada kesehatan mental dan bisa berupa depresi atau gangguan cemas selama kehamilan.
Jika Bumil sering merasa stres atau tidak mampu menahan amarah selama mengandung, cobalah untuk menenangkan diri sejenak dan kendalikan emosi tersebut. Tak hanya membuat ibu hamil merasa lelah dan tidak nyaman, emosi yang sering meledak saat hamil juga dapat berdampak pada janin. Jika tidak terkontrol, meledaknya emosi dan stres berlebihan bisa meningkatkan risiko keguguran.
__ADS_1
Emosi Saat Hamil Memicu Beragam Gangguan
Berikut ini adalah beberapa dampak stres atau terlalu emosi saat hamil:
Menghambat pertumbuhan janin
Saat stres atau sedang marah, tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon stres yang bernama kortisol.
Ketika jumlah hormon stres tersebut meningkat, pembuluh darah di dalam tubuh akan menyempit. Hal ini membuat aliran darah dan pasokan oksigen ke janin menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya terganggu.
Meningkatkan risiko persalinan prematur
Peningkatan hormon stres akibat emosi yang sering meledak dan stres saat hamil juga dapat meningkatkan risiko ibu hamil menjalani persalinan prematur.
Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa studi yang menunjukkan bahwa persalinan prematur lebih banyak terjadi pada ibu hamil dengan gangguan mood dan stres berat dibandingkan ibu hamil yang emosinya stabil.
Jika masalah emosi dan stres tersebut sudah dirasakan sejak awal masa kehamilan dan dibiarkan berkepanjangan, risiko bayi untuk terlahir prematur juga akan semakin tinggi.
Meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan lahir rendah
Hal ini menunjukkan bahwa emosi ibu hamil yang sulit terkontrol dapat membuat janinnya mengalami IUGR atau gangguan pertumbuhan di dalam kandungan.
4.Memengaruhi temperamen bayi
Kondisi psikologis ibu hamil selama mengandung juga akan memengaruhi temperamen bayi. Ibu hamil yang mengalami stres berat atau sering marah, terutama pada trimester pertama kehamilan, diduga bisa membuat bayi menjadi rewel, lekas marah, dan rentan terkena depresi kelak setelah ia lahir.
5.resiko gangguan tidur pada bayi
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rasa cemas atau depresi selama hamil diduga dapat meningkatkan risiko gangguan tidur pada bayi. Hal tersebut kemungkinan dipicu oleh hormon stres kortisol yang diproduksi secara berlebihan oleh tubuh saat Bumil merasa stres.
Hormon ini dapat masuk ke dalam plasenta dan memengaruhi bagian otak yang mengatur siklus tidur dan bangun anak.
Meningkatkan risiko bayi rentan terhadap berbagai penyakit
Emosi saat hamil juga berdampak pada kesehatan bayi ketika ia besar nanti. Berdasarkan data dari beberapa penelitian, ibu hamil yang mengalami stress berkepanjangan dapat membuat bayinya lebih berisiko terserang penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes kelak ketika ia beranjak dewasa.
Perubahan emosi saat hamil memang terkadang sulit untuk ditahan. Jika merasa sulit mengendalikan emosi, Bumil dapat mencoba beberapa tips berikut ini agar bisa merasa lebih tenang:
Curhat dengan pasangan, teman, keluarga, atau psikolog untuk mengutarakan hal atau beban pikiran yang membuat Bumil emosi.
Cobalah menulis buku harian sebagai media untuk mengeluarkan keluh kesah.
Luapkan emosi melalui aktivitas fisik yang menyehatkan atau olahraga, seperti jalan kaki di sekitar rumah, yoga, atau senam ibu hamil.
Perbanyak waktu istirahat dengan tidur setidaknya 8 jam setiap malam.
__ADS_1
Lakukan hal-hal yang disenangi, misalnya menonton film, membaca buku, atau mendengarkan musik favorit.
Wajar saja jika Bumil merasa tegang atau stres menjelang kelahiran Si Kecil. Namun, jangan sampai Bumil menyikapinya secara berlebihan ya, karena hanya akan berdampak negatif bagi Bumil dan janin dalam kandungan.
Apabila masalah emosi yang dialami sulit diatasi atau Bumil sering merasakan emosi yang meledak-ledak dan sulit dibendung, coba konsultasikan dengan dokter dan psikolog
dokter itu menjelaskan sangat gamblang sekali
" Wah berarti kondisi emosi ibu sangat berpengaruh terhadap janin sampai mempengaruhi kehidupan anak nya setelah lahir ya dok ?" Wawa sangat tertarik sharing soal ini dengan background pendidikan nya tentunya hal ini sangat berhubungan erat dengan dirinya suatu saat nanti
" Benar !! Maka dari itu sekali lagi saya tekan kan suami harus jadi penyeimbang istri saat hamil,jangan boleh sampai stres "
Mereka berdiskusi sangat panjang soal pengaruh Stres pada janin
'
'
'
Lantunan lagu Nostalgia menemani Tari dalam perjalanan Nya. Entahlah di setiap Bus perjalanan jauh tembang kenangan sudah pasti jadi pilihan terbaik untuk menemani perjalanan yang melelahkan.
Mulai dari suara merdu Betharia Sonata, Endang estaurina, Iis sugiarto,Ratih Purwasih,Meriam Belina,Pance, Dewi Yul dan masih banyak lagi lagu lagu indah era tahun 70 dan 80an bahkan 90an era Poppy mercuri dan Nike Ardila..
selain Itu Dangdut klasik milik Rita sugiarto,pun tak luput dari daftar list pak Sopir...syahdu sekali rasanya,sudah pasti di butuhkan rasa nyaman untuk menemani 12 hingga 13 jam perjalanan yang melelahkan..
Mobil berhenti di peristirahatan yang pertama setelah perjalanan kurang lebih 6 jam,sudah menunjukan pukul 11 malam,penumpang turun satu persatu ada yang hendak ke toilet,makan,atau sekedar melepas penat menghirup udara segar, bagi bapak bapak sudah pasti kesempatan untuk bisa menghisap rokok yang sudah pasti menjadi larangan saat di Bus.
Tari beranjak dari duduk nya, penat sekali rasanya perutnya pun cukup keroncongan.,Dia pun turun dari Bus untuk menyegarkan diri dan juga mencari makan..
tiba tiba
Brugh.....!!!!
Seorang pemuda tampan menumpahkan kopinya,sontak membuat Tari Kaget dan pasti nya menahan perih panas terkena percikan Kopi panas
"aauuu"
" Hati - hati dong mas "
" panas nih" Tari menyeka sisa kopi di tangan nya
" Maaf, saya tidak sengaja mba " jawab pemuda tampan itu dengan raut bersalah
" Maaf maaf melepuh nih kulit " Balas Tari sewot masih sibuk membersihkan tangan dan baju nya yang terkena tumpahan Kopi.
Bersambung
Siapa sih pemuda tampan yang jalan nya meleng sampai menumpahkan kopi nya ke Tari ?
ikuti kisah nya ya.....✍️🙏
Terima kasih masih setia menunggu update kisah Al,Neta,semoga selalu suka ya.....!!!😍
Dukung terus karya ini ya,jangan lupa,Like,Komen nya
Salam sayang
Penulis
Kinara Riswari
__ADS_1