
"Auwww sakit" Desta meringis timpukan dari Wawa tidak hanya membuatnya kaget juga kesakitan pasti nya.
" Lepasin " atau...,Wawa mengepalkan tangannya pemilik sabuk hitam ini sudah sangat gemes ingin berduel dengan Desta
Rasanya sangat kesal melihat wajah Laki Laki penghianat yang berkamuflase seolah jadi korban dan sok menampilkan wajah sedih penuh kepalsuan
" Iya" Desta melepaskan pelukan nya
" Bisa mati gue di serang bocah ini" kalau tetap bertahan sudah pasti akan patah tulang di hajar dengan dendam kesumat yang terpancar dari wajahnya tentu saja Wawa bisa saja melakukan hal itu
" Ngapain sih mba,masih ketemuan sama kadal buntung ini "
" Mba juga nggak tau dek,tiba tiba dia muncul kayak penampakan " Neta membela diri sekaligus menjauh dari Desta
Entahlah..,Desta masih saja berusaha meyakinkan padahal sudah jelas,kalau Neta sudah tidak bersedia menikah dengan nya
" Kamu pikir hati mba Neta terbuat dari baja,setelah semua kedok kejahatan mu terbongkar bisa tetap baik baik saja "
" Mikir dong " Wawa penuh emosional
Rasanya sangat kesal melihat sosok dihadapan nya
Desta tidak menyerah,bagi nya semua masih bisa di selamatkan,dan semoga hati Neta bisa kembali memaafkan seperti biasanya yang dulu dulu sering di lakukan
" Tolong beri aku kesempatan Sayang,tolong percaya,sungguh aku tidak bisa hidup tanpamu "
Desta berlutut dihadapan Neta,baginya sudah tidak lagi memikirkan harga diri dan sebagainya yang penting kekasihnya mau kembali memaafkan nya
Wawa tertawa melihat adegan ala telenovela dihadapan nya " ciih,waktu bobo syantik apa inget sama calon istri "
" Penghianat selamanya akan berkhianat,hanya maut yang bisa mengobati nya " Wawa benar benar emosi melihat adegan sok dramatis di hadapan nya
" Ayo pulang mba, bikin naik tensi melihat drama penghianat "
" Anggap saja ini balasan dari perbuatan mu " Wawa masih saja nerocos tak henti nya
" Ayo dek" Neta bergegas pergi tanpa mempedulikan sedikit pun Desta
" Sayang...,please maafkan aku " Desta masih kekeuh mengejar mereka dan
" Bugh "
" Bugh"
Dua tendangan mendarat cantik padanya
" Bukan kah sudah ku peringkan,jangan berani lagi mendekati mba Neta " Wawa benar bebar tersulut emosi
" Sudahlah Dek,ngga usah di ladenin,ayooo " Teriak Neta yang sudah menuju area parkir
Desta hanya bisa menatap Nanar punggung kekasihnya yang berjalan menjauh
Wanita yang begitu di cintainya,yang kini menjadi asing dan seakan tidak pernah ada dalam hidupnya " sikap mu membuat ku Gila Netaaaaa " teriak nya
" Aku tak akan menyerah "
__ADS_1
" Kalau aku tidak bisa bersama mu,orang lain pun tidak "
" Ingat itu " Teriak Desta yang mulai frustasi
Menatap dua gadis itu menjauh kemudian menghilang dari pandangan nya.
" Apa yang harus aku lakukan Tuhan "
" Aku mencintai nya sangat sangat mencintai nya "
Desta tidak memperdulikan sekitarnya,menjadi pusat perhatian orang yang lalu lalang
Patah hati membuatnya benar benar gila.
Sementara Neta,termangu menatap riuhnya jalan yang ramai namun hatinya begitu sepi
aku menyerah, aku kalah, aku mundur
Bukan sudah habis rasaku, bukan tak pernah lagi aku rindu, bukan hilang inginku, dan bukan pudar dirimu dalam diriku. Hanya saja aku merasa cukup untuk berusaha membawamu kembali, aku merasa selama ini yang aku lakukan hanyalah kesia-siaan belaka.
Nyatanya hingga hari ini dirimu menjadi asing bagi ku
Rasanya semakin aku mendekatimu, semakin aku berusaha menggapaimu, kamu semakin jauh, dan semakin sukar untuk digapai. Lagi-lagi hanya luka lama yang tersisa, luka yang tak kunjung sembuh, karena terus menerus kugores.
Kelak, bilamana hatimu tersentuh, entah kapanpun, di masa manapun. dengan orang baru yang akan menggantikan posisiku.
Maaf, mungkin aku bukan lagi sosok yang ada dalam benakmu, bukan lagi sosok yang pernah mencintaimu dengan sangat, aku tidak akan pernah sama lagi, dan kita tidak akan pernah satu lagi.
Aku pamit,
"
"
"
Sementara itu setelah prosesi pemakaman selesai Rendi bergegas ke Rumah sakit untuk menemui istrinya atas saran ayahnya
" Apa pun perlakuan Selvi,terimalah dengan lapang dada Nak, ini semua memang salah mu,bertanggung jawablah dengan semua yang sudah kau lakukan selama ini "
Pesan ayah nya saat berjalan meninggalkan pemakaman cucu nya
Rendi mengikuti saran ayahnya,banyak hal yang harus diperbaiki tentu saja Selvi saat ini pasti sangat membenci nya
Tergopoh mencari ruang perawatan istrinya
Tari yang melihat Rendi dengan acuh tak memperdulikan nya" kemana saja selama ini,setelah semua hancur berantakan dan kehilangan anak baru datang " gumamnya
" Dek,bagaimana Selvi " tanya Rendi dengan wajah cemas
" Itu lihatlah istrimu didalam sedang berjuang antara hidup dan mati "
" Untuk apa kesini heh "
" Belum puas kehilangan satu orang "
__ADS_1
Tari sangat emosional melihat wajah kakak ipar nya.
" Maafkan aku Dek, aku kesini karena khawatir " jawab Rendi dengan berkaca kaca,wajar saja adik iparnya merespon seperti ini,Tari yang sudah bersusah payah mengurus semua anak anak nya
" Khawatir katamu,bahkan saat di kabari istrimu pendarahan dan anakmu hendak di operasi saja kau seperti batu "
" Sekarang untuk apaaaa " Tari menaikan tone suaranya
" Bisa bisanya seorang suami dan bergelar ayah tidak sedikit pun ada rasa malu "
" Tanggung jawab mu dimana "
" Selama ini kemana saja "
Tari meluapkan kekesalan nya
Sementara itu Rendi hanya tertunduk,ucapan Tari tak bisa di sangkal nya.
" Apa tidak pernah mikir bagaimana setiap hari kami menghibur anak anak mu "
" Bagaimana kami semua berusaha agar mereka bisa seperti anak anak seusianya yang ceria,meskipun tanpa peran ayah nya "
" Sekarang puas,apakah ibu mu juga puas,melihat cucu nya pergi dan menantu yang sangat di benci nya masih berjuang hidup "
" Keluarga tanpa belas kasih dan hati, hatiku masih sakit melihat ponakan ponakan ku harus makan dan duduk terpisah dari sepupu sepupu nya yang kaya "
"Bahkan untuk memanggil nenek pun mereka takut "
" Dimana hatimu sebagai seorang ayah "
" Dimana hatimu saat ibu mu menghina istrimu,saat sodara mu melontarkan kata kata yang menyakitkan "
" Apakah ada pembelaan "
" Tidak kan "
" Apakah ada perlindungan untuk kakak dan juga ponakan ku "
" Apakah ada rasa iba mu,tidak perlu banyak sedikit saja "
Tari beranjak dari duduknya,dadanya rasa sesak sekali. Laki Laki dihadapan nya sesekali harus di buka kan mata dan hatinya agar sadar selama ini sangat gagal menjadi suami dan ayah bagi anak anak nya
" Selama ini kami diam,kami bungkam,bukan karena bodoh "
" Kami menutup rapat rapat mulut,mata dan telinga demi menjaga harga diri kak Selvi "
" Apa kau tidak malu sebagai kepala keluarga bahkan sekedar membeli susu anak mu pun tidak bisa "
BERSAMBUNG......
Terima kasih dukung terus karya ini ya.... jangan lupa tinggalkan Like,komen,vote,mawar dan secangkir kopi pun boleh hehehe
salam sayang
Penulis
__ADS_1
Kinara Riswari