Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
BEGAL


__ADS_3

Denathan dan Natan keluar dari mall setelah mereka membeli mainan untuk Devano, beberapa baju dan celana, kue kering, serta satu pak buku tulis titipan Thalita.


Natan menjalankan mobilnya menuju ke jalan raya di depan bangunan mall. Di sepanjang perjalanan mereka mengobrol.


"Tadi lucu banget. Ahaha." Denathan tertawa saat mengingat tadi Natan jatuh di depan orang-orang saat turun dari eskalator. "Kok bisa sih lo jatuh? Untung lo nggak apa-apa. Tangan lo cuman lecet dikit kan?"


"Gara-gara gue nggak sengaja nginjek tali sepatu gue. Ya untungnya aja gue jatuh pas udah sampai di bawah."


"Makanya lo fokus."


"Namanya nggak sengaja gimana mau fokus."


"Iya juga sih." Denathan menggaruk tengkuk lehernya yang tiba-tiba gatal.


"Sama kayak tadi pas di sekolah. Gue juga nggak sengaja nginjek tali sepatu. Makanya itu gue hampir jatuh terus gelas yang gue bawa jatuh di samping Thalita." Natan menjelaskan kronologi yang menimpanya tadi pagi saat di kantin sekolah.


"Bisa gitu, jatuh gara-gara tali sepatu. Tali sepatu lo kepanjangan kali." Denathan sedikit menunduk untuk memastikan tali sepatu milik Natan. Dan dugaannya benar, tali sepatu itu terlalu panjang.


"Iya tali sepatu gue kepanjangan. Besok gue gunting deh," ucap Natan.


"Ganti aja yang baru. Kayak tali sepatu gue nih, nggak panjang. Jadi nggak ribet kayak punya lo," balas Denathan seraya menunjuk tali sepatunya.


"Iya." Natan membalas singkat. "Oh ya, lo mau langsung pulang apa ikut gue ke rumah Mama?" Lanjutnya.


"Ikut lo aja deh."


"Tapi lo nginep di sana ya. Gue nanti sekalian nginep, jadi nggak bolak-balik." Natan menjelaskan.


"Iya deh, gue nginep di sana."


"Oke."


Selama di perjalanan Natan dan Denathan saling diam. Tidak ada yang mengobrol. Sampai mereka melewati daerah sepi yang jauh dari keramaian kota. Apalagi daerah tersebut sepi kendaraan dan minim penerangan, sehingga Natan dan Denathan harus berhati-hati jika ada sesuatu yang membahayakan mereka.


Sebagai anak yang mempunyai kemampuan supernatural, Denathan mengetahui di sekelilingnya terdapat berbagai macam makhluk halus. Makhluk-makhluk tak kasat mata itu memandang ke arah mobil. Ada yang berdiri di tepi jalan, duduk di atas pohon serta banyak yang berkeliaran. Denathan sudah sering melihat hal-hal seperti itu, sehingga dia tidak takut. Yang terpenting harus menjaga sikap selama melihat mereka agar tidak terkena celaka.


"Nat, lo hati-hati ya. Soalnya di sini banyak mereka." Denathan berkata dengan suara pelan di samping Natan.

__ADS_1


Sepertinya Natan mengetahui apa yang dimaksud oleh Denathan. Natan bersahabat dengan Denathan sejak mereka masih kecil, sudah jelas Natan sangat mengetahui kemampuan Denathan sebagai anak indigo.


"Iya, gue hati-hati."


"Tenang, gue udah suruh mereka biar nggak ganggu kita," ucap Denathan berbisik.


Selain dapat melihat 'mereka', Denathan juga bisa berkomunikasi dengan yang tak kasat mata.


Ketika mereka melewati perempatan jalan yang sepi kendaraan, mendadak ada seorang pria yang menghadang mereka di tengah jalan. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam dan topeng untuk menutupi wajahnya.


"BERHENTI!!" teriak pria itu yang membuat Natan mengerem mobilnya secara mendadak.


Natan dibuat panik saat pria itu mendekati mobilnya sambil menodongkan sebuah pisau.


"Den, gimana ini." Natan berbisik. Sejujurnya dia ketakutan.


Denathan berusaha bersikap tenang meski hatinya diliputi rasa panik. Dia sudah pernah berhadapan dengan preman sebelumnya. Jadi setidaknya Denathan sudah mengetahui trik untuk mengalahkan penjahat seperti itu.


"Tenang dulu. Lo pastiin semua jendela mobil tertutup rapat."


"Kalian yang ada di mobil, cepat turun! Atau gue bakal pecahin kaca mobil ini!" teriak pria itu sambil menodongkan pisau ke arah kaca mobil yang berada tepat di samping Natan.


"Jangan bersuara," ucap Denathan seraya memegang tangan Natan yang bergetar. Sudah jelas Natan takut saat melihat ke samping pria itu menodongkan senjata ke arahnya. Meski pria itu tidak mengetahui keberadaannya di dalam mobil karena kalau dilihat dari luar, kaca mobil tampak hitam.


"Kita keluar mobil lewat pintu di samping gue. Dia gak bakal tahu kalau kita lewat sini. Tapi jangan sampai bersuara, oke?" Denathan berbisik di telinga Natan dengan tujuan agar penjahat itu tidak mendengar ucapannya.


"Oke." Natan mengangguk. Degupan jantungnya semakin cepat seiring dengan rasa takutnya yang meningkat.


Dengan sangat pelan-pelan, Denathan membuka pintu mobil di sebelahnya supaya tidak menimbulkan suara. Napasnya tertahan, jantungnya berdebar, badannya pun mulai mengeluarkan keringat. Membuka pintu mobil itu pelan-pelan sampai akhirnya sedikit terbuka.


"Udah kebuka. Gue keluar duluan ya." Denathan keluar dari mobil. Meski pintunya tidak terbuka lebar tapi setidaknya dia bisa keluar.


Sialnya saat Denathan sudah keluar. Begal itu berjalan mendekati sisi mobil. Cepat-cepat Denathan menutup pintu mobil itu supaya Natan aman di dalam mobil. Biarlah Denathan sendiri yang menghadapinya.


"Natan, lo di dalam aja!! Kunci pintunya. Lo jangan ikut keluar!" teriak Denathan menginterupsi Natan agar tetap di dalam. Jika Natan ikut keluar maka dapat membahayakan nyawa cowok itu. Terlebih begal itu membawa senjata.


"Ahahaha, Nona manis. Mau ke mana kamu? Ahahah." Pria bertopeng itu tertawa pelan saat melihat Denathan yang berdiri di samping mobil.

__ADS_1


"Anjing! Ayo lawan gue kalau lo berani!" Denathan sudah memasang kuda-kuda, bersiap menyerang.


"Oohh, Nona manis berani juga ya." Begal itu memasukkan pisau ke tempatnya. Dia harus bermain adil dalam bertarung.


"Pakek aja senjata lo, gue nggak takut!" Denathan menantang.


Tanpa aba-aba pria bertopeng itu bertindak memukul Denathan, tapi Denathan dengan lihai menghindari pukulan yang sudah sangat dia hapal gerakannya. Denathan kemudian berlari, mencari tempat yang lebih luas untuk melumpuhkan begal tersebut. Pria bertopeng itu mengejar Denathan seraya mengeluarkan senjatanya.


"Jangan kabur lo! Sok-sokan mau lawan gue lo, anjing!" teriak begal tersebut.


Setelah Denathan berada di tempat yang luas, dia berhenti lalu menantang. "Ayo lawan gue!"


Terjadi pertarungan antara Denathan dan seorang begal. Pertarungan semakin sengit kala begal tersebut mengeluarkan senjatanya. Denathan tidak takut. Dia tidak gentar menghadapi penjahat seperti itu. Baginya sangat mudah untuk ditaklukkan.


"Beraninya lo pakek senjata. Kalau berani tangan kosong!" Denathan mengejek.


Begal tersebut sepertinya sudah kewalahan menghadapi Denathan, karena dari tadi dia tidak berhasil memukul Denathan. Yang ada malah Denathan sangat lihai menghindari pukulannya.


Begal tersebut sangat marah. Dia dengan cepat melemparkan pisau ke arah Denathan. Hal yang tidak terduga terjadi, ketika pisau tersebut hampir mengenai perut Denathan, pisau itu langsung jatuh ke tanah seperti ada sesuatu yang menahannya.


"Brengsek, ternyata dia punya kodam. Pantas saja aku tidak dapat memukulnya," monolog begal itu saat mengetahui sosok nenek-nenek tua yang berdiri di samping Denathan. "Aku harus menggunakan cara lain." Lanjutnya.


Pria bertopeng itu tidak kehabisan akal. Dia kemudian memberi kode kepada temannya yang bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari tempatnya sekarang. Pria itu tahu bahwa di dalam mobil masih ada orang selain Denathan. Dia menyuruh temannya untuk menyerang orang yang ada di dalam mobil.


Dengan penglihatan yang tajam, Denathan dapat mengetahui ada seseorang yang mengendap-endap menuju ke arah mobil. Cewek itu kemudian memberi isyarat pada salah satu makhluk halus yang sejak tadi menyaksikan pertarungannya dengan begal itu. Denathan menyuruh agar makhluk tak kasat mata itu menakut-nakuti pria yang akan menyerang Natan yang masih di dalam mobil.


"KELUAR LO!! GUE TAHU, MASIH ADA ORANG DI DALAM MOBIL!! KALAU NGGAK KELUAR, GUE BAKAL PECAHIN KACA MOBIL LO!"


Karena tidak tahan, Natan pun akhirnya keluar mobil dari sisi sebelah kanan. Dia berusaha untuk menyelamatkan dirinya sendiri juga Denathan.


Natan menantang seorang begal yang sekarang berdiri di depan mobil. "Sini lo anjing!"


"Wah keluar juga lo!" Begal itu mengeluarkan sebuah pisau lalu tersenyum sinis.


Saat akan menyerang Natan, mendadak ekspresi begal tersebut berubah kaku ketika melihat sosok makhluk halus berwujud perempuan dengan wajah sangat menyeramkan tiba-tiba muncul di depannya. Wajah sosok itu penuh darah, matanya merah dan mengeluarkan belatung serta mulutnya terbuka sangat lebar.


Begal tersebut ketakutan lantas berteriak, "AAA SE, SE, SETAAANN!!" Dia lari terbirit-birit.

__ADS_1


__ADS_2