
Ketika Denathan melewati koridor menuju ke kelasnya, dia berpapasan dengan Rieke dan dua antek-anteknya. Trio wek wek itu tampak tersenyum-senyum bahagia, mereka baru saja mengganggu adik kelas dan meninggalkan korbannya di toilet perempuan.
Saat trio bebek itu berpapasan dengan Denathan, mereka menghentikan langkahnya di samping Denathan. Dan Denathan ikut berhenti sambil menatap trio wek wek itu satu persatu.
"Lihat girls, kita ketemu sama cewek supernatural," ujar Rieke kepada dua antek-anteknya yang bernama Sarah dan Devi. Rieke menatap Denathan dari bawah sampai ke atas dengan tatapan sinis. Sarah dan Devi ikut-ikutan bergaya seperti Rieke. Kedua antek-antek itu memang tidak memiliki pendirian. Mereka berdua sangat menurut perintah Rieke.
"Kalian kenapa berhenti? Nggak lanjut jalan?" Denathan bertanya dengan nada santai. Lalu dia menatap wajah Devi dan Sarah secara bergantian. "Kalian berdua juga, kenapa nurut banget sama Rieke sih? Kalian nggak punya teman ya selain ibunya bebek di depan gue ini?" Denathan sengaja mengolok-olok Rieke.
Rieke terpancing emosi karena Denathan mengejeknya. Lalu cewek itu berjalan lebih mendekat dan menampar pipi Denathan. "Jaga mulut lo ya! I'm not mother duck, *****!"
Denathan tidak terima Rieke menampar pipinya begitu saja, lalu Denathan balas menampar lebih keras.
Plak...
Setelah itu Denathan tersenyum puas menatap Rieke.
Rieke memalingkan wajah dan memegang pipinya yang memerah akibat tamparan Denathan yang terlalu keras. Tangan Denathan sama kuatnya seperti tangan laki-laki.
"Gimana? Belum puas juga?" tanya Denathan sambil menaikkan satu alisnya.
"Lo berani-beraninya ya!" ujar Devi berusaha membalas menampar Denathan, tapi sebelum tangannya mengenai pipi Denathan, Denathan dapat dengan mudah mencekal tangan Devi lalu memelintirnya. Membuat Devi mengadu sakit.
"Sakit anjir, lepasin!" ujar Devi seraya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Denathan yang cukup kuat.
Denathan tersenyum dengan raut wajah mengejek, lalu dia berkata, "Mending lo nggak usah ikut-ikutan deh. Lemah lo!" Kemudian Denathan mendorong Devi agar menjauh darinya.
"Sarah, lo diem mulu anjir!" ujar Devi sambil memegangi tangan kanannya yang terasa sedikit sakit.
Sarah ketakutan, dia tidak berani melawan Denathan yang notabenenya adalah cewek pemberani. "Gue takut."
Rieke menatap wajah Denathan dengan mata tajam. Lalu cewek itu menyunggingkan senyumannya. Tanpa aba-aba Rieke menjambak rambut Denathan dengan kasar. Tak sampai di situ Rieke pun mencakar kulit kepala Denathan hingga membuat beberapa helai rambut Denathan rontok.
Sontak Denathan terbelalak lalu dengan sangat kencang meninju perut Rieke hingga Rieke terhuyung ke belakang dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
Denathan menunjukkan ekspresi wajah yang benar-benar marah. Apalagi saat melihat rambutnya rontok dan jatuh ke lantai. Dia kemudian mendekati Rieke lalu segera memegang kerah baju Rieke, dan sedikit mengangkat tubuh Rieke dengan mudah. Membuat Rieke sedikit berjinjit.
Denathan berbicara dengan nada pelan tapi penuh tekanan. "Lo boleh mukul gue, tapi lo jangan bikin rambut gue rontok. Rambut gue lebih berharga daripada sampah kayak lo!" Kemudian Denathan memutar tubuh Rieke dengan mudah sampai membelakanginya, lalu Denathan memegang kedua tangan Rieke dan menguncinya. Rieke sekarang tidak bisa bergerak.
Rieke susah payah melepas genggaman tangan Denathan yang kuat. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata tenaga Denathan sama kuatnya seperti tenaga laki-laki. "Lepasin gue!! Atau gue bakal--."
Denathan langsung memotong ucapan Rieke, "Lo bakal apa? Hah? Lo aja sekarang gak bisa gerak!"
"Devi, Sarah! Bantu gue tolol!" Rieke berteriak memanggil dua antek-anteknya yang tidak berguna yang sekarang sedang ketakutan melihat Denathan.
Denathan mengancam mereka berdua, "Kalau kalian berdua lawan gue. Bos kalian ini bakal gue hajar sampai mampus! Mending lo berdua pergi jauh-jauh!"
Tentu ancaman Denathan yang tidak main-main membuat Sarah langsung ciut nyali. Berbeda dengan Devi yang lebih berani.
Devi menantang balik Denathan, "Gue nggak takut sama lo!"
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Devi segera bertindak menendang kaki Denathan tapi sedikit meleset. Rupanya Denathan dapat menghindari tendangan kecil itu hanya dengan menggerakkan satu kaki yang menjadi sasaran Devi.
"Tendangan lo nggak ada apa-apanya! Mending lo jangan coba-coba lawan gue kalau lo mau Bos lo ini selamat," ancam Denathan masih sabar menghadapi anak buah Rieke yang keras kepala.
Kabar pertengkaran trio wek wek dan Denathan pun menyebar ke seluruh penjuru kelas 11 dan kelas 12. Hampir semua murid baik perempuan mau pun laki-laki berkumpul di koridor untuk menyaksikan pertengkaran yang tidak pernah terjadi. Kebanyakan siswa sangat kagum dengan Denathan yang melawan Rieke tapi dengan cara santai seakan tidak terjadi apa-apa.
"DENATHAN, DENATHAN, DENATHAN! AYO HAJAR TRIO WEK WEK!" teriak sebagian siswa laki-laki dan perempuan yang mendukung Denathan, termasuk siswa yang pernah di-bully oleh Rieke. Mereka menyimpan dendam kesumat pada Rieke tapi tidak berani membalasnya. Sedangkan yang mendukung Rieke hanya segelintir orang dan kalah saing dengan pendukung Denathan.
Denathan hanya tersenyum melihat para pendukungnya yang berkumpul di sekelilingnya.
Rieke sepertinya tidak ingin mengalah begitu saja, dia kemudian menggunakan kesempatan. Saat Denathan lengah dia dengan gerakan cepat menendang kaki Denathan sampai membuat Denathan terhuyung ke belakang dan melepas genggamannya pada tangannya. Lalu Rieke dengan cepat menghindar dari Denathan.
Denathan cukup terkejut mengetahui Rieke berhasil lepas dari kungkungannya. Cewek itu tidak peduli kakinya sedikit sakit akibat tendangan Rieke, dia kemudian bergerak cepat untuk kembali mendekati Rieke, tapi lagi-lagi Denathan terkejut saat Rieke dengan mudahnya berlari menjauh darinya.
Rieke terlihat sedikit berdiskusi dengan dua anak buahnya. Lalu cewek itu memutar badan dan menatap Denathan dengan sinis penuh kesombongan.
"Fighting, girls." Rieke menggerakkan tangan kanannya ke depan, mengisyaratkan dua antek-anteknya untuk melawan Denathan.
Hal yang paling mengejutkan, Sarah yang awalnya terlihat Ketakutan saat akan melawan Denathan, mendadak menjadi cewek dengan sejuta keberaniannya bertindak menyerang Denathan bersama Devi.
Devi dan Sarah mengepung Denathan dari sebelah kiri dan Kanan. Sementara Denathan tetap bersikap tenang tapi juga waspada. Cewek itu melirik ke kanan dan ke kiri secara bergantian untuk memastikan serangan Sarah dan Devi. Ketika dua antek-antek itu bertindak menendangnya, Denathan dengan mudah berguling ke depan untuk menghindari serangan. Lalu yang terjadi selanjutnya adalah Devi dan Sarah saling adu tendang sampai membuat mereka jatuh telentang.
"Sangat mudah," ucap Denathan sambil tersenyum tipis melihat Devi dan Sarah mengadu kesakitan.
Tanpa diduga Rieke menendang punggung Denathan dari arah belakang dengan gerakan sangat cepat hingga kemudian Denathan jatuh terjerembab ke lantai. Rieke akan menggunakan kesempatan itu untuk menindih tubuh Denathan dengan kakinya, tapi gagal saat Denathan berhasil berguling ke samping untuk menghindar.
"Aaaa!" Rieke berteriak merasakan tulang punggungnya berbenturan dengan lantai yang keras.
Sebagian siswa yang menonton tampak ikut merasakan ngilu seperti Rieke. Kemudian sebagian dari mereka memilih cepat-cepat pergi karena tidak kuat melihat pertarungan itu.
Kemudian Denathan berdiri, lalu menarik kerah baju Rieke hingga sedikit robek, memaksa Rieke berdiri. Tatapan Rieke berubah menjadi ketakutan saat melihat ekspresi Denathan yang mengerikan. Sekarang Denathan mengancam Rieke agar tidak coba-coba untuk melawannya kalau Rieke ingin selamat. Karena Denathan akan bertindak lebih brutal dan sangat kasar jika amarahnya semakin tinggi.
"Lo jangan coba-coba lawan gue. Gue bakal hajar lo lebih parah!" Setelah berkata, Denathan langsung meninju perut Rieke. Menyebabkan Rieke bergerak secara paksa ke belakang dan terbatuk-batuk saat merasakan sakit pada perutnya. Kemudian yang terjadi selanjutnya Rieke pingsan, jatuh ke lantai
Devi dan Sarah berubah seperti iblis saat mengetahui bos mereka pingsan. Lalu kedua cewek itu menyerang secara bersamaan ke arah Denathan.
Denathan tersenyum tipis. Baginya sangat mudah melawan mereka, tapi siapa sangka Devi dan Sarah dapat menghindari pukulannya.
"Lo udah bikin Rieke pingsan, gue nggak terima! Lo harus tau akibatnya!!" ucap Sarah yang begitu marah. Kemudian Sarah memamerkan kemampuan bela dirinya di hadapan Denathan. Ternyata diam-diam Sarah jago bela diri.
Devi memilih mundur untuk melindungi Rieke yang pingsan. Dan membiarkan Sarah yang akan melawan Denathan dengan kemampuannya.
Sorak-sorai pendukung Denathan dan Sarah pun bertambah ramai. Mereka menganggap pertengkaran Denathan dan Sarah seperti pertunjukan di arena tinju. Tidak ada yang melerai keduanya. Bahkan Denok, Tia, Renita, dan Thalita pun tidak berani melerai Denathan, karena mereka tidak ingin mendapat masalah. Takutnya jika mereka melerai Denathan, mereka juga akan kena imbasnya.
"Kita buktikan siapa yang akan kalah duluan!" Denathan menantang Sarah tanpa rasa takut.
Sarah berkacak pinggang dengan pongah, "Ayo, siapa takut! One by one!"
Pertarungan antara Denathan dan Sarah pun terjadi. Sarah melayangkan tendangan ke arah Denathan, dan dengan cepat Denathan bersalto ke belakang sebanyak tiga kali untuk menghindar. Sontak hal itu membuat sebagian pendukung Denathan semakin riuh menyebut-nyebut nama jagoan mereka.
__ADS_1
"AYO, DENATHAN! DENATHAN! DENATHAN! DENATHAN KEREN!! DENATHAN HEBAT! DENATHAN JAGOAN KITA!" teriak sebagian dari mereka.
Rupanya ada banyak juga yang mendukung Sarah. Tak mau kalah saing dengan pendukung Denathan, mereka ikut menyebut-nyebut nama Sarah dengan suara keras.
"SARAH! SARAH! SARAH! PASTI BISA KALAHIN DENATHAN!! SARAH! SARAH!"
Sarah menunjukkan kemampuannya, dia juga bersalto ke depan mendekati Denathan. Membuat sebagian siswa tercengang termasuk Denathan. Lalu Denathan sedikit menghindari Sarah.
"Pertarungan kita belum selesai! Lo jangan kabur!" ucap Sarah lalu dengan gerakan kilat, dia meraih tangan Denathan dan menggunakan kesempatan itu untuk meninju wajah Denathan hingga Denathan terpelanting ke depan. Lalu Denathan jatuh terduduk.
Denathan sedikit meringis merasakan sakit di pantatnya. Dia mengusap pipinya yang lebam, lalu berdiri. Bukan Denathan namanya kalau memilih mengalah. Notabenenya sebagai cewek yang kuat dan pemberani tidak boleh tergantikan oleh Sarah.
Denathan menggertakkan giginya, ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat marah. Lalu tanpa aba-aba Denathan mengarahkan tendangannya tepat di lutut Sarah, tapi ajaibnya Sarah menghindar dengan sangat mudah. Sarah berguling ke samping lalu berdiri dengan cepat. Rupanya kemampuan bela diri Sarah menyamai kemampuan Denathan. Denathan dan Sarah seperti dua orang cewek yang sama-sama kuat dan pemberani.
"Hebat juga lo." Denathan berucap ditujukan untuk Sarah.
Sarah tersenyum puas, "Lo kira gue lemah? Gue awal-awal tadi hanya pura-pura lemah. Sekarang lo tahu, kan, gue yang sebenarnya!"
Sarah kemudian bertindak menendang ke arah Denathan, saat Denathan menghindar ke samping, Sarah melayangkan tendangannya mengikuti Denathan, dan berhasil mengenai Denathan. Membuat Denathan jatuh telentang dan kepalanya bagian belakang membentur lantai sangat keras. Dia tidak dapat bangkit lagi. Denathan merasa tubuhnya sudah lemah. Entah siapa sebenarnya Sarah, cewek itu bisa melemahkannya. Baru kali ini Denathan dikalahkan oleh satu orang, yang sebelumnya Denathan tidak dapat dikalahkan oleh siapa-siapa.
Denathan berbicara dengan nada lemah, napasnya memburu, "Stop jangan pukul gue lagi. Gue akui lo lebih hebat dari gue. Kita berdamai saja."
Kemudian Denathan merasakan kepalanya pusing. Matanya berkunang-kunang dan buram. Lambat laun cewek itu menutup matanya. Dia pingsan.
Sarah seperti kesetanan dan tidak memedulikan ucapan Denathan. Dia kemudian menindih tubuh dan bertindak memukul wajah Denathan. Saat tangannya hampir mengenai wajah Denathan, mendadak dari arah samping, muncul Natan yang dengan cepat menendang tubuh Sarah hingga membuat Sarah jatuh berguling di samping Denathan.
Kemudian Natan berjongkok di samping Denathan dan berteriak di hadapan Sarah. Cowok itu sangat emosi mengetahui sahabatnya pingsan. "LO JANGAN SAKITIN DENATHAN LAGI!! ANJING!"
Bentakan keras dari Natan mampu membuat Sarah ciut nyali. Entah kemana perginya keberaniannya yang besar tadi. Seakan-akan bentakan Natan yang membuat keberaniannya menghilang.
Semua siswa yang menonton sampai tercengang dan ada yang kagum melihat keberanian Natan melerai pertengkaran Denathan dan Sarah. Seandainya Natan tidak datang, dapat dipastikan Sarah dapat menghabisi Denathan.
"ANJING! DENATHAN PINGSAN, LO MAU PUKUL LAGI! KEPARAT!!" Natan mengujarkan kebencian terhadap Sarah.
"Denathan, maafin gue yang nggak bisa jaga lo. Gue nggak tega lihat lo kayak gini," ucap Natan dengan perasaan sedih melihat keadaan sahabatnya yang babak belur di bagian tangan, kaki, dan wajah. Kemudian Natan menggendong tubuh Denathan ala bridal style.
"BUBAR KALIAN SEMUA!!" Natan berucap sambil melangkah menuju kerumunan para siswa yang memberi ruang agar Natan bisa keluar dan membawa Denathan ke UKS.
Sebagian siswa memilih untuk pergi ke kelasnya masing-masing. Jagoan yang mereka banggakan tidak bisa membawa kemenangan, membuat mereka sedikit kecewa.
"KALIAN SEMUA BUBAR!! MASUK KELAS MASING-MASING!! KALAU ADA YANG BERTENGKAR, KALIAN LERAI BUKANNYA DITONTON! KALIAN SEMUA DIAJARKAN UNTUK SALING PEDULI DI SEKOLAH INI!" teriak Pak Jordan dan beberapa guru dengan suara sangat keras, menginterupsi sekaligus memarahi sebagian siswa yang masih ada di koridor. Pak Jordan adalah guru BK yang dikenal tegas dan garang.
Tak lama kemudian anggota PMR datang berbondong-bondong, lalu membawa Rieke yang masih pingsan ke UKS. Sekaligus mengajak Sarah dan Devi untuk mengobati luka mereka.
Pak Jordan dan guru-guru lainnya tadi mendapatkan informasi mengenai pertengkaran antara Denathan dan Sarah dari ketua OSIS yang juga mendapat informasi dari salah satu siswa. Ketua OSIS tidak berani melerai pertengkaran, karena suasana yang riuh sekaligus ramai. Sehingga ketua OSIS berpikir untuk melaporkan kejadian itu kepada para guru.
Sedangkan Natan tadi tidak mengetahui pertengkaran itu karena dia sedang ada di kantin bersama Aditya dan Erik. Baru saat Natan ingin kembali ke kelas dan melewati koridor, dia melihat kericuhan di tengah-tengah koridor. Hal itu menimbulkan rasa penasaran, kemudian Natan masuk di antara kerumunan dan dia begitu terkejut mengetahui Denathan sudah tergeletak tak berdaya setelah dipukul Sarah. Sontak Natan emosi, lalu dengan cepat berlari mendekat dan langsung melayangkan tendangan ke arah Sarah.
"ANJING!"
__ADS_1