DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
91. Kampung Halaman


__ADS_3

Sepulang dari Rumah sakit,Selvi menjadi pendiam beban pikiran nya sangatlah banyak pasti nya.


Mengingat Putri mungil nya dan yang pasti keputusan nya sudah sangat bulat untuk berpisah dari Rendi suami nya


Tidak ada wanita yang bermimpi untuk menjadi janda,tapi juga sangat sulit menjalani rumah tangga bila suami tak tau tugas dan kewajiban nya sebagai imam dan juga Kepala keluarga


Lebih baik hidup sendiri dari pada menyiksa diri yang berakibat merusak mental


Tari sedari tadi berdiri di depan Pintu kamar kakak nya,memperhatikan Selvi yang asik merenung,nelangsa melihat kakak nya seperti ini,akibat dari kesalahan memilih suami berdampak pada penderitaan yang tidak berkesudahan


Gadis semampai itu mengetuk pintu kamar


Tok..tok


" Boleh masuk " Tari tersenyum lebar pada kakak nya,Selvi pun mengangguk tanda setuju


Bagi mereka memasuki area privasi haruslah meminra izin meskipun serumah dan bersaudara


" Ada apa sih kok melamun lagi " sapa Tari sambil melangkah masuk kekamar dan mengambil posisi didekat kaki kakaknya,kemudian tangan nya pun memijit mijit pelan betis kakak nya


Selvi hanya tersenyum,rasanya sangat bersyukur punya saudari sebaik ini dari awal menikah sampai sekarang Tari selalu di repotkan dengan urusan merawat anak anak juga lain nya


"Kakak hanya merenungi hidup Dek " kembali Selvi menatap nanar keluar jendela, ada kesedihan yang sulit di gambarkan


" Apa lagi sih kak, kalau banyak pikiran nanti lama sehat nya " ucap Tari masih dengan posisi memijat kaki Selvi


" Ngomong ngomong pijitan mu enak bener Dek, boleh kontrak permanen kayak nya,tapi bayar nya nanti kalau sudah kerja he..he..he " ucap Selvi


" Hmmm wani piro " jawab Tari sambil mengusap usap jarinya


" He...he...he


" Dek,apa keputusan kakak pisah sudah tepat ya dek ?


" Tapi bertahan juga sulit "


" Kalau Rendi tidak ada keinginan untuk berubah" ucap Selvi dengan datar


"Tunggu Dinosaurus muncul lagi baru suami mu berubah kak "


" Rasanya mustahil " ucap Tari sambil menggeleng gelengkan kepala nya


" Iya dek,aku pun mikir seperti itu juga " Selvi menghela nafas panjang,ada gurat kesedihan yang jelas terpancar


Tari mendekati kakaknya,di peluknya wanita spesial itu


" Kak..,ingat nggak sih ada tulisan yang suka sekali Tari ulang ulang "


Kemudian Tari, mengucapkan kata demi kata,dari seorang Penulis yang Tari sendiri siapa yang mengawali tulisan tersebut


Bunyinya begini.....


**Jadi perempuan harus siap dengan posisi serba salah


Perempuan dituntut untuk memeluk kekurangan dan aib keluarga.


Perempuan dituntut sholehah, cerdas dan selalu menarik.


Perempuan dituntut sempurna menjadi bidadari suami dan madrasah pertama keturunannya.


Sepertinya semua hal tersebut masuk akal berlaku ideal bila suami pun telah sempurna tahu dan faham menempatkan dirinya.


Ketika laki-laki telah absolut mampu sebagai imam, pembimbing dan kepala keluarga yang bertanggung jawab.


Tidak hanya bertanggung jawab soal materi, tapi juga soal religi, psikologi, emosional dan fasilitas seluruh anggota keluarga.


Sering kah dengar dan melihat perempuan sakit jiwanya?


Tubuh nampak sehat tapi jelas nampak ada tidak kestabilan psikologis dan emosional??


Atau akhlaknya menyejukkan tapi fisiknya ringkih sakit-sakitan??


Sering ya


Perempuan

__ADS_1


Kalau berkoar kesengsaraan di umum, dikata tak pandai jaga rahasia.


Kalau dipendam, lama-lama jadi gila.


Lalu tidak jarang akhirnya makhluk terdekat lah yang jadi pelampiasan kekesalannya.


Suami main tangan, ada


Suami lalai nafkah, ada


Suami abai kebutuhan keluarga, ada


Suami gila perempuan, ada


Suami tidak peka kewajiban, ada


Suami tak faham memimpin, ada


Suami jauh agama, ada


Tapi ketika suami selingkuh... perempuan dikata isteri tak luwes menyenangkan suami


Ketika suami KDRT...


Perempuan dikata tak pandai jaga sikap


Ketika suami marah...


Perempuan dikata tak cerdas jaga mulut


Perempuan terluka dalam diam, lalu semua hancur, ia dibodoh-bodohkan banyak orang.


Perempuan curhat dan berbicara, berbagi kisah mengurangi derita,


Dianggap tak punya iman dan tidak tahu malu.


Anak-anak kacau, yang disalahkan asuhan ibunya.


Anak-anak menonjol, yang dikenal dia anaknya bapak siapa.


Sudahlah rusak badan karena hamil, melahirkan, ank ank suaminya.


Masih pula jungkir balik kaki jadi kepala, kepala jadi keset keluarga.


Namun bila terpaksa ada tuntutan karena kondisi yang belum layak....


Seringnya wanita juga terhakimi sebagai makhluk kurang bersyukur.


Ahh ibu, perempuan, wanita.


Pantas kau lebih cepat terlihat tua.


Syurga dijanjikan di telapak kakinya,


Namun ancaman neraka juga ditakdirkan banyak dipenuhi oleh kaumnya.


Perempuan oh perempuan, semilyar yang harus kau taklukkan dengan segala paradoksal-nya**


Tari hafal mati dengan tulisan indah tersebut " begitu lah wanita dan nasib nya kak'


" Jadii.....,apa pun keputusan kakak aku pasti dukung "


Kedua kakak beradik itu pun berpelukan dengan erat


Disaat mereka berdua asik ngobrol tiba tiba suara Riuh terdengar


Tari beranjak untuk melihat


" Ya Ampun Al " Tari berlari


Kemudian memanggil Ibu nya


" Ibu... Ibu "


" Keluar bu " ucapnya lagi

__ADS_1


" Ada apa nak " Ibu nya tergopoh keluar dari kamar


" Liat itu siapa yang datang "


Wanita tua itu terperanjat ah rupanya anak bujang nya pulang


" Ohhh anakkkk kuuuu " segera mereka kedepan untuk menyambut Al


" Assalamualaikum " ucap Al sembari menyalami, memeluk dan mencium kaki ibu nya


Kemudian dipeluknya satu persatu keluarga nya


" Kata nya minggu depan " Tari yang cengeng sudah pasti nangis


" Namanya juga kejutan " ucap Al sambil memeluk kakak nya


" Papaaaa Alllllllllll " ketiga ponakan nya berlari memeluk nya


" Aduh... Aduh gantian dong,, papa tidak bisa nafas kalau begini " Al tidak berdaya mendapat pelukan erat dari ke tiga bocah bocah manis ini


Setelah menyalami semua yang ada di ruang tamu bawah, Al menuju lantai 2 untuk menemui kakaknya


" Asaalamualaikum " ucap nya


" Allllll " Selvi merentangkan tangan nya


Kedua kakak beradik Itu pun berpelukan


" Sudah baikan kak " tanya Al


" Hmmm iya dek, tapi ya beginilah " bulir bulir kristal jatuh di pipi nya


Al tersenyum kemudian mengusap airmata kakaknya " sudah sudah..,yang penting kakak Sehat ya "


Selvi hanya mengangguk


" Bunda cengeng... bunda Cengeng..." Tiba tiba ada bocil di belakang mereka


" Katanya mamih Tali kalo angis cengeng marah Tuhan " ucap Daffa si kecil


" Iyaaah tak boleh No.. no..noo " lanjut Tari si cantik yang semok


Sontak saja Al terkekeh mendengar ucapan polos kedua ponakan nya


" Ihhh pinterrr bangettttt sihhhh anak papa Al " Al memeluk kedua bocah lucu itu


" Eh papa Al bawa buanyak coklat loh "


Al menatap kedua ponakan nya


" Hayooo siapa yang mauuu " tanya nya lagi


" Nanti cakik Gigi Papaa Alllll "


" Iyaaa tantiii mamiii Tali malah " imbuh Daffa


Al kembali terkekeh mendengar mereka " lucu banget sih kalian " kembali di uyel uyel kedua ponakan nya


" Nanti papa Al bilang deh ke mami Tari, boleh yaaa kali ini ajaa " mereka pun mengangguk setuju dan bersorak


" Yeeee,,,,,,,,, "


" Jangan di manjain Al nanti bandel " ucap Selvi


" Nggak kak,jangan juga terlalu keras sama anak anak biar mereka tidak minderan "


" Yuk ah kita kebawah kita bongkar oleh oleh ucap Al "


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTEEEEEE NYA


LOVE


KINARA RISWARI

__ADS_1


__ADS_2