Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DCB 2 - DENATHAN AGRESIF


__ADS_3

"Assalamualaikum." Aditya mengucapkan salam di depan pintu rumah sambil mengetuk pintunya.


Aditya baru saja pulang dari kantornya tepat pada pukul setengah delapan malam.


"Waalaikumsalam, iya, Mas!" jawab Denathan dari dalam rumah sambil berteriak.


Denathan kemudian membuka pintu sampai terbuka separuhnya, dan mendapati suaminya sedang berdiri di ambang pintu. Aditya tersenyum melihat istrinya.


"Ayo Mas." Denathan kemudian menggandeng tangan Aditya, membawanya masuk ke dalam rumah.


Denathan dan Aditya langsung berjalan menuju ke lantai dua, lebih tepatnya ke kamar mereka. Sesampainya di kamar Aditya melakukan rutinitasnya seperti biasa. Lepas pakaian, istirahat sebentar, lalu pergi mandi. Setelah mandi dia berganti pakaian. Sekarang pria itu sudah wangi dan rapi.


Denathan kemudian mengajak suaminya untuk makan malam. Kasihan juga, pasti suaminya itu sudah sangat lapar.


"Mas, kamu pasti lapar. Ayo makan bareng," ajak Denathan.


"Kamu belum makan juga?" tanya Aditya sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Belum, Mas. Aku, kan, nunggu kamu. Nggak enak tau, makan sendiri," jawab Denathan seraya menggandeng tangan Aditya.


Aditya sedikit tertawa dengan sikap istrinya, lalu pria itu mengusap-usap puncak kepala Denathan dengan gemas. "Haha, kamu memang istri yang baik."


"Aku memang baik, Mas. Nggak salah, kan, punya istri kayak aku?" kata Denathan berniat bercanda, lalu dia sedikit tertawa.


"Enggak salah dong, kamu memang terbaik. Hahah." Aditya merespons dengan candaan pula.


Lalu keduanya berjalan keluar kamar. Mereka menuju ke dapur. Sesampainya di dapur, Aditya langsung menampakkan senyum lebar saat melihat di atas meja makan sudah tersedia nasi lengkap dengan lauk pauknya. Begitu pula sayurannya. Perutnya yang lapar seolah memberontak ingin segera melahap semua makanan itu.


"Wah, pasti masakan kamu enak banget," ucap Aditya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya, Mas." Denathan tersenyum malu-malu dipuji suaminya.


Denathan dan Aditya pun makan bersama. Selama makan mereka tidak ada yang mengobrol. Sama-sama menikmati makanan masing-masing. Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai makan, lalu mereka minum agar tenggorokan mereka tidak tersendat sisa-sisa makanan.


"Alhamdulillah, kenyang ya, Mas," kata Denathan.


"Iya. Aku juga kenyang. Ayo, kita istirahat di kamar." Aditya lalu berdiri. Kemudian melangkah keluar dapur, menuju ke lantai dua.


"Iya, Mas. Kamu duluan aja."


Sementara Denathan masih sibuk membereskan piring-piring kotor, lalu mencuci alat bekas makan itu ke wastafel. Setelah mencuci semua alat-alat makan, Denathan menatanya ke rak piring. Sekarang dapurnya sudah tampak rapi dan bersih.


Tidak lama kemudian, Bi Etik keluar dari kamar dan menemui Denathan di dapur. Wanita itu bertanya, "Non, sudah selesai?"


"Sudah, Bi. Tadi piring-piring juga sudah saya cuci. Bibi sekarang boleh makan," kata Denathan dengan senyuman.


"Iya, Non," jawab Bi Etik.


Aditya melirik ke arah Denathan lalu menepuk-nepuk di sebelahnya. "Sini, tidur di sampingku," ujarnya.


Denathan mengangguk dengan senyum malu-malu. "I-iya, Mas." Lalu wanita itu mengunci pintu kamarnya.


Dengan sengaja Denathan melepas pakaiannya dan menyisakan pakaian dalamnya. Denathan begitu seksi. Seketika itu membuat Aditya terkejut karena sikap istrinya. Aditya pun tersenyum jahil ke arah istrinya. Seolah-olah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Apa kamu mau menggodaku?" tanya Aditya sambil tersenyum lebar.


Denathan tidak menjawab, dia melangkah mendekati ranjang. Sampai di dekat suaminya, Denathan langsung naik ke atas kasur dan menduduki perut Aditya. Hal tersebut membuat Aditya terkejut tapi juga senang.


"Sepertinya kamu tidak sabar ingin bermain," kata Aditya lalu kedua tangannya memeluk pinggang Denathan.

__ADS_1


Denathan tersenyum, dia berkata dengan suara lembut, menggoda, "Iya, Mas. Aku ingin bermain malam ini."


Aditya tertawa pelan merespons ucapan istrinya. Kemudian pria itu menarik pinggang Denathan agar perempuan itu menunduk. Lalu mereka berdua saling berciuman. Sementara posisi Denathan masih duduk di atas perut Aditya. Pasangan suami-istri itu berciuman saling menyalurkan nafsu mereka untuk bercinta. Hingga Denathan mengakhiri ciuman mereka.


Kemudian wanita itu bertindak menciumi dada bidang suaminya sampai membuat Aditya semakin bernafsu. Ciuman Denathan turun ke perut Aditya yang sixpack. Aditya merasakan sensasi nikmat bercampur geli. Tak sampai di situ, Denathan juga mencium area bawah suaminya yang masih tertutup celana pendek. Aditya yang melihatnya semakin bernafsu, lama-kelamaan rudal king miliknya yang bersembunyi di balik celana, berdiri dan semakin berdiri sampai tegak menantang.


Melihat hal tersebut, membuat Denathan sedikit tertawa lalu wanita itu dengan perlahan menurunkan celana pendek suaminya. Seketika itu rudal king milik suaminya tampak sangat kencang dan tegak. Aditya terkejut tapi juga senang dengan perlakuan istrinya. Tak menyangka Denathan seagresif itu ketika sedang bernafsu.


"Adikku sudah tidak sabar ingin disentuh," kata Aditya sambil memejamkan mata saat Denathan beralih memegang, mengelus, dan meremas pelan rudal king suaminya.


"Sudah sangat keras, seperti besi," ucap Denathan ketika merasakan barang suaminya semakin keras dan semakin tegak, mirip seperti besi yang kokoh.


Karena sudah sangat bernafsu dan tidak tahan lagi, Aditya dengan agresif menarik Denathan ke pelukannya lalu mencium bibir wanita itu. Nafsunya tidak terbendung lagi, Aditya memutar tubuh istrinya. Sekarang Denathan berada di bawah tubuhnya. Aditya tersenyum, lalu bertindak melepas pakaian dalam milik istrinya satu persatu, hingga tubuh istrinya sepenuhnya terekspos di depan matanya.


"Kamu sangat menggoda, Sayang," kata Aditya sambil mengelus-elus perut Denathan.


"Lakukan sekarang, Mas. Tubuh ini milikmu," ucap Denathan memasrahkan diri di bawah kuasa suaminya.


Aditya tersenyum lalu akan memeluk tubuh istrinya. Sebelum melakukannya, tiba-tiba Denathan mendorong tubuh Aditya ke samping kanan, membuat Aditya terlentang di sampingnya. Dengan perlahan-lahan Denathan menduduki rudal king milik suaminya hingga masuk ke dalam gua kenikmatannya. Kemudian Denathan menggoyang-goyangkan pantatnya, dan menaikkan-turunkan pinggulnya secara berulang-ulang. Aditya pun merasakan kenikmatan yang tiada tara begitu juga Denathan.


Mereka saling menyalurkan rasa gairah dan nafsu. Suara kenikmatan yang keluar dari mulut mereka pun tidak bisa ditahan lagi. Napas mereka terdengar saling bersahutan, lama-kelamaan tubuh mereka mengeluarkan keringat.


Aditya beralih memposisikan tubuh istrinya di bawahnya. Lalu laki-laki itu menghujamkan batangnya ke tubuh Denathan, dan mulai menggerakkan pinggulnya ke depan lalu ke belakang dengan intens. Lama-lama gerakan itu semakin cepat dan cepat seiring dengan gairahnya yang semakin meningkat. Tak sampai di situ, Aditya juga meremas dua gunung milik istrinya yang sejak tadi melambai-lambai minta disentuh. Denathan menggelinjang merasakan sensasi nikmat yang begitu dalam. Napasnya tersengal-sengal karena tidak kuasa menahannya. Begitu juga Aditya yang sedang mengendalikan permainan, dia tidak kuasa menahan kenikmatan itu.


Aditya dan Denathan terus melakukannya dengan keringat yang semkin deras membasahi tubuh keduanya. Hingga tiga puluh menit kemudian...


"Aahhkk... aku keluar!" ucap Aditya yang sudah tidak tahan lagi menahan gairahnya. Sesuatu yang berkali-kali keluar dari dalam batangnya, menimbulkan efek nikmat yang luar biasa.


"Aahhh..." Denathan menggelinjang bersamaan dengan suaminya yang jatuh di atas tubuhnya.

__ADS_1


Aditya dan Denathan pun merasa lemas. Lalu suami-istri itu tidur di atas kasur dengan posisi mereka saling berpelukan.


__ADS_2