
Denathan dan Aditya hari Selasa ini akan kembali berlibur di tempat yang berbeda. Kali ini mereka akan berbulan madu di Pantai Canggu yang ada di Bali. Pantai itu sudah tidak usah diragukan lagi keindahannya. Apalagi di sana juga terdapat bar untuk bersantai, sehingga mereka dapat menghabiskan waktu seharian di sana sambil melihat pemandangan pantai yang elok.
"Mas, tujuan kita sekarang, pergi ke Pantai Canggu. Menurut yang aku baca di Google, tempatnya di sana sangat cocok untuk bulan madu. Di sana juga ada barnya loh, Mas," jelas Denathan kepada suaminya yang sedang berganti pakaian. Aditya memakai kaos polos lengan pendek dan berwarna abu-abu dengan setelan celana kain warna biru gelap. Penampilannya memang biasa, tapi menarik.
"Iya, Sayang. Aku sudah siap, ayo kita berangkat," ucapnya. Lalu Aditya menyambar jaket coklatnya yang tersampir di gantungan baju dan segera memakainya.
"Siap!!" Denathan menjawab dengan semangat. Lalu wanita itu mengikuti langkah suaminya Keluar dari kamar hotel. Mereka turun ke lantai satu dan segera keluar dari hotel tersebut.
Singkat cerita, Denathan dan Aditya sudah sampai di Pantai Canggu Bali yang berlokasi di Jalan Pantai Batu Bolong. Aditya memarkirkan mobilnya di area parkir yang sudah disediakan khusus. Letak area parkir cukup berdekatan dengan Pantai Canggu, sehingga Aditya dan Denathan dapat langsung pergi ke pantai tanpa harus jalan kaki lebih jauh lagi.
"Mas, indah banget," decak kagum Denathan ketika melihat pantai yang terhampar luas dan banyak orang lokal maupun turis yang berkunjung di pantai tersebut.
"Iya. Anginnya juga sejuk banget. Kita bakal betah di sini," jawab Aditya. Dia merasakan angin pantai yang sejuk dan tidak memberikan sensasi dingin menusuk tulang, karena mereka datang pada waktu yang tepat. Tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang, sehingga cuaca di pantai juga mendukung.
Pantai Canggu terlihat sangat indah dan cantik. Sangat mempesona dan menarik hati. Di sana banyak turis maupun orang lokal yang menyempatkan waktu berlibur mereka di Pantai Canggu. Selain menyuguhkan keindahan alam yang tidak main-main, Pantai Canggu juga menyuguhkan hamparan pasir putih yang lembut dan nyaman dipijak kaki. Dengan pasir-pasir itu, para wisatawan dapat membuat istana dari pasir dan menggambar di atas pasir. Kebanyakan ada yang duduk-duduk santai di bawah payung berukuran besar yang telah disediakan. Lalu tak lupa juga ditambah minuman kelapa muda yang menyegarkan dan langsung diminum dari kelapanya.
"Mas, ayo ke sana." Denathan menarik tangan Aditya, membawa suaminya itu untuk lebih mendekati bibir pantai. Rambut panjang perempuan itu bergerak-gerak mengikuti arah angin.
Pagi ini ombak pantai tidak besar dan relatif pelan, sehingga aman walaupun banyak orang yang mendekati bibir pantai. Denathan dan Aditya sangat menikmatinya.
Mereka rupanya bosan hanya sekedar melihat-lihat pemandangan sekitar. Akhirnya Denathan mengajak suaminya untuk berfoto di sekitar pantai.
"Mas, ayo kita foto. Bisa buat kenang-kenangan," ucap Denathan sambil mengeluarkan kameranya dari dalam tas selempang yang ia bawa. Tas itu hanya untuk menyimpan ponsel, dompet, dan kamera.
"Iya. Sini biar aku yang fotoin kamu," kata Aditya sembari mengambil kamera itu dari tangan istrinya.
__ADS_1
Denathan melihat-lihat ke sekelilingnya untuk mencari spot foto yang menarik dan indah. Akhirnya Denathan menemukan tempat yang cocok untuk berfoto, letaknya di dekat pohon kelapa.
"Mas, Mas. Itu kayaknya cocok buat tempat foto," kata Denathan sambil menunjuk pohon kelapa yang berada tidak jauh dari bibir pantai.
Aditya mengikuti arah tunjuk Denathan, dan seketika ia menyetujui pendapat istrinya itu. Karena menurutnya juga tempat itu cocok untuk latar belakang foto.
"Iya, di sana bagus, ayo ke sana." Aditya menggandeng tangan istrinya menuju ke tempat tersebut.
Setelah sampai di sana, Aditya menentukan posisi berdiri Denathan yang tepat. "Kamu agak ke samping kanan sedikit, jangan lupa senyum," ucapnya.
Denathan pun mengikuti kata-kata suaminya. Lalu wanita itu melakukan pose sederhana. Setelah sudah pas dan tepat, Aditya segera mengarahkan kameranya dan memfoto istrinya.
Cekrek...
"Gimana, Mas?" tanya Denathan sambil berteriak.
"Foto lagi, fotonya kurang bagus!" balas Aditya, berteriak juga.
"Oke, Mas!"
Aditya pun menginstruksi istrinya agar bergaya seolah-olah tidak menyadari kamera atau melihat ke arah lain. "Kamu pose, seolah-olah kamu nggak lihat kamera. Lihat ke arah pantai ya!"
Denathan mengangguk. Dia sangat paham instruksi dari suaminya, "Iya, Mas!" Lalu wanita itu pun berpose dengan melihat ke arah pantai, lalu tangan kanannya menutupi bagian atas matanya, seolah-olah matahari sedang terik.
"Nah begitu, posenya udah bagus, pertahankan," ucap Aditya. Lalu laki-laki itu menghitung satu sampai tiga dan mulai memfoto istrinya.
__ADS_1
"Bagus!" teriak Aditya saat sudah selesai menangkap gambar istrinya.
Setelah puas berfoto-foto, Denathan dan Aditya kembali menikmati pemandangan di bibir pantai. Sesekali mereka bercanda dengan bermain air, lalu saling melempar-lemparkan pasir pantai hingga membuat baju mereka kotor. Mereka juga bersama-sama membuat istana pasir, lalu saling menuliskan nama mereka di atas pasir.
Istana pasir yang mereka buat terlihat sangat indah dan elok, sehingga dari hal tersebut, mereka berpikir untuk berfoto di dekat istana pasir itu. Kebetulan ada salah satu orang yang mau mereka mintai tolong untuk memfoto mereka.
"Saya hitung ya, satu, dua, tiga...," ucap pria itu sambil memfoto, bersamaan dengan Aditya dan Denathan yang berpose.
Aditya dan Denathan berfoto berkali-kali di dekat istana pasir itu, sampai mereka puas. Mereka mengucapkan terimakasih kepada pria tadi yang suka rela membantu mereka mengabadikan momen, sebelum pria tadi pergi ke tempat lain.
Pasangan suami-istri itu menghabiskan waktunya di sekitar Pantai Canggu sampai sore. Sekarang sudah pukul empat sore. Ini adalah waktu yang tepat untuk menikmati sunset.
"Mas, Mas, lihat... mataharinya sangat indah," kata Denathan sambil menunjuk sang surya yang perlahan-lahan terlihat semakin tenggelam ke dasar laut. Hal itu sangat menarik perhatian orang-orang. Banyak orang yang menyaksikan sunset itu, tidak hanya Denathan dan Aditya.
"Iya, Sayang, sangat indah seperti kamu." Aditya mencium pipi istrinya lalu tertawa pelan. Denathan tersenyum malu-malu karena perlakuan suaminya barusan.
Sekarang sudah pukul lima sore, Denathan dan Aditya memutuskan untuk beristirahat di Bar Old Man's Canggu yang terletak di tepi Pantai Canggu. Makanan yang disuguhkannya beragam, mulai dari cumi garam dan merica hingga daging panggang dengan keripik tambahan.
Denathan dan Aditya memesan cumi garam dan minuman es kelapa muda. Sambil menikmati pemandangan pantai dari dalam bar, mereka menikmati makanannya masing-masing.
"Sayang, besok kamu mau liburan ke mana lagi?" tanya Aditya sambil menyuapkan sesendok cumi garam ke dalam mulutnya.
"Ke Pantai Kristal?" jawab Denathan tapi dengan nada seolah bertanya.
"Ke pantai lagi ya..."
__ADS_1