DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
74. Takdir


__ADS_3

"Ya Allah"


" Innalillahi wa innailaihi rojiun "


Wawa bergegas kekuar kamar nya,menuruni tangga demi tangga dengan tergopoh


" Mba Netaa "


Teriaknya kemudian,masih berjalan setengah berlari mencari keberadaan kakak nya yang ternyata sedang sibuk di dapur membuat aneka cake


" Iyaa,mba di dapur dek "


" Ada apa sih,teriak teriak gitu ," jawab Neta


" Ada apa sih bocil,teriak teriak gitu " Ayu pun tak kalah kepo nya


Dengan tergopoh Wawa menuju dapur,


"Huh...huh" Nafas nya memburu karena kaget, kemudian dengan gerakan cepat Neta menyodorkan segelas air putih


" Nih minum,ada apa sih ? Tanya nya masih penasaran


" Iya nih bocah kayak habis ngeliat setan aja,bikin kaget " Ayu nimburung sambil nyomotin kacang bawang buatan Neta


" Kenapa " tanya nya lagi,yang penasaran sementara Wawa masih mencoba menenangkan diri,masih meneguk air mineralnya


Glek..glekk...gleekk


"Hah lega "


Sementara itu Neta dan Ayu masih menatap adiknya penuh tanda tanya, Ayu mencolek adik nya " ada apa siiiiiih,buruan bilang "


" Sabar... Sabar... Ini hot news "


" Tadi Dito( adik sepupu Desta) nelpon ngabarin kalau Desta kecelakaan di laut atau percobaan bunuh diri gitu deh kayak nya mba "


" Hah serius " Ayu menatap adiknya lekat lekat " beneran dek ,akurat nggak nih"


" Ya Allah" hanya itu yang mampu keluar dari mulut Neta


" Iya mba ini fotonya " Wawa menunjukan ponsel nya


" Laki laki lemah "Ayu menggerutu


" Penjahat kok keok " lanjutnya lagi


Neta hanya menghela napas panjang,kemudian memilih duduk dan meminum segelas air,menetral kan perasaan nya yang rasanya campur aduk.


" Liat tuh mulai lagi menghayal " bisik Ayu pada Adik bungsunya


" Sssttt,pasti syoklah mba tadi kan ketemu dan sempet ribut,nggak nyangka kan selemah itu Desta"


Ayu hanya mengangguk,kemudian berjalan mendekati adiknya,dan memegang bahu nya " kamu kenapa Nei ?


" Sudahlah mba,jangan merasa bersalah yang Desta rasakan sekarang adalah hasil dari perbuatan yang dia lakukan tanpa kenal belas kasihan " Wawa memeluk kakak nya dari belakang


" Iya Nei..,itu sudah bukan urusan mu lagi,biarkan Desta merasakan sakit yang sama seperti yang di lakukan selama bertahun tahun "


Neta hanya mengangguk,kemudian meninta izin untuk beristirahat terlebih dahulu di kamar nya.

__ADS_1


" Dek,belum ngantuk kan ?


Wawa hanya mengangguk


" Bantuin mba Ayu ya,adonan nya tinggal sedikit tuh,mba istirahat dulu ya " kemudian Neta melangkah meninggalkan kedua saudari nya,


Ayu dan Wawa hanya saling pandang,sampai bayangan Neta pun menghilang


" Galau lagi deh " Ayu menepok jidat nya


" Kenapa nggak sekalian metong sih " bisik Ayu lagi


Wawa hanya nyengir " parah nih,nyumpahin orang "


" Biarin dari pada hidup nyakitin mulu kerja nya nya sebel gue " Ayu menggerutu


" Iya juga sih "


" Tapi....., Hidup aja ngeselin,terus mati bunuh diri pula, apa nggak gentayangan terus jadi hantu " imajinasi Wawa tiba tiba berdatangan,yang membayangkan Desta jadi pocong,jadi vampir


" Hiiiii,serem" mereka berdua bergidik


" Udah ah,nih mixer kecepatan sedang " Ayu memberikan bowl berisi campuran bahan cake


" Oke bos " Wawa tidak bisa berkutik selain mengikuti titah kakak nya.


Sementara itu Neta kembali di liputi perasaan cemas dan sedih.. setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan pakaian ternyaman nya


Kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya


Dipandanginya bintang bintang yang terlihat dari jendela kamar nya.


Neta bangun kemudian membuka jendela nya,duduk menatap keindahan yang disuguhkan semesta.


Semilir angin menerpa nya.


" Apa yang kamu lakukan mas "


" Kenapa selemah itu iman mu "


Neta menghembuskan Nafas berat nya


" Huufff "


Kehilangan sama sekali tak pernah direncanakan


Tapi selalu begitu saja terjadi tanpa diinginkan


Sudah berusaha mempertahankan


Tapi justru malah semakin menyakitkan


Selalu ada alasan untuk melepaskan


Tapi, waktu yang sudah dilalui seakan tak rela ditinggalkan


"Haruskah ku ikhlaskan,


Walau air mata terus menetes ?

__ADS_1


Kembali kebimbangan menguasai pikiran nya,entahlah akhir akhir ini rasanya sangat sulit untuk bisa berfikir dengan rasional.


Perasaaan marah,sedih,bahagia dengan cepat bergantian datang silih berganti.


" Ini jalan terbaik untuk kita mas "


Neta menyeka air mata nya..,bohong kalau tidak ada rasa sedih tapi hati juga sudah sangat lelah untuk menganggap semua baik baik saja


"Apakah manusia mengira bahwa mereka di biarkan hanya dengan mengatakan " kami telah beriman" dan " mereka tidak di uji ? "


Dan sungguh,kami telah menguji orang orang sebelum mereka,maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang dusta (QS, AL ANKABUT:2-3)


Neta mencoba memaknai semua yang terjadi dengan kacamata keterbatasan nya sebagai manusia biasa dan hamba


Ibarat seorang pemimpin perang,dia tidak akan disebut sebagai pejuang sejati jika dia belum mampu mengalahkan musuh musuhnya dengan segala pengorbanan,dan menerapkan strategi perang yang cerdas


Apa jadi nya jika dia duduk dibarisan belakang,hanya bersembunyi dari musuh dan menjadi seorang pengecut.


Begitu juga dengan kehidupan kita sebagai manusia yang beriman,kita tidak pantas dikatakan beriman sebelum kekuatan iman kita di uji,digoyahkan,di coba,ditempa dengan berbagai peristiwa dan ujian hidup,yang membuat iman kita bergulat,berperang dengan diri sendiri.


Apakah selama proses ujian,cobaan,kita masih menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada Allah atau malah malah semakin tidak percaya dengan ketetapan sang maha pemberi kehidupan


Neta kembali merenungi perjalanan hidupnya selama ini.


Saat inilah kondisi iman nya di uji,sejauh mana keyakinan dan pemahaman tentang Allah


Apakah masih bisa terus bertahan di tengah dera ujian dan cobaan ?


Apakah masih mempertahankan sifat sifat imaniah seperti tawakal,sabar,tidak putus asa, merasa mensyukuri setiap hal dan merasa cukup dengan setiap nikmat dari Nya


Atau sedikit demi sedikit sudah mulai putus asa,dan mengutuk setiap takdir ?


Atau mulai tidak percaya dengan kebesaran nya dan menyalahkan atas setiap ujian yang terjadi ?


Bukankah setiap ujian,musibah ,cobaan akan ada sebuah hikmah yang positif bagi yang tertimpa ?


Bukankah semua yang terjadi,ujian ujian itu sebagai sarana untuk mengukur keistiqomahan kita terhadap Allah ?


Disinilah kualitas keimanan manusia akan terlihat apakah dia memiliki iman yang sekedar di lisan saja, hanya di hati saja ,atau bisa di wujudkan dalam kehidupan nya


Manusia sama saja ketika di limpahi nikmat dan keberkahan,namun ketika ujian dan cobaan datang menyapa di situlah kita bisa melihat perbedaan nya


Jika semakin tegar berarti berkualitas keimanan nya,demikian pun sebaliknya jika menjadi rapuh dalam menghadapi setiap ujian berarti ada yang perlu di benahi dengan keimanan nya


Neta kembali mengingat satu hadis yang sangat di sukainya


" Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan,penyakit,kekhawatiran,kesusahan,gangguan,serta kesedihan,hingga duri yang menusuknya,melainkan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahan kesalahan nya ( HR.BUKHARI MUSLIM )


" Aku serahkan semua ini hanya kepada ketetapan mu ya Allah "


BERSAMBUNG.......


TERIMA KASIH DUKUNG TERUS KARYA INI YA....


JANGAN LUPA LIKE,VOTEEE YANG BANYAK... KOMEN DAN MAWAR NYA


Salam Sayang


penulis

__ADS_1


Kinara Riswari


__ADS_2