DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
86. Terbongkar


__ADS_3

Sedari tadi Al mondar mandir di hotel tempatnya menginap.


" Sudah seperti setrikaan rusak " Ali yang sedari tadi memperhatikan sahabat nya nyeletuk


Al menoleh kearah sahabat nya" ini nelponin orang rumah kok pada nggak di angkat " jawab Al yang masih sibuk dengan ponsel nya


" Sepertinya kamu sudah dicoret dari kartu keluarga Al, ha...ha...ha "


Al hanya mencebik mendengar candaan Ali


Kedua sahabat itu memang sangat dekat,meskipun kadang Ali ngomong nya pedes dan nyelekit,sementara Al sendiri sangat sensitif hatinya,tidak jarang kadang terjadi selisih paham tapi tidak berlangsung lama akan sama sama mencari


Ali sebenarnya belum ada keinginan untuk off tapi karena solidaritasnya ya ngikut saja


" Bro dapat salam dari Sarah ?" Ucap Ali


Al menoleh kearah Ali " Sarah anak nya kepala sekolah ? " Ucap nya


Ali hanya mengangkat alisnya membenarkan ucapan sahabatnya


" Salam balik,dimana tuh anak sekarang " Al mulai kepo


" Ada di surabaya baru kelar kuliah kedokteran "


Ucap Ali


" wah keren, deketin aja bro mana tau jodoh " ucap Al sambil mendekati Ali


" Nggak deh,belum kepikiran soal jodoh jodohan " ucap Ali


Ali memang susah ditebak,dirinya sangat tertutup soal wanita, entah kriteria nya seperti apa


" Buruan siap siap,sudah jam berapa "


" Anak anak nungguin jam 11 "


Ali melemparkan handuk kearah Al,hari ini mereka akan menghabiskan waktu nongkrong bareng teman teman nya


" Siap bos, selesai packing langsung gasss " ucap Al sambil menyusun barang barang yang akan jadi oleh oleh untuk keluarga dan orang orang terdekatnya,sebagian sudah di paketkan terlebih dahulu.


Besok mereka akan pulang penerbangan pagi,hal yang sangat ditunggu tunggu perantau adalah saat pulang ke kampung halaman.


Ponsel Al berdering, Al beranjak mengambil nya, rupanya panggilan dari Tari kakak nya


" Assalamualaikum "


" Kemana sih kak,di telpon susah bener "


Protes Al saat mengangkat telpon kakak nya


" Waalaikumsalam "


" Sorry, tadi ada sedikit urusan " ucap Tari di ujung telpon


" Kak Selvi gimana ? "Tanya Al selanjutnya


" Besok sudah boleh balik dek "


" Tinggal control tiap dua minggu "


" Oh ya Al tadi kakak ketemu Sandra "


" Dia dirawat juga di sini " Tari berbasa basi

__ADS_1


Al hanya terdiam mendengar ucapan kakak, pasti Tari sangat bahagia tau mereka tidak berjodoh,selama ini Tari mati matian mengingatkan namun tak di indahkan.


" Iya kak " ucap Al datar


Tari sudah menduga adeknya akan meresponnya seperti itu


" Kamu kapan balik " tanya Tari kemudian


" Mungkin minggu depan kak " ucap Al sengaja ingin membuat surprise bagi keluarga nya.


" Oh gitu,ya sudah kakak mau mengurus berkas nya kak Selvi dulu ya "


" Assalamualaikum " Tari menutup telpon nya belum juga Al membalas salamnya,kakak nya yang satu ini memang terkadang bar bar


"


"


"


Siang ini Nadia dan Bimo sedang menikmati hari berdua, seperti layaknya pasangan yang sedang kasmaran.


Bimo dengan penuh kasih menyuapi Nadia


" Coba bisa setiap hari seperti ini ya sayang" Nadia bergelayut manja di lengan kekar Bimo


Bimo mengusap rambut wanita nya,dikecupnya pucuk rambutnya


" Sabar ya sayang "


" Mas akan berusaha selalu ada "


" Asalkan kamu juga hanya mencintai mas seorang " Bimo masih dongkol setiap kali mengingat Nadia juga menjalin hubungan dengan Desta,Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya karena dia juga paham Nadia pasti juga butuh Laki Laki yang seutuhnya jadi miliknya


" Kamu marah sayang " Bimo menggenggam tangan Nadia


"Maafkan mas ya " direngkuhnya Nadia kedalam dada bidang nya


Perlakuan manis seperti ini yang membuat Nadia tidak bisa melepaskan Bimo.


" Jangan Nakal mas, masih sakit " bisik Nadia manja


" Iya sayang mas tau,cuma dikit boleh ya,dikecupnya bibirr yang selalu meronaa milik Nadia


Dua insan yang dimabuk cinta itu pun,begitu menikmati kebersamaan.


Bimo kemudian membopong wanitanya menuju ranjangg yang selalu panass untuk mereka berduaa..


Dua orang dewaasa yang sama sama hauss kasih sayang, Bimo selalu merasa Dea terlalu flat dalam melayani nya, rasa bosan itulah yang membuatnya nyaman dengan Nadia yang selalu bisa membuat nya terbuai dan candu


Dalam keadaaan sakit pun Nadia masih bisa membuat Bimo melayang,


Ditengah permainan panaass mereka,


Tiba tiba bel apartemen berbunyi


" Siapa sih gangguin aja,tanggung nih " ucap Bimo kesal, konsentrasi nya untuk memuasskan hasratt nya harus terjeda karena bunyi bell


" Buka aja sayang kuh,,pasti abang kurir nganterin pesenan " ucap Nadia manjah sesekali ******* Bimo disela ucapan nya


" Biarin sayangg nanggung mas sudah di atass angin " ucap Bimo tanpa menghiraukan ucapan Nadia terus saja meneruskan aktifitas nya menuju *******


Nadia hanya bisa pasrah dan berusaha melakukan tugasnya menyenangkann Bimo " akan ku buat kau semakin mencintaiku mas " Nadia menatap penuh cinta Laki Laki yang saat ini sedang menikmatii perasaan di awang awang

__ADS_1


Permainan yang selalu membuat mereka ketagihan


" Lega sayang " ucap Nadia sambil memelukk mesraa Bimo yang penuh dengan peluh


Olahraga siang yang menguras energi mereka.


Sementara bel masih saja berbunyi


" Maasss, buka gih , kasian kan abang kurirnya "


Bimo yang terkulai lemas pun berusaha bangkit dari tempat tidurr,menuju kamar mandi membersihkann sisa tanda cintaa mereka.


Lalu keluar hanya memakai lilitan handuk seadanya


" Tunggu ya sayang " ucap Bimo kepada Nadia


Nadia hanya tersenyum melihat tingkah Bimo.


Bimo melangkah meninggalkan kamar menuju ruang depan


" Berisik, tunggu " ucap nya sedikit dongkol, badan nya serasa tak bertulang saat ini,olahraga siangnya yang singkat namun berkualitas membuat energinya terkuras.


Bimo perlahan membuka pintu apartemen nya


" Bisa sabar nggak sih " ucap nya


" Kalau nggak dibuka tuh artinya penghuninya sibuk " Bimo menggerutu tanpa melihat kearah keluar


Dan....


Saat Bimo mencondongkan badan nya untuk mencari sumber yang memencet bell pintu tiada henti


Matanya tertuju kepada sosok yang tidak asing


Bimo dibuat terperanjat tak menyangka yang berada di luar adalah


" Dea "


" Mama "


" Mikaela "


Dea pun tak kalah syoknya, tidak menyangka yang membuka pintu adalah Bimo, padahal Dea sedari tadi berdoa semoga yang dia pikirkan salah,semoga Bimo benar benar di luar kota untuk kerja, semoga yang dia lihat di Vidio adalah kesalahan, Dea mengajak mertuanya dan juga anak sulung nya yang berusia 17 tahun untuk ikut serta, harapnya semua ketakutannya salah..


Tapi......


Dea harus menerima Laki laki yang dicintainya justru yang membuka pintu apartemen hanya berlilitkan handuk seadanya


" Papaaaaaaaa " suara Dea melengking delapan Oktaf


" Bimoooooooo " teriak ibu nya yang tak kalah syoknya


sementara Putrinya hanya berdiri mematung di belakang,tidak percaya dengan apa yang di lihatnya


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA VOTEEEEE


KOMEEEEEN


LIKEEEEEEE


LOVE

__ADS_1


KINARA RISWARI


__ADS_2