
"Cintailah pekerjaan mu meskipun tidak membuatmu kaya, setidaknya dari hasil pekerjaanmu itu bisa membuat mu tetap bertahan Hidup"
"Sesuatu yang kita keluh kan terkadang menjadi impian dari sebagian besar orang,maka syukuri lah"
Kata kata itu yang menjadi pegangan Al saat rasa penat dan lelah menjalani hari hari nya di Kapal
rutinitas yang sama dilakukan setiap harinya,bertemu dengan wajah wajah yang itu itu saja,tentunya sangat membosankan,belum lagi di tambah banyak nya permasalahan hidup lain yang membuat Al harus memeras otak menyelesaikan permasalahan hidup yang tidak ada habis nya.
Mungkin saat ini dia masih sendiri masih leluasa untuk memikirkan semua hal tentang keluarganya dari hal terkecil sampai terbesar tentunya akan berbeda pada saat sudah berkeluarga,memiliki kehidupan sendiri bersama keluarga kecil nya tentunya akan menjadi prioritas utamanya.
Al membalas email Tari kakak nya
" Ok,secepatnya usahakan ke rumah sakit kak, tidak usah berharap pada ipar tidak bertanggung jawab mu itu,kabari kondisi kak Selvi.
"Oh ya kak,saya bisa minta tolong,sebelum ke RS tolong temui sandra,ada berkas penting yang akan di titipkan, kami sudah putus,tolong jangan beritahu Ibu biar nanti saya sendiri yang menjelaskan
begitulah isi dari email yang di kirim ke kakak nya.
Selanjutnya Al membalas Email dari Sandra mantan tunangannya
" Tidak usah temui ibu,nanti biar kak Tari yang ambil berkas nya,saya sudah sampaikan,kalian janjian saja diluar jangan di rumah,ibu lagi sakit,tolong pengertian nya. thanks
isi email yang Jelas tanpa embel embel basa basi, Al sudah merelakan semuanya,bahkan rasa sakitnya pun sudah bisa berdamai dengan nya,keadaan yang mau tidak mau,suka tidak suka harus di jalani nya.
Al kembali mengotak atik laptop di dihadapan nya,menyelesaikan semua pekerjaan yang bertumpuk.
Awal bulan Al sudah off,permintaan cuti pun sudah di kirim nya ke kantor agar secepatnya ada pengganti
Kalau sebelumnya Al berencana cuti kali ini akan melanjutkan sekolah nya sekaligus melamar dan menikahi kekasihnya,entah sekarang tidak ada plan di kepala nya,mungkin hanya fokus sekolah dan berkumpul dengan keluarga tercinta nya.
"Andaikan saja kau tau Sandra
"Aku begini demi kebahagiaan kita nanti,
Biarlah kamu menangis dan bersedih hati,
Semua itu demi kebahagiaanmu di kemudian hari.
Supaya nanti kita bahagia sehidup semati.
Dan kau bisa mengerti apa arti pepatah ini :
'Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian'.
Kau tak mengerti bagaimana rasa perih yang ku alami selama ini,
Sangatlah berat dan menyiksa hati,
Tapi, biarlah sang Maha Pencipta yang mengetahui,
Betapa semangatnya ku memperjuangkan mu.
Sehingga ku meyakini bahwa semangat lelaki bisa menghancurkan bumi yang ku pijak
Wahai sang Maha Mengetahui isi hati,
Jagalah dia yang sangat ku sayangi,
Karena hanya kaulah ku berserah diri,
Jika dia menjadi istri ku nanti.
"itu dulu,sebelum penghianatan mu terjadi dan menganggap ku tak layak untuk kau nanti.
Al merasa penat yang teramat sangat, memang harus menepi dari hiruk pikuk ini sejenak,cuti dan menenangkan diri hanya itu harap nya ...semoga saja semesta mengamini
****
__ADS_1
Tari mempersiapkan semua kebutuhan yang akan di bawanya ke rumah sakit, dari pakaian nya,pakaian Selvi kakaknya juga semua keperluan bayi..,tentunya lahir prematur akan lebih lama untuk tinggal di rumah sakit,bersyukur 2 minggu ke depan kegiatan nya di kampus sudah tidak padat bisa di lakukan secara onlain, begitu pun dengan pekerjaan nya sebagai freelance untuk mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar
Handphone nya bergetar rupanya ada notifikasi email.
dibuka nya perlahan,sambil meraih segelas minuman dari meja nya. dibaca nya dengan seksama email dari adiknya..
Tari hanya mengangguk tanda mengerti..
ditariknya nafas dalam dalam ada rasa sesak yang menyeruak dalam dadanya
" Baiklah aku tidak akan menghubungi suami kak Selvi,lagian percuma juga menghabiskan energi berbicara dengan laki laki tidak bertanggung jawab itu
* Tari masih merasa kesal saat dirinya menelpon malah jawabnya di luar ekspektasi nya
" Saya sibuk,lagian kalian kan ada ? lalu buat apa ada aku " jawab ipar tercinta nya yang berjantung tapi tak berhati
Jawaban khas dari suami yang mangkir dari tanggung jawab,yang tanpa rasa malu membebankan semua hal pada istri dan keluarga istrinya,sangat tidak berhati bahkan disaat seperti ini yang di harap hanya support nya bukan untuk membiayai rumah sakit.
Tari pun berusaha menghubungi mertua dari Selvi dan jawaban nya tidak jauh beda
" Di sini nggak ada yang nganggur semua punya kesibukan,ya kalian lah yang punya waktu banyak bisa merawat dan menunggui"
jawaban tidak masuk akal dari seorang ibu dan Nenek,benar benar manusia manusia tak berhati
Sandra melanjutkan membaca email selanjutnya.." Dahi nya mengernyit
"Al Putus ?
" Syukurlah
" pasti perempuan itu berselingkuh
" tidak mungkin Al akan mengambil keputusan seperti ini kalau tidak ada sebab
Tari meletakkan Handphone nya tangan nya cekatan mengatur barang barang yang akan di bawanya...
"Mam Ti"
panggilan dari Daffa ponakan kesayangan nya yang mencari cari keberadaan Tari
"Iya sayang Mam Ti di kamar " teriak nya
Dua bocah itu pun berlari menghampiri tante nya
" Ada apa "
Tari menghentikan aktifitasnya
Tiwi segera mengambil posisi berbaring di ranjang kemudian si ikuti Daffa Adiknya
Mam Ti mau temana ? tanya Daffa yang heran melihat banyak tas besar di lantai
Mam Ti mau Pergi ! tanya Tiwi yang juga penasaran
Tari tersenyum dan mendekati dua bocil kesayangan nya
"Iyaaaa, Mam Ti mau ke Rumah sakit temani Bunda !!
Kalian jangan Nakal ya,nurut sama Nenek pesan nya pada dua bocah polos itu
Bunda cakik mam Ti ? tanya Tiwi lagi.
"Tidak sayang, bunda baik baik saja,Bunda mau lahirin adek bayi lucu"
"Hayoo siapa yang nanti mau gendong dedek bayi tanya Tari
"Akuuuuu"
__ADS_1
Tiwi segera mengangkat tangan sangat bersemangat berbeda dengan Daffa yang langsung murung..
Tari mendekati Daffa kemudian mencubit pipi tembem nya
" lho kenapa cemberut sih anak ganteng nya Mam Ti ?
Daffa hanya menggeliatkan Tubuhnya..
Tari bergegas menarik dan menguyel uyel balita 2 tahun itu
menggelitik ponakan nya tanpa ampun
Geli....geli
ha...ha...ha....
mereka pun terbahak bersama
"Tudah... !!!
"tudah......, mam Ti nakal !!
Daffa tidak sanggup lagi menerima klitik kan dari tante dan di ikuti Tiwi kakak nya
Jangan cemberut dong jagoan nya Mam Ti
Daffa pun tertawa riang kembali..
"Bantuin mam Ti yuk...?
Baju baju nya dedek masukin di tas itu sambil menunjuk koper sedang di pojok ruangan
Kedua nya pun bersemagat memasukan popok,gurita,baju,celana,sepatu,
kaos kaki,selimut topi serta semua keperluan bayi termasuk bedak,minyak telon,tissu basah dan sebagai nya
Dari Balik pintu Ibu nya membawakan beberapa helai sarung dan kain panjang
" Bawa juga ini Nak, nanti pasti di butuhkan disana
" Iya Bu, Tari bergegas mengambilnya dan memasukan pada tas perlengkapan Bayi
oke semua beres...
Tari bergegas mengirim pesan pada Sandra
" Bisa ketemu di perwakilan Bus Harapan jaya, saya tunggu jam 4 sore ini
pesan yang singkat dan Jelas untuk Sandra kekasih Al
Tak berapa lama pun ada balasan dari Sandra
" Maaf kak saya sibuk bisa lain waktu
Tari hanya menyebik
"sibuk selingkuh gumam nya kesal"
Bersambung
Dukung terus karya ini ya
Jangan Lupa Like,Komen dan Vote serta Hadiah nya
Salam Sayang
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari