DAWAI CINTA POPEYE

DAWAI CINTA POPEYE
39. Sepi


__ADS_3

Baru saja Neta merebahkan tubuhnya Handphone nya sudah berdering, 4 panggilan Vidio tak terjawab,Panggilan dari Adik bungsu nya


"Kenapa sih ini bocil,baru juga sebentar di tinggal sudah nyariin" gumam Neta


"Hallo " Jawab nya


" Assalamualaikum"


" Kenapa Dek,sudah rindu baru sejam di tinggal ?" goda nya pada adik nya


" Wa'alaikum salam " wawa menjawab salam kakak nya dengan memasang wajah sangat panik


" mba dimana " Dengan nafas yang masih memburu Wawa mencoba berbicara


" Ya di hotel lah dek"


" Kamu kenapa sih ?"


" Ngos ngosan kayak habis ngeliat setan saja " Neta terheran heran melihat ekspresi adiknya


" eh lagian mana ada setan sore sore mangkal ya kan ? ha..ha..ha" gurau Neta yang tampak heran melihat wajah panik dan suara ngos ngosan adik bungsu nya


" Kamu kenapa sih seyeeng ?"


" Mba Selvi sama bayi nya baik baik saja kan ? "


"Mereka aman kan ?" Sekarang giliran Neta yang panik,takut kalau telah terjadi sesuatu di rumah sakit


" Mereka baik mba " jawab Wawa datar


Neta semakin bingung dengan tingkah polah Adik nya


"Ada apa sih ?"


" Kamu kenapa Dek ? " Tanya nya kemudian


Wawa menarik nafas dalam dalam,mencoba menenangkan diri nya


" Janji ya, mba nggak akan kaget"


" soal nya ini berita yang akan bikin heboh dunia persilatan" Wawa menegaskan dengan raut muka seriusnya


"iya .. iya, Buruan ngomong jangan bikin panik " Neta mulai sewot


" Tunggu tunggu aku minum dulu" kemudian Wawa segera di teguk nya air mineral di hadapan nya


Neta masih harap harap cemas,entah hal apa yang membuat adiknya sangat heboh sore ini.


"Buruan " Teriak Neta


" Sabar....., sabar " sahut Wawa


kemudian wawa melanjutkan kembali hot news nya


" Gini mba, Tadi aku ke bawah eh tidak sengaja ketemu Nadia lagi di dorong suster make kursi roda "


" Tadi nya aku mau nyamperin tapi suster keburu masuk dalam Lift "


" Ngapain dia di sini ?"


" kena Rahasia Ilahi tiba tiba make kursi roda ? "


Mimik muka Wawa sangat kesel menceritakan Nadia,sahabat kakak nya yang sudah merasakan jurus tinju seribu bayangan dan tendangan putar dari nya beberapa waktu yang lalu.


"Oh itu"


Neta sangat santai merespon


"Hah...., cuman gitu reaksi mba ? " ini hot news buuukkk "


" Kelewat santai ih "


" bilang W o W kek, atau apa kek ? "


" Nyebelin " sahut Wawa penuh emosi terheran heran dengan respon kakak nya


" Lah...., tadi kata nya di suruh slow...., jangan kageeet , gimana sih ? "


" masa iya harus jungkir balik di sini, ya ogah lah " Neta membela diri


" Ya nggak gitu juga, paling tidak syok lah " Wawa makin kesal


" haa.... haa...ha..." Neta terkekeh mendengar ucapan adiknya


" Hedeh, telat kamu dek ?


"Lawong mba malah udah besuk tadi " Neta menjawab santai sambil nyomot keripik kentang kesukaan


nya.


" serius mba "


Niat ngasih kejutan justru Wawa sendiri yang dibuat terkejut

__ADS_1


" Kenapa nggak bilang ,ih sebel "


Wawa sewot kesel bukan main


" Tadi kan sibuk Dek, lagian kalau kamu tau semua nya sudah di jamin pasti bakal jadi reog "


" Malu maluin kan kalau kamu ngamuk di rumah sakit "


" Sudah pasti jiwa bar bar mu akan meronta " Neta malah asik meledek adik nya.


" yang kamu lakukan itu jahat mba "


Wawa memonyongkan bibir nya,sebel rasanya hot news nya ternyata anyep, kali ini dia kecolongan,kehilangan momen berharga bareng kakak nya.


Rasanya masih gemes pengen menghajar mereka lagi, tapi.....,kalau sakit apa masih tega ya ?


Mungkin ini balasan kecil atas kejahatan yang mereka lakukan selama ini,kontan tanpa menunggu waktu lama


" eh mba tapi kok di rawat di Rumah sakit bersalin sih ? "


Wawa mulai menggunakan teori cocoklogi nya,bukan ilmu psikologi seperti biasa yang di laku kan nya


Neta hanya mengangkat bahu nya tanda masa bodoh dan ogah peduli


" Apa jangan jangan hamil anak Desta ya mba ? " tanya nya kemudian


"Mungkin iya dan mungkin juga tidak"


Jawaban mengambang Neta membuat adik nya semakin sebel


" Hedeh " Wawa menepuk jidat nya,kadang kakak nya lumayan membuat nya bertanduk


" Ya udah, mba Mandi dulu ya,habis itu balik lagi ke RS "


" nanti di lanjutin lagi gibah nya "


Kemudian Neta menutup telpon nya, Badan nya sudah sangat gerah dan penat sekali


melenggang dengan santai di kamar hotel menuju kamar mandi,menuangkan sabun dan aroma terapi..membenamkan tubuh indahnya di bathub merilekskan diri dari semua kepenatan yang mengoyak ketenangan nya



terkadang yang kita butuhkan hanya rasa sepi,menepi dari semua kebisingan yang menegangkan kepala...


Mendengarkan lagu favorit,


Mencium wangi nya aroma terapi, rempah rempah kesukaan nya..


bermain dengan busa busa yang dengan lembut menyentuh kulitnya..


Terkadang lewat kehilangan mengajarkan kita


jangan terlalu dalam mencintai dan menaruh harapan


Hampa..


Apa yang hilang sebenarnya?


Tanya..


Yang entah apa jawabannya,


Sesak yang tak mampu bersuara,


Gelisah yang menyapa ruang jiwa,


Rasa yang tak bisa di utarakan,


Kenapa? Satu kata yang mewakili setiap pertanyaan,


Gemuruh merasuk dalam dada,


Entah perasaan apa yang datang kali ini,


Pikiran negatif mulai bermunculan di dalam kepala,


Kenapa hal ini selalu terjadi?


Menyiapkan hati untuk kemungkinan terburuk,


Sebisa mungkin menenangkan pikiran yang berkecamuk,


"Semoga semua baik-baik saja"


Kata yang selalu terucap untuk menata hati yang telah porak-poranda.


Secara teori rasa sakit ini campur aduk


dengan rasa rindu yang sangat mendalam,


Dan jika dipikirkan semua orang


begitu beruntung bisa bahagia,

__ADS_1


Tanpa merasakan terpuruk nya raga


Dan hancurnya hati oleh kecewa,


Sekarang aku mengerti jika diri ini


terus menerus menutupi semua hal,


Yang mungkin dia dan semua orang tidak bisa merasakan begitu besar,


Rasa sakit dan kecewa ini Lebih sakit jika aku menutupinya dengan sebuah senyuman..


Aku tidak bisa mengobatinya,


Hanya bisa terlelap untuk memberikan jeda,


Lalu terbangun lagi,


Untuk kembali meresapi.


Entah memang terlalu banyak,


Atau aku yang tak pandai bersyukur.


Semua terlalu koyak,


Untuk 'ku jadikan penghibur.


Aku lelah,


Hanya bisa pasrah,


Tanpa tau harus kemana 'ku bawa kaki ini melangkah.


Banyak hal yang sudah di lakukan,


Namun, untuk ke sekian kali berakhir kegagalan,


Lemah,


Tak berdaya,


Sampah,


Tak berguna,


Mengapa?


Tanya yang terlintas di kepala,


Entah pada siapa,


Dimana hening yang menyambutnya,


Untuk apa aku tercipta?


Mengapa aku ada?


Untuk apa setiap jantung yang berdegup?


Mengapa aku hidup?


Jujur, aku muak pada dunia,


Dimana kata hanyalah dusta,


Tersenyum ramah bagaikan teman,


Diam-diam memasang perangkap untuk menjatuhkan,


Hingga perlahan,


Kebohongan mengikis kepercayaan,


Tak lagi peduli pada apa yang orang-orang katakan,


Aku akan mencoba bertahan meski kisahku hanya tentang kegagalan.


Neta meluapkan semuanya keresahan nya,menyampaikan ketidak berdayaan nya pada sunyi


Entahlah rasanya masih begitu sulit untuk di pahami.


Bersambung....


Akan kah Neta mampu melewati fase terendah dalam hidup nya ?


ikuti terus kisahnya ya


Dukung terus karya ini ya besti, jangan lupa Like, Komen dan Vote nya....


Salam Sayang


Penulis

__ADS_1


Kinara Riswari


__ADS_2